Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Efektivitas Mesin Produksi Filter Press dengan Metode Overall Equipment Effectiveness pada PT Permata Hijau Palm Oleo-Belawan Ismuaji, M Dhimas; Hasibuan, Abdurrozzaq; Suliawati, Suliawati
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 1 No. 1 (2022): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.552 KB) | DOI: 10.56211/factory.v1i1.109

Abstract

Proses poduksi sering kali terhenti disebabkan adanya masalah pada mesin produksi. Gangguan pada mesin produksi akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan berupa hilangnya waktu produksi, tidak tercapainya target produksi, dan adanya biaya maintanance yang harus dikeluarkan untuk mengoptimalkan kinerja mesin produksi. Penelitian ini mengukur efektivitas mesin sehingga diperoleh nilai OEE dari mesin Filter Press di PT. Permata Hijau Palm Oleo-Belawan periode Januari-November 2021, kemudian menentukan nilai Six Big Losses dan menganalisa nilai menggunakan diagram pareto, dari hasil yang diperoleh ditentukan akar penyebab masalah. Berdasarkan hasil penelitian, nilai OEE yang diperoleh masih ada dibawah standar (85%) yaitu April 84,74%, Juli 83,50%, dan November 81,11%. Pengaruh paling besar terjadinya losses time yaitu Idling&Minor Stopages Losses sebesar 52,83%. Berdasarkan analisis penyebab terjadinya kegagalan yaitu kerusakan mesin, mesin sering breakdown dan teknisi kurang memahami kemampuan mesin, sehingga disarankan untuk lebih memperhatikan kinerja mesin dengan melakukan perawatan mesin secara berkala dan perbaikan sistem perekutan teknisi.
Analisis Beban Kerja dengan Pendekatan Metode Full Time Equivalent (FTE) pada Pembuatan Meja Belajar di CV Setia Abadi Hardiansyah, Heru; Suliawati, Suliawati; Sibuea, Siti Rahmah
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.487 KB) | DOI: 10.56211/factory.v1i2.194

Abstract

Tujuan  dari penelitian ini adalah Mengidentifikasi jenis-jenis aktivitas yang menjadi penyebab keterlambatan waktu produksi pada CV. Setia Abadi, Mengetahui waktu standar pekerja dalam menyelesaikan pekerjaanya pada CV. Setia Abadi, dan Mengetahui manfaat penerapan analisa beba kerja bagi perusahaan dengan metode FTE. Metode perhitungan beban kerja dengan FTE adalah metode dimana waktu yang digunakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan dibandingkan terhadap waktu kerja efektif yang tersedia. FTE bertujuan menyederhanakan pengukuran kerja dengan mengubah jam beban kerja ke jumlah orang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Penelitian dilakukan  di CV. Setia Abadi Desa Simpang Empat, Kecamatan Marbau. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi, wawancara, dan analisis menggunakan metode FTE untuk mengetahui beban kerja operator. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka hasil yang didapat adalah FTE operator I dan II adalah 0,17, dan masih dalah tahap underload.
ANALISIS FREE FATTY ACID (FFA) DAN COLOUR UNTUK MENGENDALIKAN MUTU MINYAK GORENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI PT. XYZ Suliawati, Suliawati; AK, Wirda Novarika; Sumbayak, Roma Seharty S.
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i2.13123

Abstract

PT. XYZ  merupakan salah satu produsen dalam industri manufaktur yang memproduksi minyak goreng kelapa sawit di Sumatera Utara. Pada saat ini berdasarkan data yang peneliti dapatkan selama bulan Januari s/d Maret tahun 2024 perusahaan memiliki permasalahan kualitas produk minyak goreng. Jenis reject yang terjadi adalah colour outspec dan free fatty acid (FFA) outspec. Kadar free fatty acid (FFA) dan colour merupakan parameter penting yang mempengaruhi kualitas minyak goreng. Berdasarkan analisa diagram pareto diperoleh colour outspec dengan bobot sebesar 70,16% dan free fatty acid (FFA) outspec dengan bobot 29,84% oleh sebab itu akan dilakukan analisis untuk memperbaiki kedua jenis reject tersebut menggunakan metode six sigma. Metode Six Sigma diterapkan untuk mengidentifikasi dan mengurangi permasalahan dalam proses produksi, sehingga dapat meningkatkan kualitas minyak goreng yang dihasilkan.Metode penelitian ini meliputi pengumpulan data, pengolahan data dengan penerapan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dan analisa beserta evaluasi. Dengan penerapan Six Sigma, PT. XYZ dapat mengurangi tingkat cacat produk dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan metode Six Sigma efektif dalam mengendalikan mutu minyak goreng dengan memantau kadar FFA dan warna.
PERBAIKAN KUALITAS JERRYCAN 5 LITER DENGAN METODE SIX SIGMA DAN FMEA DI PT PERMATA HIJAU GROUP AK, Wirda Novarika; Suliawati, Suliawati; Tampubolon, Soritua Bill Clinton
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i2.13128

Abstract

Kompetisi dalam dunia yang bisnis semakin ketat membuat perusahaan harus lebih mengembangkan ide- ide baru agar dapat memperoleh cara yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan dan target perusahaan. Produsen minyak goreng selalu berusaha supaya produknya sukses di pasaran dengan cara meningkatkan kualitas produknya dan meninimalisir jumlah produk cacat dalam proses produksinya, terutama dalam hal pengemasan minyak goreng dengan menggunakan jerrycan. Perusahaan dapat menganalisis kecacatan atau kegagalan produk dengan menggunakan metode six sigma dan metode fuzzy FMEA (failure mode and effect analysis). Penggunaan metode Six Sigma dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas jerrycan yang dihasilkan oleh perusahaan relatif baik yaitu 3,94 sigma, dengan tingkat kerusakan 7323,713 untuk sejuta produksi (DPMO). Dalam penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa ada tiga jenis defect tertinggi yaitu: topload sebesar 25,0%, droptest sebesar 25,0% dan partingline sebesar 18,7%. Metode ini mempunyai kelebihan, yaitu dapat mencegah atau mendeteksi lebih dini dari kerusakan yang dialami dan dapat menentukan jenis kerusakan mana yang harus diprioritaskan untuk diberikan solusinya secara bertahap Adapun Dari analisa FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) Produk Jerrycan Reject Topload yang memiliki nilai RPN (Risk Priority Number) terbesar yaitu berat jerrycan dibawah standar dengan nilai RPN (Risk Priority Number) sebesar 36.
ANALISA OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) PADA MESIN PENGISIAN DAN PENGEPAKAN PRODUK INSEKTISIDA DAN FUNGISIDA DI PT. XYZ Suliawati, Suliawati; Arfah, Mahrani; Sitinjak, Devi Pitauli
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i2.13126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin pengisian dan pengepakan produk insektisida dan fungisida di PT. XYZ menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness, mengetahui nilai faktor six big losses yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE pada mesin pengisian dan pengepakan dan melakukan analisis terhadap faktor yang paling berpengaruh untuk dilakukan perbaikan dengan menggunakan fishbone diagram. Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas mesin yang didasarkan pada 3 faktor yaitu ketersediaan waktu kerja (availability), performa mesin (performance) dan kualitas produk (quality). Diperoleh nilai OEE Pengisian dan Pengepakan di PT. XYZ periode Oktober 2024 yaitu (37,20%), November 2024 (37,59%), Desember 2024 (38,67%). Faktor six big losses yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE adalah Idling and Minor Stoppages Losses sebesar 43,32%. Faktor yang paling berpengaruh untuk dilakukan perbaikan dengan menggunakan fishbone diagram adalah manusia, material, metode, mesin dan lingkungan. Berdasarkan hasil analisis penyebab terjadinya kegagalan yaitu kerusakan mesin, mesin sering breakdown dan operator kurang mampu dalam mengatasi kerusakan mesin, sehingga disarankan untuk lebih memperhatikan kinerja mesin dengan melakukan perawatan mesin secara berkala dan memberikan pelatihan kepada operator.