Ratna Wulan Purnami
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Body Massage Terhadap Penurunan Skala Nyeri Ratna Wulan Purnami; Endah Tri Wahyuni; Ari Sulistyawati
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v14i02.358

Abstract

Gerakan postur tubuh yang tidak seimbang menyebabkan gangguan musculoskeletal. Diperkirakan 60-80% penduduk dunia mengalami nyeri punggung. Nyeri punggung tertinggi dialami Amerika Latin Selatan dan Asia Pasifik. Prevalensi penyakit muskuloskeletal di Indonesia yang tercatat secara medis yaitu 11,9% dan berdasarkan diagnosis atau gejala yaitu 24,7%. Sedangkan penderita nyeri punggung bawah di Indonesia tidak diketahui pasti, namun diperkirakan antara 7,6% sampai 37%. Nyeri Punggung bisa menimbulkan kecacatan apabila tidak ditangangi. Pemijatan merupakan intervensi universal dan non-invasif yang efektif mengurangi nyeri. Hasil literature review tahun 2012-2022 menunjukkan masih diperlukan diperlukan lebih banyak penelitian klinis untuk menguatkan signifikansi mengurangi nyeri dengan pemberian massage. Nyeri muskuloskeletal menimbulkan angka sakit lebih tinggi pada wanita antara 50-79%. Berdasarkan data tersebut peneliti tertarik untuk meneliti pemberian body massage terhadap penurunan skala nyeri pada wanita usia subur. Studi analitik ini mengguankan rancangan eksperimen kuasi, one group pretest-postest design. Penelitian ini mencoba melihat keefektivan pemberian body massage terhadap penurunan nyeri. Teknik sampling menggunakan metode purposive sampling sejumlah 30 wanita usia subur. Pemberian body massage dilakukan selama 30-40 menit yang melibatkan pemijatan seluruh tubuh dengan teknik effleurage, friction, petrissage, tapotage, vibration dan gerakan terpadu. Hasil uji statistik data non parametrik menunjukkan signifikansi p value 0.000<0.05, dengan demikian bisa disimpulkan ada perbedaan signifikan tingkat nyeri antara sebelum maupun setelah diberi tindakan.
Efektivitas Bekam Dan Murottal Dalam Penurunan Skala Stres Dan Tekanan Darah Ratna Wulan Purnami; Endah Tri Wahyuni; Ari Sulistyawati
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i01.386

Abstract

Gangguan mental dapat menjangkiti seluruh individu. Satu dari sekian banyak gejala yang umum dirasa adalah stres. Perempuan akan lebih berisiko mengalami stres dibanding pria. Semakin usia bertambah, semakin banyak juga potensi stres yang dihadapi. Hal itu disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Stres yang tak terkontrol bisa menimbulkan peningkatan pada tekanan darah. Complementary and alternative medicines (CAM) pada gilirannya menjadi satu pilihan untuk mereduksi stres dan kecemasan. CAM yang digunakan biasanya meliputi doa, penggunaan tanaman obat, terapi pijat, pemberian suplemen makanan, bekam kering maupun basah, relaksasi, akupuntur, dan meditasi. Terapi bekam terbukti dapat merangsang migrasi sel inflamasi dan sebaliknya, memicu pelepasan zat alami pereda nyeri serta meningkatkan suasana hati. Selain terapi bekam, bisa juga dikombinasikan dengan pendekatan psikologis berupa terapi religius; seperti doa, membaca atau mendengarkan murottal surat-surat Al-Qur-an. Surat Ar-Rahman rupanya mampu mengalihkan rasa takut, cemas dan tegang serta mampu menurunkan tekanan darah. Penelitian studi analitik ini menggunakan rancangan eksperimen kuasi One group pretest-postest design yang bertujuan untuk melihat keefektifan terapi bekam dan pembacaan murottal terhadap penurunan skala stres dan tekanan darah. Teknik sampling yang ditempuh menggunakan metode purposive sampling terhadap 32 wanita usia subur. Pemberian terapi bekam dan pembacaan murottal dilakukan selama 40-60 menit; menggunakan teknik bekam basah dan memperdengarkan murottal Al-Qur’an Surat Ar-Rahman. Hasil uji statistik nonparametrik menunjukkan signifikansi p value 0.000<0.05 pada skala stres dan p value 0,001<0,05 pada tekanan darah sistole. Dari sini bisa disimpulkan; bahwa terdapat perbedaan signifikan pada skala stres dan tekanan darah sistole antara sebelum terapi dan sesudah diberikan tindakan. Pemberian bekam dan murottal Al-Qur’an dapat menjadi salah satu terapi CAM dan upaya preventif untuk menurunkan stres dan tekanan darah sistole.
PHOENIX DACTYLIFERA DAN NIPPLE MASSAGE TERHADAP PERCEPATAN KALA I PERSALINAN Purnami, Ratna Wulan; Wahyuni, Indah Tri
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v11i1.1675

Abstract

Latar Belakang: Persalinan lama merupakan salah satu faktor risiko terjadinya laserasi perineum yang bisa menyebabkan perdarahan, sehingga erat kaitannya dengan morbiditas pada ibu dan bayi. Hasil studi literatur review untuk meningkatkan kontraksi uterus, melunakkan serviks dan membantu proses awal persalinan dengan pemberian phoenix dactylifera atau nipple massage. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian phoenix dactylifera dan nipple massage dengan percepatan kala I persalinan. Metode: Penelitian eksperimen kuasi dengan post test control group design ini dilakukan pada April- Oktober 2019. Sampel 140 ibu bersalin dengan purposive sampling dibagi menjadi 4 kelompok (35 responden kurma, 35 responden nipple massage, 35 responden kurma dan nipple massage, dan 35 responden asuhan standar). Teknik analisis multivariat yang digunakan adalah Kruskal-wallis. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan lama kala I persalinan dengan pemberian nipple massage, kurma dan kombinasi nipple massage dan kurma (signifikansi 0.009 < 0.01). Rerata waktu kala I persalinan kelompok : kurma (31,29 menit),  kombinasi kurma dan nipple massage (12,56 menit), dan nipple massage (6,96 menit) lebih cepat dari kelompok kontrol. Kesimpulan: Pemberian phoenix dactylifera dan nipple massage secara signifikan mempercepat pembukaan dan lama kala I persalinan. Asuhan ini berpotensi sebagai upaya preventif kasus partus lama dan menurunkan kebutuhan induksi persalinan.
Optimalisasi Gizi Balita Melalui Edukasi Dan Pelatihan Mpasi Berbahan Lokal Untuk Kader Dusun Nganyang Endah Tri Wahyuni; Nining Sulistyawati; Ratna Wulan Purnami; Dyah Muliawati; Ery Fatmawati; Christina Antika Sari
ABDIMAS Madani Vol 7 No 01 (2025): Jurnal Abdimas Madani
Publisher : LPPM STIKES Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/abdimas.v7i01.178

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar dan resiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi hingga obesitas. Dusun Nganyang berada di wilayah Kalurahan Sitimulyo Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul, terdapat 56 balita, 3 balita diantaranya mengalami gizi kurang. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai proses pengolahan MPASI yang baik dan benar serta pemilihan makanan yang tepat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan ibu tidak bisa optimal dalam menyiapkan MP ASI. Metode pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi MPASI dan pelatihan praktik pembuatan MPASI bahan lokal dengan demonstrasi langsung serta praktik kelompok. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan MPASI kepada kader posyandu Dusun Nganyang. Jumlah kader yang mengikut pelatihan sejumlah 12 orang yang di bagi menjadi 3 kelompok. Penilaian edukasi dan pelatihan dilihat dari nilai pre test dan posttest dengan hasil mean pretest sebesar 58,7 dan mean posttest sebesar 90. Peningkatan ketrampilan kader juga terlihat dari hasil olahan MPASI yang dibuat sesuai kelompok.
PENERAPAN MASSAGE ACUPRESSURE AROMATHERAPY (MECAR) SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN LANSIA SEHAT DAN BAHAGIA Purnami, Ratna Wulan; Sulistyawati, Nining; Kurniantoro, Ferli Eko
Journal of Community Research and Service Vol. 9 No. 2: July (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v9i2.68719

Abstract

Proses penuaan memiliki dampak biologis, ekonomi, dan sosial. Proses penuaan secara bertahap ditandai dengan penurunan daya tahan fisik dan rentan terhadap serangan penyakit. Berdasarkan analisis situasi pada Posyandu Lansia Kuncup Mekar di Padukuhan Kembangsari dapat diuraikan permasalahan yang dihadapi berupa kurangnya kemampuan lansia dan keluarga dalam menangani keluhan kesehatan lansia dengan pengobatan non farmakologi (massage, acupressure, dan aromatherapy), terbatasnya alokasi keuangan untuk pengobatan nonfarmakologi, kurangnya keterampilan lansia dan keluarga dalam pijat, akupresur, dan aromaterapi serta belum memiliki alat bantu pijat untuk digunakan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa edukasi dan pelatihan ke mitra Posyandu Lansia Kuncup Mekar terkait pengetahuan dan keterampilan pijat badan, akupresur dan aromaterapi untuk mengatasi keluhan dan turut memberdayakan keluarga lansia. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini berupa edukasi penyuluhan dan pelatihan yang melibatkan 40 peserta lansia dan pendampingnya. Analisis data univariat digunakan untuk mendeskripsikan hasil kegiatan. Hasil kegiatan didapatkan kenaikan skor pengetahuan dari 62,75 menjadi 85,75, kenaikan skor keterampilan dari 66,75 menjadi 83,9. Setelah dilakukan penerapan MECAR dalam kehidupan sehari-hari terjadi kenaikan kualitas hidup lansia dari skor 65,63 menjadi 73,13. Penerapan MECAR dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang berdampak positif pada kualitas hidup lansia
Edukasi Dzikir dan Konsumsi Kurma dalam Persiapan Persalinan Purnami, Ratna Wulan; Endah Tri Wahyuni; Islami Adi Wulanuari
ABDIMAS Madani Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Abdimas Madani
Publisher : LPPM STIKES Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/abdimas.v6i1.157

Abstract

Persiapan persalinan merupakan serangkaian proses untuk mengeluarkan produk kehamilan (cairan ketuban, janin dan plasenta). Hal yang perlu dipersiapkan ibu meliputi persiapan fisik, psikologi, finansial dan kultural. Perasaan takut, gugup dan panik dapat terjadi pada ibu menjelang persalinan. Perasaan cemas pada ibu hamil bisa berdampak bagi janin, untuk itu perlu adanya stimulus untuk menentramkan hati ibu. Perasaan takut menjelang persalinan dapat menyebabkan stres pada ibu. Untuk mencegah dan mengurangi stres ibu hamil dapat melakukan relaksasi. Relaksasi dengan dzikir adalah sebuah metode yang digunakan dengan harapan dapat mengurangi kecemasan dalam kehamilan. Selain persiapan psikologi, pesiapan fisik yang dilakukan adalah memastikan ibu tidak mengalami anemia. Konsumsi tablet tambah darah ibu bisa dikombinasikan dengan pemilihan makanan yang kaya akan zat besi salah satunya kurma. Dari hasil studi pendahuluan di Klinik Nur Hidayah pasien ibu-ibu hamil merasakan kecemasan dalam menghadapi persalinan dan perubahan peran sebagai seorang ibu bagi ibu primigravida. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk memberikan edukasi dzikir dan pemberian kurma dalam persiapan persalinan. Metode pelaksanaan edukasi dengan ceramah, membagikan buku dzikir dan kurma serta demonstrasi melantunkan dzikir bersama. Ibu hamil sangat antusias dalam mengikuti materi dan praktik melantunkan dzikir. Pada sesi akhir evaluasi praktik dzikir, 72% mampu berdzikir dengan baik, 20% cukup baik dan sebesar 8% masih memerlukan bimbingan. Ibu hamil bersemangat dalam melantunkan dzikir karena mengetahui manfaatnya untuk relaksasi diri dan mengurangi kecemasan menjelang persalinan. Ibu hamil bersedia menkonsumsi kurma sebagai persiapan persalinan agar memiliki tenaga yang adekuat dan mampu menjaga kadar Hb agar tetap normal.
Edukasi Pola Hidup Sehat Rasulullah Di Dusun Kaligatuk Bantul Purnami, Ratna Wulan; Ery Fatmawati; Nining Sulistyawati; Dyah Muliawati; Endah Tri Wahyuni
ABDIMAS Madani Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Abdimas Madani
Publisher : LPPM STIKES Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/abdimas.v6i2.160

Abstract

Masyarakat Indonesia menghadapi keluhan utama terkait penyakit tidak menular meliputi diabetes,hipertensi, dan obesitas turut menjadi masalah yang signifikan. Gaya hidup urban yang cepat dan perubahanpola makan turut berperan dalam peningkatan prevalensi permasalahan kesehatan tersebut. Pada tahun 2023terdapat 26 dari 100 penduduk Indonesia menyatakan memiliki keluhan kesehatan dalam sebulan terakhir,persentase keluhan kesehatan penduduk di perdesaan lebih tinggi dibandingkan di perkotaan, termasukwanita dalam usia reproduktif. Pendekatan pencegahan dan edukasi kesehatan menjadi krusial untukmengurangi beban penyakit tersebut. Tren pencegahan penyakit dalam wadah layanan kesehatan tradisionalkomplementer masih mendominasi di masyarakat, termasuk bekam dan pola hidup sehat Rasulullah. Perlusebuah upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemantauan dan perawatankesehatan sehingga akan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam program pencegahan danpemeliharaan kesehatan. Penulis tertarik untuk memberikan edukasi pola hidup sehat Rasulullah di Dusun Kaligatuk Bantul pada ibu-ibu. Metode pelaksanaan edukasi dengan ceramah dan memberikan layanan kesehatan bekam basah dan bekam kering. Kegiatan edukasi diikuti 25 ibu PKK dan disambung dengan layanan bekam yang diikuti 20 ibu PKK. Hasil evaluasi postest didapatkan 80% ibu PKK yang mampu mengetahui pola hidup sehat Rasulullah dengan 80% kategori baik, 12% cukup dan sebesar 8% masih memerlukan bimbingan. Skrining tekanan darah didapatkan 40% ibu PKK dalam kondisi prahipertensi dan 20% hipertensi. Ibu PKK mampu mengetahui pola hidup sehat Rasulullah dengan baik serta bersemangat dalam mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.