Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PERILAKU PERSONAL HYGIENE REMAJA PUTRI SUKU NUAULU DALAM TRADISI PINAMU DI KABUPATEN MALUKU TENGAH Ety, Dusra; Suriah; Fairus
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat suku Nuaulu memiliki tradisi untuk mengasingkan wanita menstruasi ke sebuah bangunan berukuran 2x2 m2. Bangunan ini akan ditempati oleh wanita yang menstruasi hingga periode menstruasi berakhir. Adanya norma atau aturan adat dalam tradisi menyebabkan kurangnya perilaku personal hygiene remaja putri saat menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menggali perilaku personal hygiene remaja putri suku Nuaulu dalam tradisi pinamou di Maluku Tengah. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan rapid etnografi. Teknik penentuan informan secara purposive sampling dengan jumlah 10 orang informan. Hasil penelitian ini yaitu adanya tradisi pinamou dilatarbelakangi oleh kepercayaan mistis didalamnya seperti ketidaksucian darah menstruasi dan dianggap kotor, mengandung banyak kekuatan gaib, atau gangguan oleh roh jahat. Makna tradisi pinamou menandakan gadis telah memasuki fase dewasa dan mandiri. Larangan adat dan adanya sanksi alam, makanan yang dikonsumsi berupa sagu dan ubi kayu. Pengetahuan remaja putri mengenai personal hygiene saat menstruasi terbatas hanya berdasarkan informasi dari orang tua. Penggunaan arang diyakini dapat menghilangkan bau badan dan memutihkan atau membersihkan kulit. Aturan adat/tradisi yang dipercayai, menilai pembalut kain jauh lebih baik dan ekonomis. Kesimpulan bahwa perilaku personal hygiene remaja putri suku Nuaulu dalam tradisi pinamou saat mengalami menstruasi, masih sangat rendah. Oleh karena itu, diharapkan ada upaya secara serius yang dilakukan oleh petugas kesehatan tentang perlunya edukasi yang benar tentang personal hygiene saat menstruasi, terutama pada sasaran spesifik yakni remaja putri suku Nuaulu Maluku Tengah.
Analisis Hubungan Karakteristik Rumah Tangga Dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di Dusun Tinanurui Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Ety Dusra; Epi Dusra; Maryam Lihi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.787

Abstract

Pola Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) rumah tangga merupakan tatanana awal dari pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS). PHBS adalah seperangkat perilaku yang dipraktikkan secara sadar sebagai hasil dari pembelajaran, yang membuat individu atau keluarga dapat membantu diri mereka sendiri di bidang kesehatan dan mampu berperan aktif dalam program kesehatan masyarakat, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik (umur, pendidikan , pekerjaan, pendapatan) rumah tangga dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel menggunakan total sampling adalah rumah tangga di Dusun Tinanurui Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat. Hasil penelitian ini menggunankan Uji Chi-Squarae, Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan dan antara karakteristik rumah tangga dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yaitu pendidikan p=0,000, dan pendapatan p=0,008, sedangkan yang tidak memiliki hubungan yaitu umur p=1,000, dan pekerjaan p=1,000. Pusat kesekatan masyarakat perlu mempersiapkan sosialisasi penerapan PHBS secara lengkap dan mempraktekkannya agar dapat mendorong rumah tangga dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.
Pengaruh Rumah Sehat terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Dusun Patinia Kec. Seram Barat Ety Dusra; Epi Dusra
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i2.6094

Abstract

Stunting can lead to serious health problems in children, such as impaired growth and development. Growth retardation or stunting in early childhood can affect both the physical and mental capabilities of a child. In addition, stunting also increases the risk of illness, mortality, and delays in motor and cognitive development. Inadequate household sanitation can further increase the likelihood of such health issues. One of the indirect causes of stunting is poor environmental conditions, which allow the occurrence of infectious diseases such as diarrhea and respiratory infections, thereby contributing to the incidence of stunting. The objective of this study is to determine whether there is an influence of healthy housing on the incidence of stunting among toddlers in Dusun Patinia, West Seram District, West Seram Regency. The research design used is a non-experimental descriptive correlation study with a cross-sectional method. The population and sample in this study consisted of 50 family members with toddlers. The results of the analysis using the Pearson Product Moment test showed that there is a significant influence of healthy housing on the incidence of stunting among toddlers in Dusun Patinia, with a p-value of 0.001. This indicates that statistically, there is a meaningful relationship between healthy housing and the incidence of stunting in toddlers. Conclusion: Healthy housing has an influence on the incidence of stunting in toddlers in Dusun Patinia.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Peningkatan PHBS dalam Upaya Pencegahan Stunting di Dusun Waralohi Epi Dusra; Ety Dusra; Edi Sugiarto; Agustio Kolyaan
Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober: Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/harmoni.v2i4.2338

Abstract

Stunting isaa chronicanutritional problemathat remains a major publicahealth challengeain Indonesia, aincluding inaSeram Bagian Barat District. aOne ofathe risk factors for stuntingaamong children under five is thealow implementationaof Cleanaand HealthyaLiving Behaviora (PHBS) within families and communities. Therefore, this communityaservice programawas carriedaout withathe aimaof improving community knowledge, attitudes, and practices related to PHBS asaan effortato preventastunting inachildren underafive. The implementation methods included health education through interactive counseling, agroup discussions, aand demonstrationsaof PHBSapractices, particularly handwashingawith soap. The program was attended by 30 community menbers, most of whom were mothers with infants and young children. Coordination, collaboration, and theainvolvement ofaboth internalaand externalastakeholders, particularly the head of Waralohi Hamlet, playedaan importantarole in the success of this program. Evaluation results indicated anaincrease inaparticipants’ knowledge and understandingaof PHBS and its relevance to stunting prevention. In addition, the program was considered beneficial due to the appropriate selection of location, high participant enthusiasm, and a conducive implementation atmosphere. In conclusion, the PHBS strengthening program proved effective in raising community awareness to adopt healthy living behaviors that support effortsato preventastunting inachildren underafive.
Formulasi Emulgel Ekstrak Daun Kopasanda (Chromolaena odorata L.) Menggunakan Carbopol 940 Sebagai Gelling Agent Aulia, Nabila; Basy, Lukman La; Dusra, Ety; Mewar, Dzulfikri; Malisngorar, Maritje S.J
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 3, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh3205

Abstract

Daun kopasanda (Chromolaena odorata L.) mengandung flavonoid, saponin, dan tanin yang berperan sebagai antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan sehingga berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Untuk meningkatkan efektivitas dan kenyamanan aplikasi topikal, ekstrak daun kopasanda diformulasikan dalam bentuk emulgel dengan Carbopol 940 sebagai gelling agent. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak daun kopasanda menjadi emulgel serta mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Carbopol 940 sebagai gelling agent terhadap stabilitas fisik sediaan emulgel ekstrak daun kopasanda (Chromolaena odorata L.). Metode penelitian bersifat eksperimental laboratorium. Ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 70%, kemudian diformulasikan menjadi emulgel dengan variasi konsentrasi Carbopol 940 (0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%). Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan seluruh formula stabil secara organoleptik. Nilai pH rata-rata berada dalam rentang fisiologis kulit (F1 = 6; F2 = 5; F3 = 5; F4 = 5). Viskositas meningkat seiring kenaikan konsentrasi (F1 = 695 cps; F2 = 31.444 cps; F3 = 44.636,7 cps; F4 = 66.461,3 cps). Uji daya sebar rata-rata berkisar 6 cm (F1), 5,5 cm (F2), 5 cm (F3), hingga 4 cm (F4). Uji daya lekat menunjukkan peningkatan signifikan, dari 1,7 detik (F1), 2,6 detik (F2), 4,3 detik (F3) hingga 5,3 detik (F4). Analisis Kruskal-Wallis memperlihatkan perbedaan signifikan (p < 0,05) pada viskositas, daya sebar, pH dan daya lekat antar formula. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kopasanda dapat diformulasikan menjadi emulgel yang stabil, dengan Carbopol 940 konsentrasi 1,5% sebagai formula paling optimal.
Edukasi Bahaya dan Upaya Pencegahan Rokok Remaja di SMA Negeri 1 Seram Bagian Barat Dusra, Ety; Epi Dusra; Suryanti Tukiman
Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/faedah.v3i2.1390

Abstract

Smoking remains a major public health issue that is difficult to address, particularly among adolescents. The rising number of young smokers is a concerning issue due to the long-term detrimental consequences it poses, both in terms of health, social, and economic aspects. Adolescence is a period of identity exploration and challenges, and unfortunately, many young people fall into the habit of smoking. The community service conducted at SMA Negeri 1 Seram Bagian Barat on october 17, 2024, aimed to raise awareness about the dangers of smoking and prevention efforts. The activity involved socialization, interactive discussions, and pre-test and post-test assessments to measure participants' knowledge changes. The results showed an increase in students' knowledge about the dangers of smoking. Additionally, interviews with participants revealed that peer influence and family environment played a significant role in influencing adolescent smoking behavior. These findings support Bandura's Social Learning Theory, which states that behavior is largely influenced by observation of one's social environment. Efforts to prevent smoking among adolescents need to involve active participation from families, schools, and communities.
Analisis Kepuasan Pasien Rawat Jalan terhadap Kualitas Layanan Rekam Medis Menggunakan Metode SERVQUAL, CSI, dan IPA di RSUD Masohi Hans Sammy Marthin Salakory; Natasya Lopuhaa; Herlien Sinay; Ety Dusra; Febby Sonya Matulessy
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 3 (2026): Volume 15 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i3.26106

Abstract

This study aims to measure outpatient satisfaction with medical record service performance at Masohi Regional Public Hospital. This research used a quantitative approach with SERVQUAL, Customer Satisfaction Index (CSI), and Importance Performance Analysis (IPA). The sample consisted of 150 outpatients selected through accidental sampling. The findings showed a negative service gap of -0.45, indicating that patient expectations were not fully met. The CSI value of 74.99% categorized patients as generally satisfied, although service improvements are still required to achieve a very satisfied category. Responsiveness and empathy were identified as the weakest dimensions, while assurance performed relatively well. IPA analysis revealed that the main priorities for improvement include hospital facilities, service reliability, staff competence, politeness, and responsiveness of medical record services. This study concludes that improving responsiveness and empathy is essential to enhance patient satisfaction in medical record services.