Nurlaila Mubarokah
Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ekonomi, Universitas Hamzanwadi. Jalan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, No.132 Pancor, Selong, Lombok Timur, NTB.

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Daya Dukung Lahan Pertanian Tanaman Pangan Daerah Aliran Sungai Cibaliung, Provinsi Banten Nurlaila Mubarokah; Latief Mahir Rachman; Suria Darma Tarigan
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 25 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.585 KB) | DOI: 10.18343/jipi.25.1.73

Abstract

Analysis of carrying capacity of agricultural land for food crops is very important to do to determine the extent of the ability of agricultural land in supporting the fulfillment of the food needs of the population in an area. One problem in the Cibaliung watershed is the low ability of land to meet food needs so that residents cannot meet their needs independently. This study aims to determine the level of carrying capacity of agricultural food crops in meeting the food needs of the community in the Cibaliung River Basin (DAS) of Banten Province. Spatially, this study covered 2 regencies consisting of 15 districts within the scope of the Cibaliung watershed. The data used were secondary data taken from the Central Statistics Agency and the Agriculture and Animal Husbandry Office of Pandeglang and Lebak Regencies. The results showed that overall based on 4-year data (for the period of 2013‒2016) the carrying capacity of the Cibaliung watershed agricultural land as a whole was still low. In addition, the optimal number of populations that is able to be supported by the available food needs is still smaller than the total population recorded in each district in the Cibaliung watershed. This shows that the Cibaliung watershed area has not been able to be self-sufficient in food and has not been able to provide a decent life for its residents. Therefore, certain efforts need to be made to increase the carrying capacity of food agricultural land in this area, for example by suppressing the population and improving the quality of agricultural land resources through efforts to conserve agriculture and diversify food crop species. Keywords: agricultural land, carrying capacity, Cibaliung watershed
Topographic Position Indeks Analisys untuk Interpretasi Landform Pulau Lombok Berdasarkan Digital Elevation Model (DEM) Baiq Ahda Razula Apriyeni; Nurlaila Mubarokah; Muhammad Ramli
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v6i2.7031

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk dapat memberikan interpretasi landform dengan melakukan penilaian berdasarkan indek posisi topografi (Topographic Position Indeks) berdasarkan data DEM, slope serta data elevasi  dengan tujuan untuk mengetahui nilai indek posisis topografi suatu wilayah khususnya di Pulau Lombok serta menginterpretasikan profil landform dengan memperhatikan sisi visibilitas profil yang dapat menjelaskan struktur dan kondisi objek. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis indeks posisi topografi dengan sistem klasifikasi menggunakan metode quintile classification. Sedangkan untuk pemodelan analisis TPI menggunakan Model Builder. Berdasarkan hasil perhitungan nilai TPI, diketahui Pulau Lombok memiliki indeks posisi topografi positif dengan nilai standar deviasi mencapai 56,9 dan nilai mean berada pada nilai -0,73. Hal ini menunjukkan bahwa Pulau Lombok memiliki nilai visisbilitas kenampakan landform yang beragam dan masuk kategori daerah yang didominasi oleh landform berupa plains, slope/lereng dan ridges. Hasil analisis menunjukkan berdasarkan indeks topografinya Pulau Lombok memiliki sepuluh satuan kenampakan landform antara lain: -47,5 (Canyons, deeply incised streams), -20 (Midslope drainages, shallow valleys), -10,8 (Upland drainages, headwaters), -6,19 (U-shape valleys), -1,61 (Plains), 2,98 (Open slopes), 12,2 (Upper slopes, mesas local), 30,5 (Ridges/hills in valleys), 71,8 (Midslope ridges, small hills in plains) dan >71,8 (Mt tops, high ridges). 
Brief Report on The Population Survey Long-tailed Macaque (Macaca fascicularis [Raffles,1821]) in West Nusa Tenggara, Indonesia Hadi, Islamul; Wiantoro, Sigit; Inayah, Nurul; Maharadatunkamsi, Maharadatunkamsi; Atikah, Tika Dewi; Zamroni, Yuliadi; Supardiono, Supardiono; Alfian, Muhammad Rijal; Sadewo, Imran; Mubarokah, Nurlaila; Kurniawan, Budhy; Tresnani, Galuh
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 10 No. 3 (2024): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v10i3.701

Abstract

Survey on the population and distribution of long-tailed macaque (Macaca fascicularis [Raffles, 1821]) in the administrative areas of West Nusa Tenggara Province have been conducted during June-July 2024 to examine the distribution and population status on the macaque.  The on-road reconnaissance survey, interview and literature studies have applied to collect data. We recorded 6146 individuals from 307 groups of long-tailed macaques in eight regencies. Of the 6146 individuals of long-tailed macaques, 1532 individuals are recorded living in conservation area, while 4614 individuals live in outside conservation area, respectively.  The number of individuals and troops of the monkey showed us the minimum number that can be recorded. Further study needs to be conducted in addressed to dig more information on the existence of long-tailed macaque in West Nusa Tenggara. Furthermore, population information and distribution of long-tailed macaques could be the basic knowledge on the population management efforts in the future.
Sistem Informasi Geografis untuk Strategi Pengembangan Taman Wisata Alam Gunung Tunak Berdasarkan Evaluasi Indeks Kelayakan Apriyeni, Baiq Ahda Razula; Mubarokah, Nurlaila; Alimran, Lalu Agil; Nisa, Jannatun
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i2.24347

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kawasan TWA Gunung Tunak Desa Mertak, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah yang bertujuan untuk menganalisis berbagai parameter kelayakan potensi destinasi wisata TWA Gunung Tunak untuk dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam menyusun sebuah strategi pengembangan guna mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif kualitatif yang dianalisis menggunakan metode ADO-ODTWA dan SWOT. Sedangkan untuk pemetaan distribusi spasial kelayakan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Berdasarkan hasil evaluasi kelayakan menggunakan metode ADO-DTWA, indeks masing-masing variabel menunjukkan bahwa secara keseluruhan kelayakan destinasi yang ada di TWA Gunung Tunak desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat masuk pada kategori “Layak dikembangkan”. Strategi pengembangan kawasan melibatkan pemanfaatan potensi, meningkatkan kerjasama untuk layanan dan fasilitas, serta memanfaatkan lokasi dan potensi wilayah untuk meningkatkan kunjungan. Fokusnya pada sosialisasi pengelolaan sampah, keamanan pengunjung, peringatan bencana, dan promosi melalui event besar agar kawasan dapat bersaing dengan destinasi wisata lainnya serta mampu menjaga keberlanjutan lingkungan.