Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

TES PARAMETER KONDISI FISIK ATLET ATLETIK DAN PENCAK SILAT KABUPATEN PONOROGO 2022 Himawanto, Wasis; Puspodari, Puspodari; Harmono, Setyo; Sugito, Sugito; Junaidi, Slamet; Lusianti, Septyaning; Yuliawan, Dhedhy; Kholis, Muh. Nur; Firdaus, Mohammad; Zawawi, M. Anis; Setyawan, Irwan; Mardianto, Ardhi; Rizky, Muhammad Yanuar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/mzsv2518

Abstract

Kondisi fisik yang baik pada atlet akan sangat berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan bermain. Kondisi fisik dibutuhkan baik pada saat proses melakukan latihan maupun kompetisi. Mengingat kondisi dari atlet yang masih beragam maka diperlukannya seleksi dimana dalam hal ini melaksanakan tes parameter kondisi fisik. Sehingga kedepannya atlet-atlet yang sesuai dengan kriteria baik dapat melaksanakan program yaitu training center. Dalam hal ini pelaksanaan tes parameter kondisi fisik bertujuan untuk mengetahui kondisi atau keadaan atlet cabang olahraga atletik dan pencak silat Kabupaten Ponorogo yang dipersiapkan untuk event olahraga. Kegiatan ini juga merupakan agenda dari Koni Kabupaten Ponorogo dibawah naungan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Bentuk dari tes parameter ini adalah tes parameter kondisi fisik yang terdiri dari 16 jenis tes kondisi fisik secara umum dan kecabangan. Sehingga didapatkan hasil sebuah data yang memiliki norma untuk dasar dan data pelatih atau pihak yang berkepentingan dalam mengembangkan prestasi olahraga di Kabupaten Ponorogo. Abstract Good physical condition in athletes will be very influential in improving playing skills. Physical conditions are needed both during the process of doing training and competition. Given the conditions of athletes who are still diverse, it is necessary to select where in this case carrying out a physical condition parameter test. So that in the future athletes who fit the criteria can carry out the program, namely the training center. In this case, the implementation of the physical condition parameter test aims to determine the condition or condition of athletes in athletics and pencak silat Ponorogo Regency who are prepared for sports events. This activity is also an agenda of the Koni Ponorogo Regency under the auspices of the Youth Tourism Culture and Sports Office. The form of this parameter test is a physical condition parameter test consisting of 16 types of general and branch physical condition tests. So that the results of a data that has norms for the basis and data of coaches or interested parties in developing sports achievements in Ponorogo Regency.
Conductor minimum safe distance analysis: Application of a 20 kV medium voltage airline (SUTM) system Machmud, Amir; Suranto, Suranto; Hamimi, Hamimi; Harmono, Setyo
International Journal of Electronics and Communications Systems Vol. 1 No. 1 (2021): International Journal of Electronics and Communications System
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijecs.v1i1.9215

Abstract

Medium Voltage Air Line Conductor (SUTM) has a voltage of 20 kV. The SUTM network should have the criteria for electricity safety techniques, including minimum safety distances between the trees and the environment and the effectiveness of electricity distribution development. There are ten stages in the installation of the new SUTM 20 kV network. The results of the study concluded that the Conductor used in the planning of the 20 kV SUTM new network construction was AAACS - 150 mm2. The safe distance between the conductors and the conditions contained Billboards are more than 0.5 meters with a minimum height difference of ± 2.5 meters. Whereas the safe distance between the conductor and the tree is ± 0.5 meters, but the Medium Voltage Network Construction Standard for Electric Power must have a height difference of more than 2.5 meters. The distance between the conductor and billboards is> 0.5 meters, which does not complete the standard instructions.
Pengaruh Latihan Power Wrist Exerciser dan Dumbbell Wrist terhadap Peningkatan Grip Activity pada Atlet Bulutangkis Wijaya, Gerdin Aditya; Harmono, Setyo; Pratama, Budiman Agung; Yuliawan, Dhedhy; Purnomo, Ardhi Mardiyanto Indra
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 03 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh power wrist exerciser dan dumbbell wrist terhadap peningkatan grip activity pada atlet bulutangkis PB. Sacharosa Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan adalah kuantitatif quasi-eksperimental dengan variabel bebas power wrist exerciser dan dumbbell wrist, serta variabel terikat grip activity. Penelitian berlangsung 4 minggu (12 sesi), melibatkan 20 atlet usia 11–13 tahun. Instrumen yang digunakan adalah power wrist exerciser dan dumbbell 1–1,5 kg. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dan uji t dua sampel independen (α = 0,05). Hasil menunjukkan kedua latihan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan grip activity (p = 0,000), namun tidak terdapat perbedaan signifikan di antara keduanya (p = 0,470). Perbedaan tidak signifikan diduga karena responden masih dalam masa pertumbuhan, sehingga adaptasi otot merata. Secara praktis, power wrist exerciser lebih optimal untuk latihan awal usia dini, sedangkan dumbbell wrist cocok sebagai variasi latihan
Identifikasi Faktor Penentu Keberhasilan Pembelajaran Bola Voli Pada Siswa Kelas 5 SDN 4 Batangsaren Kabupaten Tulungagung Supriyani, Fetri; Harmono, Setyo; Himawanto, Wasis
Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 11 No 3 (2025): Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/trihayu.v11i3.19240

Abstract

The researcher's observations during instruction and observation at SDN 4 Batangsaren Tulungagung Regency served as the basis for this study. Specifically, several fifth-grade pupils struggled with volleyball. Because of this, kids frequently make mistakes when serving or passing, which makes the match less entertaining to watch. It is well known that service determines the start of the match. The aim of this study is to identify the determining factors for the success of volleyball learning in grade 5 students of SDN 4 Batangsaren Tulungagung Regency. This study employed descriptive quantitative research as its research methodology. Twelve students made up the population, and each one served as a research sample. Methods for gathering data that make use of validity-tested research questionnaires. Tables, diagrams, graphs, pictograms, mean, median, mode, average computations, and standard deviations are used to gain data analysis. The study's findings 1) Internal elements are 73.75% in the high category for the physical category and 63.75% in the high category for the psychological category. 2) External elements are 71.67% in the high category for teachers, 69.27% in the subject matter category, 68.75% in the facilities and infrastructure category, 70.83% in the environment category, and 58.33% in the role of parents category. The study's findings indicate that the internal factor specifically, the physical category, which accounts for 73.75% of the total is the biggest determinant of volleyball learning success.
Pelatihan Penyusunan Model Pembelajaran Renang Berbasis Nilai-Nilai Moral Religius Dan Model Pembelajaran Teaching Games For Understanding Bagi Mahasiswa Prodi Penjaskesrek UN PGRI Kediri Sugito, Sugito; Harmono, Setyo; Bekti, Ruruh Andayani; Muharram, Nur Ahmad; Puspodari, Puspodari; Lusianti, Septyaning; Husein, M Akbar
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 1 No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.052 KB) | DOI: 10.29407/ja.v1i2.11740

Abstract

Data dari bagian pendidikan UN PGRI Kediri, diketahui bahwa hampir 75% mahasiswa Penjaskesrek beragama Islam, dan 15% diantaranya adalah mahasiswa putri (muslimah berjilbab). Sementara itu 10% mahasiswa putri merupakan aktivis kerohanian Islam di UN PGRI Kediri yang tidak mungkin membuka kerudung/jilbab untuk mengikuti perkuliahan renang. Beberapa mahasiswa putri pernah menemui pengajar renang untuk menyampaikan aspirasinya agar diberi kesempatan untuk menggunakan jilbab saat berenang atau diberi kesempatan untuk belajar dengan dosen pengajar sejenis. Jumlah keseluruhan mahasiswa Penjaskesrek UN PGRI KEDIRI pada tahun ajaran 2016/2017 adalah 178 mahasiswa / orang. Sehinggga total mahasiswa setiap tahun yang mengikuti matakuliah renang sejumlah 80 mahasiswa / orang, hal ini dikarenakan matakuliah renang yang menjadi matakuliah wajib bagi mahasiswa Penjaskesrek. Metode kegiatan dengan dua pendekatan. Pertama, pendekatan teoritis dan kedua, pendekatan praktik. Masing-masing pendekatan di akhiri dengan evaluasi program pembelajaran renang berbasis nilai moral religius. Materi yang disampaikan meliputi: penyampaian materi ceramah dan praktik tentang keterampilan dasar renang, peraturan renang, dasar- dasar keselamatan di air, dan model pembelajaran renang berbasis nilai moral religius. Indikator keberhasilan ditandai dengan tingginya motivasi peserta dalam mengikuti kegiatan ini serta dimilikinya pengetahuan dan keterampilan baru tentang model pembelajaran renang berbasis nilai moral religius. Faktor pendukung kegiatan PPM ini meliputi : Ketersediaan sarana dan prasarana berupa kolam renang berstandart nasional dalam pelaksanaan kegiatan PPM ini, Pelatihan ini juga berjalan optimal ditandai dengan besarnya animo peserta yang mengikuti melebihi jumlah peserta yang ditentukan. Adanya iklim pembelajaran yang kondusif sehingga memungkinkan pembelajaran renang dilaksanakan dengan berbagai model pembelajaran. Adapun faktor penghambat antara lain: Pembelajaran renang di perguruan tinggi masih menitikberatkan pada penguasaan kompetensi motorik saja sedangkan kompetensi kognisi dan afeksi terabaikan. Belum optimalnya kerjasama antara fakultas dengan instansi terkait (kolam renang) untuk mendukung kelancaran program pembelajaran renang berbasis nilai moral religious