Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan Digipreneurship pada Santri Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Taqi Boarding School Setu Kabupaten Bekasi Arfian, Andi; Cahyadi, Cepi; Palasara, Nicodias; Yana, Adelia Alvi; Siregar, Juarmi
Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.585 KB) | DOI: 10.51651/pjpm.v3i1.320

Abstract

In this modern era, digital literacy or digital insight is very important, especially for pesantren residents who do not yet have digital literacy. Workshop on the importance of digital insights for students at Tahfiz Al-Quran Taqi Boarding School Islamic Boarding School to ensure students are not left behind in the very rapid pace of technological development as well as to learn and equip themselves with the development of the digital economy that is currently growing rapidly. provide students with an understanding of what to do. This workshop is Santri with skills that can be used to create changes that lead to professional management of information and marketing through social media. Overall, the program is running well. Indicators of success can be obtained from the feedback given by the participants while participating in this activity. This means that students have a good understanding of the material presented.
Metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam Menentukan Pengrajin Tikar Terbaik di Kota Tasikmalaya Cahyadi, Cepi; Simarangkir, Manase Sahat H; Jaelani, Rusani
Journal of Information System & Business Management (ISBM) Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/isbm.v2i1.40

Abstract

Untuk meningkatkan kompetensi para pengrajin di Kota Tasikmalaya, diperlukan sistem untuk pendukung keputusan dalam menentukan pengrajin unggul berdasarkan kriteria pembobotan. Saat ini, proses penilaian masih belum memiliki nilai yang jelas dan seringkali bersifat subyektif dari lembaga terkait. Metode SAW, yang juga dikenal sebagai metode dengan penjumlahan terbobot, memiliki konsep dasar yaitu mencari berapa penjumlahan terbobot dari rating kinerja setiap alternatif untuk semua atribut. Kriteria yang digunakan untuk menilai pengrajin di Tasikmalaya meliputi rata-rata nilai produk, harga, kualitas, kekuatan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kejujuran dengan nilai peringkat tertinggi pertama sebesar 0,980, peringkat tertinggi kedua sebesar 0,788, peringkat tertinggi ketiga sebesar 0,785 dan peringkat tertinggi keempat sebesar 0,768. Nilai lebih besar menunjukkan bahwa alternatif tersebut lebih terpilih. Dalam kasus penentuan pengrajin unggul di Tasikmalaya, hasil penilaian menggunakan Simple Additive Weighting menunjukkan perbedaan yang signifikan saat proses perangkingan dibandingkan dengan penilaian sebelumnya.