Lubis, Hairani
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EXPRESSIVE WRITING THERAPY DALAM MENGELOLA KECEMASAN DALAM PADA MASA PANDEMI COVID-19 Lubis, Hairani; Rahayu, Diah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4874

Abstract

Abstrak: Kehadiran virus Corona telah merusak tatanan kehidupan, pandemik corona juga melahirkan berbagai gangguan psikologis berupa stress yang berwujud dalam bentuk ketakutan, kegelisahan, dan kecemasan. Berbagai macam intervensi telah dilakukan dalam mengatasi masalah psikologis, salah satunya expressive writing therapy. Expressive writing therapy merupakan intervensi yang dilakukan untuk mengatasi masalah psikologis. Tujuan dari pelaksanaan expressive writing therapy dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan. Program ini memuat dua kegiatan utama yaitu seminar, sharing session, dan pendampingan online. Hasil menunjukkan ada penurunan tingkat kecemasan pada peserta setelah diberikan diberikan expressive writing therapy dengan terdapat 15 subyek yang mengalami penurunan tingkat kecemasan dan 15 subyek yang mengalami tingkat kecemasan tetap yang artinya ada penurunan kecemasan pada peserta setelah diberikan expressive writing therapy.Abstract:  The presence of the Corona virus has damaged the order of life, the corona pandemic has also given birth to various psychological disorders in the form of stress in the form of fear, anxiety, and anxiety. Various kinds of interventions have been carried out in overcoming psychological problems, one of which is expressive writing therapy. Expressive writing therapy is an intervention to overcome psychological problems. The purpose of implementing expressive writing therapy is to reduce anxiety levels. This program contains two main activities, namely seminars, sharing sessions, and online mentoring. The results showed that there was a decrease in the level of anxiety in participants after being given expressive writing therapy with 15 student subjects experiencing a decrease in anxiety levels and 15 participants experiencing a constant level of anxiety, which means that there was a decrease in anxiety in participants after being given expressive writing therapy.
STRES AKADEMIK SISWA SELAMA SEKOLAH DARING Lubis, Hairani; Matara, Kusmawaty
Journal Community Service Consortium Vol 3 No 1 (2023): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v3i1.3719

Abstract

Penerapan pembelajaran daring selama masa pandemi dilakukan sebagai salah satu strategi dalam menghambat penyebaran virus Covid-19. Namun implementasi pembelajaran daring ini tidak terlepas dari berbagai masalah, pemberian tugas yang banyak dengan waktu pengumpulan yang singkat, kurangnya waktu untuk tanya jawab dengan guru. Kondisi ini memicu siswa mengalami stres akademik. Jika siswa terus-menerus mengalami stres akademik maka akan berdampak pada prestasi akademik dan kesehatan mental siswa. Tujuan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai stres akademik, penyebab, strategi pengelolaan, dan pencegahannya. Seminar dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Peserta psikoedukasi yaitu siswa menengah atas dan menengah kejuruan yang menjalani sekolah daring. Hasil dari kegiatan psikoedukasi ini berdampak pada meningkatnya pengetahuan siswa mengenai stres akademik, penyebab, strategi pengelolaan, dan pencegahannya yang ditunjukkan dari persentase nilai pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 67% siswa yang mengetahui pengertian stres akademik, meningkat menjadi 82%. Sebesar 78% siswa mengetahui penyebab stres yang mereka hadapi, hasil post-test menunjukkan peningkatan menjadi 95%. Selanjutnya sebesar 60% siswa yang mengetahui strategi pengelolaan dan pencegahan stres akademik, meningkat menjadi 96% pada post-test. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada siswa mengenai stres akademik dan cara mengelola stres akademik.
Beyond Ingroup Love: A Systematic Review of the Antecedents and Consequences of Collective Narcissism Tondang, Edoardo; Ariestina, Selly; Ibrahim, Muhammad Buchori; Fadesti, Pralayar Fanny; Lubis, Hairani
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 3 (2025): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i3.19656

Abstract

Collective narcissism, a form of group identification defined by an exaggerated belief in the ingroup’s unrecognized greatness and a defensive need for external validation, is a significant area of social psychological inquiry. While research has grown since its formal conceptualization, a comprehensive synthesis is needed. This systematic review, adhering to PRISMA guidelines, synthesizes empirical findings from 24 studies identified via Scopus concerning the antecedents and consequences of collective narcissism. Findings reveal that collective narcissism is influenced by both individual-level factors—such as individual narcissism, low or unstable self-esteem, need for uniqueness, and Dark Triad-related personality traits—and contextual factors, including perceived intergroup threat, political orientation, lower levels of globalization, and culturally embedded historical narratives. In turn, this form of group identification consistently predicts a wide range of negative outcomes. These include intergroup hostility, prejudice, aggressive behaviors, support for populist and authoritarian political positions, conspiracy belief endorsement, and detrimental intragroup dynamics, such as objectification and reduced psychological well-being. The review underscores the importance of distinguishing collective narcissism from secure ingroup identification, highlighting its uniquely defensive and compensatory mechanisms. Implications for theory and practice are discussed, with recommendations for future longitudinal and experimental studies to clarify causal pathways and inform interventions. Overall, our synthesis contributes to a deeper understanding of how collective narcissism fuels intergroup conflict and undermines societal cohesion.
Stres Akademik Mahasiswa dalam Melaksanakan Kuliah Daring Selama Masa Pandemi Covid 19 Lubis, Hairani; Ramadhani, Ayunda; Rasyid, Miranti
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v10i1.5454

Abstract

Terjadinya pandemic covid19 telah membuat banyak perubahan pada sektor pendidikan yang beralih menjadi pembelajaran daring. Perubahan sistem memicu munculnya stress akademik pada mahasiswa yang akan berdampak pada prestasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres akademik yang dialami mahasiswa selama melaksanakan kuliah daring. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami stress akademik terbanyak pada kategori sedang yaitu 80 mahasiswa (39,2%). Stress akademik kategori tinggi sebanyak sebanyak 55 orang (27%), kategori rendah sebanyak 48 orang (21%), kategori sangat tinggi sebanyak 14 orang (6,9%), dan kategori sangat rendah sebanyak 11 orang (5,4%). Artinya mahasiswa merasakan tekanan yang cukup berat selama melaksanakan pembelajaran daring di masa pandemic Covid19.
Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget dengan Perilaku Agresif pada Anak Pra-Sekolah (4-6 Tahun) Nikmah, Fariza Jasmin; Lubis, Hairani
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 2 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v9i2.5982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget dengan perilaku agresif pada anak pra-sekolah (4-6 tahun). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 30 orangtua anak didik TK Manuntung Balikpapan Barat yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala perilaku agresif dan skala intensitas penggunaan gadget. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis Kendall’s tau-b dengan bantuan program SPSS 21.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa: ada hubungan intensitas penggunaan gadget terhadap perilaku agresif dengan nilai p = 0.014 (p < 0.05) dengan nilai korelasi sebesar = 0.324 yang menunjukan bahwa hubungan antar variabel memiliki korelasi yang positif, hal tersebut menunjukan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan gadget maka semakin tinggi perilaku agresif pada anak pra-sekolah (4-6 tahun).
Efektivitas Terapi Film Dalam Meningkatkan Harga Diri Solikhatin, Nikmatul Hidayati; Lubis, Hairani
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 3 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v9i3.6498

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah terapi film efektif dalam meningkatkan harga diri pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 31 Samarinda dengan jumlah 60 siswa. Desain penelitian menggunakan non-randomized pretest-posttest control group design dan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil uji paired sample t-test diperoleh nilai (p) 0,000 pada kelompok eksperimen, p < 0,05 sehingga H1 diterima dan H0 ditolak, artinya subjek yang diberikan terapi film mengalami peningkatan harga diri. Sedangkan pada kelompok kontrol nilai (p) 0,029, p < 0,05 sehingga H1 diterima dan H0 ditolak, artinya subjek yang tidak diberikan terapi film juga mengalami peningkatan harga diri. Kesimpulannya terapi film tidak efektif digunakan dalam peningkatan harga diri. This research is aims to determine cinema therapy is effective to be used in increasing students’ self-esteem. The method used in this research is experiment. The sample of this research is population of students in Junior High School 31 Samarinda with total population of 60 students. The research method is non-randomized pretest-posttest control group design and by using of paired sample t-test. Based on the test, the score that was obtained value (p) 0,000 in the experimental group, p < 0,05 so hypotheses H1 was accepted and H0 was refused which meant the subjects who was given cinema theraphy has increased self-esteem. While the results in the control group value (p) 0,029, p < 0,005 so hypotheses H1 was accepted and H0 was refused which meant the subjects was not given cinema theraphy has also increased self-esteem. The conclusion is cinema therapy is ineffective using to increasing self-esteem.
Pengaruh Kerinduan akan Rumah dan Kelekatan Teman Sebaya terhadap Stres Akademik Aulya, Audry; Lubis, Hairani; Rasyid, Miranti
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i2.7558

Abstract

Academic stress is the emotional tension felt by students during their failure to deal with academic demands. This study aims to determine the effect of homesickness and peer attachment on academic stress of X boarding school students in Samarinda.This study uses a quantitative approach.  The subjects of this study were 170 students with moderate to very high levels of academic stress chosen by usingpurposive sampling technique. Data was collected using scales of academic stress, homesickness, and peer attachment. The data collected were analyzed by using multiple linear regression test. The result of this study indicates that there is a significant effect between homesickness and peer attachment on academic stress wit the F value > F table = (17.989 3.05), p = 0.034 (p < 0.05), and the contribution of influence (R2) = 0.312 between homesickness and peer attachment on academic stress of X boarding school students in Samarinda. Stres akademik merupakan ketegangan emosional yang dirasakan oleh siswa selama kegagalannya dalam menghadapi tuntutan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerinduan akan rumah dan kelekatan teman sebaya terhadap stres akademik pada siswa sekolah berasrama X di kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 170 orang siswa dengan tingkat stres akademik sedang sampai hingga sangat tinggi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan dilakukan dengan menggunakan skala stres akademik, kerinduan akan rumah, dan kelekatan teman sebaya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara kerinduan akan rumah dan kelekatan teman sebaya terhadap stres akademik dengan nilai f hitung > f tabel (17.989 > 3.05) dan nilai p = 0.034 (p < 0.05), serta kontribusi pengaruh (R2) kerinduan akan rumah dan kelekatan teman sebaya terhadap stres akademik sebesar 0.312.
Budaya Organisasi dan Keterlibatan Karyawan Terhadap Loyalitas Kerja Manikotama, Annisa R; Lubis, Hairani; Rahmah, Dian Dwi Nur
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 1 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i1.7237

Abstract

Generasi millenial merupakan generasi yang mendominasi dunia kerja. Generasi millenial sendiri di dunia kerja dikenal kurang memiliki loyalitas terhadap pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan keterlibatan karyawan terhadap loyalitas kerja pada karyawan generasi millenial di Kota Balikpapan. Responden penelitian ini adalah 100 orang karyawan generasi millenial di Kota Balikpapan yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala loyalitas kerja, skala budaya organisasi, dan skala keterlibatan karyawan. Teknik analisa data menggunakan uji regresi model berganda, yaitu dengan nilai F hitung = 104.667 > F tabel = 3.09, R square = 0.683, dan p = 0.000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara budaya organisasi dan keterlibatan karyawan terhadap loyalitas kerja pada karyawan millennial di Kota Balikpapan.
Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Efikasi Diri Terhadap Prokrastinasi Pengerjaan Skripsi Rusmiati, Emmy; Lubis, Hairani; Suhesty, Aulia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 1 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i1.7175

Abstract

This study aimed to determine the impact of intensity using social media and self-efficacy towards procrastination in working on thesis in students of psychology at Mulawarman University. This study used quantitative approach. Research subjects consist of 50 psychology students that chosen using purposive sampling technique. Data collection method used in the procrastination scale in working on the thesis, intensity using social media and self-efficacy. Research data analyzed with multiple linear regression by the program Statistical Package for Social Science (SPSS) 20.0 for Windows. The results showed that: (1) there was positive impact of intensity using social media and self-efficacy toward procrastination in working on thesis with F value = 45.714, R2= 0.660, p = 0.000; (2) there was positive impact of intensity using social media on procrastination in working on thesis with beta coefficient = 0.523, and t = 5.300 and p value = 0.000; (3) there was negative impact of self-efficacy on procrastination in working on thesis with beta coefficient = -0.410, t = -4.152 and p value = 0.000. Contribution of intensity using social media and self-efficacy to the procrastination in working on thesis in student of psychology at Mulawarman University amounted to 66 percent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunan media sosial dan efikasi diri terhadap prokrastinasi pengerjaan skripsi pada mahasiswa program studi psikologi Universitas Mulawarman Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 50 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala prokrastinasi pengerjaan skripsi, intensitas penggunaan media sosial, dan efikasi diri. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji regresi linear berganda dengan bantuan program Statistical package For Social Sciences (SPSS) 20.00 for windows. Hasil dari penelitian ini menjukkan bahwa (1) ada pengaruh intensitas penggunaan media sosial dan efikasi diri terhadap prokrastinasi pengerjaan skripsi yaitu dengan nilai F = 45.714, R2= 0.660, dan p = 0.000; (2) ada pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap prokrastinasi pengerjaan skripsi dengan nilai beta = 0.523, t = 5.300, dan p =0.000; (3) ada pengaruh efikasi diri terhadap prokrastinasi pengerjaan skripsi dengan nilai beta = -0.410, t = -4.152, dan p = 0.000. Kontribusi intensitas penggunaan media sosial dan efikasi diri dengan prokrastinasi pengerjaan skripsi pada mahasiswa program studi psikologi Universitas Mulawarman Samarinda adalah sebesar 66 persen.
Posttraumatic Growth pada Wanita Survivor Apriliani, Nurlita Adha; Lubis, Hairani; Ramadhani, Ayunda
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i3.7691

Abstract

This study look at how the description of posttraumatic growth in women with cancer survivors. Researchers used qualitative research with a case study approach. Methods of data collection using observation techniques, structured interviews and related documentation data. Data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation and verification (drawing conclusions). The results obtained show a picture of posttraumatic growth in cancer survivor women where the four subjects are women who show positive changes in life and are able to develop themselves compared to before as a result of struggling with cancer experiences and have successfully passed the traumatic event. Struggles and changes are marked by an appreciation of life, relationships with other people, personal strength, spiritual change and new possibilities that are depicted in each subject. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran posttraumatic growth pada wanita survivor kanker. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah empat wanita survivor kanker.  Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara semi terstruktur. Teknik analisa data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data serta verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan gambaran posttraumatic growth pada wanita survivor kanker dimana keempat subjek merupakan wanita yang menunjukkan perubahan positif dalam hidup dan mampu mengembangkan diri dibandingkan sebelumnya sebagai hasil perjuangan atas pengalaman kanker serta telah berhasil melewati peristiwa traumatis tersebut. Perjuangan dan perubahan ditandai dengan adanya apresiasi kehidupan, hubungan dengan orang lain, kekuatan pribadi, perubahan spiritual dan kemungkinan baru yang tergambar pada masing-masing diri subjek.