Articles
Potensi Riba dan Gharar dalam Arisan Online: Telaah Fiqih Muamalah Moderen
Habibah, Nur;
Fadhilatul Azizah;
Anggi Silviani;
Alam Tarlam
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 1 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study examines the potential elements of riba (usury) and gharar (uncertainty) in the practice of online rotating savings (arisan) from the perspective of contemporary Islamic jurisprudence (fiqh muamalah). With the advancement of digital technology, traditional social arisan has evolved into an online financial platform offering convenience and speed. However, this transformation also raises concerns about the presence of prohibited elements in Islamic law. This article analyzes the characteristics of online arisan, identifies the loopholes that may lead to riba, such as unclear administrative fees and auction-based disbursements, and explores aspects of gharar arising from lack of transparency, uncertain payout timing, and risk of default. Using a descriptive qualitative approach and content analysis of various popular online arisan models, the study aims to provide a comprehensive understanding of the Sharia implications. The findings are expected to serve as a reference for both practitioners and participants to ensure compliance with Islamic commercial principles, as well as to contribute to the development of a more Sharia-compliant arisan model.
KARAKTERISTIK DAN NILAI-NILAI MORAL DALAM QASHASHUL QUR’AN : PERSFEKTIF ETIKA ISLAM
Muhammad Lutfi Hakim;
Nita Fauziah;
M Abu Amar;
Alam Tarlam
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69698/jis.v3i1.567
Abstrak Kisah-kisah dalam Al-Qur'an menarik perhatian karena mengandung hubungan sebab-akibat yang logis dan memberikan pesan serta pelajaran sejarah yang mendalam. Al-Qur'an memuat berbagai kisah yang mencakup masa lalu dan masa depan, seperti kisah Ashabul Kahfi dan burung Hudhud dalam cerita Nabi Sulaiman, yang memberikan pelajaran melalui simbol-simbol. Kisah-kisah ini disajikan dengan tujuan memberikan pelajaran moral dan spiritual, memperkokoh keimanan, serta membimbing manusia menuju kebaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan untuk mengkaji kisah-kisah tersebut secara mendalam, guna mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif dan bermanfaat bagi kehidupan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Qashashul Qur'an, yang berarti cerita atau berita dalam bahasa Arab, merujuk pada kisah-kisah umat terdahulu, kenabian, dan peristiwa dalam Al-Qur'an. Kisah-kisah tersebut dibedakan berdasarkan waktu dan materi, dan disajikan tanpa urutan kronologis yang ketat, menunjukkan keindahan sastra Al-Qur'an sekaligus mempertahankan kebenaran historisnya. Dengan demikian, studi ini tidak hanya mengungkapkan karakteristik naratif Al-Qur'an tetapi juga mendalami nilai-nilai moral yang terkandung dalam kisah-kisah tersebut, menjadikan mereka sebagai sumber inspirasi etika Islam bagi umat manusia.
Memahami Tugas Manusia Dari Segi Agama Islam
Yana Yuhana;
Alam Tarlam
KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69698/jpai.v1i1.421
Manusia adalah makhluk paling mulia di bumi. Manusia tidak hanya diberkahi dengan kecerdasan untuk berpikir, tetapi juga diberkahi dengan posisi kepemimpinan di Bumi, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh semua makhluk lain. Pergolakan dan perubahan zaman yang tak terelakkan harus dihadapi dengan memperkuat fondasi kehidupan, yaitu agama dan moralitas. Islam telah mengajarkan bahwa orang yang unggul adalah orang yang akhlaknya paling baik. Artikel ini membahas tentang keberadaan serta tugas seorang manusia di muka bumi ditinjau dari segi Agama Islam. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan. Dari hasil pembahasan dapat kita pahami bahwasanya manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, memiliki tiga fungsi utama diantaranya : (1) Manusia sebagai hamba, berarti manusia harus tunduk atas kehendaknya; (2) Manusia sebagai Khalifah. berarti, Ini termasuk pemenuhan kewajiban kekhalifahan terhadap diri, keluarga dan masyarakat serta terhadap alam. ; (3) Manusia sebagai penyampai risalah. Hal ini diemban oleh orang yang beriman kepada Allah SWT dan tentu saja yang didakwahkan adalah Islam sebagai agama yang diRidhoi oleh Allah SWT.
Potensi Manusia Dalam Perspektif Islam: Menggali Potensi Diri Untuk Kesempurnaan Spiritual
Vivi Irfiani;
Alam Tarlam
KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69698/jpai.v1i2.430
Allah SWT menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi, yang diberi status tinggi di antara makhluk lain dan dikaruniai potensi unik yang tidak dimiliki oleh makhluk yang lain. Potensi ini meliputi aspek fisik, intelektual, emosional dan spiritual. Penelitian ini bertujuan agar dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang potensi manusia dalam pandangan Islam dan bagaimana memanfaatkannya untuk mencapai kesempurnaan spiritual. Selain itu, juga diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi umat Islam dalam mengembangkan potensinya sesuai ajaran agama. Metode yang digunakan untuk mendeskripsikan materi ini menggunakan penelitian dengan metode kepustakaan, data diperoleh dari berbagai sumber referensi, baik buku maupun jurnal yang relevan. Penelitian ini menggali berbagai aspek potensi manusia dalam pandangan Islam. Bagaimana Islam memberikan bimbingan dalam mengembangkan potensi fisik melalui konsep kesehatan dan kebugaran, potensi intelektual melalui pendidikan dan pengetahuan, potensi emosional melalui pengembangan moral yang baik, dan potensi spiritual melalui hubungan yang kuat dengan Allah SWT, serta pentingnya memanfaatkan potensi manusia untuk kepentingan umat manusia dan masyarakat luas.
Hermeneutik dan Kritik Bible
Tarlam, Alam
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2022): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69698/jis.v1i2.16
Bible merupakan salah satu kitab suci tertua di dunia digunakan oleh Yahudi dan Kristen. Bibel sebagai awal mula kajian hermeneutik untuk memahami sebuah teks. Tuntutan realitas pembacaan teks era sekarang meniscayakan pengayaan metodologis, terutama pada teks-teks sakral semisal kitab suci keagamaan. Dalam konteks ini, para pemikir Islam di bidang Tafsir al-Qur’an mencoba mengkaji hermeneutika. Suatu cabang ilmu menafsirkan teks yang tidak lagi memungkinkan dikonfirmasi kepada pencipta/penulisnya. Sebagaimana kebenaran relatif yang dikandung oleh ta’wil (alegoric) yang dikenal dalam tafsir al-Qur’an klasik, Hermeneutika juga menyuguhkan produk analisis yang mengandung kebenaran relatif. Itulah sebabnya, Hermeneutika membutuhkan “rukun” atau persyaratan agar produk analisisnya sedekat mungkin kepada maksud pencipta teks. Melalui analisis filsafat bahasa, makalah ini mencoba memberikan gambaran umum bagaimana hermeneutika bekerja sebagai suatu pendekatan dalam pengkajian Bible. Berdasarkan analisis tersebut ditemukan bahwa Hermeneutik dan Bibel adalah satu kesatuan bahasan yang sangat berhubungan, karena giron atau kajian hermeneutika yaitu mengkaji pemahaman teks temasuk Bible.
Studi Analisis Metodologi Tafsir Mafatih Al-Ghayb Karya Fakruddin Al-Razi
Alam Tarlam
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2023): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69698/jis.v2i1.112
The belief of Muslims that the Qur'an is a holy book that will be eternal for all time has turned out to be one of the reasons in itself why the interpretation and exploration of the meaning of the Qur'anic verses is the task of the people that never ends. Interpretation as an effort to understand and explain the meaning of the content of the Qur'an has undergone quite varied developments. Fakhrudin ar-Razi is one of the Muslim thinkers who participated in contributing his knowledge to the treasures of the world of interpretation. This article was written to find out and analyze the methodology contained in the interpretation of mafatih al Ghayib by Fakruddin al Razi. The writing method in this article uses a descriptive analytic method based on the literature. As for the results of this study, the bi al-Ra'yi interpretation method describes an interpreter of the Qur'an adhering to his ijtihad, not adhering to the asar taken from his companions. who want to interpret the Qur'an.
Analisis Penerapan Nilai-Nilai Qur'ani dalam Pembentukan Literasi Digital Remaja Muslim di Era Media Sosial
Dede Sarim;
Achmad Junaedi Sitika;
Alam Tarlam;
Cucu Khoeriyah
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 24 No. 1 (2025): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47467/mk.v24i1.6041
The implementation of digital literacy based on Qur'anic values at SMPIT Buah Hati aims to shape students' Islamic character in using social media. This research was carried out to explore the impact of applying Qur'anic values in improving students' critical and ethical attitudes towards information circulating on social media. The research method used is a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews and documentation. The collected data was analyzed using qualitative descriptive analysis techniques to interpret changes in student attitudes and behavior. The research results show that the application of digital literacy based on Qur'anic values has a positive influence on students' attitudes in using social media. Students become more selective in choosing content, respect differences of opinion, and are responsible in disseminating information. They are also more critical of content that conflicts with Islamic teachings and are proactive in maintaining a healthy digital environment. Apart from that, the teacher's role as a facilitator and guide is very important in providing real examples and encouraging students to think critically and apply Qur'anic values in the virtual world. The implication of this research is the importance of integrating Qur'anic values in digital literacy programs in schools to form students' characters who are responsible, ethical and wise in using technology. This program can be used as a model for other Islamic schools in equipping students to face challenges in the digital world.
MENUMBUHKAN CINTA AL-QUR’AN PADA ANAK USIA DINI MELALUI PENDEKATAN BERMAIN DAN BERCERITA
Laelatu Saadiah;
Novita Dwi Lestari;
Alam Tarlam
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jinu.v1i1.7733
Menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini merupakan langkah penting dalam membangun fondasi spiritual anak. Pada masa perkembangan awal, anak belajar melalui aktivitas bermain, pengalaman konkret, dan penyampaian cerita yang menarik. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep cinta Al-Qur’an pada anak usia dini serta menganalisis efektivitas pendekatan bermain dan bercerita dalam pembelajaran Al-Qur’an di lembaga PAUD. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis literatur terkait perkembangan anak, metode pendidikan Islam, serta model pembelajaran kreatif berbasis bermain. Hasil kajian menunjukkan bahwa perpaduan aktivitas bermain dan bercerita menjadikan proses pengenalan Al-Qur’an lebih menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Guru dan orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang religius, hangat, dan interaktif sehingga anak dapat tumbuh dengan kecintaan yang alami terhadap Al-Qur’an.
Pendekatan Neorosains dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur’an Untuk Anak Usia Dini
Deliana Fitriani;
Sri Latifah;
Alam Tarlam
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jinu.v3i1.8046
arly childhood is a foundational period for all aspects of development. Therefore, this stage is the most appropriate time to provide stimulation across various developmental domains, particularly cognitive development as well as religious and moral values. One form of such stimulation is through learning the Qur’an. In this process, children not only learn to write, recognize letters, and read, but also begin to understand the content of the Qur’an, which helps develop their cognitive abilities, religious and moral values, and socio-emotional skills.This study was conducted to determine the most appropriate Qur’anic learning methods for young children from a neuroscience perspective. This approach is based on the understanding that brain development is the central driver of overall human development. Therefore, the researchers recommend that Qur’anic learning practices be aligned with neuroscience principles, including recognizing the differences between the brain development of boys and girls. Additionally, it is important to consider each child’s learning style so that educators can select the most suitable teaching methods. By doing so, every child sains equal opportunities and can more easily achieve learning objectives.
PERAN GURU PIAUD DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MEMBACA HURUF HIJAIYAH PADA ANAK USIA DINI
Nurkaila Nurkaila;
Epa Epa;
Alam tarlam
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jiem.v4i1.8009
Learning the hijaiyah letters in early childhood is a crucial stage in establishing the foundation for Quranic reading skills. Early Childhood Islamic Education (PIAUD) teachers play a strategic role because the educational process in this age group requires an approach that aligns with the child's developmental characteristics. This article aims to explain the role of PIAUD teachers in developing hijaiyah reading skills, including appropriate learning methods, media that can be used, and supporting and inhibiting factors encountered in the field. Theoretical studies and discussion indicate that the teacher's role includes planner, facilitator, guide, motivator, and evaluator. The use of play-based approaches, multisensory methods, a religious learning environment, and collaboration between schools and parents are key to the effectiveness of hijaiyah learning in PIAUD. This article is expected to serve as a reference for teachers, PIAUD students, and educational institutions in improving the quality of Islamic learning in early childhood.