Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS

UJI ANGKA LEMPENG TOTAL BAKTERI TERHADAP IKAN CAKALANG ASAP YANG DIRENDAM DENGAN LARUTAN SAYURAN KUBIS Mohamad, Fihrina; Mohamad, Yolanda Pransiska
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 2, No 1 (2016): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Test the Total Plate Number (ALT) and more precisely ALT mesophyll aerobics or anaerobic mesophyll using solid media with the end result in the form of colonies that can be observed visually in the form of numbers in colony (cfu) per ml or per gram or colony / 100ml. Skipjack is one of the mainstay fishery commodities from Maluku waters and is excellent, as indicated by the still low utilization rates, such as the management of small-scale and traditional fisheries. The ensiling process is the result of fermentation of cabbage vegetables using NaCl salt solution (Asnadi 2009). One of the preservation processes that use natural ingredients is the ensiling process. The ensiling process is a process of preserving natural foods (fish, crops, meat, etc.)This study aims to determine the total bacterial plate number of smoked skipjack soaked in cabbage vegetable solution The method used in the study was an experiment with the treatment of boiling cabbage vegetables by testing the total bacterial plate number. The sample used in this study is the fungus caklang fish which are as many as 3 tails. Data analysis used to calculate the number of bacterial cultures that grow on Nutrient Agar media using Coloni Counter. By using the formula: Number of colonies x 1 / diluent factor.Results of the study: there is a difference in the amount of the total number of bacterial plates in smoked skipjack which is soaked in a solution of vegetable cabbage. On immersion treatment for 1 hour. the number of bacteria is 1.7 x 105 CFU / gram. in the treatment of soaking for 2 hours. the number of bacteria was 2.5 x 105 CFU / gram, in the immersion treatment for 3 hours. Obtained from the calculation of the number of bacteria is 2.1 x 105 CFU / gram. In testing the control treatment of smoked skipjack, it was found that the number of bacteria was 8.6 x 102. When viewed from the average number of bacteria in the treatment the overall sample was still below the SNI standard (5 x 102) microbial pollution in smoked food. ABSTRAK Uji Angka Lempeng Total (ALT) dan lebih tepatnya ALT aerob mesofil atau anaerob mesofil menggunakan media padat dengan hasil akhir berupa koloni yang dapat diamati secara visual berupa angka dalam koloni (cfu) per ml atau per gram atau koloni/100ml. Ikan cakalang merupakan salah satu komoditas perikanan andalan dari perairan Maluku dan menjadi primadona, ditunjukkan oleh tingkat pemanfaatan masih rendah, seperti pengelolaan usaha perikanan berskala kecil dan bersifat tradisional. Proses ensiling adalah hasil fermentasi sayuran kubis menggunakan larutan garam NaCl (Asnadi 2009). Salah satu proses pengawetan yang menggunakan bahan alami adalah proses ensiling. Proses ensiling merupakan proses pengawetan pangan alami (ikan, hasil tanaman, daging, dll)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka lempeng total bakteri terhadap ikan cakalang asap yang direndam dengan larutan sayuran kubis Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen dengan perlakuan pendaman sayuran kubis dengan uji angka lempeng total bakteri. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah ikan caklang asap yang sebanyak 3 ekor. Analisis data yang digunakan Untuk menghitung jumlah biakan bakteri yang tumbuh pada media Nutrient Agar dengan menggunakan Coloni Counter. Dengan menggunakan rumus : Jumlah koloni x 1/faktor pengencer.Hasil penilitan : ada perbedaan jumlah antara jumlah angka lempeng total bakteri pada ikan cakalang asap yang direndam deng larutan sayuran kubis. Pada perlakuan perendaman selama 1 jam. jumlah bakterinya adalah 1,7 x 105 CFU/gram. pada perlakuaan perendaman selama 2 jam. jumlah bakteri adalah 2,5 x 105 CFU/gram, pada perlakuan perendaman selama 3 jam. Diperoleh dari perhitungan jumah bakteri adalah 2,1 x105 CFU/gram. Pada pengujian perlakuan kontrol pada ikan cakalang asap didapati jumlah bakteri 8,6 x 102. Jika dilihat dari rata-rata jumlah bakteri pada perlakuan sampel keseluruhan masih dibawah standar SNI (5 x 102) pencemaran mikroba pada bahan pangan yang diasap.
UJI ANGKA LEMPENG TOTAL BAKTERI TERHADAP IKAN CAKALANG ASAP YANG DIRENDAM DENGAN LARUTAN SAYURAN KUBIS Fihrina Mohamad; Yolanda Pransiska Mohamad
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 2, No 1 (2016): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v2i1.107

Abstract

ABSTRACT Test the Total Plate Number (ALT) and more precisely ALT mesophyll aerobics or anaerobic mesophyll using solid media with the end result in the form of colonies that can be observed visually in the form of numbers in colony (cfu) per ml or per gram or colony / 100ml. Skipjack is one of the mainstay fishery commodities from Maluku waters and is excellent, as indicated by the still low utilization rates, such as the management of small-scale and traditional fisheries. The ensiling process is the result of fermentation of cabbage vegetables using NaCl salt solution (Asnadi 2009). One of the preservation processes that use natural ingredients is the ensiling process. The ensiling process is a process of preserving natural foods (fish, crops, meat, etc.)This study aims to determine the total bacterial plate number of smoked skipjack soaked in cabbage vegetable solution The method used in the study was an experiment with the treatment of boiling cabbage vegetables by testing the total bacterial plate number. The sample used in this study is the fungus caklang fish which are as many as 3 tails. Data analysis used to calculate the number of bacterial cultures that grow on Nutrient Agar media using Coloni Counter. By using the formula: Number of colonies x 1 / diluent factor.Results of the study: there is a difference in the amount of the total number of bacterial plates in smoked skipjack which is soaked in a solution of vegetable cabbage. On immersion treatment for 1 hour. the number of bacteria is 1.7 x 105 CFU / gram. in the treatment of soaking for 2 hours. the number of bacteria was 2.5 x 105 CFU / gram, in the immersion treatment for 3 hours. Obtained from the calculation of the number of bacteria is 2.1 x 105 CFU / gram. In testing the control treatment of smoked skipjack, it was found that the number of bacteria was 8.6 x 102. When viewed from the average number of bacteria in the treatment the overall sample was still below the SNI standard (5 x 102) microbial pollution in smoked food. ABSTRAK Uji Angka Lempeng Total (ALT) dan lebih tepatnya ALT aerob mesofil atau anaerob mesofil menggunakan media padat dengan hasil akhir berupa koloni yang dapat diamati secara visual berupa angka dalam koloni (cfu) per ml atau per gram atau koloni/100ml. Ikan cakalang merupakan salah satu komoditas perikanan andalan dari perairan Maluku dan menjadi primadona, ditunjukkan oleh tingkat pemanfaatan masih rendah, seperti pengelolaan usaha perikanan berskala kecil dan bersifat tradisional. Proses ensiling adalah hasil fermentasi sayuran kubis menggunakan larutan garam NaCl (Asnadi 2009). Salah satu proses pengawetan yang menggunakan bahan alami adalah proses ensiling. Proses ensiling merupakan proses pengawetan pangan alami (ikan, hasil tanaman, daging, dll)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka lempeng total bakteri terhadap ikan cakalang asap yang direndam dengan larutan sayuran kubis Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen dengan perlakuan pendaman sayuran kubis dengan uji angka lempeng total bakteri. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah ikan caklang asap yang sebanyak 3 ekor. Analisis data yang digunakan Untuk menghitung jumlah biakan bakteri yang tumbuh pada media Nutrient Agar dengan menggunakan Coloni Counter. Dengan menggunakan rumus : Jumlah koloni x 1/faktor pengencer.Hasil penilitan : ada perbedaan jumlah antara jumlah angka lempeng total bakteri pada ikan cakalang asap yang direndam deng larutan sayuran kubis. Pada perlakuan perendaman selama 1 jam. jumlah bakterinya adalah 1,7 x 105 CFU/gram. pada perlakuaan perendaman selama 2 jam. jumlah bakteri adalah 2,5 x 105 CFU/gram, pada perlakuan perendaman selama 3 jam. Diperoleh dari perhitungan jumah bakteri adalah 2,1 x105 CFU/gram. Pada pengujian perlakuan kontrol pada ikan cakalang asap didapati jumlah bakteri 8,6 x 102. Jika dilihat dari rata-rata jumlah bakteri pada perlakuan sampel keseluruhan masih dibawah standar SNI (5 x 102) pencemaran mikroba pada bahan pangan yang diasap.
ANALISIS KANDUNGAN SUKROSA DAN UJI DAYA TERIMA PRODUK SUSU JAGUNG Dian Saraswati; Mohamad Taufik Iriawan Sutaji; Netty I. Ischak; Fihrina Mohamad; Agustian A Maridji
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 5, No 2 (2019): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v5i2.484

Abstract

Plant-based milks such as corn milk are especially important for health, especially for someone who is allergic to cow's milk. The purpose of making corn milk is to determine the amount of sucrose content and the effect of adding water in making corn milk to the level of consumer acceptance through organoleptic tests which include color, aroma, and taste with the addition of 200 ml of water (treatment 1), 250 ml (treatment 1). 2), and 300 ml (treatment 3). The method used in this study is the Carbohydrate test (Luff Schoorl) and experiments. The analysis used is the Anova test. The purpose of this study was to determine the amount of sucrose content in corn milk and how the effect of adding water was 200 ml, 250 ml, and 300 ml. The results showed that the amount of sucrose contained in corn milk with the addition of 250 ml of water was 2.90% and the highest level of acceptance was, for the organoleptic taste test, namely in treatment 2 with the addition of 250 ml of water and 3 with the addition of 300 ml of water with the results percentage of 40%, for the aroma organoleptic test, namely in treatment 2 with a presentation result of 40%, and the last color organoleptic test was treatment 2 with a presentation result of 68%. Corn milk with with 250ml water added has 2,90% sucrose and it is acceptable based on standard.  ABSTRAK  Susu nabati seperti susu jagung sangat penting untuk kesehatan, terutama bagi seseorang yang alergi terhadap susu sapi. Tujuan pembuatan susu jagung adalah untuk mengetahui besarnya kandungan sukrosa dan pengaruh penambahan air dalam pembuatan susu jagung terhadap tingkat penerimaan konsumen melalui uji organoleptik yang meliputi warna, aroma, dan rasa dengan penambahan 200 ml air (P0), 250 ml (P1), dan 300 ml (P 3). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji karbohidrat (luff schoorl) dan eksperimen. Analisis yang digunakan adalah uji Anova. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kandungan sukrosa pada susu jagung dan bagaimana pengaruh penambahan air 200 ml, 250 ml, dan 300 ml terhadap daya terima produk susu jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sukrosa yang terkandung dalam susu jagung dengan penambahan 250 ml air adalah 2,90% dan tingkat penerimaan tertinggi adalah P1, untuk uji rasa organoleptik yaitu pada perlakuan 2 dengan penambahan 250 ml air. Penambahan 300 ml air dengan hasil prosentase 40%, untuk uji organoleptik aroma yaitu pada perlakuan 2 dengan hasil penyajian 40%, dan uji organoleptik warna terakhir adalah perlakuan 2 dengan hasil penyajian dari 68%. Kesimpulan penelitian menunjukkan susu jagung dengan penambahan 250ml air memiliki kandungan sukrosa 2,90% dan dapat diterima sesuai standar.  
UJI DAYA TERIMA MIE BASAH SUBTITUSI DAUN KELOR Widyawati Koniyo; Misrawati Goi; Fihrina Mohammad
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 1 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i1.489

Abstract

Moringga leaves has Latin Name that is Moringa Oleifera. This plant also type of nutritious vegetables and has many benefits. The aim of the research was to find out the community acceptance towards the increment of wet noodles production. The research method was a laboratory experiment. The data were obtained by organoleptic of 30 panelist respondents trained with 4 treatments those were wet noodles without the increment moringa leaves, the wet noodles with the 100gr increment of moringa leaves, the increment 200gr and 300 gr increment of moringa leaves. The result of this study were taken by Friedman test. The acceptance of wet noodles moringa leaves showed that P31 treatment or (noodles with 300gr moringa leaves) was the most liked with the score 3.05, the most preferred aroma was P31 treatment or (noodles with 300gr moringa leaves) with the score 3.75, the most color liked was P31 treatment or (noodles with 300gr moringa leaves) with   the score 3.97 and the most preferred texture was P21 treatment with the score 2.55.The conclusion  in acceptance with high score for indicator taste, aroma, and color was P31 and texture indicator in P21.  Tanaman kelor yang mempunyai nama dalam bahasa latin disebut Moringa oleifera atau dalam bahasa Inggris disebut drumstick plant ini merupakan tanaman yang menjadi sayuran yang sarat nutrisi dan mempunyai berbagai jenis kegunaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya terima masyarakat terhadap penambahan daun kelor untuk pembuatan mie basah.Penelitian ini termasuk eksperimen laboratorium. Data diperoleh dari uji organoleptik oleh 30 orang panelis agak terlatih dengan 4 perlakuan yaitu mie tanpa tambahan daun kelor, mie dengan penambahan 100 gr daun kelor, mie dengan penambahan 200 gr daun kelor dan mie dengan penambahan 300 gr daun kelor. Hasil penelitian menunjukkan data diambil dari uji friedman test, diketahui uji daya terima rasa mie daun kelor yang paling banyak disukai yaitu pada perlakuan P31 (mie 300 gr daun kelor) dengan nilai 3.05, aroma yang paling banyak disukai yaitu  perlakuan P31 (mie 300 gr daun kelor) dengan nilai 3.75,  warna yang paling banyak disukai yaitu perlakuan P31 (mie 300 gr daun kelor) dengan nilai 3.97 dan untuk tekstur yang paling banyak disukai yaitu P21 dengan nilai 2.55. Kesimpulan menunjukkan pada uji daya terima aspek rasa, aroma, warna nilai tertinggi pada P31, sementara pada aspek tekstur tertinggi pada P21. 
UJI DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP MINUMAN SERBUK JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) Fitri Yani Arbie; Khairunnisa Saleh; Fihrina Mohamad
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 1 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i1.485

Abstract

Red ginger is a plant from Zingiberaceae family that had been utilized as traditional medicine hereditary because it contains higher volatile (atsiri oil) and non-volatile (oleoresin) components than other types of ginger. The rhizome of red ginger can be used as medicine for colds and indigestion, to decrease the cholesterol level, as an analgesic, antipyrectic, anti-inflammatory, etc., (Panjaitan, 2012). The research was aimed to investigate the consumer’s acceptance level test on red ginger (Zingiber officinale Roscoe) powder drink.It applied laboratory pre-experimental method. The data were collected by an organoleptic test using 30 rather trained panelists with 4 treatments: the addition of  10 gr, 20 gr, 30 gr ginger, and without the addition of ginger.It can be concluded that for taste criteria, the most preffered one is P1, the addition of  10 gr red ginger by having an average score of  3. The most preferred aroma was P1 by having the average score of  2.9, and the most preferred texture was P0 by having the average score of 3. ABSTRAK  Jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) merupakan tumbuhan suku Zingiberaceae yang sudah digunakan sebagai obat secara turun-temurun sejak dulu karena mempunyai komponen volatile (minyak atsiri) dan non volatile (oleoresin) paling tinggi jika dibandingkan dengan jenis jahe yang lain. Rimpang jahe merah biasa digunakan sebagai obat masuk angin, gangguan pencernaan, menurunkan kadar kolesterol, sebagai analgesik, antipiretik, antiinflamasi, dan lain-lain (Panjaitan, 2012).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima konsumen terhadap Minuman Serbuk Jahe merah (Zingiber officinale Roscoe).Metode penelitian ini termasuk jenis penelitian pre eksperimental laboratorium. Data diperoleh dari uji organoleptik dengan menggunakan 30 panelis yang agak terlatih dengan 4 kali perlakuan yaitu penambahan jahe 10 gr, 20 gr, 30 gr, dan tanpa penambahan jahe.Hasil penelitian data menggunakan uji friedman test, diketahui uji daya terima konsumen terhadap minuman serbuk jahe merah (Zingiber officinale Roscoe).Kesimpulanuji daya terima konsumen terhadap minuman serbuk jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) yang paling banyak disukai dari kriteria rasa terdapat pada P1 dengan penambahan jahe 10 gr dengan nilai rata-rata 3, aroma yang paling banyak disukai terdapat pada P1 dengan penambahan jahe 10 gr dengan nilai rata-rata 2.9, warna yang paling banyak disukai terdapat pada P0 dengan tanpa tambahan jahe dengan nilai rata-rata 2.7, sedangkan tekstur yang paling banyak disukai terdapat pada P0 dengan tanpa tambahan jahe dengan nilai rata-rata 3.