Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENERAPAN VIRTUAL LABORATORY BASED AUGMENTED REALITY TERINTEGRASI MEDIA ANDROID UNTUK GURU SMA NEGERI 10 MAROS Nasrullah, Ince; Rusdi, Hikmah; Kasmawati, Kasmawati
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2207

Abstract

Abstract: This community service activity aims to improve learning facility services, namely Indonesian language practicum and improve the ability of Indonesian language teachers to utilize technology for more effective learning at SMA Negeri 10 Maros which is located around the Maros Muslim University area. This training and mentoring was carried out for 15 subject area teachers who focused on introducing and implementing the Assemblr Edu (AR) application which was designed to make the teaching and learning process more interactive and interesting. This service activity succeeded in empowering teachers with the technological skills needed to create a more interactive and effective learning experience. Despite experiencing a challenge that was successfully overcome through various solutions implemented. Technological facilities are provided, training is designed flexibly and ongoing support via online platforms. A WhatsApp group is provided to help participants. The results of this activity have empowered teachers with the skills necessary to effectively integrate technology into teaching methods, as well as improving the quality of learning experiences for students in the digital era. Keywords: training and mentoring; AR application technology; teachers.  Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini, bertujuan untuk meningkatkan pelayanan fasilitas pembelajaran, yaitu praktikum bahasa Indonesia dan meningkatkan kemampuan guru bahasa Indonesia dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran yang lebih efektif di SMA Negeri 10 Maros yang berlokasi di sekitar wilayah Universitas Muslim Maros. Pelatihan dan pendampingan ini dilaksanakan bagi 15 guru bidang studi mata pelajaran yang fokus pada pengenalan dan penerapan aplikasi Assemblr Edu (AR) yang dirancang untuk membuat proses belajar mengajar lebih interaktif dan menarik. Kegiatan pengabdian ini berhasil memberdayakan guru dengan keterampilan teknologi yang dibutuhkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan efektif. Meskipun mengalami suatu tantangan yang berhasil diatasi melalui berbagai solusi yang diterapkan. Fasilitas teknologi disediakan, pelatihan dirancang fleksibel dan dukungan berkelanjutan melalui platform online. WhatsApp group disediakan untuk membantu peserta. Hasil dari kegaiatan ini telah memberdayakan guru dengan keterampilan yang diperlukan untuk mengintegrasikan teknologi secara efektif ke dalam metode pengajaran, serta meningkatkan kualitas pengalaman belajar bagi siswa di era digital. Kata kunci: pelatihan dan pendampingan; teknologi aplikasi AR; guru. 
Kesantunan Berbahasa Warganet pada Kolom Komentar Postingan Akun Istagram @Makassar_Iinfo Kasmawati, Kasmawati; Nasrullah, Ince; Yusmah, Yusmah; Ali, Muhammad
Cakrawala Indonesia Vol 9 No 2 (2024): Nopember-April
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v9i2.1552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip-prinsip kesantunan berbahasa yang digunakan oleh warganet dalam kolom komentar di media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berupa tuturan komentar warganet yang diperoleh melalui media sosial Instagram, sedangkan objek penelitian berfokus pada kesantunan berbahasa. Data dikumpulkan menggunakan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan teknik dokumentasi. Prinsip-prinsip kesantunan yang ditemukan dalam kolom komentar pada berita di Instagram meliputi maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, pemufakatan, dan kesimpatian. Kata kunci: kesantunan, warganet, instagram
Kohesi Leksikal dan Gramatikal pada Kalimat Kompleks dalam Novel Dua Garis Biru Kasmawati; Nasrullah, Ince; Aryanti, Aryanti
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6. No. 2, 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kohesi leksikal dan gramatikal pada kalimat kompleks yang terdapat dalam novel Dua Garis Biru karya Gina S. Noer. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan sintaksis. Metode penelitian ini menggunakan metode baca dengan teknik catat. Sumber data yang menjadi fokus penelitian ini adalah kalimat kompleks dalam novel Dua Garis Biru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 30 data berupa kalimat kompleks yang terdiri dari 33 data kohesi leksikal yang terbagi dalam beberapa jenis, yaitu 16 kolokasi, 11 repetisi, 3 hiponim, 2 sinonim, dan 1 antonim. Sedangkan kohesi gramatikal sebanyak 43 data yang terbagi dalam beberapa jenis, yaitu 15 rujukan, 3 elipsis, 6 substitusi, dan 19 konjungsi. Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan kohesi leksikal lebih dominan pada kolokasi dan kohesi gramatikal pada konjungsi. Pada kohesi leksikal tidak terdapat unsur kohesi kesetaraan leksikal, sedangkan unsur kohesi gramatikal terdapat pada semua unsur kalimat kompleks dalam novel Dua Garis Biru.
PKM Pelatihan Pemanfaatan Buku Cerita Berbasis Augmented Reality Bagi Guru-Guru SD pada Kelompok Kerja Guru Kecamatan Balusu Syamsuriyawati; Nasrullah, Ince; Basri, Syamsuriana
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): December
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v5i3.1687

Abstract

Digital transformation in education requires teachers to be able to integrate technology into the learning process, including Augmented Reality (AR) technology, which can provide visual and interactive learning experiences. This Community Empowerment Programme (PKM) aims to enhance the understanding and skills of primary school teachers in Balusu Sub-district, Barru Regency, in utilising AR-based storybooks as a learning medium. The programme is implemented through three stages: socialisation, training and mentoring, and evaluation. Training methods include face-to-face workshops, practical sessions on creating AR content using Canva, ChatGPT, and Assembler Edu, as well as technical mentoring. Evaluation was conducted through the distribution of questionnaires, in-depth interviews, and classroom implementation observations. Results showed that 87% of participants understood the steps for creating AR storybooks, 82% felt confident using them in the classroom, and 76% had attempted implementation at least once. 91% of participants expressed satisfaction with the training methods, and 68% demonstrated interest in continuing AR media development independently. Interviews supported these findings, with teachers reporting increased student enthusiasm and motivation to continue innovating, despite facing limitations in devices and time. The programme proved effective in equipping teachers with practical and relevant digital skills and encouraging the adoption of AR-based learning technology. In conclusion, this training contributed positively to strengthening teachers' capacity to create creative, interactive, and contextual learning experiences.
Sapaan Keakraban Remaja Sebagai Pemicu Konflik di Makassar: Kajian Pragmatik Saleh, Firman; Nasrullah, Ince
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Idiomatik
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan sapaan keakraban remaja dalam memanggil atau menyapa temannya yang berbentuk kekerasan verbal sebagai penyebab timbulnya konflik di kalangan remaja pada masyarakat multikultural di Sulawesi Selatan yang terdiri dari berbagai latar belakang suku dan agama.Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi, metode simak, metode catat dan metode cakap.Analisis data dilakukan menggunakan metode padan intralingual.Kemudian, penyajian hasil analisis data dilakukan menggunakan metode formal dan metode informal dengan deskriptif kualitatif data.Hasil dengan data yang telah didapatkan di beberapa wilayah yang dapat mewakili representasi yaitu di kota Makassar telah ditemukan 2 jenis sapaan keakraban dalam situasi non formal di kampus yaitu sapaan keakraban positif dan sapaan keakraban negatif. Namun yang sangat lazim dan akrab di telinga kita adalah sapaan keakraban remaja yang diungkapkan baik dengan penyingkatan maupun dengan pelesapan yang dianggap sebagai kekerasan verbal yang mengundang ketersinggungan dan kemarahan yang disapa.Hal ini banyak dijumpai dan sering didengarkan dikalangan remaja saat menggunakan sapaan keakraban dalam situasi non formal. Hipotesis yang lahir dalam penelitian ini adalah semakin dekat dan lama bertemannya remajasemakin negatif dan kurang sopan sapaan keakrabannya terhadap tawan tuturnya, dan solusinya adalah bila baru saja akrab dan berteman seorang remaja maka sapaan keakraban yang seharusnya dilontarkan adalah sapaan positif saat menyapa lawan tuturnya sebagai teman dan melakukan penyingkatan maupun pelesapan pada sapaan yang digunakan kepada temannya yang sewajarnya.
Implikatur Percakapan pada Film Ipar Adalah Maut: Kajian Pragmatik Nurwahida; Nasrullah, Ince; Suryaningsih, Ita
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): IDIOMATIK: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v8i2.3126

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami makna tersembunyi dalam percakapan tokoh film sebagai bentuk representasi realita sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk dan makna, serta fungsi implikatur percakapan dalam film Ipar Adalah Maut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Sumber data berupa transkrip percakapan dalam film Ipar Adalah Maut, yang dikumpulkan melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi. Analisis data didasarkan pada teori implikatur percakapan oleh George Yule serta fungsi tindak tutur ilokusi oleh Searle. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 84 data implikatur percakapan yang terdiri dari 24 implikatur percakapan umum, 36 implikatur percakapan khusus, dan 24 implikatur percakapan berskala. Selain itu, ditemukan 73 data fungsi implikatur, yakni 20 fungsi implikatur asertif atau representatif, 22 fungsi implikatur direktif, 16 fungsi implikatur ekspresif, 8 fungsi implikatur komisif, dan 7 fungsi implikatur deklaratif. Temuan ini mengindikasikan bahwa implikatur percakapan khusus dan fungsi implikatur direktif lebih dominan, yang merefleksikan ketergantungan makna pada konteks spesifik serta adanya kecenderungan tokoh dalam menyampaikan perintah atau permintaan. Hasil penelitian ini menunjukkan kontribusi signifikan terhadap kajian pragmatik dalam memahami dinamika interaksi verbal dalam karya sebuah film.