Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Action Research Literate (ARL)

Pertimbangan Hukum Hakim Terhadap Hak Asuh Anak di Bawah Umur (Studi Kasus Putusan Hakim Nomor 1067/PDT.G/2023/PA. PWR) Wafa, Haura Izzatul; Widiyanto, Hari; Abqori, Najih
Action Research Literate Vol. 8 No. 12 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i12.2555

Abstract

Penelitian ini membahas tentang “Pertimbangan Hukum Hakim Terhadap Hak Asuh Anak Di Bawah Umur (Studi Kasus Putusan Hakim Nomor 1067/Pdt.G/2023/PA. Pwr).” Dampak dari putusnya perkawinan adalah adanya permasalahan hak pemeliharaan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara hak pemeliharaan anak akibat perceraian serta bagaimana penerapan hukum yang berlaku terhadap hak pemeliharaan anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hak asuh anak dibawah umur pasca perceraian seharusnya berada dibawah kekuasaan ibu. Namun, hakim mempertimbangkan hal yang menjadi faktor yang menggugurkan ibu mendapatkan hak asuh anak. Yaitu, tidak memberikan ASI karena alasan mengalami sakit yang serius, namun penyakitnya tidak bisa dibuktikan secara medis sehingga majelis hakim menilai sebagai sikap yang tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan anak. Oleh karena itu, Undang-Undang yang seharusnya menetapkan bahwa ibu memiliki hak lebih besar untuk memelihara anaknya yang masih di bawah umur tidak selalu ditetapkan tanpa mempertimbangkan beberapa faktor seperti ahlak/moral, agama, tempat tinggal dan kesehatan. Maka majelis hakim memutuskan bahwa hak pemeliharaan anak tersebut diberikan kepada ayah, karena dalam pelaksanaan hak asuh anak itu harus mengedepankan kepentingan dan juga terpenuhinya hak-hak anak.
Pertimbangn Putusan Hakim Permohonan Dispensasi Nikah Nomor: 101/Pdt.P/2023/Pa/Pwr. Studi Kasus Di Pengadilan Agama Purworejo Alfianti, Rizqi; Khasanah, Fitrohtul; Widiyanto, Hari
Action Research Literate Vol. 8 No. 12 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i12.2557

Abstract

Akibat dari diberlakukannya UU Nomor 16 Tahun 2019, maka tidak diizinkannya pernikahan antara pria dan Wanita yang masih di bawah umur 19 tahun. Maka dari itu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo menolak pernikahan antara calon mempelai pria dan calon mempelai wanita dengan surat Nomor: 97/Kua.11.06.16/PW.01/05/2023. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan membahas tentang Pertimbangan Putusan Hakim Permohonan Dispensasi Nikah Nomor: 101/Pdt. P/2023/PA/Pwr. Studi Kausus Di Pengadilan Agama Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis penelitian hukum normatif menggunakan pendekatan yuridis normatif, dan menggunakan pendekatan sosiologis. Metode pengumpulan data menggunakan analisis dokumen putusan perkara nomor: 101/Pdt. P/2023/PA/Pwr, dan dokumentasi. Latar belakang penelitian ini adalah Undang-Undang No 16 Tahun 2019 Pasal 7 ayat 1 mengenai umur minimal pernikahan yaitu 19 tahun bagi pria dan wanita, serta ayat 2 & 3 mengenai pemberian dispensasi nikah dengan alasan sangat mendesak. Analisis data yang digunakan yaitu dengan analisis data deskriptif. Adapun hasil penelitian ini bahwa latar belakang dispensasi nikah di Pengadilan Agama Purworejo yaitu, pertimbangan hakim dalam memutuskan dispensasi nikah usia dini di Pengadilan Agama Purworejo Putusan Nomor: 101/Pdt. P/2023/PA/Pwr adalah, tinjauan hukum Islam terhadap dispensasi nikah usia dini di Pengadilan Agama Purworejo pada perspektif maslahah mursalah yaitu dikarenakan untuk menghindari zina. Dalam penelitian ini, maslahah mursalah ditunjukkan untuk mencegah kerusakan dan menarik kemanfaatan.