Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA SEBAGAI PENGAWAS MINUM OBAT DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PENDERITA TUBERCULOSIS (TBC) DI PUSKESMAS TUTALLU KECAMATAN ALU Yaman, Imran; Masderi; Pattola; Muhrawi, MuhrawI Yunding
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v15i2.327

Abstract

Tuberculosis (TBC) merupakan salah satu masalah kesehatan didunia termasuk Indonesia, ditahun 2020 Tuberculosis (TBC) merupakan salah satu dari 5 penyebab utama beban penyakit yang menjadi peringkat ke- 3 terbesar di dunia. Salah satu penyebab penyakit ini adalah mengenai program pengobatan Tuberculosis (TBC) yaitu kurangnya kepatuhan berobat penderita untuk minum obat anti Tuberculosis (TBC), motivasi kurang dikarenakan pendidikan yang rendah menjadi pengaruh pengetahuan yang kurang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan Pengetahuan Kelurga (PMO) dengan Kepatuhan Berobat pada Penderita Tuberculosis (TBC) di Puskesmas Tutallu Kecamatan Alu pada Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kuantitatif dengan rancangan desain Cross Sectional dan menggunakan Kuesioner Pengetahuan Keluarga pengawasan minum obat (PMO). Sampel yang digunakan 63 orang yang melakukan pengobatan lengkap di Puskemas Tutallu. Hasil analsis yang telah diuji yaitu Uji Chi Square yang menunjukkan nilai yang diperoleh 0, 031 yang berarti nilai yang diperoleh lebih kecil (α ≤ 0,050) yang artinya ada Hubungan Pengetahuan Keluarga (PMO) dengan Kepatuhan Berobat pada Penderita Tuberkulosis (TBC) di Puskesmas Tutallu Kecamatan Alu. Dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Pengetahuan Keluarga (PMO) yang signifikan antara kepatuhan berobat pada Penderita Tuberkulosis (TBC) di Puskesmas Tutallu Kecamatan Alu
DETERMINAN PENOLAKAN PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASETAT (IVA TEST) PADA PASANGAN USIA SUBUR DI DESA KABIRAAN KECAMATAN ULUMANDA KABUPATEN MAJENE TAHUN 2023: Determinan of Refusal to Acetace Visual Inspection Examination (IVA Test) in Couple of Fertilizing Age in Kabiraaan Village Ulumanda District, Majene District, 2023 Immawanti; Latif, Abdul; Pattola; Pallu, Hamsia
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.2117

Abstract

Pendahuluan : Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi Human Papiloma Virus (HPV) dan menyerang organ reproduksi perempuan. Kanker serviks dapat dideteksi dini melalui pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA test). Pemeriksaan IVA dapat dilakukan secara mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama pada hasil pemeriksaan. Pemeriksaan IVA dilakukan pada pasangan Usia Subur (PUS) yang berusia mulai 15 – 49 tahun, khususnya pada perempuan yang aktif secara seksual. Observasi awal yang dilakukan bahwa sebagian besar perempuan menolak melakukan pemeriksaan IVA. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui determinan penolakan pemeriksaan IVA pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Desa Kabiraan Kecamatan Ulumanda. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitaif dengan desain deskriptif analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 178. Hasil:  Penelitian ini didapatkan determinan penolakan PUS melakukan pemeriksaan IVA antara lain karena Pengetahuan, Sikap, Dukungan Suami dan Keluarga, Dukungan Petugas Kesehatan, Akses Informasi dan Akses ke tempat pelayanan Kesehatan.
HUBUNGAN TINGKAT STRES, SIKLUS MENSTRUASI DAN LAMA MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SPMN 4 MAJENE Pattola Pattola; Muhrawi Yunding; Rahmat Rahmat
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN MARENDENG
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v9i1.111

Abstract

Dismenore merupakan permasalahan yang dialami oleh remaja putri yang sudah menstruasi dan memiliki banyak dampak. Dismenore dapat menyebabkan permasalahan kesehatan, sosial, dan ekonomi. Beberapa dampak yang dapat ditimbulkan oleh dismenore pada remaja antara lain kehilangan waktu pembelajaran, mengganggu kualitas hidup, mengganggu konsentrasi, tidak fokus pada pembelajaran, tidak mampu menjawab pertanyaan dari guru. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan dismenore pada remaja di Indonesia adalah siklus menstruasi yang tidak teratur, stres dan depresi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stress, siklus menstruasi, dan lama menstruasi dengan kejadian Dismenore pada Remaja Putri di SMPN 4 Majane. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 86 orang yang merupakan siswi kelas VIII dan IX yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian ini menunjukkan sebagian besar remaja putri mengalami dismenore, tingkat stres normal, siklus menstruasi tidak teratur dan lama menstruasi >7 hari. Simpulan: Ada hubungan antara tingkat stress dengan kejadian dismenore dengan hasil p-value 0,009 <0,05 dan tidak ada hubungan antara siklus menstruasi dan lama menstruasi dengan kejadian dismenore dengan hasil masing-masing p-value 0,761 dan 0,439 >0,05.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU YANG MEMILIKI BALITA DENGAN GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKKABATA Immawanti Immawanti; Imran Yaman; Pattola Pattola
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN MARENDENG
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v9i1.113

Abstract

Anak balita berisiko tinggi mengalami kekurangan gizi, yang dapat menyebabkan masalah pertumbuhan seperti wasting, stunting, dan gangguan perkembangan mental jika terjadi dalam jangka panjang. Berdasarkan pemantauan status gizi, di Kabupaten Polewali Mandar pada 2024, persentase balita gizi kurang sebesar 6,96%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu yang memiliki balita dengan gizi kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Pekkabata, Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental Study dengan desain One Group Pre-Test Post Test. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan leaflet sebagai media pendidikan kesehatan. Penelitian dilakukan di Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Sampel diambil dengan teknik Purposive Sampling, dengan jumlah sampel 31 ibu balita yang mengalami gizi kurang. Analisis data dengan uji T berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita mengenai gizi kurang setelah diberikan pendidikan kesehatan, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan memiliki pengaruh positif terhadap pengetahuan ibu, dan dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan kesehatan keluarga. Diharapkan setiap ibu agar aktif dalam memperoleh informasi tentang kebutuhan gizi khususnya pada anak balita
Giving dates to young women for the prevention of anemia Indryani, Indryani; Mustar, Mustar; Hasnidar, Hasnidar; Pattola, Pattola; Sulfianti, Sulfianti
Journal Pengabdian Masyarakat Politeknik Sandi Karsa Vol 4 No 2 (2025): Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v4i2.109

Abstract

Anemia prevalence among adolescent girls is significantly higher compared to boys, primarily due to menstruation and increased iron requirements during growth. This condition negatively affects immunity, concentration, academic performance, physical fitness, and productivity, and poses long-term health risks, particularly during future pregnancies. In Bone Regency, adolescent anemia rates remain high despite the government’s iron supplementation program. This community service program aimed to implement research findings on using dates (Phoenix dactylifera) to increase hemoglobin levels and address anemia among adolescent girls. The activity involved health education on anemia prevention and the daily provision of 100 grams of dates (7–8 pieces) for seven consecutive days during menstruation. The program was conducted through observation, counseling sessions, and hemoglobin monitoring before and after the intervention. The rationale for using dates is based on their high iron and nutrient content, which supports hemoglobin synthesis naturally. The targeted participants were adolescent girls from the community surrounding Lapatau Stadium, Bone Regency. Expected outcomes included increased knowledge regarding anemia prevention, improvement in hemoglobin levels, and the promotion of alternative nutritional interventions for anemia management. Monitoring and evaluation were conducted by measuring hemoglobin levels post-intervention to assess effectiveness. The program also aims to disseminate results through a SINTA 5-indexed journal publication, providing evidence-based recommendations for integrating date consumption into adolescent nutrition programs. This initiative highlights the potential of locally acceptable, culturally relevant food-based strategies to complement existing public health interventions in reducing anemia prevalence among teenage girls.
Pengaruh “Senam Ergonomik” Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia yang mengalami Hipertensi ichaAisyah, Aisyah; Immawanti; Pattola; Imran Yaman; St. Hawa
Journal Kiara : Nursing and Midwifery Vol. 2 No. 1 (2025): Journal Kiara : Nursing and Midwifery - Advancing Sustainability Future Nursing
Publisher : Journal Kiara : Nursing and Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Salah satu upaya untuk mengatasi hipertensi dengan pengobatan non farmakologi, salah satunya dengan melakukan senam ergonomik. Senam Ergonomik adalah rangakain gerakan yang dapat mengembalikan posisi dan kelenturan system saraf dan aliran darah yang dikombinasi dengan teknik pernapasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Lingkungan Tanangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pra-Eksperimental dengan One Gruop Pre Test Design. Tehnik sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling dan di dapatkan 18 responden. Pemberian intervensi selama 25 menit sekali setiap hari selama 5 hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tekanan darah sistolik sebelum melakukan senam ergonomik 154,94 mmHg dan sesudah melakukan senam ergonomik nilai rata-rata tekanan darah sistolik menjadi 125,22 mmHg. Ditemukan juga Tekanan darah responden sebelum senam ergonomik sebagian besar pada hipertensi ringan dan sedang dan setelah melakukan senam ergonomik tekanan darah responden berada pada tekanan normal dan normal tinggi dan tidak ada lagi hipertensi ringan dan sedang. Hasil uji statistik setelah menggunakan uji Wilcoxom Signed Rank menunjukkan nilai p=0,0001 sehingga dapat simpulkan ada pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan tekanan darah lansia. Diharapkan pendampingan atau pelatihan dari tenaga kesehatan atau instruktur senam yang kompeten serta dukungan dari pemerintah setempat dan keluarga lansia dalam menyediakan fasilitas, sarana, dan motivasi bagi para lansia agar tetap aktif mengikuti kegiatan senam, salah satunya senam ergonomic
Pemberdayaan Remaja Putri dalam Upaya Pencegahan Stunting Immawanti, Immawanti; Pattola, Pattola; Wahyuddin, Munadiah; Laila, Ima; Aras, Fitrah Ramadhani
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 6 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i6.671

Abstract

Introduction: Stunting remains a serious public health problem in Indonesia. It impacts children's physical growth and cognitive development and increases the risk of chronic diseases in adulthood. One of the main causes of stunting is a lack of knowledge about balanced nutrition and reproductive health from adolescence. Adolescent girls play a crucial role in stunting prevention efforts because they are potential mothers and directly determine the nutritional status of the next generation. Therefore, educating and empowering adolescent girls is a strategic step in breaking the chain of stunting in the community. Objective: This community service program aims to improve adolescent girls' knowledge and skills regarding balanced nutrition and reproductive health as a stunting prevention effort in Pangaliali Village, Banggae District, Majene Regency, West Sulawesi. Method: Implementation methods included program outreach, seminars and workshops on adolescent nutrition and reproductive health, and ongoing mentoring. Thirty adolescent girls aged 13–19 participated. Evaluation was conducted through pre- and post-assessment questionnaires to measure improvements in knowledge and adoption of healthy behaviors.. Result: The results showed an 85% increase in adolescent girls' knowledge and a 50% change in behavior toward adopting healthy eating patterns. The program's success was also supported by the use of educational media such as posters, learning modules, and the MAMMIS (Media Monitoring and Interactive Stunting) digital application as an interactive learning tool. These media were provided to adolescent girls as target partners in this community service activity. Conclusion: this community service program has proven effective in increasing the capacity of adolescent girls in stunting prevention. It is hoped that this activity will continue through the formation of adolescent cadres at the school level and become a program within the intra-school organization (OSIS) so that nutrition and reproductive health education efforts can be sustainable and contribute to reducing stunting rates.
Hubungan dukungan sosial dan stres ibu hamil usia dini di Puskesmas Totoli Kabupaten Majene: Social support and stress among adolesscent pregnant in Totoli public health center, Majene Regency Immawanti; Pattola; Imron Yamana; Wahida Munir; Lusiana
Jurnal Keperawatan Tropis Papua Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.476

Abstract

Stres pada ibu hamil usia dini merupakan masalah kesehatan yang dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan ibu dan janin. Kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun sering disertai dengan ketidaksiapan fisik, psikologis, dan sosial sehingga meningkatkan risiko stres selama kehamilan. Dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan tingkat stres pada ibu hamil usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dan tingkat stres pada ibu hamil usia dini di wilayah kerja Puskesmas Totoli, Kabupaten Majene. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 57 ibu hamil usia <20 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner multidimensional scale of perceived social support (MSPSS) dan Perceived Stress Scale (PSS), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan sosial tinggi (63,2%) dan tingkat stres rendah (75,4%). Proporsi stres tinggi lebih banyak ditemukan pada ibu dengan dukungan sosial rendah dibandingkan ibu dengan dukungan sosial tinggi. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan sosial dan tingkat stres pada ibu hamil usia dini (p < 0,001). Penguatan dukungan keluarga dan lingkungan sosial penting dalam upaya pencegahan stres prenatal. Stress among adolescent pregnant women is a health concern that can negatively affect the well-being of both the mother and the fetus. Pregnancy at an age younger than 20 years is often accompanied by physical, psychological, and social unpreparedness, thereby increasing the risk of stress during pregnancy. Social support plays a protective role in reducing stress levels among adolescent pregnant women. This study aimed to analyze the relationship between social support and stress levels among adolescent pregnant women in the working area of Totoli Public Health Center, Majene Regency. This study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 57 pregnant women aged <20 years selected using a total sampling technique. Data were collected using the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) and the Perceived Stress Scale (PSS), and analyzed using the Chi-square test with a significance level of 0.05. The results showed that most respondents had high social support (63.2%) and low stress levels (75.4%). High stress levels were more frequently found among mothers with low social support compared to those with high social support. Bivariate analysis indicated a significant relationship between social support and stress levels among adolescent pregnant women (p < 0.001). Strengthening family and social support is therefore important in preventing prenatal stress.
Effect of Date Fruit Consumption on Hemoglobin Levels in Anemic Adolescent Girls Indryani; Mustar; Hasnidar; Pattola; Alda Anggraini
Journal of Public Health Sciences Vol. 5 No. 02 (2026): In Press - Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jphs.002019

Abstract

Anemia among adolescent girls remains a persistent public health problem, particularly in low- and middle-income countries, where increased nutritional requirements and menstrual blood loss elevate the risk of iron deficiency. Although iron supplementation is the primary preventive strategy, low adherence among adolescents necessitates complementary approaches. This study aimed to evaluate the effect of date fruit consumption on hemoglobin levels among anemic adolescent girls. A quantitative pre-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted in a school setting in South Sulawesi, Indonesia. Hemoglobin screening was performed on 70 adolescent girls, and 10 anemic participants were selected using purposive sampling. The intervention consisted of consuming 100 g of date fruit (approximately 7–8 fruits) daily for seven consecutive days. Hemoglobin levels were measured before and after the intervention using a portable hemoglobin analyzer. Data were analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon Signed-Rank Test, with statistical significance set at p < 0.05. Mean hemoglobin levels increased significantly from 11.09 g/dL at baseline to 13.38 g/dL after the intervention, with an average increase of 2.29 g/dL (p = 0.005). These findings suggest that short-term date fruit consumption significantly improves hemoglobin levels among anemic adolescent girls. In conclusion, date fruit represents a feasible, culturally acceptable, food-based nutraceutical intervention that may complement existing anemia prevention programs. Further randomized controlled studies with larger samples and longer follow-up are recommended to confirm these findings and evaluate their long-term effectiveness.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Keluarga dengan Tingkat Kepulihan Pasien ODGJ yang Dirawat di Rumah Wilayah Kerja Puskesmas Sendana I Tahun 2025 Aisyah, Nur; Pattola, Pattola; Afni, Nur; Immawanti, Immawanti
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 12, No 1 (2026): J-KESMAS Volume 12 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v12i1.7245

Abstract

Mental disorders remain a serious health problem because they can affect patients’ social functioning, emotional condition, and quality of life. In the recovery process of People with Mental Disorders (PMD), family plays an important role as the main support system through their knowledge and attitudes toward patient care. This study aimed to determine the relationship between family knowledge and attitudes with the recovery level of PMD patients treated at home in the working area of Sendana I Public Health Center. This study used a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 34 respondents selected using the Slovin formula. Data were collected using questionnaires and analyzed using Fisher’s Exact Test with a significance level of α=0.05. The results showed that most respondents had poor knowledge, accounting for 20 respondents (58.8%), while 26 respondents (76.5%) had positive attitudes. Most patients had a low recovery level, accounting for 13 respondents (38.2%). Statistical analysis showed a significant relationship between family knowledge and the recovery level of PMD patients with p=0.001, and a significant relationship between family attitudes and the recovery level of PMD patients with p=0.001. This study concludes that better family knowledge and more positive family attitudes are associated with better recovery levels among PMD patients treated at home