Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Latihan E-Movement terhadap Peningkatan Kelincahan Pemain Sepak Bola Panser FC Taliwang Maulana, Hizir; Yusuf, Rusdiana
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i1.20525

Abstract

Penelitian ini menjawab hipotesis bahwa latihan E-Movement berpengaruh terhadap peningkatan kelincahan pemain sepak bola Panser FC Taliwang. Premis utama penelitian didasarkan pada kebutuhan pemain sepak bola untuk melakukan akselerasi, deselerasi, perubahan arah, dan reposisi tubuh secara cepat dalam ruang permainan yang terbatas. Kelincahan menjadi komponen penting karena pemain tidak hanya dituntut berlari cepat, tetapi juga mampu mengubah arah gerak secara efisien ketika melakukan pressing, transisi bertahan-menyerang, membuka ruang, dan mengantisipasi pergerakan lawan. Penelitian menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest dengan sampel 20 pemain Panser FC Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Perlakuan diberikan melalui program latihan E-Movement cone drill selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Instrumen pengukuran kelincahan menggunakan shuttle run, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu shuttle run menurun dari 14,70 detik pada pretest menjadi 14,35 detik pada posttest. Penurunan waktu sebesar 0,35 detik menunjukkan peningkatan performa kelincahan karena skor waktu yang lebih rendah menandakan gerak bolak-balik yang lebih cepat. Hasil uji t menunjukkan t hitung sebesar 2,948 lebih besar daripada t tabel 1,729 pada taraf signifikansi 5%, sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan E-Movement dapat digunakan sebagai variasi latihan kelincahan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan perubahan arah pemain sepak bola amatir. Implikasi praktisnya, pelatih dapat memasukkan E-Movement dalam program latihan fisik mingguan, terutama pada fase pengembangan kelincahan, koordinasi kaki, kontrol tubuh, dan kemampuan transisi gerak. Kata Kunci: E-Movement; kelincahan; sepak bola; shuttle run; latihan cone drill.
PENGARUH METODE LATIHAN IMAGERY TERHADAP KONSENTRASI ROLL SPIKE DALAM PERMAINAN SEPAK TAKRAW PADA ATLEK SEPAK TAKRAW MATARAM TAHUN 2023 Hardiansyah, Rizal; Yusuf, Rusdiana; Nurdin, Nurdin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v4i4.10462

Abstract

ABSTRACT Concentration is a key factor in the successful execution of the roll spike technique in sepak takraw, as this movement requires high levels of coordination, precision, and mental control. However, in practice, athletes often exhibit low levels of focus and confidence when performing this technique. This study aims to analyze the effect of imagery training on improving concentration in executing the roll spike among sepak takraw athletes in Mataram. The study employed an experimental approach using a one group pretest-posttest design without a control group. The subjects consisted of nine athletes who received imagery training as the treatment. Data were collected through a roll spike skill test and analyzed using a t-test to compare pretest and posttest results. The findings indicate a significant improvement in concentration following the implementation of imagery training. These results suggest that imagery training is effective in enhancing athletes’ focus and the quality of roll spike execution. Therefore, imagery-based mental training can be considered a strategic approach to improving athletic performance, particularly in complex technical skills in sepak takraw. ABSTRAK Konsentrasi merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pelaksanaan teknik roll spike pada permainan sepak takraw, karena gerakan ini menuntut koordinasi, ketepatan, dan kontrol mental yang tinggi. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan rendahnya fokus dan kepercayaan diri atlet saat melakukan teknik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan imagery terhadap peningkatan konsentrasi roll spike pada atlet sepak takraw di Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Subjek penelitian berjumlah 9 atlet yang diberikan perlakuan berupa latihan imagery. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan roll spike, kemudian dianalisis menggunakan uji t untuk membandingkan hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi yang signifikan setelah pemberian latihan imagery. Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan imagery efektif dalam membantu atlet meningkatkan fokus perhatian serta kualitas eksekusi teknik roll spike. Dengan demikian, latihan mental berbasis imagery dapat menjadi alternatif strategis dalam mendukung peningkatan performa atlet, khususnya pada keterampilan teknik yang kompleks dalam olahraga sepak takraw.
PERAN ATHLETICS SPRINT ACADEMY DALAM PEMBINAAN SPRINTER NTB Zaili, Rio; Yusuf, Rusdiana; Supriyatnak, Kokom
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10977

Abstract

ABSTRACT Sprint athlete development in regional areas requires a well-planned training system, support from competent coaches, and sustainable organizational management to produce high-achieving athletes. This study aimed to describe the role of the Athletics Sprint Academy (ASA) Club in developing sprinter athletes to improve sports achievement in West Nusa Tenggara Province in 2025. The study employed a descriptive qualitative approach using the Context, Input, Process, Product (CIPP) evaluation model. The research subjects consisted of club administrators, coaches, and outstanding athletes of ASA Club. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings showed that ASA has a clear development orientation as a regional sprinter training center. In the input aspect, the club is supported by coaches holding World Athletics Level 1 and 2 licenses, although it still faces limitations in training facilities and funding. In the process aspect, athlete development is carried out through structured training programs based on individualization, overload, specificity, periodization, physical monitoring, and mental support. In the product aspect, ASA athletes achieved accomplishments at regional and national levels during 2022–2024. The findings indicate that a community-based sports club can serve as an effective sprint development model when supported by strong organizational management, scientific training programs, and a sustainable development environment. ABSTRAK Pembinaan atlet sprint di daerah memerlukan sistem latihan yang terencana, dukungan pelatih kompeten, serta pengelolaan organisasi yang berkelanjutan agar mampu menghasilkan atlet berprestasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Klub Athletics Sprint Academy (ASA) dalam pembinaan atlet sprinter untuk meningkatkan prestasi olahraga di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model evaluasi Context, Input, Process, Product (CIPP). Subjek penelitian terdiri atas pengurus, pelatih, dan atlet berprestasi Klub ASA. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASA memiliki arah pembinaan yang jelas sebagai wadah pengembangan sprinter daerah. Pada aspek input, klub didukung pelatih berlisensi World Athletics Level 1 dan 2, meskipun masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan dan pendanaan. Pada aspek process, pembinaan dilaksanakan melalui program latihan terstruktur berbasis individualisasi, overload, spesifikasi, periodisasi, pemantauan fisik, dan dukungan mental atlet. Pada aspek product, atlet ASA berhasil meraih prestasi pada tingkat daerah dan nasional selama 2022–2024. Temuan penelitian menunjukkan bahwa klub berbasis komunitas dapat menjadi model pembinaan sprint yang efektif apabila didukung manajemen organisasi, program latihan ilmiah, dan lingkungan pembinaan yang berkelanjutan.