Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sekolah Dasar Dalam Kondisi Transformasi Digital Sistem Pendidikan Wibowo, Ari; Samad, Irfawandi
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 7 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.7.1.2024.3601

Abstract

Dukungan informasi pendidikan adalah bidang ilmu pedagogi yang telah berkembang secara aktif di Rusia selama beberapa dekade terakhir. Saat ini, hal tersebut telah menjadi dasar transformasi digital pendidikan, yang esensinya adalah mentransformasikan metode pengajaran profesional dengan mengintegrasikan teknologi digital dan beralih ke model pengambilan keputusan berbasis data. Di antara para peserta hubungan pendidikan, terdapat pandangan yang sangat berlawanan mengenai kemungkinan dan kelayakan digitalisasi pendidikan, terutama pada tahap awal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan pandangan penulis mengenai permasalahan digitalisasi pendidikan baik pada pendidikan umum dasar pada umumnya, maupun digitalisasi mata pelajaran Matematika dan Ilmu Komputer pada khususnya pada jenjang pendidikan dasar umum. Metode penelitian meliputi analisis isi artikel ilmiah dan publikasi metodologi, kerangka peraturan pendidikan sekolah, serta generalisasi dan sistematisasi penelitian internasional di bidang transformasi digital pendidikan. Penulis mempertimbangkan aspek eksternal dari transformasi digital pendidikan dasar, yang ditentukan oleh persyaratan umum lingkungan pendidikan informasi; menyoroti bidang kegiatan yang berkaitan dengan pembentukan keterampilan digital dasar siswa dalam rangka penguasaan semua mata pelajaran tanpa kecuali; serta mengungkap permasalahan digitalisasi internal mata pelajaran Matematika dan Ilmu Komputer pada jenjang pendidikan dasar umum. Artikel ini memperkuat kelayakan memperkuat komponen logis dan algoritmik dari kursus awal matematika, garis konten yang bertanggung jawab untuk bekerja dengan data, serta beberapa masalah lain yang terkait dengan ilmu komputer teoretis, dan menguraikan prospek transformasi digital pelatihan. calon guru sekolah dasar untuk bekerja di lingkungan pendidikan digital modern.
Analisis Learning Obstacle Siswa dalam Menyelesaikan Soal Computational Thinking pada Materi Barisan dan Deret Ishak, Suryadi; Ninsih, Nurul Fajri; Samad, Irfawandi; Wibowo, Ari; Wajdi, Fathullah
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis learning obstacle yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal-soal computational thinking pada materi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI KM 2 di SMAN 13 Gowa. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan computational thinking, observasi pembelajaran, serta wawancara dengan siswa dan guru. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami hambatan belajar yang sangat tinggi pada hampir seluruh indikator computational thinking, dengan rata-rata hambatan sebesar 97%. Hambatan belajar meliputi: (1) kesalahan dalam melakukan dekomposisi atau identifikasi masalah, karena siswa tidak mampu menentukan informasi penting pada soal, terutama soal cerita; (2) kesulitan mengenali pola sehingga keliru menggunakan rumus barisan atau deret; (3) miskonsepsi dalam melakukan abstraksi dan generalisasi, ditandai dengan kecenderungan menggunakan seluruh informasi tanpa memilah yang relevan; serta (4) kelemahan dalam berpikir algoritmik karena siswa tidak mampu menyusun langkah-langkah penyelesaian secara sistematis. Wawancara mengungkap bahwa siswa jarang diberikan soal kontekstual sehingga tidak terlatih memahami informasi, serta masih bingung membedakan barisan dan deret. Penelitian ini menyimpulkan bahwa learning obstacle siswa didominasi oleh hambatan epistemologis dan didaktis, yang berkaitan dengan rendahnya pemahaman konsep dasar, kurangnya variasi latihan soal, dan belum optimalnya keterkaitan antara materi dan konteks.