Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN DENGAN MEDIA SOSIAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS X-1 TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMAN 1 MERBAU KABUPATEN LABURA TAHUN 2022 Meiyana Sinaga
EVIDANCE BASSED JOURNAL Publikasi Vol. 3 | Edisi 3 | Desember 2022
Publisher : Media LPPM Sehati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi sangat penting dimiliki oleh remaja untuk mencegah risiko perilaku seksual yang tidak sehat serta menjaga kesehatan diri. Namun, pembahasan mengenai topik ini masih sering dianggap tabu, sehingga siswa kurang mendapatkan informasi yang memadai. Media sosial sebagai sarana yang dekat dengan kehidupan remaja dapat menjadi alternatif edukasi yang efektif dan menarik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan dengan media sosial terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas X-1 tentang kesehatan reproduksi di SMA Negeri 1 Merbau Kabupaten Labura Tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental dan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 34 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, mayoritas siswa memiliki pengetahuan kurang (47,1%) dan cukup (38,2%). Setelah penyuluhan, mayoritas siswa meningkat ke kategori pengetahuan baik (55,9%) dan cukup (44,1%), serta tidak ada lagi yang berada dalam kategori kurang. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Z = -5.657 dan p-value = 0.000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan melalui media sosial berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan tingkat pengetahuan siswa kelas X-1 tentang kesehatan reproduksi.
PENGARUH AIR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH (PIPER CROCATUM) TERHADAP PENYEMBUHAN KEPUTIHAN PADA WANITA USIA SUBUR DI KLINIK SUGIHARTI LUBUK PAKAM TAHUN 2023 Meiyana Sinaga
EVIDANCE BASSED JOURNAL Publikasi Vol. 4 | Edisi 3 | Desember 2023
Publisher : Media LPPM Sehati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keputihan merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang umum dialami wanita usia subur, baik bersifat fisiologis maupun patologis. Keputihan patologis dapat menimbulkan gejala seperti rasa gatal, bau tidak sedap, dan cairan berwarna tidak normal, yang sering disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap penyembuhan keputihan pada wanita usia subur di Klinik Sugiharti Lubuk Pakam. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 16 responden wanita usia subur (18–35 tahun) yang mengalami keputihan. Intervensi dilakukan dengan memberikan air rebusan daun sirih merah sebagai bilasan area kewanitaan satu kali sehari selama 14 hari. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi, yang mengindikasikan penurunan gejala keputihan setelah pemberian air rebusan daun sirih merah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa air rebusan daun sirih merah berpengaruh secara signifikan terhadap penyembuhan keputihan pada wanita usia subur. Penggunaan tanaman herbal seperti daun sirih merah dapat menjadi alternatif non-farmakologis yang aman dan efektif dalam menangani masalah keputihan.
PENGARUH SENAM DISMENORE TERHADAP NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI DI SMA PERGURUAN DHARMA BAKTI TAHUN 2024 Meiyana Sinaga
EVIDANCE BASSED JOURNAL Publikasi Vol. 5 | Edisi 3 | Desember 2024
Publisher : Media LPPM Sehati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore(dysmenorrhea) adalah masalah ginekologi yang terjadi pada masa menstruasi yang umumnya terasa kram dibagian perut bagian bawah yang sering dialami oleh perempuan. Menurut World Health Organization didapatkan bahwa kejadian Wanita yang mengalami dismenore berat sebesar 1.769.425 jiwa (90%), 10-15% wanita diantaranya mengalami dismenore ringan. Angka kejadian dismenore, wanita mengalami dismenore sebanyak 62.3% di Amerika Serikat. Penelitian ini dilakukan karena terdapat remaja putri yang mengalami dismenore di SMA Perguruan Dharma Bakti Lubuk Pakam .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam dismenore pada remaja putri di SMA Perguruan Dharma Bakti Lubuk Pakam. Penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan skema one grup pre test and post test design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 17 sampel, pengambilan sampel secara purposive sampling. Dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon signed ranked test diperoleh nilai p-0,000 < 0,05 dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95% sehingga dapat diketahui H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh senam dismenore terhadap nyeri haid pada remaja putri di SMA Perguruan Dharma Bakti Lubuk Pakam
HUBUNGAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG KONTRASEPSI SUNTIK TIGA BULAN DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN Sinaga, Meiyana
EVIDANCE BASSED JOURNAL Publikasi Vol. 5 | Edisi 2 | Agustus 2024
Publisher : Media LPPM Sehati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrasepsi suntik tiga bulan merupakan metode keluarga berencana yang banyak digunakan oleh wanita usia subur. Meskipun efektif, metode ini sering menimbulkan efek samping berupa peningkatan berat badan. Pengetahuan wanita usia subur mengenai kontrasepsi suntik diduga berperan dalam kemampuan mengelola efek samping tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan wanita usia subur tentang pemakaian kontrasepsi suntik tiga bulan dengan peningkatan berat badan di Klinik Pratama Alisah Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data pengetahuan diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data peningkatan berat badan diperoleh melalui pengukuran berat badan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,3% responden memiliki pengetahuan kurang dan 91,4% responden mengalami peningkatan berat badan. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan wanita usia subur dengan peningkatan berat badan (p = 0,022). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan wanita usia subur tentang pemakaian kontrasepsi suntik tiga bulan dengan peningkatan berat badan. Edukasi dan konseling kontrasepsi oleh tenaga kesehatan perlu ditingkatkan untuk meminimalkan efek samping penggunaan kontrasepsi hormonal.
PENYULUHAN TENTANG PIJAT BAYI DI DESA TELAGA SARI KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG Novi Susanti; Meiyana Sinaga; Markurius Talunohi; Saljustian Dakhi
Pengabdian Deli Sumatera Vol 2 No 2 (2023): Artikel Riset Pengabdian vol. 2 no. 2 Juli 2023
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan di Desa Telaga Sari Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu mengenai manfaat pemijatan bayi, cara pemijitan bayi yang sesuai dengan standar, meningkatkan kedekatan antara ibu dan bayi dan membantu menstimulasi tumbuh kembang bayi. Kegiatan Pengabidan kepada masyarakat ini menggunakan metode ceramah tanya jawab dan demonstrasi. Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah semua ibu-ibu yang mempunyai bayi berusia 0-1 tahun. Hasil dari kegiatan ini adalah 70% peserta yang hadur berpartisipasi aktif dan antusias selama jalannya penyuluhan dan 100% dari perserta yang hadir mengatakan akan melakukan pijat bayi minimal seminggu 2 kali. Keywords: Penyuluhan; Pijat Bayi
ASSOCIATION OF VULVAR HYGIENE PRACTICES WITH VAGINAL DISCHARGE IN REPRODUCTIVE-AGE INDONESIAN WOMEN Meiyana Sinaga; Sarinah Br Silalahi
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 5 No. 4 (2025): Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/4yft6745

Abstract

Vaginal discharge is a common reproductive health issue experienced by women of reproductive age. It may be physiological or pathological, and one of the factors influencing the occurrence of pathological discharge is vulvar hygiene practices. Inadequate genital hygiene—such as wearing damp underwear, improper cleansing techniques, or the use of unsuitable cleansing products—can increase the risk of infection and lead to abnormal vaginal discharge. Therefore, proper vulvar hygiene plays an essential role in maintaining women’s reproductive health. This study aims to examine the relationship between vulvar hygiene practices and the incidence of vaginal discharge among women of reproductive age. The research employed a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 19 women of reproductive age selected through a total sampling technique. Data were collected using a questionnaire assessing vulvar hygiene practices and the incidence of vaginal discharge. Data analysis was conducted using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results showed that nearly half of the respondents demonstrated good vulvar hygiene practices (47.4%), and the majority did not experience vaginal discharge (78.9%). The Chi-Square analysis revealed a significant association between vulvar hygiene practices and the incidence of vaginal discharge, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). These findings indicate that better vulvar hygiene practices are associated with a lower risk of developing vaginal discharge. In conclusion, proper vulvar hygiene contributes to the prevention of vaginal discharge among women of reproductive age. Continuous education and health promotion efforts are necessary to enhance women’s knowledge and awareness of the importance of maintaining genital hygiene as a preventive measure against reproductive health problems.