Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Potensi Riba dan Gharar dalam Arisan Online: Telaah Fiqih Muamalah Moderen Habibah, Nur; Fadhilatul Azizah; Anggi Silviani; Alam Tarlam
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 1 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the potential elements of riba (usury) and gharar (uncertainty) in the practice of online rotating savings (arisan) from the perspective of contemporary Islamic jurisprudence (fiqh muamalah). With the advancement of digital technology, traditional social arisan has evolved into an online financial platform offering convenience and speed. However, this transformation also raises concerns about the presence of prohibited elements in Islamic law. This article analyzes the characteristics of online arisan, identifies the loopholes that may lead to riba, such as unclear administrative fees and auction-based disbursements, and explores aspects of gharar arising from lack of transparency, uncertain payout timing, and risk of default. Using a descriptive qualitative approach and content analysis of various popular online arisan models, the study aims to provide a comprehensive understanding of the Sharia implications. The findings are expected to serve as a reference for both practitioners and participants to ensure compliance with Islamic commercial principles, as well as to contribute to the development of a more Sharia-compliant arisan model.
KARAKTERISTIK DAN NILAI-NILAI MORAL DALAM QASHASHUL QUR’AN : PERSFEKTIF ETIKA ISLAM Muhammad Lutfi Hakim; Nita Fauziah; M Abu Amar; Alam Tarlam
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v3i1.567

Abstract

Abstrak Kisah-kisah dalam Al-Qur'an menarik perhatian karena mengandung hubungan sebab-akibat yang logis dan memberikan pesan serta pelajaran sejarah yang mendalam. Al-Qur'an memuat berbagai kisah yang mencakup masa lalu dan masa depan, seperti kisah Ashabul Kahfi dan burung Hudhud dalam cerita Nabi Sulaiman, yang memberikan pelajaran melalui simbol-simbol. Kisah-kisah ini disajikan dengan tujuan memberikan pelajaran moral dan spiritual, memperkokoh keimanan, serta membimbing manusia menuju kebaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan untuk mengkaji kisah-kisah tersebut secara mendalam, guna mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif dan bermanfaat bagi kehidupan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Qashashul Qur'an, yang berarti cerita atau berita dalam bahasa Arab, merujuk pada kisah-kisah umat terdahulu, kenabian, dan peristiwa dalam Al-Qur'an. Kisah-kisah tersebut dibedakan berdasarkan waktu dan materi, dan disajikan tanpa urutan kronologis yang ketat, menunjukkan keindahan sastra Al-Qur'an sekaligus mempertahankan kebenaran historisnya. Dengan demikian, studi ini tidak hanya mengungkapkan karakteristik naratif Al-Qur'an tetapi juga mendalami nilai-nilai moral yang terkandung dalam kisah-kisah tersebut, menjadikan mereka sebagai sumber inspirasi etika Islam bagi umat manusia.
Memahami Tugas Manusia Dari Segi Agama Islam Yana Yuhana; Alam Tarlam
KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jpai.v1i1.421

Abstract

Manusia adalah makhluk paling mulia di bumi. Manusia tidak hanya diberkahi dengan kecerdasan untuk berpikir, tetapi juga diberkahi dengan posisi kepemimpinan di Bumi, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh semua makhluk lain. Pergolakan dan perubahan zaman yang tak terelakkan harus dihadapi dengan memperkuat fondasi kehidupan, yaitu agama dan moralitas. Islam telah mengajarkan bahwa orang yang unggul adalah orang yang akhlaknya paling baik. Artikel ini membahas tentang keberadaan serta tugas seorang manusia di muka bumi ditinjau dari segi Agama Islam. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan. Dari hasil pembahasan dapat kita pahami bahwasanya manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, memiliki tiga fungsi utama diantaranya : (1) Manusia sebagai hamba, berarti manusia harus tunduk atas kehendaknya; (2) Manusia sebagai Khalifah. berarti, Ini termasuk pemenuhan kewajiban kekhalifahan terhadap diri, keluarga dan masyarakat serta terhadap alam. ; (3) Manusia sebagai penyampai risalah. Hal ini diemban oleh orang yang beriman kepada Allah SWT dan tentu saja yang didakwahkan adalah Islam sebagai agama yang diRidhoi oleh Allah SWT.
Potensi Manusia Dalam Perspektif Islam: Menggali Potensi Diri Untuk Kesempurnaan Spiritual Vivi Irfiani; Alam Tarlam
KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jpai.v1i2.430

Abstract

Allah SWT menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi, yang diberi status tinggi di antara makhluk lain dan dikaruniai potensi unik yang tidak dimiliki oleh makhluk yang lain. Potensi ini meliputi aspek fisik, intelektual, emosional dan spiritual. Penelitian ini bertujuan agar dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang potensi manusia dalam pandangan Islam dan bagaimana memanfaatkannya untuk mencapai kesempurnaan spiritual. Selain itu, juga diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi umat Islam dalam mengembangkan potensinya sesuai ajaran agama. Metode yang digunakan untuk mendeskripsikan materi ini menggunakan penelitian dengan metode kepustakaan, data diperoleh dari berbagai sumber referensi, baik buku maupun jurnal yang relevan. Penelitian ini menggali berbagai aspek potensi manusia dalam pandangan Islam. Bagaimana Islam memberikan bimbingan dalam mengembangkan potensi fisik melalui konsep kesehatan dan kebugaran, potensi intelektual melalui pendidikan dan pengetahuan, potensi emosional melalui pengembangan moral yang baik, dan potensi spiritual melalui hubungan yang kuat dengan Allah SWT, serta pentingnya memanfaatkan potensi manusia untuk kepentingan umat manusia dan masyarakat luas.
Hermeneutik dan Kritik Bible Tarlam, Alam
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2022): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v1i2.16

Abstract

Bible merupakan salah satu kitab suci tertua di dunia digunakan oleh Yahudi dan Kristen. Bibel sebagai awal mula kajian hermeneutik untuk memahami sebuah teks. Tuntutan realitas pembacaan teks era sekarang meniscayakan pengayaan metodologis, terutama pada teks-teks sakral semisal kitab suci keagamaan. Dalam konteks ini, para pemikir Islam di bidang Tafsir al-Qur’an mencoba mengkaji hermeneutika. Suatu cabang ilmu menafsirkan teks yang tidak lagi memungkinkan dikonfirmasi kepada pencipta/penulisnya. Sebagaimana kebenaran relatif yang dikandung oleh ta’wil (alegoric) yang dikenal dalam tafsir al-Qur’an klasik, Hermeneutika juga menyuguhkan produk analisis yang mengandung kebenaran relatif. Itulah sebabnya, Hermeneutika membutuhkan “rukun” atau persyaratan agar produk analisisnya sedekat mungkin kepada maksud pencipta teks. Melalui analisis filsafat bahasa, makalah ini mencoba memberikan gambaran umum bagaimana hermeneutika bekerja sebagai suatu pendekatan dalam pengkajian Bible. Berdasarkan analisis tersebut ditemukan bahwa Hermeneutik dan Bibel adalah satu kesatuan bahasan yang sangat berhubungan, karena giron atau kajian hermeneutika yaitu mengkaji pemahaman teks temasuk Bible.
Studi Analisis Metodologi Tafsir Mafatih Al-Ghayb Karya Fakruddin Al-Razi Alam Tarlam
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2023): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v2i1.112

Abstract

The belief of Muslims that the Qur'an is a holy book that will be eternal for all time has turned out to be one of the reasons in itself why the interpretation and exploration of the meaning of the Qur'anic verses is the task of the people that never ends. Interpretation as an effort to understand and explain the meaning of the content of the Qur'an has undergone quite varied developments. Fakhrudin ar-Razi is one of the Muslim thinkers who participated in contributing his knowledge to the treasures of the world of interpretation. This article was written to find out and analyze the methodology contained in the interpretation of mafatih al Ghayib by Fakruddin al Razi. The writing method in this article uses a descriptive analytic method based on the literature. As for the results of this study, the bi al-Ra'yi interpretation method describes an interpreter of the Qur'an adhering to his ijtihad, not adhering to the asar taken from his companions. who want to interpret the Qur'an.
Analisis Penerapan Nilai-Nilai Qur'ani dalam Pembentukan Literasi Digital Remaja Muslim di Era Media Sosial Dede Sarim; Achmad Junaedi Sitika; Alam Tarlam; Cucu Khoeriyah
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 24 No. 1 (2025): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/mk.v24i1.6041

Abstract

The implementation of digital literacy based on Qur'anic values at SMPIT Buah Hati aims to shape students' Islamic character in using social media. This research was carried out to explore the impact of applying Qur'anic values in improving students' critical and ethical attitudes towards information circulating on social media. The research method used is a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews and documentation. The collected data was analyzed using qualitative descriptive analysis techniques to interpret changes in student attitudes and behavior. The research results show that the application of digital literacy based on Qur'anic values has a positive influence on students' attitudes in using social media. Students become more selective in choosing content, respect differences of opinion, and are responsible in disseminating information. They are also more critical of content that conflicts with Islamic teachings and are proactive in maintaining a healthy digital environment. Apart from that, the teacher's role as a facilitator and guide is very important in providing real examples and encouraging students to think critically and apply Qur'anic values in the virtual world. The implication of this research is the importance of integrating Qur'anic values in digital literacy programs in schools to form students' characters who are responsible, ethical and wise in using technology. This program can be used as a model for other Islamic schools in equipping students to face challenges in the digital world.
Budaya Unik “Munggahan” Menjelang Bulan Ramadhan Di Kabupaten Subang Jawa Barat : Studi Antropologi Al-Qur’an Tarlam, Alam; Amaliya, N. Fitri; Ernawati, Ernawati
Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STIT Al Urwatul Wutsqo - Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/urwatulwutsqo.v13i2.1561

Abstract

This research examines the development of the Munggahan tradition in the Subang region of West Java. Munggahan is a tradition of welcoming the month of Ramadan that reflects the values of gratitude and gotong royong in Sundanese society. The research method used is a descriptive qualitative approach, involving field observations, literature studies, and interviews. The results showed that the Munggahan tradition includes several processions such as grave pilgrimage, padusan (holy bathing), eating together, and sidekah (tahlilan). The spiritual and social meanings contained in this tradition include expressions of gratitude to Allah SWT, respect for ancestors, and strengthening social ties within the community. However, research has also revealed a decline in interest in this tradition, especially among the younger generation, due to the influence of Westernization and technological developments. Nevertheless, the values contained in the Munggahan tradition are still considered relevant in the context of modern life, especially in strengthening social solidarity and the cultural identity of Sundanese society. This study concludes that despite the challenges of modernization, the Munggahan tradition still has cultural and spiritual significance for the people of Subang, West Java.