Lubis, Hairani
Unknown Affiliation

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EXPRESSIVE WRITING THERAPY DALAM MENGELOLA KECEMASAN DALAM PADA MASA PANDEMI COVID-19 Lubis, Hairani; Rahayu, Diah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4874

Abstract

Abstrak: Kehadiran virus Corona telah merusak tatanan kehidupan, pandemik corona juga melahirkan berbagai gangguan psikologis berupa stress yang berwujud dalam bentuk ketakutan, kegelisahan, dan kecemasan. Berbagai macam intervensi telah dilakukan dalam mengatasi masalah psikologis, salah satunya expressive writing therapy. Expressive writing therapy merupakan intervensi yang dilakukan untuk mengatasi masalah psikologis. Tujuan dari pelaksanaan expressive writing therapy dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan. Program ini memuat dua kegiatan utama yaitu seminar, sharing session, dan pendampingan online. Hasil menunjukkan ada penurunan tingkat kecemasan pada peserta setelah diberikan diberikan expressive writing therapy dengan terdapat 15 subyek yang mengalami penurunan tingkat kecemasan dan 15 subyek yang mengalami tingkat kecemasan tetap yang artinya ada penurunan kecemasan pada peserta setelah diberikan expressive writing therapy.Abstract:  The presence of the Corona virus has damaged the order of life, the corona pandemic has also given birth to various psychological disorders in the form of stress in the form of fear, anxiety, and anxiety. Various kinds of interventions have been carried out in overcoming psychological problems, one of which is expressive writing therapy. Expressive writing therapy is an intervention to overcome psychological problems. The purpose of implementing expressive writing therapy is to reduce anxiety levels. This program contains two main activities, namely seminars, sharing sessions, and online mentoring. The results showed that there was a decrease in the level of anxiety in participants after being given expressive writing therapy with 15 student subjects experiencing a decrease in anxiety levels and 15 participants experiencing a constant level of anxiety, which means that there was a decrease in anxiety in participants after being given expressive writing therapy.
STRES AKADEMIK SISWA SELAMA SEKOLAH DARING Lubis, Hairani; Matara, Kusmawaty
Journal Community Service Consortium Vol 3 No 1 (2023): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v3i1.3719

Abstract

Penerapan pembelajaran daring selama masa pandemi dilakukan sebagai salah satu strategi dalam menghambat penyebaran virus Covid-19. Namun implementasi pembelajaran daring ini tidak terlepas dari berbagai masalah, pemberian tugas yang banyak dengan waktu pengumpulan yang singkat, kurangnya waktu untuk tanya jawab dengan guru. Kondisi ini memicu siswa mengalami stres akademik. Jika siswa terus-menerus mengalami stres akademik maka akan berdampak pada prestasi akademik dan kesehatan mental siswa. Tujuan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai stres akademik, penyebab, strategi pengelolaan, dan pencegahannya. Seminar dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Peserta psikoedukasi yaitu siswa menengah atas dan menengah kejuruan yang menjalani sekolah daring. Hasil dari kegiatan psikoedukasi ini berdampak pada meningkatnya pengetahuan siswa mengenai stres akademik, penyebab, strategi pengelolaan, dan pencegahannya yang ditunjukkan dari persentase nilai pre test dan posttest. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 67% siswa yang mengetahui pengertian stres akademik, meningkat menjadi 82%. Sebesar 78% siswa mengetahui penyebab stres yang mereka hadapi, hasil post-test menunjukkan peningkatan menjadi 95%. Selanjutnya sebesar 60% siswa yang mengetahui strategi pengelolaan dan pencegahan stres akademik, meningkat menjadi 96% pada post-test. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada siswa mengenai stres akademik dan cara mengelola stres akademik.
Beyond Ingroup Love: A Systematic Review of the Antecedents and Consequences of Collective Narcissism Tondang, Edoardo; Ariestina, Selly; Ibrahim, Muhammad Buchori; Fadesti, Pralayar Fanny; Lubis, Hairani
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 3 (2025): Volume 13, Issue 3, September 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i3.19656

Abstract

Collective narcissism, a form of group identification defined by an exaggerated belief in the ingroup’s unrecognized greatness and a defensive need for external validation, is a significant area of social psychological inquiry. While research has grown since its formal conceptualization, a comprehensive synthesis is needed. This systematic review, adhering to PRISMA guidelines, synthesizes empirical findings from 24 studies identified via Scopus concerning the antecedents and consequences of collective narcissism. Findings reveal that collective narcissism is influenced by both individual-level factors—such as individual narcissism, low or unstable self-esteem, need for uniqueness, and Dark Triad-related personality traits—and contextual factors, including perceived intergroup threat, political orientation, lower levels of globalization, and culturally embedded historical narratives. In turn, this form of group identification consistently predicts a wide range of negative outcomes. These include intergroup hostility, prejudice, aggressive behaviors, support for populist and authoritarian political positions, conspiracy belief endorsement, and detrimental intragroup dynamics, such as objectification and reduced psychological well-being. The review underscores the importance of distinguishing collective narcissism from secure ingroup identification, highlighting its uniquely defensive and compensatory mechanisms. Implications for theory and practice are discussed, with recommendations for future longitudinal and experimental studies to clarify causal pathways and inform interventions. Overall, our synthesis contributes to a deeper understanding of how collective narcissism fuels intergroup conflict and undermines societal cohesion.
Stres Akademik Mahasiswa dalam Melaksanakan Kuliah Daring Selama Masa Pandemi Covid 19 Lubis, Hairani; Ramadhani, Ayunda; Rasyid, Miranti
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v10i1.5454

Abstract

Terjadinya pandemic covid19 telah membuat banyak perubahan pada sektor pendidikan yang beralih menjadi pembelajaran daring. Perubahan sistem memicu munculnya stress akademik pada mahasiswa yang akan berdampak pada prestasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres akademik yang dialami mahasiswa selama melaksanakan kuliah daring. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami stress akademik terbanyak pada kategori sedang yaitu 80 mahasiswa (39,2%). Stress akademik kategori tinggi sebanyak sebanyak 55 orang (27%), kategori rendah sebanyak 48 orang (21%), kategori sangat tinggi sebanyak 14 orang (6,9%), dan kategori sangat rendah sebanyak 11 orang (5,4%). Artinya mahasiswa merasakan tekanan yang cukup berat selama melaksanakan pembelajaran daring di masa pandemic Covid19.
Seni Bela Diri Kuntau Dalam Meningkatkan Rasa Aman Lubis, Hairani; Mustiar, Mustiar; Aprilia, Redha; Nurhasanah, Siti Lucyana; Nabillah, Syarifah Ismy
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v5i2.2282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan rasa aman pada siswa SMKN 4 Samarinda jurusan akuntansi 1, akuntansi 2, perhotelan dan administrasi perkantoran setelah diberikan pelatihan seni bela diri kuntau. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Sample dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki tingkat rasa aman yang rendah dan sedang pada kelas XI sejumlah 30 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik yaitu T-Test dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS (Statistical Packages for Social Science) versi 20.0 for windows. Hasil analisis data menunjukkan pada sesi pretes kungfu dan posttest kungfu didapatkan hasil p = 0.001 (p < 0.05) yang berarti terdapat peningkatan signifikan diantara keduanya; pada sesi posttest kungfu dan follow up kungfu didapatkan hasil p = 0.194 (p > 0.05) yang berarti tidak ada peningkatan signifikan diantara keduanya; sedangkan pada sesi pretest kuntau dan posttest kuntau didapatkan hasil p = 0.007 (p < 0.05) yang berarti terdapat peningkatan signifikan diantara keduanya; dan pada sesi posttest kuntau dan follow up kuntau didapatkan hasil p = 0.007 (p < 0.05) yang berarti terdapat peningkatan signifikan diantara keduanya.
Cagoactev Sebagai Upaya Pencegahan Munchausen Syndrome Pada Anak Korban Perceraian Lubis, Hairani; Aprilia, Nadia; Ompusunggu, Meilani Marinda; Karunia, Ade
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v7i1.2392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode menulis cagoactev terhadap penurunan tingkat stres dan peningkatan regulasi diri sebagai upaya pencegahan menderita munchausen syn-drome pada anak korban perceraian. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan one group pretest posttest design. Subjek penelitian ini adalah 30 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang orang tuanya telag bercerai. Metode pengumpulan data menggunakan skala regulasi diri dan depression anxiety stress scale. Teknik Analisa data menggunaka uji paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek yang menulis menggunakan cagoactev mengalami peningkatan regulasi diri dengan t = -7.767 dan p = 0.000 dan penurunan tingkat stress dengan t = 6.085 dan sig = 0.000 pada anak korban perceraian
Connecting Group Activity Dalam Menurunkan Kecemasan Sosial Pada Gen-Z Lubis, Hairani; Rosyida, Afif Husniyatur; Wulandari, Fitri; Sandya, Syazira Nira
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v6i1.2357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kecemasan sosial pada mahasiswa setelah diberikan connecting group activity. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang memiliki tingkat kecemasan so-sial yang sedang atau tinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Komunikasi Univer-sitas Mulawarman Angkatan 2017 sejumlah 30 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik yaitu Paired sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan ada penurunan kecemasan sosial pada subjek setelah diberikan connecting group activity dengan nilai t = 3.323 dan p = 0,005 (p < 0,05). Hal tersebut menunjukan pelatihan yang diberikan dapat menurunkan kecemasan sosial setelah subjek diberikan connecting group activity. Sedangkan pada kelompok control didapatkan hasil nilai t = -.324 dan p = 0.751 (p > 0,05) yang bermakna tidak ada penurunan kecemasan sosial pada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2017 Universitas Mulawarman setelah diberikan
Psychological Capital and Non-Physical Work Environment on Millennial Generation Employees Work Engagement Aprillie, Azatil Aqmar Roemy; Lubis, Hairani; Rahmah, Dian Dwi Nur
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i1.6897

Abstract

The millennial generation is the generation that will dominate the world of work. However, currently the millennial generation is known as a generation that likes to change jobs. It takes a good work engagement so that the millennial generation can survive in their work. This study aims to empirically examine whether there is an influence of psychological capital and non-physical work environment on work engagement in the millennial generation in Samarinda City. The subjects of this study were 355 millennial generation employees who were selected using purposive sampling technique. The measuring instrument used in this research is the work engagement scale, psychological capital scale, and non-physical work environment scale. Data analysis technique using multiple model regression test resulted in calculated F value = 177.435 > F table = 3.02, adjust R square = 0.502, and p = 0.000. These results indicate that there is an influence between psychological capital and non-physical work environment on work engagement in the millennial generation in Samarinda City. Generasi milenial merupakan generasi yang akan mendominasi dunia kerja. Namun, saat ini generasi milenial dikenal sebagai generasi yang suka berpindah pekerjaan. Dibutuhkan keterikatan kerja yang baik agar generasi milenial mampu bertahan dalam pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik ada atau tidaknya pengaruh modal psikologis dan lingkungan kerja non fisik terhadap keterikatan kerja pada generasi milenial di Kota Samarinda. Subjek penelitian ini adalah 355 orang karyawan generasi milenial yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala keterikatan kerja, skala modal psikologis, dan skala lingkungan kerja non fisik. Teknik analisa data menggunakan uji regresi model berganda menghasilkan nilai F hitung = 177.435 > F tabel = 3.02, adjust R square = 0.502, dan p = 0.000. Hasil tersebut menunjukkan terdapat pengaruh antara modal psikologis dan lingkungan kerja non fisik terhadap keterikatan kerja pada generasi milenial di Kota Samarinda.
Peran Pola Asuh Orang Tua Dalam Membentuk Karakter Peduli Lingkungan Ramadhani, Maya Rizky; Fernanda, Risma; Sari, Riska; Lubis, Hairani
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v7i2.2406

Abstract

Pada masa sekarang, rasa peduli terhadap lingkungan sangat rendah di kalangan masyarakat, khususnya pada anak muda. Kesadaran akan lingkungan perlu di bangkitkan pada diri masing-masing anak agar anak memiliki perilaku peduli terhadap lingkungannya. Dalam membentuk karakter peduli lingkungan, harus dilakukan sedini mungkin agar anak mampu mengelola lingkungan dengan baik dan bijaksana serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola asuh yang diterapkan orang tua dalam membentuk karakter peduli lngkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian ini sebanyak tiga orang yang berlokasi di kampung PHBS (Perilaku Hijau Bersih Sehat) yang terletak di Samarinda Utara Kelurahan Lempake.Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggun-anakan metode interaktif yaitu reduksi data, menyajikan data, membuat kesimpulan dan virifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran pola asuh orang tua dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada anak tidak banyak berpengaruh karena dalam membentuk karakter peduli lingkungan harus didukung dengan kondisi masyarakat yang juga memiliki sikap-sikap peduli terhadap lingkungan.
Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget dengan Perilaku Agresif pada Anak Pra-Sekolah (4-6 Tahun) Nikmah, Fariza Jasmin; Lubis, Hairani
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 2 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v9i2.5982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget dengan perilaku agresif pada anak pra-sekolah (4-6 tahun). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 30 orangtua anak didik TK Manuntung Balikpapan Barat yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala perilaku agresif dan skala intensitas penggunaan gadget. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis Kendall’s tau-b dengan bantuan program SPSS 21.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa: ada hubungan intensitas penggunaan gadget terhadap perilaku agresif dengan nilai p = 0.014 (p < 0.05) dengan nilai korelasi sebesar = 0.324 yang menunjukan bahwa hubungan antar variabel memiliki korelasi yang positif, hal tersebut menunjukan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan gadget maka semakin tinggi perilaku agresif pada anak pra-sekolah (4-6 tahun).