Kahpi, Mhd. Latip
UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Program Muhadharah dan Kemampuan Public Speaking Mahasantri (Studi Pada Ma’had Al-Jami’ah UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan) Gina Soya Pane; Mohd Rafiq; Mhd Latip Kahpi; Magdalena Magdalena; Nurfitriani M Siregar
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol 1, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i2.7369

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pelaksanaan muhadharah dalam peningkatan kemampuan public speaking mahasantri Mahad al-Jamiah Universitas Islam Negeri Syekh ali hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Program Muhadharah yang dilaksanakan oleh Mahad al-Jamiah ini bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi di depan khalayak umum. Penelitian ini menggunakan metode peneliian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang relevan, observasi non-partisipan dengan mengamati kegiatan mahad al-jamiah, kegiatan muhadaharah dean berbagai kegiatan lainnya, dan juga sumber dokumentasi berupa profil Mahad al-Jamiah, dan dokumen yang terkait dengan penelitian. Data dianalisis dengan mengunakan teknik analisis data kualitatif. Adapun hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kegiatan muhadharah yang dilaksanakan oleh Mahad al-Jamiah dipersiapkan dengan beberapa strategi diantaranya pemberian jadwal, ruang, motivasi dan kreatifitas ketika tampil. Dan faktor penghambat kegiatan muhadharah ini adalah kendala sarana dan prasarana, keterbatasan waktu, dan kemampuan bahasa asing yang masih rendah. Pelaksanaan kegiatan muhadharah ini perlu ditingkatkan sehingga bermanfaat untuk peningkatan kapasitas mahasantri, dan bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya ketika menyelasaikan perkuliahnnya di UIN Padangsidimpuan This article aims to explain the implementation of muhadharah in improving the ability of public speaking mahasantri Mahad al-Jamiah State Islamic University Sheikh ali hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. The Muhadharah program implemented by Mahad al-Jamiah aims to train students' ability to communicate in front of the public. This research uses descriptive qualitative research method. Data were collected through in-depth interviews with relevant informants, non-participant observation by observing mahad al-jamiah activities, muhadaharah activities and various other activities, and also documentation sources in the form of Mahad al-Jamiah profiles, and documents related to the research. The data were analyzed using qualitative data analysis techniques. The results of this study explain that the muhadharah activities carried out by Mahad al-Jamiah are prepared with several strategies including providing schedules, space, motivation and creativity when performing. And the inhibiting factors of this muhadharah activity are constraints on facilities and infrastructure, time constraints, and low foreign language skills. The implementation of this muhadharah activity needs to be improved so that it is useful for increasing the capacity of mahasantri, and competing with other college graduates when completing their studies at UIN Padangsidimpuan. 
Retorika Dakwah Ustadz Abdul Somad Azhar, Rae; Kahpi, Mhd. Latip
Jurnal Pendidikan dan Dakwah Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retorika dakwah Ustadz Abdul Somad (UAS) menjadi salah satu fenomena yang menarik perhatian masyarakat Indonesia karena keefektifannya dalam menyampaikan pesan-pesan agama. Melalui pendekatan komunikasi yang komunikatif dan interaktif, UAS berhasil menjangkau berbagai kalangan jamaah dengan cara yang relevan dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen-elemen utama dalam retorika dakwah UAS, meliputi penggunaan bahasa yang komunikatif, humor, variasi intonasi suara, komunikasi nonverbal, serta interaksi dengan jamaah. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa UAS menggabungkan penggunaan bahasa formal dan informal, serta bahasa daerah untuk membangun kedekatan emosional dengan jamaah. Dalam ceramahnya, beliau sering menyelipkan humor untuk mencairkan suasana dan menyampaikan kritik sosial secara halus. Selain itu, UAS memanfaatkan variasi nada suara, gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata untuk menekankan pesan dan menggugah emosi jamaah. Interaksi langsung dengan jamaah, seperti sesi tanya jawab dan komentar spontan, juga menjadi bagian dari retorika dakwahnya yang menciptakan suasana inklusif dan mempererat hubungan antara pendakwah dan jamaah. Dengan demikian, retorika dakwah UAS tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga solutif dan mampu menciptakan dampak yang mendalam bagi audiensnya.
Literasi Dakwah Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syahada Padangsidimpuan Melalui Media Sosial kahpi, Mhd. Latip; Nasution, Ahmad Riski Sulaiman
Hikmah Vol 19, No 1 (2025): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v19i1.16731

Abstract

AbstractThis study aims to examine the increase in da'wah literacy of students at the Faculty of Da'wah and Communication Sciences (FDIK) UIN Syahada Padangsidimpuan in utilizing social media as a means of spreading Islamic messages in the digital era. The background of this study is based on the phenomenon of increasing da'wah activities on digital platforms such as Instagram, TikTok, and YouTube, which are carried out by students independently but have not been scientifically documented. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, observation of digital activities, and documentation of students' da'wah content. The results of the study show that students have experienced positive developments in terms of da'wah literacy, both in terms of understanding moderate and contextual da'wah messages, technical skills in content production, and digital communication strategies. Although still facing obstacles such as limited access to training and institutional support, students show high initiative in learning independently and building a digital da'wah community. This study concludes that social media is not only a tool for spreading da'wah, but also a collaborative learning space that encourages students to develop da'wah that is more relevant, creative, and adaptive to the needs of the digital community. Recommendations were given to the faculty to strengthen curriculum support, digital preaching training, and the development of media laboratories as a form of response to the dynamics of preaching inKeywords: Da'wah Literacy, Social Media, Digital Communication Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan literasi dakwah mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Syahada Padangsidimpuan dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran pesan keislaman di era digital. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya aktivitas dakwah di platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, yang dilakukan oleh mahasiswa secara mandiri namun belum terdokumentasi secara ilmiah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi aktivitas digital, dan dokumentasi konten dakwah mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami perkembangan positif dalam hal literasi dakwah, baik dari sisi pemahaman terhadap pesan dakwah yang moderat dan kontekstual, kemampuan teknis dalam produksi konten, maupun strategi komunikasi digital. Meskipun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan akses pelatihan dan dukungan institusional, mahasiswa menunjukkan inisiatif tinggi dalam belajar secara mandiri dan membangun komunitas dakwah digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi alat penyebaran dakwah, tetapi juga ruang belajar kolaboratif yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan dakwah yang lebih relevan, kreatif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat digital. Rekomendasi diberikan kepada pihak fakultas untuk memperkuat dukungan kurikulum, pelatihan dakwah digital, dan pengembangan laboratorium media sebagai bentuk respons terhadap dinamika dakwah di era 4.0.
ANALISIS PARTISIPASI POLITIK PEREMPUAN DI INDONESIA: FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDORONG Kahpi, Mhd. Latip; Harahap, Asriana
Jurnal Kajian Gender dan Anak Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/gender.v8i1.11067

Abstract

 This research is entitled "Analysis of Women's Political Participation in Indonesia: Inhibiting and Encouraging Factors" and aims to understand the dynamics of women's political participation in the Indonesian context. Using a qualitative approach, this research explores the factors that hinder and encourage women's involvement in politics. Data collection methods include in-depth interviews with women active in politics, leaders of civil society organizations, academics and political observers, as well as analysis of documents and related literature. The research results identified several main inhibiting factors, including the patriarchal culture that is still dominant, lack of political education, structural obstacles within political parties, the double burden experienced by women, and political violence and intimidation. Patriarchal culture places women in traditional roles that limit their participation in the public sphere, while inadequate political education hinders their understanding and involvement in the political process. Structural barriers within political parties also prevent women from achieving leadership positions, and the double burden of being a housewife and a worker makes it difficult for women to participate fully in politics. Apart from that, violence and intimidation against women involved in politics adds to the challenges that must be faced. On the other hand, this research also found several significant driving factors. Affirmative policies, such as gender quotas in political parties and parliament, provide greater opportunities for women to become involved in politics. Increasing political education and gender awareness in society helps build a stronger foundation for women's political participation. Support from non-governmental organizations focused on women's empowerment also plays an important role in strengthening women's capacity and motivation in politics. More inclusive social and cultural change, as well as networks of support and mentorship, are helping women to overcome barriers and participate more actively in politics. This research concludes that although there are many challenges that hinder women's political participation in Indonesia, there are also many motivating factors that can be utilized to increase women's involvement in politics. By continuing to strengthen support for women's political participation and overcome existing barriers, Indonesia can achieve greater gender equality in politics and create a more inclusive and just political environment for all citizens. Penelitian ini berjudul "Analisis Partisipasi Politik Perempuan di Indonesia: Faktor Penghambat dan Pendorong" dan bertujuan untuk memahami dinamika partisipasi politik perempuan dalam konteks Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang menghambat dan mendorong keterlibatan perempuan dalam politik. Metode pengumpulan data mencakup wawancara mendalam dengan perempuan yang aktif dalam politik, pemimpin organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan pengamat politik, serta analisis dokumen dan literatur terkait. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa faktor penghambat utama, termasuk budaya patriarki yang masih dominan, kurangnya pendidikan politik, hambatan struktural dalam partai politik, beban ganda yang dialami perempuan, serta kekerasan dan intimidasi politik. Budaya patriarki menempatkan perempuan dalam peran tradisional yang membatasi partisipasi mereka di ranah publik, sementara pendidikan politik yang kurang memadai menghalangi pemahaman dan keterlibatan mereka dalam proses politik. Hambatan struktural dalam partai politik juga menghambat perempuan untuk mencapai posisi kepemimpinan, dan beban ganda sebagai ibu rumah tangga dan pekerja membuat perempuan sulit untuk berpartisipasi secara penuh dalam politik. Selain itu, kekerasan dan intimidasi terhadap perempuan yang terlibat dalam politik menambah tantangan yang harus dihadapi.n Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan beberapa faktor pendorong yang signifikan. Kebijakan afirmatif, seperti kuota gender dalam partai politik dan parlemen, memberikan peluang lebih besar bagi perempuan untuk terlibat dalam politik. Peningkatan pendidikan politik dan kesadaran gender di masyarakat membantu membangun fondasi yang lebih kuat untuk partisipasi politik perempuan. Dukungan dari organisasi non-pemerintah yang berfokus pada pemberdayaan perempuan juga memainkan peran penting dalam memperkuat kapasitas dan motivasi perempuan dalam politik. Perubahan sosial dan budaya yang lebih inklusif, serta jaringan dukungan dan mentorship, membantu perempuan untuk mengatasi hambatan dan berpartisipasi lebih aktif dalam politik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun ada banyak tantangan yang menghambat partisipasi politik perempuan di Indonesia, ada juga banyak faktor pendorong yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dalam politik. Dengan terus memperkuat dukungan bagi partisipasi politik perempuan dan mengatasi hambatan yang ada, Indonesia dapat mencapai kesetaraan gender yang lebih besar dalam politik dan menciptakan lingkungan politik yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi semua warga negara.  
Dinamika Komunikasi Politik Islam: Narasi, Dan Dampak Dalam Konteks Politik Kontemporer Kahpi, Mhd. Latip; Siregar, Ali Syahbana; Romadhon, Sahru
Hikmah Vol 18, No 1 (2024): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v18i1.11003

Abstract

AbstractThis research aims to explore the dynamics of Islamic political communication, including the narratives used and their impact in the contemporary political context. Through qualitative analysis of various literary sources, mass media, and interviews with political figures and academics, this research identifies how Islamic political narratives develop and adapt in responding to challenges and opportunities in the modern era. The research results show that Islamic political communication has its own characteristics which are characterized by the use of religious symbols, moral messages and strong rhetoric to build political support and legitimacy. In addition, the impact of Islamic political communication is very diverse, ranging from increased political participation among Muslims to deeper social polarization. This research also reveals that although Islamic political communication makes a positive contribution in strengthening the identity and political awareness of the people, it also has the potential to trigger conflict if not managed wisely. In conclusion, the dynamics of Islamic political communication are very complex and play an important role in contemporary politics, demanding deeper attention in understanding their social and political implications in various contexts.Keywords: Dynamics Communication, Political Islam, Contemporary PoliticsAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika komunikasi politik Islam, termasuk narasi yang digunakan dan dampaknya dalam konteks politik kontemporer. Melalui analisis kualitatif terhadap berbagai sumber literatur, media massa, serta wawancara dengan tokoh politik dan akademisi, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana narasi politik Islam berkembang dan beradaptasi dalam menjawab tantangan dan peluang di era modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi politik Islam memiliki ciri khas tersendiri yang ditandai oleh penggunaan simbol-simbol religius, pesan moral, dan retorika yang kuat untuk membangun dukungan politik dan legitimasi. Selain itu, dampak dari komunikasi politik Islam sangat beragam, mulai dari peningkatan partisipasi politik di kalangan umat Muslim hingga polarisasi sosial yang lebih dalam. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa meskipun komunikasi politik Islam berkontribusi positif dalam memperkuat identitas dan kesadaran politik umat, ia juga berpotensi memicu konflik jika tidak dikelola dengan bijaksana. Kesimpulannya, dinamika komunikasi politik Islam sangat kompleks dan memainkan peran penting dalam politik kontemporer, menuntut perhatian lebih dalam dalam memahami implikasi sosial dan politiknya di berbagai konteks.Kata Kunci: Dinamika Komunikasi, Politik Islam, Politik Kontemporer
Etika Komunikasi Dalam Pembangunan dan Pengelolaan Lingkungan di Sumatera Utara Alfarizi, Mulki; Harahap , Mulki Alfarizi; Kahpi, Mhd. Latip
Jurnal Pendidikan dan Dakwah Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development in North Sumatra has shown significant growth; however, it has also generated various environmental problems due to weak ethical communication practices. Limited information transparency, low public participation, and biased media narratives have often exacerbated the social and ecological impacts of development. This article aims to analyze the role of communication ethics in development and environmental management in North Sumatra as a prerequisite for achieving sustainable and equitable development. This study employs a qualitative approach using a descriptive analytical method. Data were collected through literature review, analysis of policy documents and environmental reports, and examination of media coverage related to development and environmental issues in North Sumatra. The data were analyzed using qualitative content analysis, focusing on the principles of transparency, public participation, media roles, and ecological justice. The findings indicate that weak information transparency and limited community participation are major factors contributing to conflicts and ecological injustice in development processes. The media play a strategic role as social watchdogs but have not consistently applied ethical communication principles. The discussion confirms that transparent, participatory, and just communication ethics are essential to promoting sustainable development and environmental protection in North Sumatra. Pembangunan di Sumatera Utara menunjukkan peningkatan signifikan, namun pada saat yang sama memunculkan berbagai persoalan lingkungan akibat lemahnya praktik komunikasi yang etis. Kurangnya transparansi informasi, minimnya partisipasi publik, serta bias narasi media sering kali memperburuk dampak sosial dan ekologis dari pembangunan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran etika komunikasi dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan di Sumatera Utara sebagai prasyarat terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, telaah dokumen kebijakan dan laporan lingkungan, serta analisis pemberitaan media yang berkaitan dengan pembangunan dan isu lingkungan di Sumatera Utara. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi kualitatif dengan menekankan prinsip transparansi, partisipasi publik, peran media, dan keadilan ekologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa lemahnya transparansi informasi dan partisipasi masyarakat menjadi faktor utama munculnya konflik dan ketidakadilan ekologis dalam pembangunan. Media memiliki peran strategis sebagai pengawas sosial, namun belum sepenuhnya menjalankan fungsi etisnya secara optimal. Pembahasan menegaskan bahwa penerapan etika komunikasi yang transparan, partisipatif, dan berkeadilan merupakan kunci untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan perlindungan lingkungan di Sumatera Utara.
Rhetoric Strategy in Speech Practice for Da'wah Management Students Semester 5 UIN Sheikh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan Sultoni Matondang, Ahmad; Dianto, Icol; Kahpi, Mhd. Latip
Islamic Journal of Communication and Public Discourse Vol. 3 No. 1 (2026): Islamic Journal of Communication and Public Discourse
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/t4xz4s50

Abstract

Backround: This study analyzes rhetorical strategies in the speech practices of fifth-semester students of Da'wah Management at UIN Sheikh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.Objective: The background of the study stems from the importance of rhetorical competence as a core skill of professional da'wah communicators in facing the increasingly complex and heterogeneous dynamics of contemporary public communication. The purpose of the study is to identify the implementation of students' rhetorical strategies and their implications for the formation of professional da'wah competence.Method: The study used a qualitative descriptive-interpretive approach with 28 fifth-semester Da'wah Management students as subjects, through participatory observation techniques, in-depth interviews, and documentation of speech practices. Data analysis was conducted thematically following open, axial, and selective coding procedures based on Aristotle's classical rhetorical framework (ethos, pathos, logos) and a contemporary da'wah rhetorical approach.Findings and Implications: The results show that students have implemented the elements of ethos, pathos, and logos with varying levels of mastery, supported by linguistic and nonverbal strategies and message contextualization for academic and social audiences.Conclusion: The implications of the research show that rhetorical strategies contribute significantly to the formation of communication competence, professional self-confidence, ethical awareness, managerial abilities in preaching, and soft skills of students as prospective professional, ethical, and adaptive preaching communicators.