Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PDF-Document Chatbot Responses using Large Language Models to Enable Smart City Engagement Khadija, Mutiara Auliya; Nurharjadmo, Wahyu; Aziz, Abdul; Primasari, Ina
Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/jpit.v10i3.8262

Abstract

Traditional documents, including Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Strategic Plans (Renstra), and e-masterplans, have undergone a remarkable transformation, evolving from their conventional printed formats to the dynamic realm of electronic versions. While this shift holds the promise of enhanced accessibility and convenience for the public, the full potential of these resources remains unrealized due to inherent challenges. On the other hand, a Generative AI approach is employed for the creation of an intelligent chatbot. Our primary contribution lies in the PDF-Document Chatbot Response utilizing Large Language Models (LLMs) GPT 3.5 Turbo from OpenAI, aimed at fostering engagement within Smart City. The dataset consists of Masterplan documents for Smart City development in Yogyakarta City, presented in PDF format and employing the Indonesian language. This research leverages the Large Language Models (LLMs) GPT-3.5 Turbo from OpenAI, in conjunction with user input and prompts. The development process for crafting this chatbot utilizes the LangChain Framework and Pinecone for storing vector embeddings. The results underscore the chatbot's capability to generate coherent responses closely aligned with the context found within the PDF document.
Analysis of Formulation and Implementation Preparation: Waste to Energy Plant Development Policy in Surakarta City Ayuningtyas, Tiara Kusuma; Nurharjadmo, Wahyu
JAKPP (Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik) Volume 7 No. 1, Juni 2021
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/jakpp.v7i1.10668

Abstract

The problem of waste as an urgent problem in Surakarta became the beginning of the idea the Waste to Energy of PLTSa Development in Putri Cempo Landfill. This study aims to describe the process of policy formulation and analyze the implementation preparation of PLTSa development policy in Surakarta. This descriptive qualitative study was obtained from interviews with 8 informants and analyze data from results of interviews, documentation, and observations according aspects of policy formulation process and policy implementation preparation. The findings show that the policy formulation process has through several formulation steps of the Draft Regional Regulation Formulation arranged by the executive and still in the draft has planned to be approved in 2020. Changes of central regulation on tipping fee and concerns about potential state losses had hampered the draft. Eventually, the draft has planned to be finished in 2020 and become regional regulation in 2021 but could not be continued because of the budget was refocusing for Covid-19 handling. Nevertheless, the political will of Surakarta about this matter is very serious. This is realized by taking preparatory steps to implement the policy in parallel with the policy formulation process. In the process of preparing for implementation, the Surakarta City Government has made preparations on organizational activities and interpretations. In organizational activities, designation of the implementor has been carried out institutionally and personally, establishment of implementation management with leading sector and collegial pattern, and the scheduling which is now in the construction phase. While the organizational activity being prepared is making SOP, this is somewhat hampered due to limited resources. In the interpretation activity, Surakarta City Government has not yet fully made official communication and socialization preparations to the residents considering that the implementation is unclear, so that it is still passive to residents around the PLTSa construction.  
Generative Indonesian chatbot for university major selection using transformers embedding Khadija, Mutiara Auliya; Harjito, Bambang; Saberi, Morteza; Paradhita, Astrid Noviana; Nurharjadmo, Wahyu
IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Vol 14, No 4: August 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijai.v14.i4.pp3474-3482

Abstract

Selecting a university major is a crucial decision that impacts students' future career paths and personal fulfillment. Traditional guidance methods often lack the personalization and timeliness needed to support students effectively. This study explores the use of Indonesian generative artificial intelligence (AI) chatbots and transformer embeddings to enhance decision-making for university major selection. By leveraging advanced AI techniques, such as bidirectional encoder representations from transformers (BERT) and Gemini embeddings, the research aims to provide personalized, interactive, and contextually relevant guidance. Experiments showed that BERT embeddings achieved the highest accuracy, with recurrent neural network (RNN) and long short-term memory (LSTM) models also performing well but facing issues with overfitting. Gemini embeddings provided strong performance but slightly less effective than BERT. The findings suggest that BERT-based models with RNN are superior for developing decision-support systems in 92% accuracy. Future work should focus on further optimization and integration of user feedback to ensure the relevance and effectiveness of these AI tools in educational settings.
Konflik dan Resolusi Konflik Berbasis Collaborative Governance dalam Revitalisasi Kawasan Rowo Jombor Hayati, Pramudya Nur; Nurharjadmo, Wahyu
Jurnal Mahasiswa Wacana Publik Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Mahasiswa Wacana Publik
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/wp.v4i1.89671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemetaan konflik dan mengetahui peluang penerapan resolusi konflik berbasis collaborative governance dalam revitalisasi kawasan Rowo Jombor. Dalam menganalisa pemetaan konflik dilakukan sesuai dengan pendapat Susan yang mengacu pada Amr (2009:90-91) yaitu menggunakan teori SIPABIO dari dimana memetakan konflik berdasarkan sumber, isu, pihak, sikap, perilaku, intervensi dan output. Kemudian, selain itu akan dilihat terpenuhinya prasyarat terselenggaranya resolusi konflik berbasis collaborative governance melalui authentic dialogue yang terdiri dari prasyarat politis, prasyarat teknis dan prasyarat institusional. Data diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan validasi data menggunakan teknik triangulasi sumber. Teknik analisa data yang digunakan adalah Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat diketahui terdapat konflik dalam revitalisasi kawasan rowo Jombor. Konflik bersumber mulai dari tahap perencanaan dan pelaksanaan revitalisasi. Tahap konflik perencanaan berasal dari perbedaan kepentingan antara pengelola rowo Jombor dan pemanfaat rowo Jombor. Pada tahap konflik pelaksanaan bersumber pada masyarakat yang mengalami kerugian materi dari adanya revitalisasi. Pihak yang terlibat terdiri dari BBWS Bengawan Solo, Dinas Pariwisata Kabupaten Klaten, pedagang warung apung, nelayan keramba jaring apung, pemancingan dan pedagang kaki lima. Upaya mengatasi konflik dilakukan dengan adanya dialog autentik berbasis collaborative governance dengan temuan: prasyarat politis adanya dialog, prasyarat teknis tidak adanya aturan tertulis dalam pelaksanaan dialog dan prasyarat institusional yang terdiri dari keterwakilan pihak berkonflik dan adanya fasilitator independent. Terpenuhinya tiga dari empat prasyarat pelaksanaan dialog autentik maka secara umum konflik revitalisasi kawasan rowo jombor dapat disebut maupun di resolusi menggunakan dialog autentik dalam resolusi konflik berbasis collaborative governance.
Kendala Implementasi Program Generasi Berencana (Genre) di Kabupaten Malang Cahyaningrum, Mustika; Nurharjadmo, Wahyu
Jurnal Mahasiswa Wacana Publik Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Mahasiswa Wacana Publik
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/wp.v5i1.95540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala apa saja yang dihadapi dalam implementasi Program Genre di Kabupaten Malang dengan menggunakan model implementasi kebijakan menurut Donald S. Van Meter dan Carl E. Van Horn (1975). Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis terhadap implementasi Program Genre di Kabupaten Malang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan sumber data sekunder. Sedangkan, pengolahan data dilakukan dengan analisis data interaktif seperti reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kualitas data diperoleh melalui triangulasi sumber dari hasil wawancara dan sumber data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 (empat) dari 6 (enam) indikator yang menjadi kendala dalam mengimplementasikan Program Genre di Kabupaten Malang. Pertama, standar dan tujuan program masih kurang jelas, dikarenakan belum tersedianya kebijakan atau regulasi baik di tingkat Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Malang sebagai acuan dasar pelaksanaan Program Genre di Kabupaten Malang. Kedua, sumber-sumber kebijakan seperti sarana dan prasarana, anggaran, dan manusia masih kurang memadai. Ketiga, komunikasi yang dilakukan masih bersifat satu arah saja sehingga kurang efektif. Keempat, kondisi lingkungan sosial dan ekonomi sangat mempengaruhi pencapaian tujuan Program Genre. Hal tersebut disebabkan karena kondisi ekonomi di Kabupaten Malang tergolong dalam kategori menengah ke bawah. Selain itu, kondisi lingkungan sosial seperti pemikiran di masyarakat yang masih tradisional di mana masih beranggapan bahwa anak jika sudah lulus sekolah SMA sudah boleh untuk menikah, jika tidak segera menikah makan akan disebut sebagai perawan tua atau tidak laku.
Collaborative Governance pada Implementasi Kebijakan Electronic Traffic Law Enforcement (E-Tilang) di Kota Surakarta Sajid, Awab; Nurharjadmo, Wahyu
Jurnal Mahasiswa Wacana Publik Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Mahasiswa Wacana Publik
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/wp.v3i1.75888

Abstract

Kepolisian Republik Indonesia sebagai penyedia layanan publik akan terus melakukan inovasi dalam pelayanan publiknya, hal itu dikarenakan dengan kemajuan teknologi di Indonesia. Salah satu bentuk inovasi yang dilakukan adalah membuat tilang yang sebelumnya model konvensional, menjadi e-tilang. Di Kota Surakarta, e-tilang baru saja berlaku pada 23 Maret 2021, sehingga kebijakan ini masih tergolong kebijakan yang baru diimplementasikan. Maka dari pada itu penelitian ini betujuan untuk melihat bagaimana keberjalanan e-tilang, siapa saja yang terlibat dan apa saja perannya, yang dilihat dari aspek collaborative governance, serta melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dalam keberjalanan implementasi e-tilang di Kota Surakarta. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat lima aktor yang berperan dalam implementasi etilang, antara lain Polresta Surakarta, Pengadilan Negeri Kota Surakarta, Kejaksaan Negeri Kota Surakarta, PT Melayani Cakrawala Nusantara, dan PT Pos Indonesia. Kelima aktor tersebut memiliki perannya masing-masing dalam implementasi e-tilang di Kota Surakarta. Dan dalam implementasinya terdapat faktor yang akan mempengaruhi keberjalanannya. Penelitian ini menggunakan teori George Edward III yang menyatakan terdapat empat faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan, yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Dalam implementasi kebijakan e-tilang di Kota Surakarta, empat faktor tersebut menjadi faktor yang mendukung dari keberjalanan implementasi etilang dan tidak menghambat keberjalanannya.
Evaluasi Implementasi Program Kartu Lansia Jakarta di RW.001 Kelurahan Ulujami Putri, Nanda Saskia; Nurharjadmo, Wahyu
Jurnal Mahasiswa Wacana Publik Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Mahasiswa Wacana Publik
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/wp.v3i2.80229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Kartu Lansia Jakarta dan faktor yang penghambat pelaksanaan Program Kartu Lansia Jakarta di RW.001 Kelurahan Ulujami. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analisis yang dilaksanakan di RW.001 Kelurahan Ulujami. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan penelitian. Data sekunder diperoleh dari dokumendokumen seperti buku, jurnal, dan dokumen tahunan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan menggunakan teknik triangulasi. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Hurbermen yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori dalam penelitian ini menggunakan Teori Evaluasi Implementasi oleh Ripley untuk mengetahui evaluasi implementasi Program Kartu Lansia Jakarta di RW.001 Kelurahan Ulujami. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa implementasi Program Kartu Lansia Jakarta di RW.001 Kelurahan Ulujami sudah cukup efektif. Hal ini dapat dilihat dari kemudahan akses informasi tentang pencairan dana, lokasi ATM DKI yang mudah ditemukan, pemberian pangan murah bersubsidi kepada lansia, akses pemeriksaan kesehatan secara gratis, dan pemberian bantuan proses pendaftaran dari pihak kelurahan apabila menemukan kesulitan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kouta penerima Kartu Lansia Jakarta yang terbatas, banyaknya data lansia yang belum masuk di dalam DTKS, adanya penyalahgunaan Kartu Lansia Jakarta, lansia yang memiliki kekurangan dalam hal penggunaan teknologi.
Implementasi Strategi Dinas Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan Sampah di Kabupaten Sukoharjo pada Masa Pandemi Covid-19 Novitasari, Febrianti; Nurharjadmo, Wahyu
Jurnal Mahasiswa Wacana Publik Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Mahasiswa Wacana Publik
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/wp.v3i1.75896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi strategi yang dilakukan dan kesesuaiannya dengan Renstra Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo dalam pengelolaan sampah pada masa pandemi covid-19. Hal ini dilatarbelakangi adanya peningkatan volume sampah yang signifikan, sehingga Dinas Lingkungan Hidup perlu strategi khusus untuk mengelolanya. Dalam penelitian ini mengacu pada indikator strategi pengurangan dan penanganan sampah menurut Perpres No.97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data mulai dari reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa implementasi strategi pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Sukoharjo pada masa pandemi covid-19 telah sesuai dengan usulan dalam Renstra DLH Kabupaten Sukoharjo Tahun 2016-2021yang meliputi strategi pengurangan dan penanganan sampah. Strategi pengurangan sampah meliputi kegiatan pembatasan, pendauran ulang, dan pemanfaatan kembali sampah. Sedangkan strategi penanganan sampah meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir.