Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Peran Intelijen dalam Mendeteksi Penyakit Akibat Masuknya Pengungsi Rohingya ke Aceh Kaban, Dewi Sartika; Mado, Aloysius; Josef, Hari Kusnanto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12648

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masuknya pengungsi Rohingya ke Aceh yang membawa potensi risiko penyebaran penyakit yang dapat mengancam kesehatan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran intelijen dalam mendeteksi jenis penyakit akibat masuknya pengungsi Rohingya ke Aceh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan wawancara sebagai metode pengumpulan data, penelitian ini dilaksanakan di kamp pengungsi Rohingya di Aceh. Dari hasil wawancara dan studi literatur diketahui bahwa permasalahan pengungsi Rohingya di Aceh meliputi risiko penyebaran penyakit menular (seperti ISPA dan scabies) akibat kondisi kesehatan dan sanitasi yang buruk di kamp pengungsi, konflik sosial antara pengungsi dan masyarakat setempat, beban ekonomi dan sosial jangka panjang, serta risiko keamanan terkait potensi infiltrasi. Ancaman tersebut termasuk dalam ancaman serius. Untuk mengatasi ancaman dan memanfaatkan peluang, Indonesia dapat meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga internasional. Dinas Kesehatan dapat memaksimalkan personel Medis untuk membantu dalam menstandarkan skrining kesehatan kepada pengungsi Rohingya yang tiba dan ada di Aceh sebagai upaya deteksi dini dan peringatan dini.
Analisis Ancaman Faktor Psikopatologis terhadap Potensi Radikalisme pada Siswa SMA di Kota Bandung Amanjaya, Iguh; Wulansari, Catharina Dewi; Josef, Hari Kusnanto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12650

Abstract

Radikalisme di kalangan remaja merupakan ancaman serius di Indonesia yang berpotensi berkembang menjadi tindakan terorisme dan mengancam keamanan nasional1. Kerentanan emosional remaja serta tingginya akses informasi melalui internet menjadikan kelompok ini sasaran utama penyebaran ideologi radikal2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor psikopatologis dan potensi radikalisme pada siswa SMA di Kota Bandung serta mengeksplorasi peran intelijen dalam deteksi dini dan pencegahan dini terhadap ancaman tersebut3. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method dengan pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner berbasis SCATI (Social-Cognitive and Affective Theory Inventory) dan ARIS (Attitudes toward Radical Ideology Scale) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya4. Sampel kuantitatif diambil secara simple random sampling sebanyak 138 siswa SMA di Kota Bandung dan dianalisis menggunakan SPSS 26, sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam dengan narasumber yang relevan dan dianalisis dengan teknik analisis tematik menggunakan NVIVO5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi psikopatologis responden berada dalam kategori sedang 6, di mana mereka cenderung menunjukkan gejala psikopatologis yang konsisten tetapi belum mendominasi aktivitas sehari-hari7. Potensi radikalisme juga berada pada kategori sedang 8, di mana responden memiliki pandangan dan sikap yang cenderung mengarah pada radikalisme namun belum sepenuhnya terbentuk sebagai keyakinan atau tindakan radikal eksplisit9. Analisis regresi linear Spearman-rank menunjukkan bahwa faktor psikopatologis berkontribusi sebesar 45% terhadap potensi radikalisasi (p<0,01)10. Hubungan negatif signifikan ditemukan antara kedua variabel tersebut (r = -0,42; p<0,01), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat psikopatologis, semakin rendah potensi radikalisasi11. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman terhadap faktor psikopatologis dalam pencegahan radikalisasi pada remaja12. Peran intelijen dalam deteksi dini dan pencegahan radikalisme melalui kolaborasi dengan dinas pendidikan, sekolah, dan orang tua sangat krusial untuk memitigasi risiko tersebut13. Disarankan adanya program intervensi yang terfokus pada kesehatan mental siswa dan peningkatan kesadaran tentang bahaya ideologi radikal14.