Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Nutrix Journal

HUBUNGAN PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG METODE KONTRASEPSI DENGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI Lea Andy Shintya; Firginia Miranda Monde
NUTRIX Vol 5 No 2 (2021): Volume 5, Issue 2, 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol5.Iss2.582

Abstract

Kontrasepsi merupakan suatu metode yang digunakan untuk mecegah kehamilan dengan menggunakan obat-obatan atau alat alat, yang terdiri dari kontrasepsi yang mengandung hormonal dan non hormonal, bersifat sementara dan permanen. Pemilihan kontrasepsi dapat dipengaruhi oleh pengetahuan tentang metode kontrasepsi dan pemakaian kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasangan usia subur tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi di desa Pinasungkulan Utara. Metode penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecuttive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 74 responden. Hasil penelitian, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan PUS tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi di Desa Pinasungkulan Utara yaitu p value 0,000 < 0,05 dan nilai contingency coefficient 0,695 yang artinya pengetahuan tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi mempunyai hubungan yang kuat dengan arah positif. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi pemilihan jenis kontrasepsi pada PUS, seperti sosial ekonomi, pendidikan, dukungan suami/istri, umur, paritas, serta melakukan penelitian ditempat lain dengan jumlah sampel yang lebih besar. Kata Kunci: pasangan usia subur, pemakaian kontrasepsi, pengetahuan
The Association of Parenting Styles with Premarital Sexual Behavior in Adolescents Lumolo, Merry Rosdiana; Shintya, Lea Andy
NUTRIX Vol 9 No 2 (2025): Volume 9, Issue 2, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i2.1412

Abstract

One form of curiosity in adolescents is sexual behavior that can be misused, leading to premarital sexual behavior and resulting in teenage pregnancies, increased maternal and infant mortality rates, economic immaturity, mental development immaturity, and difficulty controlling emotions, ultimately leading to divorce. To prevent sexual behavior, proper parental upbringing is necessary to shape a child's behavior, and it also serves as proof of parental responsibility in the increasingly mature development and growth stages of a child. The purpose of this study is to determine the relationship between parental parenting styles and premarital sexual behavior in adolescents at SMA Negeri 1 Siau Barat. This research uses a quantitative research method and a cross-sectional research design with 130 research samples, employing convenience sampling as the sample collection technique. The research results show that 124 (95.4%) respondents have an authoritarian parenting style, 3 (2.3%) respondents have a permissive parenting style, and 3 (2.3%) respondents have a democratic parenting style. Premarital sexual behavior was found in 129 (99.2%) respondents who exhibited deviant behavior and 1 (0.8%) respondent who did not exhibit deviant behavior. The results of the Kruskal-Wallis statistical test showed a p-value of 0.009 < 0.05, indicating a significant relationship between parental parenting styles and premarital sexual behavior in adolescents at SMA Negeri 1 Siau Barat. Recommendations for future researchers to add other variables such as peers, social media use, and sex education in schools. Salah satu bentuk rasa ingin tahu pada remaja adalah perilaku seksual yang dapat disalahgunakan, mengarah pada perilaku seksual sebelum menikah dan mengakibatkan kehamilan remaja, peningkatan angka kematian ibu dan bayi, ketidakmatangan ekonomi, ketidakmatangan perkembangan mental, dan kesulitan mengendalikan emosi, yang pada akhirnya menyebabkan perceraian. Untuk mencegah perilaku seksual, pendidikan orang tua yang tepat diperlukan untuk membentuk perilaku anak, dan juga berfungsi sebagai bukti tanggung jawab orang tua dalam tahap perkembangan dan pertumbuhan anak yang semakin matang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya pengasuhan orang tua dan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMA Negeri 1 Siau Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross-sectional dengan 130 sampel penelitian, menggunakan convenience sampling sebagai teknik pengumpulan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 124 (95,4%) responden memiliki gaya pengasuhan otoriter, 3 (2,3%) responden memiliki gaya pengasuhan permisif, dan 3 (2,3%) responden memiliki gaya pengasuhan demokratis. Perilaku seksual sebelum menikah ditemukan pada 129 (99,2%) responden yang menunjukkan perilaku menyimpang dan 1 (0,8%) responden yang tidak menunjukkan perilaku menyimpang. Hasil uji statistik Kruskal-Wallis menunjukkan nilai p sebesar 0,009 < 0,05, yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara gaya pengasuhan orang tua dan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMA Negeri 1 Siau Barat. Rekomendasi bagi peneliti di masa depan untuk menambahkan variabel lain seperti teman sebaya, penggunaan media sosial, dan pendidikan seks di sekolah.
Hubungan Perilaku Vaginal Hygiene dan Kejadian Leukorea Pada Remaja Zougira, Nelvada; Shintya, Lea Andy
NUTRIX Vol 8 No 1 (2024): Volume 8, Issue 1, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i1.1108

Abstract

Leukorrhea is an occurrence that occurs in women, where the fluid discharge occurs from the vagina, does not feel itching and does not smell, on the contrary that is a concern when leukorrhea smells, and itches for that reason to avoid abnormal leukorrhea is important for teenagers to carry out proper vaginal hygiene. The purpose of this study is to find out the relationship between vaginal hygiene behaviour and the occurrence of leukorrhea in teenagers. Research method is the descriptive correlation using the Cross Sectional approach. Sampling was carried out purposive sampling with a total sample of 199 respondents. The results of the study showed vaginal hygiene behaviour of 199 respondents there were as many as 164 respondents (82.4%) in the good category and 35 respondents (17.6%) with the bad category, for the incidence of leukorrhea as much as 178 respondent (89.4%) on the normal category and 21 respondents (10.6%) at the abnormal category. There's a connection between vaginal hygiene behaviour and the occurrence of leukorrhea in teenagers, with a p-value of 0.020 < 0.05. The recommendation for teenagers to maintain good vaginal behavior and for the following researchers it is recommended to study the factors of knowledge, attitudes, daily activities Lekorea merupakan suatu kejadian yang terjadi pada wanita, dimana terjadinya pengeluaran cairan dari vagina berwarna bening, tidak terasa gatal dan tidak berbau, sebaliknya yang menjadi perhatian bila leukorea berbau, dan terasa gatal oleh sebab itu untuk menghindari leukorea yang tidak normal penting bagi remaja untuk melakukan vaginal hygiene yang benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku vaginal hygiene dengan kejadian leukorea pada mahasiswi. Metode penelitian yaitu deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan Cross-Sectional. Pengambilan sampel dilakukan purposive sampling dengan jumlah sampel 199 responden. Hasil penelitian didapati perilaku vaginal hygiene dari 199 responden terdapat sebanyak 164 responden (82,4%) pada kategori baik dan 35 reponden (17,6%) dengan kategori buruk, untuk kejadian leukorea sebanyak 178 responden (89,4%) pada kategori normal dan 21 responden (10,6%) pada kategori tidak normal. Ada hubungan antara perilaku vaginal hygiene dengan kejadian leukorea pada remaja, dengan nilai p-value 0,020 < 0.05. Rekomendasi bagi remaja tetap mempertahankan perilaku vaginal yang baik dan untuk peneliti berikut disarankan untuk meneliti faktor pengetahuan, sikap, aktivitas sehari-hari.
The Correlation Between Age of Marriage with Cervical Cancer Incidence in X Hospital Manado Shintya, Lea Andy
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1177

Abstract

Cervical cancer is one of the most common cancers affecting women. Marriage at a very young age is suspected to be one of the risk factors for the occurrence of cervical cancer. This study aims to analyze the relationship between the age of marriage and the incidence of cervical cancer. Method: This study uses a case control design with 120 sample respondent using total sampling method. Data were collected through medical records and interviews. Data analysis using the chi-square test. Results: Of the 27 respondents 54 % of women who married at age < 20 years suffered from cervical cancer, while in the age group 20 years, only 23 respondent 46 % cancer cervix. The statistical test results indicate a significant relationship between the age of marriage and the incidence of cervical cancer (p=0.026), with a correlation value of 0.222, which is considered weak as it falls within the range of (0.20-0.399). There is a significant relationship between the age of marriage and the incidence of cervical cancer. Women who marry at age < 20 years have a higher risk of suffering from cervical cancer compared to those who marry at age 20 years. Recommendation future researchers should conduct further studies to identify other factors that play a role in the relationship between marriage age and cervical cancer, and evaluate cervical cancer prevention interventions among women who marry at a young age.
Increasing Knowledge about Pregnancy Prevention among Adolescents through Education Intervention Shintya, Lea Andy
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1285

Abstract

Adolescent pregnancy has become a significant public health issue worldwide, including in Indonesia which has a negative impact on the holistic health of adolescents. One effective approach to addressing the issue of teenage pregnancy is through health education interventions aimed at increasing adolescent knowledge and awareness of reproductive health. The research aims to analyze the influence of health education on the prevention of adolescents pregnancy. The research method used was quasi-experimental with a pre-post design, involving 30 female student respondents in this study, with samples taken using the total sampling method. Data were collected by distributing questionnaires before and after the health education intervention. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Ranks Test formula. The results of the pretest and post-test scores from 30 participants. The minimum score on the pretest was 41, while the maximum score was 76, with an average of 56.90. After the treatment, the posttest scores showed a minimum of 71, a maximum of 94, with an average of 82.17. The analysis used the Wilcoxon Signed Ranks Test to see the significant difference in knowledge before and after the treatment, obtaining a p-value of 0.000 < α. 0.05. Indicates that Ho is rejected, which means that the intervention conducted has successfully increased adolescents' knowledge about pregnancy prevention among Adolescent. Further research is required to investigate other variables like video on demand or Google slide media that may affect the efficacy of interventions and to ascertain the optimal means for disseminating information to adolescents. Kehamilan remaja telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia yang berdampak negatif pada kesehatan holistik remaja. Salah satu pendekatan yang efektif untuk mengatasi masalah kehamilan remaja adalah melalui intervensi pendidikan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap pencegahan kehamilan remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain pre-post, melibatkan 30 responden siswi dalam penelitian ini, dengan sampel diambil menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner sebelum dan setelah intervensi Pendidikan Kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan rumus Uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil skor pretest dan post-test dari 30 peserta. Skor minimum pada pretest adalah 41, sedangkan skor maksimum adalah 76, dengan rata-rata 56,90. Setelah perlakuan, skor posttest menunjukkan minimum 71, maksimum 94, dengan rata-rata 82,17. , Analisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks untuk melihat perbedaan signifikan dalam pengetahuan sebelum dan setelah perlakuan, memperoleh nilai p sebesar 0.000 < α. 0.05. ,Menunjukkan bahwa Ho ditolak, yang berarti bahwa intervensi yang dilakukan telah berhasil meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan kehamilan di kalangan remaja. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki variabel lain seperti media video on demand atau google slide yang mungkin mempengaruhi efektivitas intervensi dan untuk menentukan cara terbaik dalam menyebarkan informasi kepada remaja.