Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategies for Enhancing Graduate Employability in Islamic and State Universities: A Comparative Study in Indonesia Adriansyah, Muhammad Ali; Handoyo, Seger; Margono, Hendro; Tondang, Edoardo; Julian, Antoni
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 29, No 1 (2025): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v29i1.7818

Abstract

This study explores strategies to enhance graduate employability in Indonesia’s Islamic-based universities and state universities. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with university managers, lecturers, students, and alumni, supported by documentation studies and participatory observations. Thematic coding and data triangulation were used to analyze the data, ensuring the depth and validity of findings. The results reveal distinct institutional approaches: Islamic universities emphasize character development and work ethics rooted in spiritual values through programs like tahfiz-based leadership training and religious mentoring, while state universities focus on strengthening technical competencies and industry networks through structured internships and career development centers. Despite these differences, both institutions actively align higher education with labor market needs. This research contributes to the theoretical discourse on employability by introducing a new conceptual framework that integrates spiritual values with professional skills. The framework includes three core components: values-based curriculum integration, collaborative industry engagement, and holistic graduate profiling. These findings offer insights for policymakers and educators in developing inclusive and contextually relevant higher education models in pluralistic societies. Penelitian ini mengkaji strategi peningkatan daya saing lulusan di perguruan tinggi berbasis Islam dan perguruan tinggi negeri di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, dan alumni, serta didukung oleh studi dokumentasi dan observasi partisipatif. Analisis data dilakukan melalui teknik pengkodean tematik dan triangulasi untuk menjamin kedalaman dan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pendekatan kelembagaan yang berbeda: perguruan tinggi Islam menekankan pada pembentukan karakter dan etos kerja yang berlandaskan nilai-nilai spiritual melalui program seperti pelatihan kepemimpinan berbasis tahfiz dan pembinaan keagamaan, sedangkan perguruan tinggi negeri lebih menitikberatkan pada penguatan kompetensi teknis dan jaringan profesional melalui program magang terstruktur dan pusat pengembangan karier. Meskipun memiliki perbedaan karakteristik, kedua jenis institusi sama-sama menunjukkan upaya aktif dalam menghubungkan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Secara akademik, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan diskursus teoretis mengenai employability dengan menawarkan kerangka konseptual baru yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan keterampilan profesional. Kerangka ini mencakup tiga komponen utama: integrasi kurikulum berbasis nilai, kolaborasi strategis dengan dunia industri, dan profil lulusan yang holistik. Temuan ini memberikan wawasan bagi para pengambil kebijakan dan pendidik dalam merancang model pendidikan tinggi yang inklusif dan kontekstual di masyarakat yang pluralistik.
Beyond Ingroup Love: A Systematic Review of the Antecedents and Consequences of Collective Narcissism Tondang, Edoardo; Ariestina, Selly; Ibrahim, Muhammad Buchori; Fadesti, Pralayar Fanny; Lubis, Hairani
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 3 (2025): Volume 13, Issue 3, September 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i3.19656

Abstract

Collective narcissism, a form of group identification defined by an exaggerated belief in the ingroup’s unrecognized greatness and a defensive need for external validation, is a significant area of social psychological inquiry. While research has grown since its formal conceptualization, a comprehensive synthesis is needed. This systematic review, adhering to PRISMA guidelines, synthesizes empirical findings from 24 studies identified via Scopus concerning the antecedents and consequences of collective narcissism. Findings reveal that collective narcissism is influenced by both individual-level factors—such as individual narcissism, low or unstable self-esteem, need for uniqueness, and Dark Triad-related personality traits—and contextual factors, including perceived intergroup threat, political orientation, lower levels of globalization, and culturally embedded historical narratives. In turn, this form of group identification consistently predicts a wide range of negative outcomes. These include intergroup hostility, prejudice, aggressive behaviors, support for populist and authoritarian political positions, conspiracy belief endorsement, and detrimental intragroup dynamics, such as objectification and reduced psychological well-being. The review underscores the importance of distinguishing collective narcissism from secure ingroup identification, highlighting its uniquely defensive and compensatory mechanisms. Implications for theory and practice are discussed, with recommendations for future longitudinal and experimental studies to clarify causal pathways and inform interventions. Overall, our synthesis contributes to a deeper understanding of how collective narcissism fuels intergroup conflict and undermines societal cohesion.
ANALISIS PENGGUNAAN APLIKASI KENCAN BUMBLE PADA PRIA DAN WANITA DEWASA AWAL Nurani Syaamanda Maulika Oeij; Nurliah, Nurliah; Kezia Arum Sary; Edoardo Tondang
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i5.11547

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan aplikasi kencan Bumble pada pria dan wanita dewasa awal (18–35 tahun) dengan pendekatan kualitatif berbasis teori Uses and Gratifications. Penelitian bertujuan memahami kebutuhan pengguna, yaitu kognitif, afektif, integrasi personal, integrasi sosial, dan pelepasan ketegangan, melalui wawancara mendalam dengan enam informan di Samarinda. Hasil menunjukkan kebutuhan kognitif paling dominan, dengan pria lebih eksploratif terhadap fitur aplikasi dan wanita lebih reflektif dalam memahami dinamika sosial. Kebutuhan afektif terlihat dari pencarian hiburan dan validasi emosional, dengan wanita mengutamakan kedalaman emosional dan pria fokus pada interaksi ringan. Kebutuhan integrasi personal mendorong validasi diri melalui likes dan matches, lebih menonjol pada pria untuk kepercayaan diri dan wanita untuk hubungan bermakna. Kebutuhan integrasi sosial memfasilitasi perluasan jejaring sosial, dengan wanita lebih selektif mencari relasi jangka panjang. Kebutuhan pelepasan ketegangan terpenuhi melalui swiping dan percakapan ringan, dengan pria lebih terbuka pada hubungan kasual. Bumble berfungsi sebagai ruang sosial digital yang memenuhi kebutuhan psikologis dan sosial secara aktif, sejalan dengan teori Uses and Gratifications, meskipun tantangan seperti penipuan dan dampak psikologis negatif tetap ada.
Individual Readiness for Change in Public Sector Organizations: A Systematic Review Rahmah, Dian Dwi Nur; Sugiarto, Windhu; Puspo Wiroko, Endro; Hardiansyah, Hardiansyah; Tondang, Edoardo
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v15i2.26037

Abstract

Organizational change has become an inevitable phenomenon in the public sector, driven by rapid technological advancement, administrative reform, and increasing public demands for efficient and transparent services, requiring not only structural adjustments but also strong individual readiness to ensure successful transformation. This study aims to examine individual readiness for organizational change in public sector organizations by focusing on psychological, organizational, and technological factors that influence such readiness. The research employs a systematic literature review method, analyzing peer-reviewed journal articles published between 2020–2026 in English, covering psychological dimensions such as self-efficacy, intrinsic motivation, and resilience; organizational aspects including leadership, culture, and support; and technological elements such as digital competence and literacy. The findings reveal that individual readiness is shaped by the interaction between internal and external factors, where psychological aspects like self-efficacy, perception of change, intrinsic motivation, coping capacity, and adaptability play a critical role, while supportive leadership, effective communication, adaptive organizational culture, and institutional support further strengthen readiness; moreover, the growing integration of digital technologies increases the demand for technical skills, cognitive preparedness, and behavioral acceptance. The study implies that comprehensive change management strategies are essential, emphasizing the strengthening of psychological factors, enhancement of organizational support systems, and development of technological competencies through continuous training, participatory communication, and the cultivation of an adaptive organizational culture to support effective and sustainable public sector transformation.Perubahan organisasi telah menjadi fenomena yang tidak terhindarkan di sektor publik, didorong oleh pesatnya perkembangan teknologi, reformasi administrasi, serta meningkatnya tuntutan masyarakat akan layanan yang efisien dan transparan, sehingga memerlukan tidak hanya penyesuaian struktural tetapi juga kesiapan individu yang kuat untuk memastikan keberhasilan proses transformasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesiapan individu dalam menghadapi perubahan organisasi di sektor publik dengan menitikberatkan pada faktor psikologis, organisasional, dan teknologi yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan menganalisis artikel jurnal terindeks yang diterbitkan pada tahun 2020–2026 dalam bahasa Inggris, yang mencakup dimensi psikologis seperti self-efficacy, motivasi intrinsik, dan resiliensi; aspek organisasional seperti kepemimpinan, budaya, dan dukungan; serta elemen teknologi seperti kompetensi dan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan individu dibentuk oleh interaksi antara faktor internal dan eksternal, di mana aspek psikologis seperti self-efficacy, persepsi terhadap perubahan, motivasi intrinsik, kapasitas coping, dan kemampuan adaptasi memegang peran penting, sementara kepemimpinan yang suportif, komunikasi yang efektif, budaya organisasi yang adaptif, serta dukungan institusional semakin memperkuat kesiapan tersebut; selain itu, meningkatnya integrasi teknologi digital juga memperbesar tuntutan terhadap keterampilan teknis, kesiapan kognitif, dan penerimaan perilaku individu. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya strategi manajemen perubahan yang komprehensif, dengan menekankan penguatan faktor psikologis, peningkatan sistem dukungan organisasi, serta pengembangan kompetensi teknologi melalui pelatihan berkelanjutan, komunikasi partisipatif, dan pembentukan budaya organisasi yang adaptif guna mendukung transformasi sektor publik yang efektif dan berkelanjutan.