Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

DETEKSI DINI HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS PADA LANSIA DI RPTRA BERINGIN JAKARTA SELATAN Kundaryanti, Rini; Suciawati, Anni
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7351

Abstract

Lanjut Usia (Lansia) merupakan individu yang rentan, seiring bertambahnya usia, lansia akan mengalami perubahan fisiologis yang meningkatkan risiko penyakit degeneratif dan risiko terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus. Prevalensi  penderita  penyakit  tidak  menulat  (PTM)  di  Indonesia  sangat  tinggi.  Jenis penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh masyarakat di Indonesia adalah hipertesi dan diabetes  mellitus. Kedua penyakit ini sering kali berkembang tanpa gejala awal, sehingga deteksi dini menjadi kunci utama dalam pencegahan komplikasi. Deteksi dini melalui skrining berkala sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, hingga kebutaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap hipertensi dan diabetes mellitus pada lansia, meningkatkan kesadaran lansia mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin dan memberikan edukasi terkait pola hidup sehat dalam pencegahan hipertensi dan diabetes pada lansia yang berada di wilayah RW 04 Kelurahan Jagakarsa Jakarta Selatan. Adapun metodenya berupa penyuluhan dan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu. Sasaran dari kegiatan ini adalah lansia yang berusia diatas 60 tahun. Kegiatan pengabdian ini berlangsung dengan lancar dan didapat hasil 18 dari 48 lansia (37,5%) masuk dalam kategori hipertensi stadium 1 (139/89 MmHg) dan 27 lansia  (56,25%)  diabetes mellitus dengan  GDS ≥ 200 mg%.  Diharapkan    dari   kegiatan  pengabdian    kepada masyarakat    ini    adalah    meningkatnya    pengetahuan lansia  terkait  penyakit  tidak  menular  khususnya  hipertensi  dan  diabetes  mellitus, serta  meningkatkan  kesadaran  lansia  untuk  rutin  melakukan check  up terkait kondisi kesehatan  mereka  secara  rutin  dan selalu menerapkan pola hidup sehat 
PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI (GLYCINE MAX) TERHADAP TINGKAT HOT FLUSHES PADA MENOPAUSE DI KAMPUNG X KOTA TANGERANG SELATAN Suciawati, Anni; Choirunissa, Risza; Mulyaningsih, Fitri
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7089

Abstract

Latar Belakang: WHO melaporkan bahwa sekitar 70-80% dari 1,3 miliar waita mengalami hot flushes selama menopause. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, prevalensi hot flushes di Indonesia mencapai 89,5% dari 32,4 juta wanita menopause. Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia sekitar 39,200-44,800 wanita di Tangerang Selatan mengalami hot flushes pada tahun 2018. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai (Glycine Max) terhadap tingkat hot flushes pada wanita menopause di Kampung Bulak Kota Tangerang Selatan. Metodologi: Penelitian quasi eksperiment ini menggunakan rancangan one group design pre test dan post test. Sampel penelitian terdiri dari 30 wanita menopause yang mengalami hot flushes, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Hot Flushes Rating Scale (HFRS). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya penurunan tingkat hot flushes setelah konsumsi susu kedelai yaitu dengan nilai rata-rata pre test sejumlah 8,60 dan nilai rata-rata post test sejumlah 6,05. Kesimpulan dan Saran: Pemberian susu kedelai berpengaruh terhadap tingkat hot flushes pada wanita menopause. Susu kedelai dapat menjadi alternatif solusi non farmakologis dalam mengatasi gejala menopause dan meningkatkan kualitas hidup wanita menopause.Kata Kunci    : Menopause, Hot Flushes, Susu Kedelai, Fitoestrogen, Isoflavon.