Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL MANAJEMEN

ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN BIBIT IKAN (Studi Evaluasi Efektivitas Strategi Komunikasi Pemasaran Bibit Ikan Pada IBAP Lamongan) Danu Kusbandono; Muhammad Yanto
JPIM (Jurnal Penelitian Ilmu Manajemen) Vol 3, No 2 (2018): JPIM (JURNAL PENELITIAN ILMU MANAJEMEN)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.962 KB) | DOI: 10.30736/jpim.v3i2.183

Abstract

Benih ikan berkualitas baik dibutuhkan dalam tahapan utama pembesaran ikan. Peningkatan benih berkualitas mampu didapatkan dengan pengontrolan panti benih dan pakan benih. Benih berkualitas mampu dipenuhi dengan produksi benih secara intensif dan berkelanjutan. Ketersediaan pakan alami yang cukup merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan hasil benih yang berkualitas. Pakan alami belum mampu digantikan oleh pakan buatan, sehingga kualitas dan kuantitas pakan alami menjadi faktor penentu kualitas benih ikan laut (Sumiarsa dan Irwan, 2010).Di Lamongan banyak dijumpai penjual bibit ikan, mulai dari pedagang yang berada di rumah hingga penyedia jasa penjualan secara online . Salah satu penjualam online di Lamonganadalah IBAP(Instalasi Budidaya Air Payau)Lamongan. IBAP Lamongan ini merupakan situs jual benih ikan online,yang mempunyai beragam jenis dan berbagai macam variasi ukurannya untuk para petani ikan dan pembudidaya dengan memberikan harga terjangkau sesuai kebutuha.Begitu banyak penjual bibit ikan yang ada di Lamongan, dimana srategi pemasaran antar kompetitor sangatlah berpengaruh. Dalam strategi komunikasi pemasaranIBAP Lamongan memfasilitasi pemasaran produknya. IBAP Lamonganmenggunakan alat promosi dalam strategi komunikasi pemasaran di masyarakat adalah program penyuluhan pada komunitas petani ikan di tingkat kabupaten maupun sekitar area LamonganPenelitian ini merupakan evaluasi keefektifan yang berniat untuk mengevaluasi apakah program yang dilaksanakan oleh IBAP Lamongan dalam upaya meningkatkan penjualan, loyalitas pelanggan, dan pemahaman konsumen di Kabupaten Lamongansudah efektif atau belum efektif. Penelitian ini menggunakan kerangka model CIPP (Context, Input, Process, Product), metode pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah analisis penelitian ini adalah melalui pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan.Temuan dalam program penelitian ini berjalan dengan lancar karena dukungan pelanggan yang antusias, keterbatasan pemasaran dan infrastruktur untuk membuat program berjalan lambat. Harus ada alat promosi tambahan, sehingga pelanggan dan masyarakat umum akan menjadi tahu akan adanya IBAP Lamongan. Kata kunci: Komunikasi Pemasaran, Strategi Komunikasi Pemasaran, Evaluasi Efektivitas, Analisis CIPP, Bibit Ikan.
ANALISIS SWOT SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN DAN PENGUATAN STRATEGI BISNIS ( STUDY KASUS PADA UD. GUDANG BUDI, KEC. LAMONGAN) Danu Kusbandono
JPIM (Jurnal Penelitian Ilmu Manajemen) Vol 4, No 2 (2019): JPIM (JURNAL PENELITIAN ILMU MANAJEMEN)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jpim.v4i2.250

Abstract

UD. Gudang Budi merupakan unit bisnis yang bergerak dibidang percetakan yang bertempat di area kecamatan dalam kota Lamongan dimana system kerjanya melakukan FIFO( First in First Out) dan juga realtime pembuatan desain dimana konsumen bisa langsung mengawasi pembuatan desain yang di inginkan. Dalam pelaksanaan strateginya UD. Gudang Budi bisa dikatakan belum membuahkan hasil yang maksimal dikarenakan belum memiliki backup alat cetak sehingga order dari konsumen yang masuk dalam antrian semakin menumpuk dan juga cabang baru untuk memposisikan diri sebagai puncak kepemimpinan. Dengan adanya permasalahan dalam UD. Gudang Budi, maka penelitian berinisiatif ini menggunakan analisis SWOT sebagai teknik dasar untuk melihat faktor internal dan eksternal yang mempunyai tujuan untuk menentukan strategi pemasaran, sehingga diharapkan  memperoleh keuntungan yang maksimal. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi yang bisa digunakan UD. Gudang Budi  adalah strategi agresif yakni dengan menambah unit alat cetak sehingga berpengaruh menurunkan antrian permintaan desain grafis konsumen, menambah pendingin ruangan pada area operator desain grafis supaya konsumen merasa nyaman, mendirikan cabang baru di area dengan populasi tinggi dimana ada banyak sekali instansi yang berdiri. Kata kunci: Analisis SWOT, EFAS, IFAS, Strategi Pemasan.
PENERAPAN BUDAYA KERJA DAN MOTIVASI KERJA DALAM RANGKA PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN LAMONGAN Danu Kusbandono
JPIM (Jurnal Penelitian Ilmu Manajemen) Vol 3, No 3 (2018): JPIM (JURNAL PENELITIAN ILMU MANAJEMEN)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jpim.v3i3.196

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan bagaimana Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan  melakukan penerapan budaya kerja dan motivasi kerja dalam rangka peningkatan kinerja pegawai. Disparbud sebagai organisasi pemerintahan yang bergerak dalam bidang pembangunan daerah, dimana peran sumber daya manusia sangat penting untuk mencapai visi dan misi.  Dalam upaya untuk membangun sumber daya manusia, proses kerja, dan hasil kerja yang lebih baik, diharapkan bersumber dari perilaku setiap individu, artinya pembentukan budaya kerja dan motivasi kerja dari pegawai maupun pemimpin merupakan kerangka dasar manajemen dari suatu organisasi, yang dilakukan secara konsisten dengan koordinasi yang baik dimana sangatlah penting dalam mewujudkan visi dan misi organisasi. Proses pembentukan yang dilakukan secara berkesinambungan yang tidak lepas dari kerja keras pemimpin inilah akan menghasilkan dampak yang signifikan terhadap organisasi.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian antara lain : pertama, penerapan budaya kerja meliputi, disiplin kerja pegawai (ketepatan waktu, tanggung jawab yang tinggi, dan disiplin terhadap peraturan), keterbukaan pegawai, saling menghargai antar pegawai, kerja sama antar pegawai. Kedua, penerapan motivasi kerja yang meliputi motivasi dalam melaksanakan tugas dalam pencapaian hasil yang maksimal, motivasi dalam pelaksanaan disiplin jam kerja, motivasi dalam menghargai dan melaksanakan kerjasama antara atasan dan bawahan, motivasi dalam meningkatkan kerjasama antara atasan dan bawahan serta kerjasama antar pegawai, serta motivasi dalam melaksanakan peraturan kedinasan. Ketiga yaitu dampak dari penerapan budaya kerja dan motivasi kerja.Berkaitan dengan hasil penelitian tersebut, maka disarankan kepada kepala Disparbud berupaya meningkatkan budaya kerja dan motivasi kerja pegawainya. Sebelumnya alangkah baiknya pemimpin mengetahui karakteristik, cara kerja, kepribadian pegawainya, sebagai acuan peningkatan budaya kerja dan motivasi kinerja pegawainya sesuai dengan pencapaian visi dan misi.Kata Kunci : Budaya Kerja dan Motivasi Kerja