Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Memahami Tugas Manusia Dari Segi Agama Islam Yana Yuhana; Alam Tarlam
KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jpai.v1i1.421

Abstract

Manusia adalah makhluk paling mulia di bumi. Manusia tidak hanya diberkahi dengan kecerdasan untuk berpikir, tetapi juga diberkahi dengan posisi kepemimpinan di Bumi, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh semua makhluk lain. Pergolakan dan perubahan zaman yang tak terelakkan harus dihadapi dengan memperkuat fondasi kehidupan, yaitu agama dan moralitas. Islam telah mengajarkan bahwa orang yang unggul adalah orang yang akhlaknya paling baik. Artikel ini membahas tentang keberadaan serta tugas seorang manusia di muka bumi ditinjau dari segi Agama Islam. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan. Dari hasil pembahasan dapat kita pahami bahwasanya manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, memiliki tiga fungsi utama diantaranya : (1) Manusia sebagai hamba, berarti manusia harus tunduk atas kehendaknya; (2) Manusia sebagai Khalifah. berarti, Ini termasuk pemenuhan kewajiban kekhalifahan terhadap diri, keluarga dan masyarakat serta terhadap alam. ; (3) Manusia sebagai penyampai risalah. Hal ini diemban oleh orang yang beriman kepada Allah SWT dan tentu saja yang didakwahkan adalah Islam sebagai agama yang diRidhoi oleh Allah SWT.
Potensi Manusia Dalam Perspektif Islam: Menggali Potensi Diri Untuk Kesempurnaan Spiritual Vivi Irfiani; Alam Tarlam
KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jpai.v1i2.430

Abstract

Allah SWT menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi, yang diberi status tinggi di antara makhluk lain dan dikaruniai potensi unik yang tidak dimiliki oleh makhluk yang lain. Potensi ini meliputi aspek fisik, intelektual, emosional dan spiritual. Penelitian ini bertujuan agar dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang potensi manusia dalam pandangan Islam dan bagaimana memanfaatkannya untuk mencapai kesempurnaan spiritual. Selain itu, juga diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi umat Islam dalam mengembangkan potensinya sesuai ajaran agama. Metode yang digunakan untuk mendeskripsikan materi ini menggunakan penelitian dengan metode kepustakaan, data diperoleh dari berbagai sumber referensi, baik buku maupun jurnal yang relevan. Penelitian ini menggali berbagai aspek potensi manusia dalam pandangan Islam. Bagaimana Islam memberikan bimbingan dalam mengembangkan potensi fisik melalui konsep kesehatan dan kebugaran, potensi intelektual melalui pendidikan dan pengetahuan, potensi emosional melalui pengembangan moral yang baik, dan potensi spiritual melalui hubungan yang kuat dengan Allah SWT, serta pentingnya memanfaatkan potensi manusia untuk kepentingan umat manusia dan masyarakat luas.
Analisis Penerapan Nilai-Nilai Qur'ani dalam Pembentukan Literasi Digital Remaja Muslim di Era Media Sosial Dede Sarim; Achmad Junaedi Sitika; Alam Tarlam; Cucu Khoeriyah
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 24 No. 1 (2025): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/mk.v24i1.6041

Abstract

The implementation of digital literacy based on Qur'anic values at SMPIT Buah Hati aims to shape students' Islamic character in using social media. This research was carried out to explore the impact of applying Qur'anic values in improving students' critical and ethical attitudes towards information circulating on social media. The research method used is a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews and documentation. The collected data was analyzed using qualitative descriptive analysis techniques to interpret changes in student attitudes and behavior. The research results show that the application of digital literacy based on Qur'anic values has a positive influence on students' attitudes in using social media. Students become more selective in choosing content, respect differences of opinion, and are responsible in disseminating information. They are also more critical of content that conflicts with Islamic teachings and are proactive in maintaining a healthy digital environment. Apart from that, the teacher's role as a facilitator and guide is very important in providing real examples and encouraging students to think critically and apply Qur'anic values in the virtual world. The implication of this research is the importance of integrating Qur'anic values in digital literacy programs in schools to form students' characters who are responsible, ethical and wise in using technology. This program can be used as a model for other Islamic schools in equipping students to face challenges in the digital world.
PERAN GURU PIAUD DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MEMBACA HURUF HIJAIYAH PADA ANAK USIA DINI Nurkaila Nurkaila; Epa Epa; Alam tarlam
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v4i1.8009

Abstract

Learning the hijaiyah letters in early childhood is a crucial stage in establishing the foundation for Quranic reading skills. Early Childhood Islamic Education (PIAUD) teachers play a strategic role because the educational process in this age group requires an approach that aligns with the child's developmental characteristics. This article aims to explain the role of PIAUD teachers in developing hijaiyah reading skills, including appropriate learning methods, media that can be used, and supporting and inhibiting factors encountered in the field. Theoretical studies and discussion indicate that the teacher's role includes planner, facilitator, guide, motivator, and evaluator. The use of play-based approaches, multisensory methods, a religious learning environment, and collaboration between schools and parents are key to the effectiveness of hijaiyah learning in PIAUD. This article is expected to serve as a reference for teachers, PIAUD students, and educational institutions in improving the quality of Islamic learning in early childhood.
Love Circle Habit Model Based on Quranic Values in Developing Honest and Courageous Character in Early Childhood Fatimah, Neneng Siti; Nuraisyah, Siti; Fauziah, Rifka; Efendi, Dinda Mulyaman; Tarlam, Alam
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 4 No. 4 (2025): Vol. 4 No. 4 2025
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v4i4.978

Abstract

This study analyzes the effectiveness of the Love Circle habituation model based on Qur’anic values in developing honesty and bravery among early childhood students at TK Annahla Sykamandijaya, Subang Regency. Using a descriptive qualitative method, data were collected through observation, interviews, and documentation for four consecutive weeks. Findings indicate a significant improvement: honesty increased from 40% to 78%, and bravery increased from 35% to 82%. Statistical analysis shows growth rates of 95% (honesty) and 134% (bravery). The effect size (Cohen's d) was 2.53 for honesty and 3.13 for bravery, indicating a very strong impact. These improvements align with Qur’anic values such as Surah At-Taubah 119 (honesty) and Al-Baqarah 177 (moral courage). Thus, Love Circle is proven effective as an Islamic Social Emotional Learning (ISEL) model for early childhood character development.
PEMANFAATAN MEDIA TIKTOK SEBAGAI SARANA PENGENALAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN PADA ANAK USIA DINI Aisyah Mahfudziyah; Asih Ulfiah; Aisah; Neneng Masrurh; Alam Tarlam
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.44180

Abstract

This study examines the utilization of TikTok as a medium for introducing Qur’anic verses to early childhood learners and analyzes its potential and challenges within the context of Islamic education. The research is motivated by the increasing exposure of young children to digital media, which presents both educational opportunities and pedagogical risks. This study employs a library research method with a descriptive-analytical approach. Data were collected from scholarly books, journal articles, and relevant academic publications on Qur’anic learning, digital media, and early childhood development. The findings indicate that TikTok has the potential to function as a supportive medium for introducing Qur’anic verses through its audio-visual features, short video duration, and repetition mechanisms that align with early childhood learning characteristics. However, its use requires strict content selection, parental and teacher supervision, and reinforcement of proper etiquette in Qur’anic learning to avoid distraction, superficial understanding, and the loss of the sacred value of the Qur’an. With appropriate management, TikTok can serve as an effective complementary medium for Qur’anic education in early childhood.
Hermeneutik dan Kritik Bible Alam Tarlam
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2022): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v1i2.16

Abstract

Bible merupakan salah satu kitab suci tertua di dunia digunakan oleh Yahudi dan Kristen. Bibel sebagai awal mula kajian hermeneutik untuk memahami sebuah teks. Tuntutan realitas pembacaan teks era sekarang meniscayakan pengayaan metodologis, terutama pada teks-teks sakral semisal kitab suci keagamaan. Dalam konteks ini, para pemikir Islam di bidang Tafsir al-Qur’an mencoba mengkaji hermeneutika. Suatu cabang ilmu menafsirkan teks yang tidak lagi memungkinkan dikonfirmasi kepada pencipta/penulisnya. Sebagaimana kebenaran relatif yang dikandung oleh ta’wil (alegoric) yang dikenal dalam tafsir al-Qur’an klasik, Hermeneutika juga menyuguhkan produk analisis yang mengandung kebenaran relatif. Itulah sebabnya, Hermeneutika membutuhkan “rukun” atau persyaratan agar produk analisisnya sedekat mungkin kepada maksud pencipta teks. Melalui analisis filsafat bahasa, makalah ini mencoba memberikan gambaran umum bagaimana hermeneutika bekerja sebagai suatu pendekatan dalam pengkajian Bible. Berdasarkan analisis tersebut ditemukan bahwa Hermeneutik dan Bibel adalah satu kesatuan bahasan yang sangat berhubungan, karena giron atau kajian hermeneutika yaitu mengkaji pemahaman teks temasuk Bible.
Studi Analisis Metodologi Tafsir Mafatih Al-Ghayb Karya Fakruddin Al-Razi Alam Tarlam
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2023): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v2i1.112

Abstract

The belief of Muslims that the Qur'an is a holy book that will be eternal for all time has turned out to be one of the reasons in itself why the interpretation and exploration of the meaning of the Qur'anic verses is the task of the people that never ends. Interpretation as an effort to understand and explain the meaning of the content of the Qur'an has undergone quite varied developments. Fakhrudin ar-Razi is one of the Muslim thinkers who participated in contributing his knowledge to the treasures of the world of interpretation. This article was written to find out and analyze the methodology contained in the interpretation of mafatih al Ghayib by Fakruddin al Razi. The writing method in this article uses a descriptive analytic method based on the literature. As for the results of this study, the bi al-Ra'yi interpretation method describes an interpreter of the Qur'an adhering to his ijtihad, not adhering to the asar taken from his companions. who want to interpret the Qur'an.