Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENERAPAN MODIFIKASI MEDIA KARDUS DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN LOMPAT JAUH PADA SISWA SEKOLAH DASAR BRAMANTHA, HELDIE; SYARIFAH, MUFARRAHATUS
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olahraga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.003 KB)

Abstract

Penelitian ini dilator belakangi rendahnya keaktifan dan gerak dasar lompat dalam pembelajaran lompat jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pembelajaran pendidikan jasmani materi pokok lompat jauh dengan menggunakan media kardus pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 3 Mangaran Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN 3 Mangaran Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo dengan jumlah total 14 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu proses lompat jauh. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih antusias, aktif, tidak malas, dan merasa senang. Sedangka nnilai kuantitatif dapat dilihat dari hasil tes unjuk kerja teknik dasar lompat jauh, nilai rerata siswa siklus I pertemuan pertama 69,9 dan siswa yang mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) 64,3 dari ketentuan sekolah yaitu 70. Pada kedua meningkat menjadi 78,9 dan siswa yang mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) 88,1. Hasil ini sangat meningkat dibandingkan dengan hasil tes unjuk kerja siswa kelas IV prasiklus yang dapat dilihat dari hasil tes unjuk teknik dasar lompat jauh nilai reratanya 67,8 dan siswa yang mencapai KKM hanya 52% tuntas dari ketentuan KKM sekolah yaitu 70. Media kardus dapat mendorong siswa lebih aktif serta lebih merangsang siswa dalam menguasai gerak lompat jauh, pada pembelajaran gerak dasar lompat jauh. Pembelajaran menarik minat, semangat dan partisipasi siswa untuk menguasai gerak dasar lompat jauh dan partisipasi siswa untuk menguasai gerak dasar lompat jauh.
PELATIHAN GURU DALAM MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS WEB DI SEKOLAH DASAR DARUT THOLABAH Syarifah, Mufarrahatus; Setiawan, Gustilas Ade; Suarmika, Putu Eka; Hidayat, Nuris; Fernanda, Pramita Tri
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i1.5933

Abstract

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran berbasis web #HaveAniesDay yang efektif, sehingga dapat mendukung proses belajar mengajar dengan memanfaatkan berbagai alat dan platform digital serta strategi pengembangan konten yang sesuai dengan kebutuhan kurikulum dan karakteristik siswa. Metode pada kegiatan ini menggunakan Participation Action Research (PAR). Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru sebesar 86% tentang media pembelajaran berbasis web #HaveAniesDay. Guru perlu meningkatkan lagi keterampilan dan kreatifitasnya dalam menyusun konsep untuk mendesain media berbasis web lainnya yang menarik dan relevan bagi siswa.
Analisis Situasi Didaktis pada Modul Ajar Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah Kelas 2 Sekolah Dasar Syarifah, Mufarrahatus; Bramantha, Heldie
Jurnal Axioma : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol. 10 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/axi.v10i1.3551

Abstract

This research aims to describe how students’ understanding of adding and subtracting whole numbers is formed. This research is a qualitative descriptive study with teaching modules as the main data source. After surveying didactic situation theory in mathematics through various sources, the paradigm in this theory is then used as a basis for describing learning activities contained in the teaching module. Learning activities in the teaching module are classified based on the theory of mathematical didactic situations. The result shows that in these learning activities, the didactical situation was not developed sequentially. Apart from that, the action situation that is constructed does not show the existence of a dialectical situation between individual students and the milieu. Knowledge construction tends to come from teacher explanations, not from the process of solving problems that involve students' mental activity. This condition can potentially cause knowledge not to be constructed properly, making it possible for students not to be able to use it when facing new mathematical problems and allowing learning obstacles to occur. Keywords: didactical situations, teaching module
STRATEGI PENYELESAIAN SOAL CERITA SISWA SEKOLAH DASAR: ANALISIS HAMBATAN BELAJAR KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH Syarifah, Mufarrahatus; Suryadi, Didi; Prabawanto, Sufyani
ATTA`DIB Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v7i1.19537

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hambatan belajar yang dialami siswa pada konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah melalui strategi yang digunakan dalam menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang datanya dikumpulkan menggunakan tes dan wa-wancara. Tes diberikan pada 30 siswa kelas 3 dari dua sekolah yang berbeda. Ja-waban mereka diklasifikasikan berdasarkan jenis kesalahan dan dilakukan wa-wancara untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana mereka memperoleh solusi. Sebagai informasi tambahan dilakukan wawancara terbuka dengan guru kelas masing- masing. Ditemukan tiga jenis hambatan belajar yang terjadi. Sikap siswa yang tampak tidak percaya diri dalam menentukan strategi dan tidak yakin dengan apa yang harus dilakukan dengan soal yang berbentuk cerita menunjuk-kan adanya hambatan ontogenik. Keberhasilan siswa menyelesaikan satu situasi dan gagal untuk situasi lain dalam konsep yang sama menunjukkan adanya ham-batan epistemologis. Kegagalan siswa dalam mengenali kata kunci dalam cerita yang menunjukkan situasi penjumlahan atau pengurangan menunjukkan adanya hambatan didaktis.
Elementary School Teachers’ Conception of E-learning and Blended Learning Syarifah, Mufarrahatus; Handayani, Hany
JOURNAL OF TEACHING AND LEARNING IN ELEMENTARY EDUCATION (JTLEE) Vol. 2 No. 1 (2019): February 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/

Abstract

The developments of school infrastructure that provides and involves computersin learning encourage teachers to adapt the use of these advanced technologies. The intended form of adaptation is through e-learning. Questionnaires were given to 43 elementary school teachers, who were able to operate computers, randomly selected to describe e-learning concept that they understood and applied. Although the majority of them mention e-learning specifically as learning involving computers in their implementation, and assuming they have implemented e-learning, they basically apply blended learning. Computers were used as a complementary medium, not the main. Through the results of the survey conducted, we discussed a gap between the perceptions of elementaryschool teachers believed with the actual concept of e-learning. Through the discussion, we also obtained a picture of how the actual application of e-learning by teachers is blended learning. Suggestions on the urgency of implementing e-learning in elementary school are also included.
PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB DI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SELETRENG Suarmika, Putu Eka; Syarifah, Mufarrahatus; Setiawan, Gustilas Ade; Hidayat, Nuris; Afira, Afira
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i2.6870

Abstract

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis web #HaveAniesDay secara optimal. Penggunaan media ini diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran dengan mengintegrasikan berbagai platform digital serta strategi pengembangan konten yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan karakteristik peserta didik. Kegiatan ini menerapkan pendekatan Participatory Action Research (PAR) sebagai metode pelaksanaannya. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan, yaitu sebesar 86%, dalam pengetahuan dan keterampilan guru terkait penggunaan media pembelajaran berbasis web tersebut. Meski demikian, pengembangan kreativitas dan kemampuan guru dalam menyusun desain media digital yang menarik dan relevan tetap perlu ditingkatkan secara berkelanjutan
ANALISIS PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA KELAS 3 SDN PRAJEKAN KIDUL 3 MELALUI PENDEKATAN INOVATIF MEMBACA BERSAMA Ummul Mu’minin, Alya Hasanah; Puspitaningtyas, Amalia Risqi; Syarifah, Mufarrahatus
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 4 No 4 (2025): Edisi: November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v4i4.6919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan kemampuan literasi baca-tulis siswa melalui pendekatan inovatif membaca bersama di kelas III SDN Prajekan Kidul 3. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru wali kelas 3, kepala sekolah, tiga siswa perwakilan. dan dokumentasi kegiatan selama enam kali pertemuan. dengan fokus pada pembiasaan literasi dan strategi membaca kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran aktif sebagai fasilitator literasi, baik melalui pembacaan cerita nyaring, penyediaan pojok baca, maupun pembiasaan membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Guru juga menerapkan strategi membaca kelompok secara kolaboratif untuk membangun pemahaman bacaan dan meningkatkan kepercayaan diri siswa. Dua siswa yang mengalami kesulitan membaca, yaitu dalam aspek kelancaran membaca dan pembeda bunyi huruf, dibimbing secara individual melalui latihan fonemik, media visual interaktif, serta pendekatan multisensori. Pendekatan yang adaptif, konsisten, dan responsif terhadap kebutuhan siswa terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan membaca. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya inovasi strategi pembelajaran literasi yang berpusat pada siswa dalam membangun kebiasaan literasi sejak dini. Kata kunci: peran guru, literasi, membaca bersama, pembelajaran inovatif, sekolah dasar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS I PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SDN 3 PATOKAN SITUBONDO Tallo, Vebi Magi; Dewi, Ratih Kesuma; Syarifah, Mufarrahatus
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8082

Abstract

Pembelajaran pendidikan pancasila merupakan mata pelajaran dasar yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat indonesia oleh karena pancasila merupakan dasar ataupun pondasi dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu hal yang terpenting dalam pennerapann pendidikan pancasila adalah di sekolah dasar. Dengan menggunakan metode Discovery Learning” pembelajaran penndidikan pancasila lebih mudah dipahami oleh siswa khususnnya di SDN 3 Patokan tepatnya di kelas I dimana pembelajaran konvensional atau cara lama tidak mengalami perubahan yang signifikan hal ini dilihat dari nilai rata – rata tes dimana masih banyak siswa yang mendapat nilai rata – rata dibawah kkm sebesar 70. hal ini berbanding terbalik ketika diterapkannya model pembelajaran Discovery Learning dimana siswa mendapat nilai diatas rata – rata dengan jumlah yang banyak. Dengan hasil tersebut membuktikan bahwa model pembelajaran Discovery Learning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembelajaran pendidikan pancasila
INTEGRASI KONSEP BERPIKIR REFLEKTIF: SEBUAH KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS PRAKTIK PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Syarifah, Mufarrahatus; Suarmika, Putu Eka; Hidayat, Nuris
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi konsep berpikir reflektif dalam praktik pembelajaran matematika pada pendidikan dasar dan menengah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan mengikuti kerangka kerja PRISMA yang meliputi tahap identifikasi, screening, eligibility, dan included. Sumber data diperoleh dari artikel penelitian yang terindeks Scopus dalam rentang tahun 2016–2026 dengan kata kunci “reflective thinking” dan “mathematics”. Dari hasil proses seleksi, diperoleh lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa integrasi berpikir reflektif dalam pembelajaran matematika dilakukan melalui berbagai pendekatan, yaitu penggunaan rich mathematical tasks, scaffolding, pemanfaatan teknologi seperti Scratch programming, serta pengembangan bahan ajar berbasis reflektif seperti LKS. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa berpikir reflektif berperan penting dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, namun sebagian besar siswa masih berada pada tingkat reflektif yang rendah dan sangat dipengaruhi oleh kemampuan awal serta dukungan pembelajaran. Selain itu, kajian ini mengidentifikasi bahwa penelitian terkait integrasi berpikir reflektif pada pendidikan dasar dan menengah masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model pembelajaran integratif yang mampu menggabungkan berbagai pendekatan tersebut untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir reflektif siswa