Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Inovasi Sistem Informasi Manajemen Pendidikan SATUPINTU Dalam Meningkatkan Mutu Layanan di SD Muhammadiyah Terpadu Ponorogo Nelinda Anastin Nurfadilah Anastin; Aris Nurbawani
Edumanagerial Vol. 5 No. 1 (2026): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v5i1.5931

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan tingginya penetrasi internet di Indonesia mendorong lembaga pendidikan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sistem informasi manajemen dalam mendukung layanan akademik dan administrasi. Meskipun demikian, implementasi sistem informasi manajemen pendidikan pada sebagian lembaga pendidikan masih belum berjalan secara optimal sehingga mempengaruhi efektivitas pelayanan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, implementasi, dan evaluasi inovasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pendidikan SATUPINTU di SD Muhammadiyah Terpadu Ponorogo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, tim operator, guru, serta pengguna aplikasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan inovasi SIM SATUPINTU dilaksanakan pada awal tahun ajaran melalui analisis kebutuhan, perancangan aplikasi, pengorganisasian tim, dan penyusunan pendanaan. Implementasi sistem dilakukan melalui tahap pengembangan aplikasi dan sosialisasi kepada pengguna. Sistem SATUPINTU dimanfaatkan oleh guru, siswa, dan wali murid untuk mengakses layanan sekolah, seperti absensi, rapor digital, transaksi keuangan, tabungan siswa, jurnal guru, pembayaran tagihan, dan informasi kegiatan sekolah. Evaluasi sistem dilakukan secara insidental, bulanan, dan semesteran dengan melibatkan pimpinan sekolah, tim operator, serta pengguna aplikasi. Hasil evaluasi ditindaklanjuti melalui perbaikan teknis, pengembangan fitur, dan peningkatan kualitas layanan sesuai kebutuhan sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi SIM Pendidikan SATUPINTU mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi dan layanan pendidikan secara lebih terintegrasi, transparan, dan efisien.
Pengembangan Sistem Informasi Pengukuran Kualitas Layanan Akademik Berbasis Web Aris Nurbawani
Jurnal SITECH : Sistem Informasi dan Teknologi Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL SITECH VOLUME 9 NO 1 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Measuring academic service quality is a crucial component of higher education quality assurance systems. The Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo has used Google Forms for surveys; however, this approach presents limitations in reporting, data processing customization, and real-time information delivery for institutional leaders. This study aims to develop and analyze the quality of a Web-Based Academic Service Quality Measurement Information System (SIPKLA-Web) as a more effective, efficient, and integrated solution. This research adopts a Research and Development (R&D) approach using the waterfall model, consisting of requirements analysis, design, implementation, and testing. The system was evaluated based on functional suitability, compatibility, and usability. The results show that SIPKLA-Web performs all intended functions, is compatible across various operating systems and browsers, and provides a stable and user-friendly experience. It also generates real-time questionnaire reports in both web and Excel formats, supporting faster academic decision-making. Usability analysis indicates scores of 88.49% (Usefulness), 89.29% (Ease of Use), 90.08% (Ease of Learning), 89.68% (Satisfaction), and an overall usability score of 89.38%.
Manajemen Program Entrepreneurship Dalam Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Siswa di SMPN 2 Jetis Ponorogo Siti Munawaroh; Aris Nurbawani
Edumanagerial Vol. 3 No. 01 (2024): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v3i01.3788

Abstract

Pengangguran terdidik di Indonesia terbilang cukup banyak. Meningkatnya jumlah pengangguran ini mengakibatkan melambatnya pertumbuhan ekonomi negara kita. Salah satu penyebabnya adalah jumlah wirausahawan atau pengusaha yang masih sangat rendah di Indonesia. Melihat realita tersebut, lembaga pendidikan perlu menyiapkan lulusan yang kreatif, solutif dan inovatif sehingga tidak tergantung pada lapangan pekerjaan yang ada. Penyelenggaraan program peningkatkan keterampilan wirausaha siswa menjadi salah satu cara yang dapat ditempuh oleh institusi pendidikan dalam mengembangkan jiwa entrepreneurship siswa. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kegiatan perencanaan program entrepreneurship yang dilakukan yaitu dengan melakukan penguatan visi misi sekolah, analisis faktor internal dan eksternal, menentukan program dan tujuan, membentuk tim, serta melakukan rapat program dan anggaran. (2) Kegiatan implementasi program entrepreneurship yang dilakukan di SMPN 2 Jetis Ponorogo yaitu mengadakan pelatihan, pengadaan fasilitas, praktik pembuatan batik Shibori, Sarimpon dan hidroponik. Adapun sikap kewirausahaan yang ditanamkan dalam program entrepreneurship ini yaitu sikap percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil resiko, keorisinilan, dan berorientasi pada masa depan. (3) Evaluasi program entrepreneurship di SMPN 2 Jetis Ponorogo dilakukan dengan beberapa tahap diantaranya yaitu pengawasan, rapat evaluasi, melakukan perbaikan perbaikan atas apa yang telah di evaluasi sebelumnya dan yang terakhir adalah melakukan inovasi produk.
Media Framing in The 2024 Presidential Election Contestation and Its Relevance to Critical, Tolerant, and Moderate Learning in Islamic Higher Education Lukman Hakim; Aris Nurbawani
MUSLIM HERITAGE Vol 10 No 1 (2025): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v10i1.10864

Abstract

Media framing is a form of news framing. In Indonesia, there are many mass media, each of which has a different background. Media framing related to the 2024 presidential election contestation can be influenced by the background of the media. Learning related to media framing is important to teach critical, trustworthy, and moderate attitudes. The purpose of this research. First, to analyse media framing related to the 2024 presidential election. Second, to analyse media framing and its relevance to critical, trustworthy, and moderate education in Islamic universities. This research uses a qualitative descriptive approach. The results of this study are that the media have different tendencies in reporting the 2024 Presidential Election Contest and framing analysis can provide learning to students about Islamic values such as objective critical, trustworthy, and standing in the middle in the truth at Islamic Universities. This research is expected to illustrate the importance of upholding Islamic values in facing the challenges of digital disruption with all the issues in it. Abstrak Framing media merupakan bentuk pembingkaian berita. Di Indonesia terdapat banyak media massa yang masing masing memilkii latar belakang berbeda. Framing media terkait kontestasi Pilpres 2024 dapat dipengaruhi oleh latar belakang media tersebut. Pembelajaran terkait framing media penting dilakukan untuk mengajarkan sikap kritis, amanah, dan moderat. Tujuan penelitian ini. Pertama, menganalisis framing media terkait Pilpres 2024. Kedua,  menganalisis framing media dan relevansinya dengan pendidikan kritis, amanah, dan moderat di perguruan tinggi keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu media memilik kecenderungan yang berbeda dalam memberitakan Kontestasi Pilpres 2024 dan analisis framing dapat memberikan pembelajaran kepada mahasiswa tentang nilai nilai keislaman seperti kritis objektif, amanah, dan berdiri di tengah dalam kebenaran di Perguruan Tinggi Keislaman. Penelitian ini diharapkan memberi gambaran pentingnya menjunjung tinggi nilai keislaman dalam menghadapi tantangan disrupsi digital dengan semua dinamikanya. Keywords: Framing; Media; Presidential Election; Critical Discourse; College
Media Framing in The 2024 Presidential Election Contestation and Its Relevance to Critical, Tolerant, and Moderate Learning in Islamic Higher Education Lukman Hakim; Aris Nurbawani
MUSLIM HERITAGE Vol 10 No 1 (2025): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v10i1.10864

Abstract

Media framing is a form of news framing. In Indonesia, there are many mass media, each of which has a different background. Media framing related to the 2024 presidential election contestation can be influenced by the background of the media. Learning related to media framing is important to teach critical, trustworthy, and moderate attitudes. The purpose of this research. First, to analyse media framing related to the 2024 presidential election. Second, to analyse media framing and its relevance to critical, trustworthy, and moderate education in Islamic universities. This research uses a qualitative descriptive approach. The results of this study are that the media have different tendencies in reporting the 2024 Presidential Election Contest and framing analysis can provide learning to students about Islamic values such as objective critical, trustworthy, and standing in the middle in the truth at Islamic Universities. This research is expected to illustrate the importance of upholding Islamic values in facing the challenges of digital disruption with all the issues in it. Abstrak Framing media merupakan bentuk pembingkaian berita. Di Indonesia terdapat banyak media massa yang masing masing memilkii latar belakang berbeda. Framing media terkait kontestasi Pilpres 2024 dapat dipengaruhi oleh latar belakang media tersebut. Pembelajaran terkait framing media penting dilakukan untuk mengajarkan sikap kritis, amanah, dan moderat. Tujuan penelitian ini. Pertama, menganalisis framing media terkait Pilpres 2024. Kedua,  menganalisis framing media dan relevansinya dengan pendidikan kritis, amanah, dan moderat di perguruan tinggi keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu media memilik kecenderungan yang berbeda dalam memberitakan Kontestasi Pilpres 2024 dan analisis framing dapat memberikan pembelajaran kepada mahasiswa tentang nilai nilai keislaman seperti kritis objektif, amanah, dan berdiri di tengah dalam kebenaran di Perguruan Tinggi Keislaman. Penelitian ini diharapkan memberi gambaran pentingnya menjunjung tinggi nilai keislaman dalam menghadapi tantangan disrupsi digital dengan semua dinamikanya. Keywords: Framing; Media; Presidential Election; Critical Discourse; College
Unpacking the Role of School Principals in Fostering Religious School Culture: Evidence from Vocational High Schools in Ponorogo, Indonesia Artiani; Aris Nurbawani
Progressive Journal of Educational Science Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Dinamika Ilmu Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65729/progressive.v2i2.392

Abstract

Vocational education is expected to produce graduates who are not only professionally competent but also demonstrate religious values in their daily behavior. This study examines how the principal of SMK Negeri 1 Ponorogo, Indonesia, interprets and enacts leadership in developing a religious school culture and transforming ‘stated values’ into ‘lived values.’ Using a qualitative single-case study design, data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis involving the principal, vice principals, teachers, students, parents, and alumni. Data were analyzed thematically, and credibility was strengthened through source and method triangulation. The findings identify five interconnected leadership roles: value interpreter, cultural architect, moral and religious exemplar, institutionalizing agent, and community mobilizer. Value transformation occurs through interpretation, role modeling, institutionalization, role distribution, habituation, student participation, evaluation, leadership succession, and continuity between school and family. The study shows that religious culture operates as a socio-organizational process that shifts student behavior from supervision-based compliance toward value internalization while reproducing shared values across actors and generations. Its sustainability depends on institutionalization, collective ownership, and the integration of religious values with the moral and professional dispositions required in vocational education.