Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pendidikan Perdamaian Perspektif Gus Dur : Kajian Filosofis Pemikiran Pendidikan Gus Dur Halimatus Sa'diyah; Sri Nurhayati
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.611 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v14i2.2759

Abstract

Pendidikan Islam sejatinya memiliki tugas yang mulia untuk menciptakan keseimbangan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian manusia secara simultan dengan cara melatih akal pikiran, jiwa, perasaan dan fisik manusia. Tulisan ini mengkaji pemikiran Gus Dur tentang pendidikan Islam yang didalamnya terdapat konsep pendidikan perdamaian. Penelitian ini menggunakan library research yang didapat dari sumber bacaan mengenai pendidikan Islam, pendidikan perdamaian dan pemikiran Gus Dur, kemudian dianalisis dan dikritisi dengan menggunakan content analysis. Ada beberapa konsep mengenai pendidikan Islam yang ditawarkan oleh Gus Dur yaitu modernisasi pendidikan dan pendidikan perdamaian. Melalui pendekatan sosial-budaya dan sosial-politik Gus Dur mengembangkan Pendidikan Islam. Bagi Gus Dur pendidikan Islam memiliki beragam model, baik dalam pendidikan formal (sekolah), maupun non formal seperti majlis ta’lim, yasinan dan pengajian. Gus Dur dalam pemikiran pendidikannya mengembangkan metode dialog sebagai sarana untuk mempertajam kemampuan analisis, cara ini bisa dilakukan untuk melatih peserta didik agar open minded dengan persoalan-persoalan yang akan terjadi, dan memiliki orientasi masa depan. Selain dialog diperlukan juga pembiasaan disiplin dalam lingkungan sehari-hari. Konsep pendidikan Islam oleh Gus Dur dikembangkan melalui pendidikan perdamaian yang mengedepankan nilai-nilai toleransi, moderat dan religius,  dengan cara peserta didik diberikan pemahaman tentang bagaimana penyebab terjadinya kekerasan, kemudian diberikan ilmu pengetahuan yang baru tentang isu kritis yang ada, dan mencari solusi alternatif, melalui tahapan-tahapan berikut, pertama, peace-keeping, kedua, peace-making, dan ketiga peace-building.
Islamic Education Contribution on The Shifting of Madurese Women Social Relation Halimatus Sa'diyah; Sri Nurhayati; Ali Muhammad al-Asma’i
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 19 No 1 (2024)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v19i1.12455

Abstract

Starting with the significant rapid development of economic growth in Madura moreover the existence of cigarette Madurese workers, the authors are interested to study deeper about it and also the Islamic education contribution to the changing of Madurese social relations. Because of this phenomenon, shifting of social relations did not only happen in household relations but also massively happens in Madura. This research uses phenomenological approach to understand the phenomenon faced by the subject of the research, here the cigarette women workers. By using functional relation theory by Talcot Parson and social feminist theory by Fatimah Mernissi, the authors analyze this shifting and find the following results; social relation shifting pattern of madurese cigarette workers happens because of the increased understanding about gender relation, while the process of shifting can be seen In the patterns of family’s leaderships which are more democratic and responsive to women, and Madurese women have already been believed as leaders in some sides of society. Meanwhile, the Islamic education is the endogenous factor which grows and becomes the Madurese women’s characteristic so that Madurese women tend to firmly hold the Islamic norms in their lives. Madurese women’s social relation is built on the strong religious foundation and this makes the family and social life in Madura become the place to preserve worship.