Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MANFAAT KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SENI TARI DI SEKOLAH DASAR Sari, Ayu Titis Rukmana; Wahyudi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jpdn.v8i1.17952

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan non akademik yang termasuk dalam penunjang dari kegiatan akademik di Sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah menggali manfaat dari kegiatan ekstrakurikuler seni tari yang dilaksanakan di SDN Jombatan 3 Jombang. Riset yang digunakan menggunakan riset kualitatif. Penelitian yang dilaksanakan terfokus pada pembelajaran ekstarkurikuler Tari di SDN Jombatan 3 Jombang pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam meliputi 3 cara, yaitu : observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa manfaat kegiatan ekstrakurikuler seni tari mendidik siswanya tidak hanya unggul pada bidang akademis tetapi juga non akademis, selain itu melalui pembelajaran seni siswa mampu menjadi pribadi yang berkarakter dan berbudaya serta terbukti mempengaruhi perkembangkan kecerdasan motorik, sosial emosional, kreativitas dan bakat minat anak. Kata kunci: manfaat ekstrakurikuler, seni tari, Sekolah Dasar
Representation of the panji figure as a millennial-era avenger Sari, Ayu Titis Rukmana; Wahyudi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jpdn.v9i1.20810

Abstract

The purpose of this research is to explore how the character of Panji is represented in the millennial era. The Panji stories are a treasured historical legacy that once flourished in the past, particularly during the Majapahit era, and spread to various regions in the archipelago and some Southeast Asian countries. Panji is closely associated with being a protagonist figure, which is why he is considered a role model for living a righteous life. In the realm of education, the Panji stories can be thoughtfully incorporated as teaching materials for students, particularly in character education.The character of Panji can serve as a model or avenger, akin to a Nusantara superhero. This research adopts a qualitative research method, and data is collected through secondary sources, such as literature, books, articles, documents, and websites. The findings of this research represent Panji as an avenger in the millennial era, combating the growing influence of Western culture that has seeped into the paradigm of the millennial generation in Indonesia. Moreover, it fosters a sense of patriotism by appreciating the rich cultural heritage of the nation.
PENCIPTAAN “LAGU MODEL” UNTUK PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI TAHAP II (Pelatihan Bidang Seni Musik pada IGTKI-PGRI dan IGRA Kabupaten Kediri Tahun 2017) Raharjo, Itot Bian; Dwiyanti, Linda; Kurniawati, Epritha; Iswantiningtyas, Veny; Sari, Ayu Titis Rukmana; Agustina, Rifana
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 1 No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.617 KB) | DOI: 10.29407/ja.v1i2.11751

Abstract

Di dalam pelaksanaan Ipteks bagi Masyarakat berupa pelatihan “Penciptaan Lagu Model untuk Pembelajaran Anak Usia Dini - Tahap II” Tahun 2016, Prodi PG-PAUD FKIP Universitas Nusantara PGRI Kediri bekerjasama dengan IGTKI-PGRI dan IGRA Kabupaten Kediri sebagai mitra, dengan jumlah 52 orang. Menurut pengamatan, dapat diidentifikasi untuk guru TK tentang kemampuan mencipta lagu anak usia dini sangatlah rendah, sedangkan untuk ustazah RA belum pernah melakukan pencipta lagu anak usia dini untuk pembelajaran karena belum pernahnya agenda pelatihan bidang seni musik di lingkungan Kemenag Kabupaten Kediri. Dengan melalui pelatihan, peserta diberikan materi kajian tentang teori dasar musik serta teori dan praktik cipta lagu anak usia dini melalui pembuatan sinopsis karya. Pengabdian kepada Masayarakat-IbM berupa pelatihan ini merupakan rangkaian agenda yang berkesinambungan/ bertahap (multi-years). Langkah-langkah dalam mencipta lagu sama dengan pelaksanaan pelatihan di tahap 1 adalah dengan menentukan tema, menentukan sub tema, menjabarkan sub tema melalui deskripsi, membuat lirik lagu, membuat rekaman sederhana, menotasikan hasil rekaman, dan membuat partitur lagu. Diharapkan melalui pelatihan penciptaan “Lagu Model” anak usia dini untuk pembelajaran ini, maka kemampuan peserta pelatihan dalam menciptakan lagu anak usia dini akan meningkat.
Pelatihan Pembuatan dan Pemasaran Kerajinan Seni Barongan Di Desa Kalikejambon Wahyudi, Wahyudi; Sari, Ayu Titis Rukmana; Qathafi, Agil Muamar
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v4i2.15590

Abstract

Barongan arts craft training is motivated by the lack of employment opportunities in Dusun Sawen, Kalikejambon Village, so that the community does not have an income that is considered decent. However, in the hamlet there is a youth group association called the Sawen Youth Association or called PERKASA which has activities in the arts. So far there has been no activity program from the PERKASA youth group that can provide them with additional income, so this training is an alternative to being able to train entrepreneurship in groups. This training consists of 5 stages, namely (1) training for making masks (2) training for making jamang (3) training for making ornaments (4) training in marketing (marketplace) (5) training for management of community organizations. The goal is to preserve the skills of making barongan arts crafts for children's toys, increasing the economic income of the community. Through marketplace training, the market share of barongan arts is getting wider. The establishment of 5 marketing accounts in the marketplace and social media, namely creative KJP (Shopee), creative KJP (Tokopedia), creative KJP (Facebook), creative KJP (Instagram) and WhatsApp, as well as a website that can be accessed on the link: https: // www .kjpkjual.com. Offline marketing is done by filling the booths at the souvenir center in Jombang. The formation of the creative KJP group as a forum for the management and development of the barongan mask craft business. Through this training the community becomes more skilled in making barongan art crafts, can market these products through the online "market". The conclusion of this activity is that the PERKASA group and PKK mothers have the skills to produce, market and manage business group organizations in the form of Barongan mask art craft. The training implementation process can be accessed via the creative KJP youtube link: https://www.youtube.com/watch?v=FIdxkDIxfdk.