Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Tadibiya

KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN SKI BERBASIS TEKNOLOGI DI MADRASAH IBDTIDAIYAH KONDANGJAYA Hayati, Ela Hikmah
Ta'dibiya Vol 3 No 2 (2023): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v3i2.21

Abstract

This study discusses Teacher Professional Competence in Improving Technology-Based SKI Learning at Madrasah Ibdtidaiyah Kondangjaya. With the aim of describing and analyzing factors inhibiting teacher competence in improving SKI learning at the Kondangjaya Ibdtidaiyah madrasah. The approach used is a qualitative-descriptive approach. The method used in this research uses literature and field study methods. The results of this research show that teachers' professional competence cannot improve SKI learning at the Kondangjaya Ibdtidaiyah madrasah due to the lack of supporting factors from school principals such as holding training and attending educational seminars that can develop teacher competence in the teaching process. Another factor is human resources which hinder teachers from developing. Keywords: Teacher Professional Competence, History of Islamic Culture, technology
PERAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM MEMPERSIAPKAN GENERASI MUDA MENGHADAPI TANGGUNG JAWAB KELUARGA MENURUT HUKUM KELUARGA ISLAM: STUDI KASUS DI KADUHEJO PANDEGLANG Nurhakim, Muhamad Syara; Hayati, Ela Hikmah; Inayatulloh, Siti; Fadia Rohmah, Putri
Ta'dibiya Vol 2 No 1 (2022): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v2i1.73

Abstract

This research aims to explore the role of religious education in preparing the younger generation to face family responsibilities according to Islamic family law. The main focus of this research is on the Kaduhejo community, Pandeglang. The research method used is a qualitative method with data collection techniques through in-depth interviews, observation and document analysis. The research results show that religious education plays an important role in shaping the understanding and readiness of the younger generation to face family responsibilities. Religious education not only provides knowledge about Islamic teachings, but also involves moral and ethical values ​​that underlie family responsibilities in the context of Islamic family law. Respondents emphasized that a deep understanding of religious teachings helps them make decisions that are in line with Islamic values ​​in the context of marriage, parenting and family relationships.
BUDAYA GASAB SANTRI, ANTARA KEBERSAMAAN DAN KETIADAAN TANGGUNG JAWAB Jubaedah, Siti; Hayati, Ela Hikmah; Rosyidah, Neneng Aida
Ta'dibiya Vol 3 No 1 (2023): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v3i1.144

Abstract

Penelitian ini berfokus pada fenomena gasab di kalangan santri, sebuah praktik yang mencerminkan budaya berbagi dan kebersamaan, namun kerap kali mengabaikan tanggung jawab individu. Gasab merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku mengambil barang milik orang lain tanpa izin, yang biasanya terjadi di pondok pesantren. Meskipun dianggap sebagai bagian dari budaya kebersamaan, praktik ini juga menimbulkan dilema etis terkait tanggung jawab pribadi dan kepemilikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam di beberapa pondok pesantren. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana gasab diterima, dipraktikkan, serta dipersepsikan oleh para santri dan pengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gasab dipandang sebagai norma sosial yang memperkuat solidaritas antar santri, namun di sisi lain, praktik ini juga memunculkan ketegangan terkait rasa tanggung jawab dan keadilan dalam kepemilikan. Selain itu, temuan menunjukkan adanya ambiguitas dalam penegakan aturan di pesantren terkait praktik gasab, yang berdampak pada perkembangan moral santri. Hasil penelitian ini menekankan bahwa meskipun gasab dapat dianggap sebagai ekspresi kebersamaan, diperlukan keseimbangan antara nilai kebersamaan dan tanggung jawab individual untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil dan harmonis di pesantren. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan yang lebih baik dalam internalisasi nilai-nilai etika kepemilikan dan tanggung jawab di kalangan santri.