Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Comparison of Pain Intensity in Post-Operating Wound Treatment Using Distraction and Relaxation Techniques at Imelda Pekerja Indonesia General Hospital Medan City Manurung, Nixson
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 4: December 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.355 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i4.1136

Abstract

The purpose of this study was to determine the intensity of pain in postoperative wound care using distraction and relaxation techniques at Imelda Workers' Hospital in Medan 2018. This type of research was quantitative research and the research design used was quasi-experimental before and after treatment and the therapy given was distraction therapy and relaxation therapy. The study was carried out in the postoperative inpatient ward of Imelda Indonesian Workers Hospital Medan from June to August 2018. The results of this study were: 1. The average pain intensity before distraction techniques was moderate (NRS 5.11) while the average intensity of pain before relaxation techniques was in moderate pain (NRS 5.38). 2. The average pain intensity after the distraction technique was on the moderate pain scale but decreased in scale (NRS 3.11) while the average pain intensity after the relaxation technique was on moderate pain but the scale decreased (NRS 4.192). 3. There are differences in the effectiveness of distraction and relaxation techniques on changes in pain intensity of postoperative patients at the Indonesian Migrant Worker General Hospital Imelda Medan in 2018 (p-value 0.001).Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui intensitas nyeri dalam perawatan luka pasca operasi dengan menggunakan tehnik distraksi dan relaksasi di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu sebelum dan sesudah perawatan dan Terapi yang diberikan adalah terapi distraksi dan terapi relaksasi. Penelitian dilaksanakan di ruang rawat inap pasca operasi Rumah Sakit Imelda Tenaga Kerja Indonesia Medan pada bulan Juni sampai Agustus 2018. Hasil penelitian ini adalah: 1. Rata-rata intensitas nyeri sebelum dilakukan teknik distraksi pada nyeri sedang (NRS 5.11) sedangkan rata-rata intensitas nyeri sebelum teknik relaksasi berada pada nyeri sedang (NRS 5,38). 2. Rata-rata intensitas nyeri setelah teknik distraksi berada pada skala nyeri sedang tetapi mengalami penurunan skala (NRS 3.11) sedangkan rata-rata intensitas nyeri setelah teknik relaksasi berada pada nyeri sedang tetapi skalanya mengalami penurunan (NRS 4.192). 3. Terdapat perbedaan efektivitas teknik distraksi dan relaksasi terhadap perubahan intensitas nyeri pasien post operasi di Rumah Sakit Umum Tenaga Kerja Indonesia Imelda Medan Tahun 2018 (p value 0,001)
PEMBINAAN MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI DESA KOLAM KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Manurung, Nixson
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.763 KB) | DOI: 10.52943/ji-somba.v2i2.1302

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang di sebabkan oleh Virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Beberapa faktor yang diduga yang mempengaruhi adalah faktor perilaku dalam bentuk domain perilaku yaitu pengetahuan, sikap dan praktik dalam pelaksanaan pencegahan pada ibu–ibu rumah tangga beserta keluarganya, serta faktor pendukungnya adalah faktor ekonomi, sosial budaya, dan pendidikan, serta faktor lingkungan yang mendasari terjadinya Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode yang digunakan deskriptif observasional dengan 30 peserta yang merupakan masyarakat Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan. Tim PkM memberikan materi yang dimaksud 1) Pengertian penyakit demam berdarah, 2) Penyebab penyakit demam berdarah 3) Tanda dan gejala penyakit demam berdarah, 4) Komplikasi penyakit demam berdarah, dan 5) Pencegahan penyakit demam berdarah. Dari hasil evaluasi diperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta atau partisipan tentang 1) Pengertian penyakit demam berdarah (DBD) mayoritas buruk sebanyak 28 orang, 2) Penyebab penyakit demam berdarah (DBD) mayoritas buruk sebanyak 28 orang, 3) Tanda dan gejala penyakit demam berdarah (DBD) mayoritas buruk sebanyak 28 orang, 4) Komplikasi penyakit demam berdarah (DBD) mayoritas seluruh peserta belum mengetahui sebanyak 30 orang dan 5) pencegahan penyakit demam berdarah (DBD) yang benar seluruh peserta belum mampu sebanyak 30 orang sedangkan setelah pelaksanaan kegiatan: 1) Pengertian DBD mayoritas baik sebanyak 28 orang, 2) Penyebab DBD mayoritas baik sebanyak 26 orang, 3) Tanda dan gejala DBD mayoritas baik sebanyak 28 orang, 4) Komplikasi DBD mayoritas baik sebanyak 18 orang, dan 5) Pencegahan DBD yang benar seluruh peserta sudah mampu sebanyak 26 orang. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dikarenakan masyarakat punya keinginan besar untuk mencegah terjadinya demam berdarah (DBD) dan merawat penderita DBD dirumah. Pengetahuan merupakan domain penting dan faktor awal seseorang untuk berperilaku. Pengetahuan membentuk keyakinan peserta sehingga dapat memahami tentang penyakit demam berdarah dengan tepat.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT DAN LATIHAN JALAN SEHAT PENDERITA HIPERTENSI DI DESA KOLAM KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Dewi, Ratna; Siregar, Sarmaida; Manurung, Rostinah; T. Bolon, Christina Magdalena; Manurung, Nixson; Sagala, Deddy Sepadha Putra
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/ji-somba.v3i2.1657

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan penyakit dengan jumlah besar, morbiditas dan mortalitas tinggi serta biaya besar sehingga sangat penting dalam pencegahan dan penatalaksanaan hipertensi termasuk komplikasinya. Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah berupa sistolik ? 140 mmHg dan diastolik ? 90 mmHg. Penatalaksanaan hipertensi dengan modifikasi gaya hidup sangat penting untuk mengontrol tekanan darah. Salah satu modifikasi gaya hidup untuk manajemen hipertensi yang dapat mengontrol tekanan darah yaitu dengan aktivitas fisik. Aktivitas fisik dapat berupa berjalan kaki atau jalan sehat. Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi adalah perilaku preventif dan gaya hidup sehat melalui pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang penyakit hipertensi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh penyuluhan penyakit hipertensi dan latihan jalan sehat untuk meningkatkan pengetahuan dan kontrol tekanan darah. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan pada bulan Oktober – Desember 2023 dengan metode pelaksanaan pengabdian meliputi: observasi, ceramah tanya jawab, dan pelatihan dengan 22 partisipan. Hasil evaluasi didapatkan peningkatan nilai pengetahuan dengan mayoritas baik setelah dilakukan pengabdian dan penurunan tekanan darah sistolik dengan mayoritas tekanan darah sistolik 120 – 139 mmHg. Pemberian pendidikan kesehatan tentang penyakit hipertensi dan pelatihan jalan sehat pada kelompok atau masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan penyakit hipertensi agar mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial di masyarakat.
The Patient's Family Experience Accompanying Patients In The Intensive Care Unit (ICU) Of Imelda Pekerja Indonesia General Hospital Manurung, Nixson; Hondro, Ododo
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal EduHealt (September), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical patients are patients who experience critical pain due to physiological, psychosocial, developmental, and spiritual changes. Patients who suffer from critical illness will experience hospitalization that requires the role of the family as a family support system. The role of the family in dealing with critical patients can have physical impacts, such as fatigue, sleep disturbances, and health problems. Psychological impacts such as anxiety, fear, sadness and depression and social impacts in the form of reduced communication and social isolation. The purpose of this study is to find out the patient's family experience while accompanying the patient in the ICU room of the Imelda  Pekerja Indonesia General Hospital. This study uses a qualitative type of research with a phenomenological approach. The sample in this study consisted of 6 participants with nuclear family inclusion criteria, over 18 years old who had waited for more than 3 days in the ICU Room. Data collection techniques with in-depth interviews. The results of this study obtained 4 themes that describe this family experience, namely fear of not being able to see patients again, pity to see patients with many tools, abandoning the routine of seeing patients, and relying on God. Further research suggestions should provide interventions related to the impact that arises when families face critical patients.
The Effect of Drug Swallowing Supervisor Assistance in Improving the Compliance of Drug-Taking Tb Patients in Rantau Prapat in 2021 Manurung, Nixson; Tanjung, Ahmad Marzuki
Jurnal Media Informatika Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Media Informatika
Publisher : Jurnal Media Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis is still a global and national public health problem. According to a 2014 WHO report, at the global level, it is estimated that 9.6 million new TB cases will be reported. Official report from the TB Sub-Directorate of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia based on the 2014 WHO Report: In Indonesia, it is estimated that there are 1 million new TB cases (399 per 100,000 population) with 100,000 deaths (41 per 100,000 population). The purpose of this study is to determine the effect of drug swallowing supervisor assistance (PMO) in increasing the compliance of TB patients in taking medication in Rantau Prapat. The design of this study uses an analytical observation research method. The population in this study is all TB patients in the Labuhan Batu area which totals 967 people. The sample in this study is TB patients in Labuhan Batu, Rantau Prapat with a total of 15 TB patients. The results of the study showed that of the 9 clients (60%) who received good family support, 7 clients (46.7%) behaved well in preventing the transmission of pulmonary TB and 2 clients (13.3%) behaved poorly in the prevention of pulmonary TB transmission. The results of the study were analyzed using the chi-square test to determine decision-making on the hypothesis tested. The working hypothesis raised is based on Ha, namely there is a relationship between PMO support and patient compliance in taking medication by pulmonary TB clients The results of statistical analysis using the chi-square test obtained a p value = 0.041, then it can be concluded that Ho is rejected. The conclusion of this study is that there is a relationship between PMO support and compliance of TB patients in taking medication.
Strategies To Reduce Patient Anxiety and Stress Through Reminiscence Therapy Manurung, Nixson
Majalah Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2: 2025
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/makein.2025242

Abstract

Introduction. Stress in heart patients is caused by unpreparedness in accepting the verdict given by health workers. The way and sentence of delivery that is done directly provides shock therapy to heart patients which increases stress. Stress can result in problems in all systems of the human body. Methods. Data collection was carried out using participant demographic data and measurement of stress conditions with the Perceive Stress Scale (PSS) which will be analyzed using univariate, bivariate and Anova. The sampling technique of this study used purposive sampling inclusion criteria willing to become participants, patients with stage-1 heart failure (NYHA), not experiencing visual and hearing impairment, communicative and cooperative Results. The tcount value is 22.798 which is greater than ttable (2.035) for a confidence level of df=33 at a confidence level of 95%, so it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted, which means there is a difference in reducing stress in heart failure sufferers between before and after the intervention in the therapy group reminiscence. Conclusion. The reduction in stress in heart failure sufferers with Reminiscence therapy after the intervention was better than Reminiscence therapy before the intervention and there was a significant reduction in stress in heart failure sufferers with reminiscence therapy treatment.
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUM IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN Manurung, Rostinah; Manurung, Nixson; T. Bolon, Christina Magdalena; Dewi, Ratna; Siregar, Sarmaida
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v10i1.1615

Abstract

Hemodialysis is a therapy for Chronic Kidney Failure (CKD) patients to replace kidney function using an artificial kidney in the form of a dialysis machine. Hemodialysis patients will experience lifelong dependence, this will result in imbalanced changes in their lives, these changes will give rise to physical and psychological problems, one of which is anxiety. Health education is a planned effort to influence other people to carry out what is expected. The aim of this research was to determine the effect of providing health education using leaflets on the anxiety level of hemodialysis patients at the Imelda Workers Indonesia General Hospital, Medan. The method used is correlative descriptive. The number of samples in this study was 38 respondents using a purpose sampling technique. The results of the research using the Wilcoxon statistical test resulted in a p-value of 0.00 with a significance of p < (0.05) p-value of 0.00 < 0.05. The conclusion obtained was that providing health education using leaflet media influenced the anxiety level of Chronic Kidney Failure (CKD) patients undergoing hemodialysis at the Imelda Workers Indonesia General Hospital, Medan
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENOPAUSE DAN OLAH RAGA TEPAT PADA PEREMPUAN PERIMENOPAUSE DI GEREJA SILOAM INJILI (GSI) KECAMATAN MEDAN PERJUANGAN Dewi, Ratna; Tampu Bolon, Christina Magdalena; Manurung, Rostinah; Siregar, Sarmaida; Manurung, Nixson; Dame, Arta Marisi; Sagala, Deddy Sepadha Putra; Handoko, Syahrul
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/ji-somba.v4i1.1785

Abstract

Pendahuluan: menopause mengacu pada perdarahan menstruasi terakhir dan merupakan proses alami yang dialami semua perempuan paruh baya. Perempuan tanpa adanya perubahan dalam siklus menstruasi dievaluasi sebagai pramenopause, perempuan dengan perubahan dalam siklusnya atau yang terakhir perdarahan menstruasi ? 12 bulan sebelumnya dievaluasi sebagai perimenopause, dan perempuan yang mengalami perdarahan menstruasi terakhir tanpa sebab apapun seperti kehamilan, menyusui atau pengobatan > 12 bulan sebelumnya dievaluasi sebagai pascamenopause. Menopause dapat menimbulkan serangkaian gejala seperti: vasomotor, somatik, psikologis, dan seksual dan keluhan utama yang sering muncul yaitu dari vasomotor yaitu hot flashes yang dikaitkan dengan perubahan kadar hormon dan perubahan norepinefrin serta serotonin. Salah satu faktor yang berpengaruh untuk meminimalisir keluhan saat menopause yaitu peningkatan pengetahuan sehingga berpengaruh pada sikap dan perilaku yang dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan. Tujuan: pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan tentang menopause dan olahraga tepat pada perempuan perimenopause untuk meningkatkan pengetahuan tentang menopause. Metode: pengabdian masyarakat dilaksanakan di Gereja Siloam Injili kecamatan Medan Perjuangan pada bulan Agustus – Oktober 2024 dengan metode pelaksanaan pengabdian meliputi: observasi, ceramah tanya jawab, dan pelatihan dengan 30 partisipan. Hasil: evaluasi didapatkan peningkatan nilai pengetahuan dengan mayoritas baik setelah dilakukan pengabdian. Kesimpulan: pemberian pendidikan kesehatan tentang menopause dan olahraga tepat pada ibu – ibu perimenopause agar mencapai derajat kesehatan yang optimal, baik fisik, mental, dan sosiial di keluarga dan masyarakat.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT GINJAL KRONIK (PGK) PADA KELUARGA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS Dewi, Ratna; Sagala, Deddy Sepadha Putra; Siregar, Sarmaida; Manurung, Rostinah; T. Bolon, Christina Magdalena; Manurung, Nixson; Dame, Arta Marisi; Nainggolan, Syahrul Handoko
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jisomba.v4i2.1889

Abstract

Pendahuluan: Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah besar di dunia termasuk Indonesia yang berdampak pada masalah kesehatan, ekonomi dan sosial yang besar bagi pasien dan keluarganya. Saat orang mengalami PGK, ginjal sudah mengalami kerusakan yang bersifat progresif dan irreversible artinya tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga dapat menyebabkan uremia. Prevalensi penyakit dasar dari PGK yang menjalani dialisis terbanyak adalah penyakit ginjal hipertensi diikuti oleh nefropati diabetik dan diikuti oleh glomerulopati. Upaya kesehatan melalui edukasi untuk peningkatan pengetahuan bagi PGK penting meningkatkan kualitas hidup dan atau mempertahankan kualitas hidup yang sudah baik. Upaya kesehatan bagi keluarga yang berisiko dapat mencegah terjadinya PGK. Tujuan: pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan tentang PGK pada pasien dan keluarga PGK yang menjalani hemodialisis untuk meningkatkan pengetahuan dalam mempertahankan kualitas hidup yang baik. Metode: pengabdian masyarakat dilaksanakan di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan pada bulan Februari – April 2025 dengan metode pelaksanaan pengabdian meliputi: observasi dan ceramah tanya jawab dengan 30 partisipan. Hasil: evaluasi didapatkan peningkatan nilai pengetahuan dengan mayoritas baik setelah dilakukan pengabdian. Kesimpulan: pemberian pendidikan kesehatan tentang PGK pada keluarga pasien yang menjalani hemodialisis agar mencapai derajat kesehatan yang optimal, baik fisik, mental, dan sosial pasien dan keluarga PGK yang menjalani hemodialisis.
PENYULUHAN KESEHATAN PADA MASYARAKAT YANG BERISIKO MENGALAMI BATU SALURAN KEMIH (BSK) Dewi, Ratna; Sagala, Deddy Sepadha Putra; Nainggolan, Syahrul Handoko; T.Bolon, Christina Magdalena; Siregar, Sarmaida; Manurung, Rostinah; Dame, Arta Marisi; Manurung, Nixson
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jisomba.v5i1.2078

Abstract

Pendahuluan: Batu saluran kemih (BSK) merupakan salah satu masalah kesehatan urologi tersering di dunia, dengan prevalensi bervariasi menurut faktor geografis, iklim, pola makan, dan genetik. Risiko kekambuhan BSK sangat tinggi dan berkaitan erat dengan modifikasi gaya hidup, hidrasi, serta pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan. Edukasi kesehatan merupakan strategi penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mengurangi risiko pembentukan dan kekambuhan BSK. Tujuan: Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan tentang BSK terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat berisiko di Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 menggunakan desain pre–post test tanpa kontrol. Sebanyak 31 partisipan mengikuti dua tahap kegiatan, yaitu observasi dan wawancara awal menggunakan kuesioner tertutup mengenai karakteristik, riwayat kesehatan, serta pengetahuan BSK; kemudian penyuluhan melalui metode ceramah dan tanya jawab. Setelah intervensi, dilakukan pengukuran ulang untuk menilai perubahan pengetahuan. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil: Mayoritas partisipan berada pada rentang usia pra-lansia (58,1%) dan berjenis kelamin perempuan (74,2%). Sebelum penyuluhan, 70,9% partisipan memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup, dan hanya 29,1% kategori baik. Setelah penyuluhan, pengetahuan meningkat signifikan, dengan 74,2% berada pada kategori baik. Terdapat perbedaan bermakna rerata skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,001), menunjukkan efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat berisiko mengenai pencegahan BSK. Intervensi edukatif seperti ini perlu dilakukan secara rutin untuk mendorong perilaku hidup sehat, mengurangi kejadian BSK, serta mencegah kekambuhan pada individu dengan riwayat penyakit tersebut.