Claim Missing Document
Check
Articles

BEBAN KERJA MENTAL, FISIK DAN WAKTU PERAWAT DI POLI RSUD dr. SLAMET GARUT Indra Maulana; Ati Surya Mediawati; Egis Permana
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 2, Juli 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.529 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i2.441

Abstract

Beban kerja mental merupakan suatu perbedaan antara kapasitas dan kemampuan dalam melakukan pekerjaan atau tugas-tugasnya. Beban kerja yang tinggi bisa menyebabkan beban kerja mental, fisik, dan waktu sedangkan beban kerja yang rendah bisa menyebabkan kebosanan dan kejenuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran beban kerja mental, fisik, dan waktu perawat di ruangan poli RSU dr, Slamet Garut. Metode Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat di ruangan poli RSU dr Slamet Garut. Teknik pengambilan sampel total sampling, dengan besar sampel yaitu 62 orang perawat. Pengukuran beban kerja mental menggunakan NASA TLX yang dinilai oleh peneliti dari lembar kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskritif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan beban kerja mental kategori tinggi sebanyak 58 responden (100,0%), beban kerja fisik kategori tinggi sebanyak 57 responden (98,3%), dan beban kerja waktu kategori tinggi sebanyak 57 responden (98,3%). Kesimpulan penelitian ini menggambarkan bahwa beban kerja perawat di ruangan poli RSU dr Slamet Garut kategori tinggi baik beban kerja mental, fisik, dan waktu. Perlunya perbaikan manajemen keperawatan perawat perlu menjaga kondisi fisik dan mental dalam memberikan pelayanan keperawatan karena beban kerja yang tinggi. Mental workload is a difference between capacity and ability to do work or tasks. High workload can cause mental workload, physical, time and low workload can cause boredom and burnout. This study is to find out how the mental, physical and nurse workload depictions in the poly room of dr. Slamet Garut Hospital. The research method used quantitative descriptive design. The population of the study was all nurses in the poly room of dr. Slamet Garut Hospital. The sampling technique was total sampling, with 62 nurses. The measurement of mental workload using NASA TLX which was assessed by researchers from the questionnaire sheet. The data analysis used quantitative descriptive analysis. The results showed that mental workload in the high category was 58 respondents (100.0%), physical workload in the high category was 57 respondents (98.3%), and the time workload in the high category was 57 respondents (98.3%). The conclusion was the workload of nurses in the poly room of dr. Slamet Garut Hospital in a high category both mental, physical, and time workloads. There needs to be an improvement in nursing management and nurses need to maintain physical and mental conditions in providing nursing services because of high workloads.
EFEKTIVITAS WAKTU KETERLAKSANAAN PERAN PERAWAT DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS PADJADJARAN BERDASARKAN MATRIX EFEKTIFITAS WAKTU COVEY (2013) hesti nuraeni; donny juliandri prihadi; fransisca sri susilaningsih; ati surya mediawati
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.86 KB) | DOI: 10.35728/jmkik.v5i2.113

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan telusur dokumen rekam medis pasien (n=20) yang dilakukan pada bulan Januari 2019, pencatatan asuhan keperawatan yang meliputi tindakan pengkajian, diagnosis keperawatan, dan intervensi tidak teridentifikasi dalam dokumentasi rekam medis pasien. Berdasarkan wawancara dengan staf kepegawaian, didapatkan data masih banyak perawat yang sering datang terlambat dan terlihat kurang produktif pada saat jam kerja dengan mengobrol, bermain hp dan tidak berada di tempat. Tujuan penelitian: Efektivitas Keterlaksanaan Peran Perawat di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut. Metode: deskriptif dengan observasi menggunakan metode time and motion study Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh aktifitas (dalam menit) yang dilakukan oleh 6 orang perawat selama shift kerja. Hasil : Berdasarkan efektivitas waktu, dinilai tidak efektif karena berada di kuadran IV (Tidak Penting- Tidak Mendesak) sebesar 46%, menurut responden hal tersebut terutama pada saat pasien pre-operasi sehingga tidak banyak kegiatan yang dilakukan,dan waktu shift yang panjang selama 16 jam pada shift sore-malam sehingga lebih banyak aktivitas kegiatan pribadi. Aplikasi hasil :Keterlaksanaan peran perawat di RSGM Unpad secara efektivitas waktu berada di kuadran IV, yang berarti tidak efektif, maka diperlukan penetapan kompetensi perawat klinis agar peran perawat dilaksanakan dengan efektif.
Description Of Perceptions Of The Donning And Doffing Of Personal Protective Equipment In Unpad Nursing Students Class Of 2017 Rizkika Nur Amalia; Etika Emaliyawati; Ati Surya Mediawati
Padjadjaran Acute Care Nursing Journal Vol 3, No 1 (2021): Padjadjaran Acute Care Nursing Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.244 KB) | DOI: 10.24198/pacnj.v3i1.38346

Abstract

Personal protective equipment (PPE) is one of the standard precautions to reduce the risk of infection spreading. Nursing students are expected to have the proper knowledge and attitude regarding the donning and doffing of PPE as taught during the educational period. This study was intended to understand the knowledge and attitude regarding the donning and doffing of PPE on the students in the Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran class of 2017 who will attend nurse profession education.The method of this study was descriptive quantitative. The population of this study was the students in the Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran class of 2017. The sampling method was total sampling with a response rate of 82.7% (n=205). The instrument used was an online questionnaire of knowledge and attitude regarding PPE built by the researcher. The validity assessed were the construct validity and the content validity. The reliability had Cronbach's alpha value of 0.913 (knowledge) and 0.808 (attitude). The data analysis used median and frequency distribution.The study result showed that 113 respondents (55.1%) had proper knowledge regarding PPE while 92 respondents (44.9%) lacked knowledge regarding PPE. The variable study result showed that 111 respondents (54.1%) had a positive attitude toward PPE and 94 respondents (45.9%) had a negative attitude toward PPE.More than half the students in the Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran class of 2017 had proper knowledge and a positive attitude. Knowledge and attitude can be affected by training, experience, and the availability of PPE. Practice and training concerning PPE during the educational period can increase the ability of the students to donning and doffing PPE properly because the students can easily understand the basic principles and standard practices and implement them consistently. Therefore, to increase the knowledge and attitude, the revitalization of education and training is required.
Studi Literatur : Gambaran Stres Perawat saat Melaksanakan Pelayanan Nursing Home Care Sandra Restuti; Ati Surya Mediawati; Udin Rosidin
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i6.8693

Abstract

ABSTRACT The incidence of stress in home care nurses is common in the world. High job demands can impact on nurse stress. Therefore, it will have an effect to work performance and the quality of care provided. In addition, other impacts can range from burnout to depersonalization. The purpose of this study aimed to describe the stress of nurses when carrying out nursing home care services. This research  design used was a narrative review method. The variable in this study was the stress of nurses when carrying out nursing home care services. All literature was obtained through the PubMed. The keywords used were “stress” or “job stress” and “nursing home care” or “home care” or “home health care” and “negative impact. 38 journal articles were founded that were appropriate and analyzed using tables based on stress factors. Based on the results of the study, the most common sources of stress were workload and conflicts between nurses. The forms of stress shown by nurses are confusion, feelings of insecurity, and loss of work motivation. The bad effects of stress are physical and mental health problems to the desire to leave work. 74.6% of nurses working in nursing home care experience stress. Henceforth, it is necessary to conduct research that addresses the relationship between workload and conflict between nurses and stress events in home care nurses. Keywords: Nurse, Nursing Home Care, Stress  ABSTRAK Kejadian stres pada perawat home care banyak terjadi di dunia. Tuntutan pekerjaan yang tinggi dapat menimbulkan stres. Hal ini berpengaruh terhadap performa kerja dan kualitas asuhan yang diberikan. Selain itu, dampak lainnya dapat berupa burnout hingga depersonalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres perawat saat melaksanakan pelayanan nursing home care. Rancangan penelitian ini menggunakan narrative review. Variabel dalam penelitian ini adalah stres perawat saat melaksanakan pelayanan nursing home care. Seluruh literatur didapatkan melalui database PubMed. Kata kunci yang digunakan yaitu “stress” or “job stress” and “nursing home care” or “home care” or “home health care” and “negative impact. Didapatkan 38 jurnal artikel yang sesuai dan dilakukan analisis menggunakan tabel berdasarkan faktor terjadinya stres. Berdasarkan hasil penelitian, sumber stres yang paling banyak ditemukan adalah beban kerja dan konflik antar perawat. Bentuk stres yang ditunjukkan perawat berupa kebingungan, perasaan tidak percaya diri, dan kehilangan motivasi kerja. Dampak buruk dari stress yaitu gangguan kesehatan fisik dan mental hingga keinginan untuk meninggalkan pekerjaannya. 74,6% perawat yang bekerja di pelayanan nursing home care mengalami stress. Untuk selanjutnya perlu dilakukan penelitian yang membahas hubungan antara beban kerja serta konflik antar perawat dengan kejadian stres pada perawat home care.  Kata Kunci : Nursing Home Care, Perawat,  Stress
Inisiasi Optimalisasi Fungsi Perencanaan Head Nurse dalam Pengelolaan Linen Rahma Jumila; Hanny Handiyani; Dewi Gayatri; Masfuri Masfuri; Ati Surya Mediawati
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 1 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i1.5535

Abstract

This study report aims to identify planned changes in the initiation of optimization of the planning function in Linen Management. This method uses a case study approach using interviews, document review and observation, and Ishikawa's analysis. the results of the study shared that the application of the planning function in linen handling had not been optimal, as a result it had an impact on nursing services in the room. The management of linen in the room does not yet have standard guidelines and regulations for managing linen in each room. In conclusion, optimizing the planning function of the Head Nurse in linen management through drafting guidelines for linen management, the leadership's efforts to strengthen and sustain changes can be made by ratifying linen management regulations.Keywords: planning function, service quality, linen management, planned change.
Gambaran Kejadian Burnout Syndrome pada Perawat Jiwa Andini Bilqiis Ashiilah; Ati Surya Mediawati; Nur Oktavia Hidayati Hidayati
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1240

Abstract

Perawat jiwa merupakan salah satu profesi kesehatan yang berinteraksi secara langsung dengan klien gangguan jiwa yang memiliki perilaku berbeda dengan klien biasa. Terdapat pasien gangguan jiwa yang agresif dan terkadang melakukan tindakan kekerasan terhadap perawat. Pekerjaan perawat jiwa lebih monoton dibandingkan perawat bangsal lain, sehingga hal – hal tersebut menyebabkan perawat jiwa lebih mudah mengalami burnout syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian burnout syndrome pada perawat jiwa ruang rawat inap RSJ Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Penentuan sampel menggunakan total sampling sehingga jumlah sampel yaitu 183 perawat jiwa ruang rawat inap RSJ Provinsi Jawa Barat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory Human Services Survey (MBI-HSS). Hasil data dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengah perawat jiwa ruang rawat inap (73,8%) mengalami burnout pada kategori sedang, lebih dari setengah responden (64,5%) mengalami kelelahan emosional pada kategori ringan, lebih dari setengah responden (66,15%) mengalami depersonalisasi pada kategori sedang, dan sebagian besar responden (89,6%) mengalami penurunan pencapaian pribadi pada kategori sedang. Simpulan dari penelitian ini yaitu adanya perawat jiwa ruang rawat inap yang mengalami burnout kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan bagi perawat untuk terus meningkatkan motivasi kerja agar dapat mencegah terjadinya burnout syndrome pada kategori yang lebih tinggi.
Hubungan Antara Tingkat Kesadaran Orang Tua dengan Perilaku Pencegahan Berulang Thalasemia Ai Mardhiyah; Aat Sriati; Ayu Prawesti; Ati Surya Mediawati; Ikeu Nurhidayah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4897

Abstract

Prevalensi penyakit thalassemia di Jawa Barat mengalami peningkatan setiap tahunnya. Program pencegahan sekunder thalasemia yaitu pencegahan pada keluarga yang beresiko atau keluarga yang dicurigai sebagai pembawa sifat untuk mencegah terjadi kembali kelahiran dengan thalasemia mayor. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara kesadaran orang tua anak penderita thalasemia dengan prilaku pencegahan thalasemia. Desain penelitian ini adalah cross-sectional study dengan sampel sejumlah 114 orang tua anak dengan thalasemia. Pengumpulan data menggunakan instrumen kesadaran dan prilaku orang tua dalam pencegahan talasemia. Analisis data menggunakan uji korelasional melalui uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kesadaran orang tua dengan prilaku pencegahan thalassemia, kemungkinan adanya faktor-faktor penghambat orang tua yang hampir setengahnya sudah mempunyai kesadaran tetapi tidak berprilaku pencegahan thalasemia dikarenakan biaya, kurang memahami prosedur, takut, masih berharap punya anak kembali. Saran penelitian ini adalah orang tua perlu meningkatkan kesadaran dengan mengembangkan intervensi atau strategi pencegahan thalasemia melalui konseling dan peer support group pada orang tua.
Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi dan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Sukamanah Maria Komariah; Ati Surya Mediawati; Henny Yulianita; Dyah Setyorini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12176

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang diakibatkan dari kondisi kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut usia kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO. Stunting telah menjadi isu kesehatan secara internasional maupun nasional. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan pemerintah untuk mencegah peningkatan kasus stunting di Indonesia. Keberhasilan upaya pencegahan ini tentu memerlukan partisipasi aktif multidisipliner, salah satunya dengan diadakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh tenaga pendidikan dan mahasiswa. Kegiatan pengabdian kepada masyakarat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki balita atau anak usia 0-5 tahun mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini, yaitu penyuluhan kesehatan yang dilakukan secara luring di Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek. Sasaran kegiatan ini adalah 57 ibu yang memiliki balita dan berasal dari 17 rukun warga. Instrumen yang digunakan untuk mengukur dimensi pengetahuan sasaran adalah kuisioner yang diberikan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Berdasarkan hasil analisis skor pre-test dan post-test didapatkan nilai p-value <.001 (<.05) yang menunjukkan program kegiatan ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Program kegiatan ini terbukti bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki balita mengenai penerapan PHBS sebagai upaya pencegahan stunting di tatanan rumah tangga. Saran untuk kegiatan selanjutnya adalah dapat ditambahkannya program pemantauan perilaku peserta setelah kegiatan dilaksanakan. Kata Kunci: Penyuluhan Kesehatan, Gaya Hidup Sehat, Stunting  ABSTRACT Stunting is a growth and development disorder in children due to chronic malnutrition and recurrent infections, which is characterized by length or height for age less than -2 standard deviation (SD) on the WHO growth curve. Stunting has become a health problem internationally and nationally. The government has carried out various preventive efforts to prevent an increase in stunting cases in Indonesia. The success of this prevention effort certainly requires an active multidisciplinary role, one of which is by holding community service activities by education staff and students. This community service activity aims to increase the knowledge of mothers with toddlers or children aged 0-5 years about healthy lifestyle as an effort to prevent stunting. The method used in this activity is health education which is carried out offline in Sukamanah Village, Rancaekek District. The target of this activity was 57 mothers who have toddlers and came from 17 Community Associations. The instrument used to measure the target knowledge dimension is a questionnaire given before and after health education. Based on the results of the analysis of pre-test and post-test scores, a p-value <0.001 (<0.05) was obtained, which shows that this activity program has a significant effect on knowledge before and after health education. This activity program has proven to be useful in increasing the knowledge of mothers with toddlers regarding the implementation of healthy lifestyle as an effort to prevent stunting in the household. Suggestions for further activities include adding a participant behavior monitoring program after the activity is carried out. Keywords: Health Education, Healthy Hifestyle, Stunting
Strategi Implementasi Diagnosis, Intervensi dan Luaran Keperawatan Indonesia terhadap Perawat Umboh Morenita Jeanifer; Ati Surya Mediawati; Irman Somantri
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.5994

Abstract

This study explores strategies for implementing Indonesian nursing diagnoses, interventions, and outcomes for hospital nurses. This research method uses a scoping review approach. The research results found 12 articles that describe seven main components of strategies for implementing standard diagnosis, intervention, and outcomes of Indonesian nursing, namely educational programs, case study discussions, assistance using instruments, observation, innovation, role play, and demonstration. Conclusion The strategy for implementing training, case study discussions, and service using devices, words, innovation, role play, and demonstrations can increase nurses' knowledge and skills in nursing practice and patient safety using Indonesian hospital nursing standards. Keywords: Indonesia, Nurses, SDKI SLKI SIKI, Standardization
Manajemen Asuhan Keperawatan Pada Ny.M dengan Masalah Nyeri Akut Post Sectio Caesarea Cholilatur Rohmania; Ati Surya Mediawati; Dyah Setyorini
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.6733

Abstract

This study aims to describe the nursing management of acute pain problems in optimal one-day care in the Central Surgical Installation Room (IBS) RSUD using a 3M problem-based analysis (man, method, materials). The results of the research show that by carrying out optimal pain management, starting from assessment to evaluation of pain to optimizing non-pharmacological interventions (music therapy and deep breathing relaxation), patient pain complaints show improvement from moderate to mild scale (NRS) as well as the role of nurses in independent intervention also better. Problems studied in the room include the lack of optimal management of acute postoperative pain (from assessment to evaluation of pain, sometimes it is not done in the room), there is no SOP for pain intervention, there is no guideline for handling pain in the room, and the implementation of independent nurse intervention related to pain has not been implemented. In conclusion, with optimal assessment and evaluation of pain, including non-pharmacological technical interventions that are relatively easy to learn and apply independently by nurses, the results obtained are that the client's pain level is reduced from moderate pain on a scale of 5 to low pain on a scale of 3 on the NRS scale. Keywords: Central Surgical Installation, Nursing Care Management, Acute Pain
Co-Authors Aat Sriati Aat Sriati Aat Sriati Achmad Nizar Hidayanto Ai Mardhiyah Ai Mardhiyah Ai Mardhiyah Andini Bilqiis Ashiilah Asfarada, Muhammad Rizky Atika Salma Azzahra Aulia, Syifa Nurul Ayu Prawesti Basrah, Miftahul Jannah Cencen Hendra Setiawan Cholilatur Rohmania da Conceição, José Ximenes Dewi Gayatri Dheandra, Putri Vidahlia Dina Pranita Donny Juliandri Prihadi Dyah Setyorini Egis Permana Elly Nurachmah Eryando, Tries Etika Emaliyawati Fatima Cabral, Cenia fransisca sri susilaningsih Fransisca Sri Susilaningsih Haelena Wibowo, Gita Amoria Hana Rizmadewi Agustina Hanny Handiyani Hariyanto, Hasna Husniyah Henny Suzana Mediani Henny Yulianita hesti nuraeni Hesti Nuraeni Husin, Nurmila Ihsan, Riza Nurul Ikeu Nurhidayah Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Irman Somantri Iwan Shalahuddin Iyus Yosep Kosim Kosim Kristian Labertus Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Maria Komariah Masfuri - Metilda Metilda Muchtaruddin Mansyur Namina, Fajaritta Sukma Nita Fitria Novita Sari Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Hidayati Ofni Stephany Lumban Raja Putro, Prasetyo Adi Wibowo Rahma Jumila Rahma, Nur Rakhmawat, Windy Ramoo, Vimala Reviani, Suci Rismayanti, Depi Ristina Mirwanti Rizkika Nur Amalia Rossa, Nikita Rr Tutik Sri Hariyati Ryan Hara Permana Sandra Restuti Septania, Salma Mega Setiawati, Deni Setyowati , Setyowati Siki, Kornelius Sudika, Ajeng Lestari Khoirunnisa Susanti, Lenny Tati Sumarni Therecia Simanjuntak Theresia Eriyani Titis Kurniawan Udin Rosidin Umboh Morenita Jeanifer Widayana, I Gede Angga Ariesta Witri Destiani Yanti Alimuddin, Nurul Ilmi Zakiyah, Alifah Ummu