Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Cendikia Pendidikan

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPAS PADA KURIKULUM MERDEKA KELAS IV SD NEGERI GUGUS 3 KECAMATAN PENGASIH Rantiyem, Deti; Musyadad, Faridl; Evitasari, Atika Dwi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i2.7797

Abstract

This study aims to examine the implementation, challenges, and efforts in teaching Science and Social Studies (IPAS) within the Merdeka Curriculum in Grade IV of public elementary schools in Cluster 3, Pengasih District. This research employs a qualitative approach using observation, interviews, and documentation techniques. The results show that the schools in Cluster 3, Pengasih District, have implemented the Merdeka Curriculum by providing autonomy to students and teachers in the learning process. The teachers have undergone various training programs, including workshops, technical guidance, and webinars, to support the curriculum implementation. The implementation process includes the stages of planning, execution, and evaluation. Lesson planning involves designing teaching modules tailored to students' characteristics and utilizing various learning resources, including digital media. The teaching execution includes preliminary activities, core activities, and closing activities. The evaluation phase comprises diagnostic, formative, and summative assessments. Challenges encountered include difficulties faced by students in understanding science materials that require deep reasoning and are filled with numerous unfamiliar terms, which makes them feel overwhelmed. The complexity of reasoning and understanding foreign terms in science materials poses significant obstacles. Additionally, the lack of infrastructure hinders the development of process skills, making learning media and teaching materials less effective. There is also limited real-life application relevant to the learning materials. Efforts to overcome these challenges include conducting routine evaluations to assess students’ understanding, discussing difficult topics, reteaching, and enriching learning resources. Efforts to address infrastructure shortages involve assessing needs, providing appropriate facilities, and fostering students' responsibility to maintain these facilities. Teachers take the initiative to independently provide learning media to ensure the availability of tools and to aid students in understanding the material. The application of scientific concepts is enriched by utilizing the internet, other books, or collaboration with other teachers to broaden students’ horizons. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi, kendala, dan upaya pembelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka di kelas IV SD Negeri Gugus 3 Kecamatan Pengasih. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri Gugus 3 Kecamatan Pengasih telah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan memberikan kebebasan kepada peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran. Guru-guru di sekolah tersebut telah dilatih melalui berbagai pelatihan, termasuk kombel, bimtek, dan webinar untuk mendukung penerapan kurikulum. Proses implementasi meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan pembelajaran dilakukan dengan menyusun modul ajar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, dan menggunakan berbagai sumber belajar, termasuk media digital. Pelaksanaan pembelajaran dengan tahap kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada tahap evaluasi mencakup assessment diagnostic, assessment formatif dan sumatif. Adapun kendala yang dihadapi, peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi IPA yang memerlukan penalaran mendalam serta banyak istilah asing, yang mengakibatkan mereka merasa terbebani. Materi IPA yang memerlukan penalaran dan pemahaman, dan memahami istilah asing. Kurangnya sarana dan prasarana menyebabkan keterampilan proses sulit berkembang, media pembelajaran serta bahan ajar menjadi kurang efektif. Pada aplikasi ilmiah terbatasnya situasi nyata yang relevan dengan materi pembelajaran. Adapun Upaya untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan evaluasi rutin dilakukan untuk menilai pemahaman peserta didik, mendiskusikan materi yang sulit, melakukan pengajaran ulang, dan menambah sumber belajar. Pemenuhan sarana dan prasarana melalui pendataan kebutuhan, penyediaan yang sesuai, serta membangun tanggung jawab peserta didik untuk menjaga fasilitas. Guru inisiatif menyediakan media pembelajaran secara mandiri guna memastikan alat bantu tersedia dan membantu peserta didik memahami materi. Aplikasi ilmiah diperkaya dengan memanfaatkan internet, buku lain, atau kerja sama dengan guru lain untuk memperluas wawasan peserta didik.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPAS PADA KURIKULUM MERDEKA DI SDN GUGUS IV KECAMATAN TEMON TAHUN AJARAN 2023/2024 Pancasari, Tri Dewi; Evitasari, Atika Dwi; Sugiyanta, Geyol
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i7.8449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dalam Kurikulum Merdeka di SD Negeri Gugus IV Kecamatan Temon, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dan strategi yang diterapkan oleh guru dalam menghadapi perubahan ini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS telah direncanakan dan dilaksanakan sesuai pedoman Kurikulum Merdeka, meskipun aspek diferensiasi pembelajaran belum sepenuhnya tercermin. Tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya minat baca peserta didik, keterbatasan sarana prasarana, dan kesulitan guru dalam memilih media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Strategi yang digunakan untuk mengatasi kendala ini mencakup penyelenggaraan kegiatan literasi, pemanfaatan media pembelajaran alternatif, dan penggunaan model pembelajaran aktif seperti Problem-Based Learning (PBL) dan Cooperative Learning. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya dukungan yang berkelanjutan untuk guru dalam bentuk pelatihan dan pengembangan sumber daya pendidikan, guna meningkatkan efektivitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Research This study aims to determine the implementation of learning and Social Sciences (IPAS) learning in the Merdeka Curriculum at SD Negeri Gugus IV in Temon Sub-district, as well as identifying the challenges faced and strategies used. Temon, as well as identifying the challenges faced and the strategies applied by teachers in dealing with these changes. applied by teachers in dealing with these changes. The research used descriptive qualitative approach with observation, interview, and documentation techniques. documentation. The results showed that IPAS learning has been planned and implemented according to the Merdeka Curriculum guidelines, although the differentiation aspect of learning has not been fully reflected.learning differentiation has not been fully reflected. The main challenges faced faced are students' low interest in reading, limited infrastructure and facilities, and teachers' difficulty in choosing learning media that suits the needs of students. learners' needs. The strategies used to overcome these obstacles include organizing literacy activities, utilizing alternative learning media, and the use of active learning models such as Problem-Based Learning (PBL) and Cooperative Learning. and Cooperative Learning. This research provides insight into the importance of the importance of ongoing support for teachers in the form of training and development of educational educational resources, in order to improve the effectiveness of IPAS learning at primary schools.
MEDIA ASSEMBLR EDU TERHADAP MINAT BELAJAR IPAS DI SEKOLAH DASAR Melina, Cici; Utaminingtyas, Siwi; Evitasari, Atika Dwi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i8.8571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Audio-Visual Assemblr Edu pada pembelajaran IPAS kelas IV di SD N Brosot serta untuk mengetahui kelayakan media Audio-Visual Assemblr Edu pada pembelajaran IPAS yang dikembangkan untuk peserta didik kelas IV SD N Brosot. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) menurut Sugiono dengan 5 langkah pengembangan yaitu analisis, perencanaan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan validasi kelayakan ahli media dan ahli materi. Subjek uji coba produk media Audio-Visual Assemblr Edu ini berjumlah 27 peserta didik kelas IV SD N Brosot. Berdasarkan hasil penelitian, produk media Audio-Visual Assemblr Edu pada pembelajaran IPAS layak menurut hasil berikut: Uji kelayakan ahli materi mendapatkan 94% dengan kategori “Sangat Layak”. Uji kelayakan ahli media mendapatkan 78% dengan kategori “Layak”. Respon media Audio-Visual Assemblr Edu oleh peserta didik mendapatkan skor 4,59 dengan kategori “Sangat Baik” untuk uji coba skala kecil, dan skor 4,65 dengan kategori “Sangat Baik” untuk uji coba skala besar. Media pembelajaran Audio-Visual Assemblr Edu efektif digunakan untuk meningkatkan minat belajar IPAS kelas IV SD N Brosot. Uji paired sample t-test menunjukan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan signifikan pada minat belajar sebelum dan sesudah menggunakan media Audio-Visual Assemblr Edu.