Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN Deddy Sepadha Putra Sagala
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are four factors that influence the quality of life patient with CRF will be discussed, i.e. the nutrition status, comorbid, duration of haemodialysis, and medical procedure. This research aims to study the dominant factor of the four factors that influence the quality of life patient with CRF. The sample in this research are the patients with CRF who underwent the haemodialysis at RSUP HAM Medan in the number of 32 patients. The sample was took by purposive sampling method. The method applied in this research is analytic descriptive method by using the instrument in the form of options would be check listed. The data is analyzed by using Pearson and Spearman correlation test and linear regression. The results of research indicates that (1) The Spearman correlation test for nutrition and quality of life obtain that r = 0.382 and p = 0.031 means that there is a significant correlation but is weak; (2) the Pearson correlation test for comorbid and quality of life obtain r = 0.568 and p = 0.001 means that there is a significant correlation but is medium; (3) Spearman correlation test for the duration of haemodialysis and quality of life obtain r = 0.106 and p = 0.291 means that there is not a significant correlation but is weak; (4) the Spearman correlation test for medical procedure and quality of life obtain r = -0.078 and p = 0.671 means that there is not a significant correlation and in opposed direction; (5) Linear regression test obtain the equation Y = 59.581 + 3.52X. Based on the results of study indicates that the comorbid condition is directly proportional to quality of life of patient with CRF that means that comorbid condition has an influence to the quality of life. Therefore it is important to optimize the nursing care to the comorbid condition in order to increase the quality of life patient with CRF either in the service or health education that support the health condition of patient.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN SIKAP DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NASOKOMIAL DI RUMAH SAKIT UMUM BHAYANGKARA KOTAMADYA TEBING-TINGGI TAHUN 2016 Deddy Sepadha Putra Sagala
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi nosokomial atau infeksi yang diperoleh dari rumah sakit adalah infeksi yang tidak diderita pasien saat masuk ke rumah sakit melainkan setelah ± 72 jam berada di tempat tersebut (Karen Adams & Janet M. Corrigan, 2003). Di dunia terdapat 10% dari 1,4 juta pasien rawat inap mengalami infeksi nosokomial tiap tahun. Berdasarkan Kepmenkes nomor 129 tahun 2008 tentang standar pelayanan minimal Rumah Sakit, jumlah infeksi nosokomial yang dapat ditoleransi yaitu sebesar ≤1,5%, sehinggan dari data tersebut terlihat masih tingginya angka kejadian infeksi nosokomial sehingga perlu adanya upaya pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial (Kurniadi, H, 2013). Metode dalam penelitian ini adalah observasi analitik yang bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan sikap dalam pencegahan infeksi nasokomial di Rumah Sakit Umum Bhayangkara Kotamadya Tebing-Tinggi Tahun 2016. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling dengan Jumlah sampel 41 perawat. Pengumpulan data menggunakan pengisian lembar kuesioner. Hasil penelitian didapati responden yang berpengetahuan baik dengan sikap baik berjumlah 29 orang (70,7%), responden yang berpengetahuan baik memiliki sikap cukup berjumlah 3 orang (7,3%), responden berpengetahuan cukup dengan sikap baik berjumlah 5 orang (12,2)%, responden berpengetahuan cukup memiliki sikap cukup berjumlah 4 responden (9,8%). Dari Hasil analisis dengan menggunakan sistem SPSS Uji Chis - quare Menunjukkan bahwa adanya hubungan signifikan antara pengetahuan perawat dengan sikap dalam pencegahan infeksi nasokomial dengan hasil p < 0,05 atau 0,031< 0,05. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai profesionalitas tenaga kesehatan khususnya keperawatan ditunjukkan dari perilaku tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan termasuk pelaksanaan program menjaga keamanan pasien (patient safety) berdasarkan standar pelayanan kesehatan, mandiri, bertanggung jawab dan bertanggung gugat, serta mengembangkan kemampuan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2007).
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP TINGKAT STRES PADA LANSIA DI RUANG RAWAT INAP RSU BHAYANGKARA TEBING-TINGGI Deddy Sepadha Putra Sagala
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v4i1.287

Abstract

Relaksasi Benson merupakan pengembangan metode respon relaksasi pernafasan dengan melibatkan faktor keyakinan pasien, yang dapat menciptakan suatu lingkungan internal sehingga dapat membantu pasien mencapai kondisi kesehatan dan kesejahtraan yang lebih tinggi (Benson & Proctor 2000, dalam Purwanto, 2014). Kelebihan latihan tehnik relaksasi dari pada latihan yang lain adalah latihan relaksasi lebih mudah dilakukan bahkan dalam kondisi apapun serta tidak memiliki efek samping apapun (Deleon, 1999). Disamping itu kelebihan dari tehnik relaksasi lebih mudah dilaksanakan oleh pasien, dapat menekan biaya pengobatan, dan dapat digunakan untuk mencegah terjadinya stres. Sedangkan kita tahu pemberian obat-obatan kimia dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan efek samping yang dapat membahayakan pemakainya seperti gangguan pada ginjal (Yosep, 2015). Jenis penelitian yang di gunakan pada penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Desaign dengan rancangan one group pretens-posttenst.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh klien lansia yang menjalani rawat inap di RSU Bhayangkara Tebing-tinggi. Jumlah populasi pasien lansia bulan Maret –2017 sebanyak 43 orang.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling, metode pengumpulan data dengan intervensi secara langsung menggunakan lembar observasi pengukuran tingkat stress yang diperoleh dari hasil Depression Anxiety Stres Scale (DASS) yang sudah di modivikasi oleh peneliti yang terdiri dari 14 pertanyaan yang bersifat tertutup Analisa data dengan menggunakan uji wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan selisih mean rank > 10; p>0.005 Hal ini menunjukkan ada pengaruh Tekhnik relaksasi benson Terhadap Tingkat Stress Pada Lansia yang Menjalani Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Bhayangkara Tebing Tinggi Tahun 2017. Untuk itu diharapkan kepada Perawat dapat berperan dalam memaksimalkan hajat hidup lansia dengan cara pemberian perawatan secara holistik untuk meningkatkan kualitas kesehatan bagi populasi penduduk lansia (Gustiputrijayanti, 2016).
HUBUNGAN STRATEGI KOPING DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISADI RSU IMELDA MEDAN Deddy Sepadha Putra Sagala; Sri Marliana Pasaribu
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v4i2.289

Abstract

Gagal ginjal kronis merupakan suatu penyakit ginjal tahap akhir yang mengakibatkan gangguan fungsi ginjal yang bersifat irreversible dan menahun sehingga terjadinya penurunan kemampuan fungsi tubuh untuk mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan dan elektrolit. Pasien gagal ginjal kronis akan mengalami kehilangan fungsi ginjal sampai 90% atau lebih, sehingga kemampuan tubuh untuk mempertahankan cairan dan elektorilit terganggu, sekresi menjadi tidak adequat dan fungsi hormonal terganggu sehingga mengakibatkan sindrom uremia atau azotemi (Rendy & Margareth, 2012 ; Parson, Toffelmire & Valack, 2006).Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan desain korelasional dengan jenis rancangan penelitian cross sectional. Dimana jumlah populasi sebanyak 98 responden, metodepengambilan sampel probability sampling tehnik accidental sampling sampel, besar sampel ditetapkan menggunakan rumus slovin didapati responden penelitian ini sebanyak 79penderita gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RSU Imelda Medan Tahun 2018.Pengumpulan data menggunakan Instrumen kualitas hidup World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF) dan Instrumen pengumpulan data strategi koping menggunakan kuesioner WCQ (Ways of Coping Questionare).Pengolahan data menggunakan analisa data univariat dan bivariatmenggunakan uji statistik parametrik yaitu uji pearson corelation (pearson product moment) dengan p < 0.05, didapati hasil penelitian menunjukkan nilai probabilitas (p) untuk strategi koping = 0,000, yang berarti ada hubungan secara signifikan dengan kualitas hidup (p<0.05). Hasil analisis diperoleh nilai correlation coefficient (r) = 0,733, menunjukkan hubungan yang kuat dan berpola positif artinya semakin tinggi penggunaan strategi Problem Focused Coping (PFC) maka kualitas hidup yang dimiliki pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa semakin baik, Sedangkan hasil analisis diperoleh nilai correlation coefficient (r) = -0,419, menunjukkan hubungan yang sedang dan berpola negatif artinya semakin rendah penggunaan strategi Emotion Focused Coping (EFC) maka kualitas hidup yang dimiliki pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa semakin baik.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN AKTIFITAS SEHARI-HARI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENGALAMI HEMODIALISA DI RSU IPI MEDAN TAHUN 2018 Deddy Sepadha Putra Sagala; Maria Ruth Annike Sitompul
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v5i1.302

Abstract

Gagal ginjal kronis merupakan suatu penyakit ginjal tahap akhir yang mengakibatkan gangguan fungsi ginjal yang bersifat irreversible dan menahun sehingga terjadinya penurunan kemampuan fungsi tubuh untuk mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan dan elektrolit. Pasien gagal ginjal kronis akan mengalami kehilangan fungsi ginjal sampai 90% atau lebih, sehingga kemampuan tubuh untuk mempertahankan cairan dan elektorilit terganggu, sekresi menjadi tidak adequat dan fungsi hormonal terganggu sehingga mengakibatkan sindrom uremia atau azotemi (Rendy & Margareth, 2012 ; Parson, Toffelmire & Valack, 2006).Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan desain korelasional dengan jenis rancangan penelitian cross sectional. Dimana jumlah populasi sebanyak 98 responden, metodepengambilan sampel probability samplingtehnik purposive sampling sampel, besar sampel ditetapkan menggunakan rumus slovin didapati responden penelitian ini sebanyak 79 penderita gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RSU Imelda Medan Tahun 2018. Pengumpulan data menggunakan Instrumen dukungan keluarga (Berlin Social Support Scale (BSSS)) sejumlah 16 pertanyaan dan aktifitas sehari-hari Curtin & Mapes (2005) : Cook & Jassal (2008) sejumlah 38 pertanyaan, Tehnik pengukuran pertanyaan masing-masing menggunakan skala Linkert dalam bentuk kuesioner tertutup. Pengolahan data mengguanakan analisa data univariat dan bivariatmenggunakan uji statistik parametrik yaitu uji pearson corelation (pearson product moment) dengan p < 0.05, didapati hasil penelitian menunjukkan nilai probabilitas (p) untuk dukungan keluarga = 0.000, yang berarti ada hubungan secara signifikan dengan aktifitas sehari-hari (p<0.05). Hasil analisis diperoleh nilai correlation coefficient (r) = 0,835, menunjukkan hubungan sangat kuat dan berpola positif artinya semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima maka aktifitas sehari-hari yang dimiliki pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa semakin baik
AKTIVITAS SEHARI-HARI DAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUM IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN Deddy Sepadha Putra Sagala
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v6i1.354

Abstract

ABSTRAK Pasien GGK akan mengalami kehilangan fungsi ginjal sampai 90% atau lebih, sehingga kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit akan terganggu, fungsi sekresi, fungsi hormonal akan terganggu serta mengakibatkan kondisi uremia atau azotemia (Parson, Toffelmire & Valack, 2006). Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) tahun 2014, memperkirakan prevalensi GGK meningkat dari tahun 2011 sebesar 25.353 pasien menjadi 28.882. Dengan komposisi 55.77% perempuan (16.108 pasien) dan 44,23% laki-laki (12.774 pasien). Data ini mengalami peningkatan dimana pada tahun 2015 didapati 21.050 pasien baru dan 30.554 pasien aktif dari tahun sebelumnya yang rutin menjalani hemodialisa, dengan proporsi pasien terbanyak pada kategori usia 45 –64 tahun. Jenis Penelitian ini adalah Kuantitatif dengan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Metode mengambilan sampel Non Probability Sampling dimana jumlah populasi 98 responden, dengan tehnik sampling purposive sampling, didapat sampel dalam penelitian ini berjumlah 79 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 37 pertanyaan (Lawton and Brody Scale) untuk variabel aktifitas sehari-hari dan 26 kuesioner kualitas hidup WHOQOL-BREF, Tehnik pengukuran pertanyaan menggunakan skala Linkert, dalam bentuk kuesioner tertutup. Kemudian hasil kuesioner diformulasikan kedalam interval jawaban variabel menggunakan rumus Sturgers untuk menentukan kriteria jawaban responden dan mengetahui skor dan persentase jawaban. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritas dari 79 responden mengalami gangguan dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari dalam kategori berat sebanyak 40 orang (50,6%), Untuk kualias hidup ditemui mayoritas dari 79 responden memiliki kualitas hidup mayoritas buruk sebanyak 44 orang (55,7%) serta dari hasil perhitungan statistik diperoleh nilai probabilitas (p) untuk hubungan Aktivitas sehari-hari bernilai = 0,851, yang berarti tidak ada hubungan secara signifikan dengan kualitas hidup (p>0.05).
PENGARUH PEMBERIAN MASSASE PUNGGUNG TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN APPENDIKTOMI DI RSUD RANTAU PRAPAT Hamonangan Damanik; Sarida Surya Manurung; Deddy Sepadha Putra Sagala
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v8i1.752

Abstract

ABSTRACT Appendicitis is a condition in which inflammation occurs due to infection in the appendix or appendix. Infections in the appendix or appendix can cause acute inflammation, so immediate surgery is needed to prevent complications that can generally endanger health. This study aims to analyze the effect of giving back massage to reduce pain scale in appendectomy patients at Rantau Prapat Hospital. The type of research used is quantitative with a quasi-experimental design with a one-group pre-test/post-test design. The study was conducted in July 2021 at the Rantau Prapat Hospital. The population in this study were all post appendectomy patients who were treated in June-July 2021. The population in this study was 16 people. The sampling technique in this study was a total sampling technique, thus the number of samples in this study was 16 people. The results of data analysis carried out using the t test obtained results with a probability value (p) = 0.000 (p <0.05) meaning that there was an effect of back massage on decreasing pain levels in post-appendectomy patients. It is hoped that the hospital will always improve services to patients by developing and applying non-pharmacological therapy techniques in addition to pharmacological treatment that is effective in reducing pain scale in patients, especially postoperative patients.
MOTIVATION AND QUALITY OF LIFE AMONG PATIENTS WITH CHRONIC RENAL FAILURE UNDERGOING HEMODIALYSIS IN MEDAN, INDONESIA Deddy Sepadha Putra Sagala; Jenny Marlindawani Purba; Nunung Febriyani Sitepu
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 2 No. 3 (2019): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.752 KB) | DOI: 10.35654/ijnhs.v2i3.140

Abstract

The increasing number of patient with chronic renal failure can also increase the number of patients undergoing hemodialysis. Hemodialysis is normally undergone by the patients to maintain their life as well as to transform their lifestyle. Hence, patients need effective motivation that will affect the quality of life of patients undergoing hemodialysis. This study aimed to analyze the correlation between motivation with quality of life in patients undergoing hemodialysis. It was a correlational study using a cross-sectional approach. This study was conducted at a private hospital in Medan. The research sample was all patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis at Imelda Pekerja Indonesia Hospital in the year 2018, with the total number of sample was 79. The data was collected through questionnaire administration. Spearman test was performed to examine the data. The result of the study showed that there was a positive correlation between motivation and quality of life among patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis (r=0.813; p<0.05). The high motivation of patients influences their quality of life to undergo hemodialysis. This study can be used as a reference for nurses to provide health education to patients and their families. High motivation and how to improve quality of life are essential course for the patients. Keywords: Motivation, Quality of Life, Chronic Renal Failure
PENGARUH BREATHING RELAXATION DENGAN TEHNIK BALLON BLOWING TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN TUBERCULOSIS DI RUMAH SAKIT UMUM IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN TAHUN 2021 Sarida Surya Manurung; Rini Panggabean; Hamonangan Damanik; Deddy Sepadha Putra Sagala
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v8i2.1095

Abstract

Pulmonary Tuberculosis is a direct infectious disease caused by Tuberculosis bacteria (Mycobacterium tuberculosis), which are aerobic bacteria that can live mainly in the lungs. Physiological and psychological changes statistically are symptoms that are often experienced by tuberculosis patients which can reduce the patient's quality of life. Breathing relaxation with balloon blowing technique is a form of breathing exercise that can improve lung function. The purpose of this study was to determine the effect of breathing relaxation with the balloon blowing technique on oxygen saturation in tuberculosis patients at the Imelda General Hospital for Indonesian Workers in 2021. The population in this study was 137 people. The sampling technique in this study was accidental sampling using inclusion and exclusion criteria, thus the number of samples was 30 people. The design of this study was pre-experimental with pre-post-test one design. Data were analyzed univariately and bivariately using the Wilcoxon test. The results showed that there was a significant change in oxygen saturation before and after the intervention was given for 6 days. The results of statistical analysis showed p value = 0.01 <0.05 on the oxygen saturation variable. breathing relaxation using the balloon blowing technique can increase oxygen saturation in tuberculosis patients at IPI Medan Hospital. It is recommended for respondents to maintain oxygen saturation by doing breathing relaxation using the balloon blowing technique.
HUBUNGAN KECEMASAN DAN KEPATUHAN KELUARGA PASIEN TERHADAP PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Deddy Sepadha Putra Sagala; Hamonangan Damanik; Sarida Surya Manurung; Erika Zai
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v9i1.1240

Abstract

CoronaVirus (COVID-19) is a pandemic case since March 11, 2020. COVID-19 is a disease caused by CoronaVirus.CoronaVirus (CoV) is part of a family of viruses that cause illness ranging from the flu to more severe diseases such as Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Globally confirmed on May 29, 2020 is 5,657,529 people and deaths are 356,254 in 216 countries. This study aims to determine the relationship between anxiety and patient family compliance with the transmission of Covid-19. This research is a quantitative research using a correlational design with the type of research design (cross sectional). The population in this study is the sum of the entire family of patients who visited the General Hospital Imelda Workers Indonesia Medan from July-August and the sample of this study was 97 respondents using purposive sampling method. Anxiety data collection used the Hamillion Rating Scale For Anxiety (HARS) questionnaire while for complaince data collecction used the 2022 Central Bureau Of Statistics questionnaire and analysis with Spearmen's test. The results showed that the relationship between anxiety and patient's family adherence to Covid-19 transmission was obtained with p value 0.002 <0.005 there was a relationship. Based on the results of this study, the more anxious, the more obedient in implementing health protocols.