Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGUATAN PARTISIPASI MASYARAKAT UNTUK PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS CORONA Kistan, Kistan; Irawati, Irawati; Artifasari, A.; Mas'ud, Alfian; Basri, Muhammad; Sibulo, Megawati; Malka, St; Novianti, Ita; Muchtar, Asrianti Safitri
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2469

Abstract

Corona Virus merupakan Jenis Virus dengan tingkat penyebaran yang sangat tinggi. Menyebr melalui kontak dari manusia ke manusia melalui droplet. Terbukti sejak tahun 2020 Jumlah kasus virus ini semakin meningkat.  Untuk menurunkan penyebaran virus ini dibutuhkan partisipasi masyarakat secara aktif dan luar biasa dengan mengikuti himbauan pemerintah seperti mematuhui protokol kesehatan dan selalu menjaga jarak, serta isolasi mandiri. Menurut penelitian sebelumnya kesadaran akan protocol kesehatan kurang dkarenakan informasi yang diterima oleh masyarakat dari sumber yang tidak terpercaya sehingga pemahaman masyarakat menjadi keliru akibatnya berdampak pada sikap dan perilaku masyarakat itu sendiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat dimulai dari kader yang nantinya menjadi agen promosi kesehatan tentang pencegahan penyebaran corona virus. Sebanyak 21 kader dan tokoh masyarakat terlibat dalam kegiatan ini. Metode kegiatan berupa Pretest – Posttest pemberian Edukasi dengan media Power Point untuk presentasi dan Leafleat. Hasil pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait pencegahan penyebaran Corona Virus. Sebelum dilakukan edukasi dari 21 Peserta terdapat sebanyak 33,33% memiliki pengetahuan kurang namun setelah dilakukan edukasi tidak ditemukan peserta yang memiliki pengetahuan kurang. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan masih merupakan langkah yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan, Sikap dan perilaku masyarakat
IMPLEMENTASI KOMPRES HANGAT JAHE MERAH UNTUK MENURUNKAN NYERI KRONIS PADA NY. “R” DENGAN KASUS RHEUMATOID ARTHRITIS Sari, A Artifa; Hidayat, Muhammad; kistan, Kistan
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14 No 2 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dikutip dari penelitian Doliarn’do, dkk (2018) bahwa prevelensi di Indonesia nyeri sendi pada penyakit Rheumatoid arthritis menunjukkan 23,6% hingga 31,3%. Berdasarkan penelitian (Rahmat, 2022) diperoleh nyeri responden pada penelitian mengalami penurunan, pada responden yang diberikan terapi kompres hangat jahe merah karena kompres hangat jahe merah membantu fasodilatasi pembuluh darah sehingga menurunkan nyeri. Peneliti mampu menerapkan asuhan keperawatan pada anggota keluarga yang mengalami nyeri kronis akibat Rheumatoid arthritis dengan kompres hangat jahe merah. Salah satu jenis penelitian kualitatif deskriptif adalah berupa penelitian dengan metode atau pendekatan studi kasus. Setelah dilakukan Tindakan keperawatan selama 3 hari berturut turut dengan durasi 20 menit/ hari diperoleh masalah nyeri kronis teratasi yang ditandai dengan penurunan nyeri. Tindakan asuhan keperawatan yang dilakukan dengan terapi nonfarmakologi mengompres parutan jahe merah untuk mengurangi intensitas nyeri kronis pada penderita Rheumatoid Arthritis yang dilakukan ini terbukti untuk mengurangi masalah nyeri kronis pada penderita dengan skala nyeri sedang menjadi ringan.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi Siswa Pramuka SMAN 13 Bone Kistan Kistan; Najman Najman
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v2i4.680

Abstract

Kasus henti jantung di Amerika serikat merupakan penyebab utama kematian terbanyak di luar Rumah sakit. Henti jantung (cardiac arrest) merupakan kondisi dimana berhentinya jantung secara mendadak. Seseorang yang mengalami henti jantung akan mengalami henti nafas sehingga akan kehilangan kesadaran jika dalam beberapa menit korban tidak menerima pertolongan akan berakibat kecatatan bahkan kematian. Tindakan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan Bantuan Hidup Dasar yaitu Resusitasi Jantung Paru (RJP) untuk mengembalikan sirkulasi spontan kerja jantung. Karena kurangnya informasi dan pengetahuan tentang Bantuan Hidup Dasar sehingga hanya segelintir masyarakat awam yang paham dan mampu melakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan bagi Pelajar Siswa-siswi Pramukasehingga diharapkan mampu untuk memahami dan melakukan Bantuan Hidup Dasar sewaktu-waktu jika dibutuhkan. Metode yang digunakan yaitu Presentasi, Simulasi dan Diskusi dengan menggunakan Power Point dan Phantom untuk peragaan. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan Pelatihan dimana peserta aktif dan antusias dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan.
Literatur Review: Peningkatan Sirkulasi Kaki dengan Stimulasi Listrik pada Penderita Diabetes Mellitus Kistan Kistan; Najman Najman; Megawati Sibulo; Irawati Irawati; Muhammad Basri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.6

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat menyebabkan penderita mengalami gangguan sirkulasi darah perifer, terutama di ektermitas bawah. Kondisi ini meningkatkan risiko ulkus kaki diabetic dan amputasi. Stimulasi listrik (electrical stimulation/ES) merupakan terapi non-farmakologis untuk memperbaiki aliran darah perifer. Tujuan literatur review ini untuk mengetahui pengaruh Simulasi listrik atau Electrical stimulation (ES) terhadap sirkulasi kaki, menganalisis jenis stimulasi dengan outcome klinis seperti aliran darah, suhu kulit, perfusi dengan rentang waktu 10 tahun terakhir. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa sumber Pustaka dari beberapa database jurnal Kesehatan dari tahun 2020-2025, yaitu Scopus, MDPI, Pubmed, Google scholar, dari 2.945 artikel sebanyak 7 artikel ditetapkan oleh penulis yang sesuai dengan kriteria inklusi Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh electrical stimulation/ ES pada perbaikan dan peningkatan sirkulasi kaki pada pasien diabetes mellitus. Seperti makrosirkulasi, intervensi ES terbukti meningkatkan ankle brachial index (ABI), absolute claudication distance (ACD), serta memperbaiki aliran darah perifer secara signifikan. Dari sisi mikrosirkulasi, ES berperan dalam mengaktifkan ekspresi faktor-faktor angiogenik seperti VEGF dan HIF-1α, serta meningkatkan perfusi kulit dan saturasi oksigen jaringan, yang menjadi indikator penting dalam penyembuhan luka kronis. diperlukan studi jangka panjang yang menilai efek klinis berkelanjutan serta mengintegrasikan pendekatan fisiologis dan molekuler dalam desain penelitiannya.
HUBUNGAN MOTIVASI DAN JIWA WIRAUSAHA PERAWAT DENGAN KUALITAS PELAYANAN PRAKTIK MANDIRI PERAWATAN LUKA Muhammad Hidayat; Kistan Kistan; Muhammad Basri; Ernawati Ernawati; Rizqi Alvian Fabanyo; Irfandi Rahman
Nursing Arts Vol. 19 No. 2 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i2.118

Abstract

Pelayanan praktik mandiri perawatan luka menuntut perawat yang kompeten, termotivasi, dan berjiwa wirausaha untuk menjaga mutu layanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan motivasi dan jiwa wirausaha perawat dengan kualitas pelayanan praktik mandiri perawatan luka. Desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional melibatkan 36 perawat praktik mandiri luka yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis menggunakan uji Chi-square. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara motivasi dan kualitas pelayanan (p = 0,005) serta antara jiwa wirausaha dan kualitas pelayanan (p = 0,003). Disimpulkan bahwa motivasi dan jiwa wirausaha berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan praktik mandiri perawatan luka.
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Ketepatan Triase Perawat Instalasi Gawat Darurat di RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone Kistan Kistan; Najman Najman; Muhammad Basri; irawati irawati; Arfan Nur; Irfan Madamang
Cindoku : Jurnal Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/cindoku.v3i2.572

Abstract

Accurate triage is a fundamental component of emergency care because it determines patient treatment priorities according to the severity of their condition. Nurses' educational level has been considered one of the factors that may influence triage accuracy. This study aimed to analyze the relationship between nurses' educational level and triage accuracy in the Emergency Department of Tenriawaru Regional General Hospital, Bone Regency. This quantitative study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study involved 28 emergency department nurses, all of whom were included using a total sampling technique. Data were collected using a respondent characteristics questionnaire and a triage accuracy observation sheet. Data were analyzed using descriptive statistics and Fisher's Exact Test with a significance level of 0.05. The results showed that most respondents held a Diploma in Nursing (64.3%), while 78.6% performed triage accurately. Bivariate analysis revealed a p-value of 0.375 (p > 0.05), indicating no statistically significant relationship between nurses' educational level and triage accuracy. These findings suggest that triage accuracy is not solely determined by formal educational attainment but may also be influenced by other factors, including work experience, triage training, and clinical competence. Continuous professional development through regular training and evaluation is recommended to maintain and improve triage performance in emergency departments.