Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

IDENTIFIKASI SIFAT FISIKA TANAH PADA PENGGUNAAN LAHAN KAKAO DI INSTALASI PENELITIAN DAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN DESA SIDONDO III Risaldi, Sahrul; Pata’dungan, Yosep Soge; Zainuddin, Rachmat
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to investigate the physical characteristics of soil in cocoa plantations at the Agricultural Technology Research and Assessment Installation of Sigi Biromaru Sub District, Sigi District. Two locations were selected for soil sampling, based on the age of the cocoa plants, specifically 20 years and 25 years. At each location, ten soil samples were collected - five undisturbed and five disturbed samples. The soil analysis was performed at the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Tadulako University, spanning from August to September 2021. The findings indicated that the 20-year-old cocoa plantation had soil predominantly with a loamy sand texture, heavy bulk density, very poor porosity, moderate organic matter content, and moderate permeability. Whereas, the 25-year-old cocoa plantation exhibited clay-dominated soil with heavy bulk density, very poor porosity, moderate organic matter content, and slightly slow permeability.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA TANAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) DI DESA MAKMUR KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI Fitriani, Fitriani; Hasanah, Uswah; Zainuddin, Rachmat
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i1.2038

Abstract

Evaluasi kesesuaian lahan merupakan proses penting dalam ilmu pertanian dan lingkungan, yang meliputi penilaian dan interpretasi berbagai karakteristik lahan untuk pemanfaatan yang optimal. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memastikan tingkat kesesuaian lahan untuk budidaya ubi jalar (Ipomoea batatas) di Desa Makmur, yang terletak di Kabupaten Palolo, Sulawesi Tengah. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan sistematis, menggambarkan lima unit penggunaan lahan (UL) yang berbeda melalui superimposisi peta penggunaan lahan, topografi, dan tanah. Evaluasi kesesuaian lahan untuk UL ini dilakukan menurut Pedoman Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian (2011). Analisis data evaluasi lahan mengungkapkan bahwa tiga dari lima LU secara potensial diklasifikasikan sebagai cukup sesuai untuk budidaya ubi jalar. Faktor pembatas utama yang diidentifikasi dalam unit-unit ini adalah karakteristik media perakaran, ketersediaan hara, dan kerentanan terhadap erosi. Sebaliknya, dua UL yang tersisa dikategorikan sebagai tidak sesuai saat ini (N1) atau tidak sesuai (N2), dengan bahaya erosi muncul sebagai kendala utama. Temuan studi ini memberikan wawasan berharga tentang potensi pertanian Desa Makmur, menawarkan dasar ilmiah untuk pengambilan keputusan yang tepat dalam perencanaan penggunaan lahan dan strategi pengelolaan tanaman berkelanjutan.
Hubungan Diantara Beberapa Sifat Fisika Tanah pada Penggunaan Lahan Berbeda Widjajanto, Danang; Monde, Anthon; Rahman, Abdul; Zainuddin, Rachmat; Hasanah, Uswah; Prahastuti, Sri Wahidah; Nurfadila, Nurfadila; Gailea, Rosmaniar
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i3.2336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keeratan hubungan antara beberapa sifat fisika tanah pada beberapa penggunaan lahan berbeda. Survai tanah stratifikasi dilakukan pada penggunaan lahan sawah, hutan, dan cabai. Analisis sifat fisika tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan hutan menjadi pertanian intensif menyebabkan perubahan bobot volume, konduktivitas hidrauik, karbon organik, dan kadar air tanah kapasitas lapang. Keeratan hubungan diantara bobot volume tanah dan kadar air kapasitas lapang maupun bobot volume tanah dan konduktivitas hidraulik tergolong pada kriteria kuat dan sangat kuat. Hubungan diantara karbon organik dengan konduktivitas hidraulik maupun karbon organik dan kadar air kapasitas lapang tergolong kriteria sedang dan kuat.
KARAKTERISTIK FISIKA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA MALEWA KECAMATAN TOJO BARAT KABUPATEN TOJO UNA-UNA Mengawa, Reni Gloria; Hasanah, Uswah; Zainuddin, Rachmat
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i1.2447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik fisika tanah pada beberapa penggunaan lahan tanaman kakao, cengkeh, dan padi. yang ada di Desa Malewa Kecamatan Tojo Barat, Kabupaten Tojo Una-Una.Penelitian dilaksanakan mulai bulan juli Sampai dengan bulan September 2019. Analisis karakteristik fisika dilakukan di Laboratorium Unit Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisika tanah pada beberapa penggunaan lahan memiliki kelas tekstur yang beda, pada penggunaan lahan cengkeh kelas tekstur lempung berliat, penggunaan lahan kakao kelas tekstur lempung berdebu, dan penggunaan lahan padi sawah kelas tekstur lempung berdebu. Konduktivitas hidrolik jenuh, pada setiap penggunaan lahan memiliki kriteria cepat, sedang, dan sangat cepat. Bobot isi tanah pada setiap penggunaan lahan tergolong dalam kriteria berat dan sedang. Porositas pada setiap penggunaan lahan memiliki kriteria baik dan jelek. Kadar air kapasitas lapang pada penggunaan lahan memiliki kriteria sedang dan rendah. Sedangkan bahan organik pada penggunaan lahan memiliki kriteria tinggi.
ANALISA TOPOGRAFI DAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAS TAPPARAN KABUPATEN TANA TORAJA Datuan, Rani Inestasya; Somba, Bunga Elim; Zainuddin, Rachmat
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i3.2593

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang secara topografis dibatasi oleh punggung–punggung gunung yang menampung dan menyimpan air hujan kemudian menyalurkannya kelaut melalui sungai utama, DAS mempunyai karakteristik yang spesifik serta berkaitan erat dengan unsur utamanya seperti jenis tanah, tata guna lahan, topografi, kemiringan lereng dan panjang lereng. Kabupaten Tana Toraja merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan wilayah ini berada di daerah ketinggian dan merupakan daerah yang kondisi topografinya paling tinggi di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, daerah ini tidak memiliki wilayah laut sebagaimana tipikal sebuah daerah ketinggian. Secara umum kondisi topografi Kabupaten Tana Toraja relatif bergelombang dan berbukit, sedangkan topografi datar relatif sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi topografi daerah Sub-Sub DAS Tapparan, serta untuk menghasilkan peta topografi daerah tersebut. Manfaat penelitian ini adalah sebagai sumber referensi penelitian mengenai topografi Sub-Sub DAS Tapparan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja. Penelitian ini dilakukan di Desa Tapparan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Secara geografis terletak pada koordinat 119°48'0"BT - 119°48'40"BT dan 3°2'40"LS - 3°3'20"LS. Adapun waktu penelitian ini berlangsung pada bulan Oktober 2024 sampai bulan November. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu GPS, alat tulis, Citra Demnas, Software Arcgis, dan SAS Planet. Adapun bahan yang digunakan adalah peta dasar topografi, peta penggunaan lahan (tutupan lahan), dan peta DAS. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survey dimana peneliti mengadakan pengamatan secara langsung dilapangan dengan menggunakan tahap pengumpulan data secara observasi dengan meninjau langsung kondisi fisik yang dimiliki wilayah tersebut dan mencatat informasi sebagaimana yang dilihat selama penelitian penentuan titik koordinat pada setiap titik pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi topografi diwilayah DAS Tapparan didominasi oleh kemiringan lereng 0-8% (datar) dengan luas 256 ha (29%) dari total luas DAS, kemiringan 8-15% (landai) dengan luas 247 ha (28%), kemiringan 15-25% (agak curam) dengan luas 223 ha (25%),`kemiringan 25-45% (curam) dengan luas 152 ha (17%), dan kemiringan >45% (sangat curam) dengan luas 5 ha (1%). Aliran sungai DAS Tapparan merupakan aliran sub dendritik dengan polah yang menyerupai pohon rindang, dengan tahapan geomorfik muda hingga dewasa. Penggunaan lahan/tutupan lahan di DAS Tapparan didominasi oleh hutan dengan luas 383 ha (43%) dari total luas DAS, kemudian sawah dengan luas 348 ha (40%), semak belukar dengan luas 80 ha (9%), ladang dengan luas 52 ha (6%), dan pemukiman dengan luas 20 ha (2%).
Sugar and Fiber Content in Sorghum Seeds (Sorghum bicolor (L.) Moench) From the Application of Rice Husk Biochar and Liquid Cow Urine Organic Fertilizer Syamsiar; Kadekoh, Indrianto; Marhani; Maemunah; Rozali, Rahmi; Zainuddin, Rachmat; Salam, Nur; Humaerah, Nina
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.11550

Abstract

Sorghum (Sorghum bicolor (L.) Moench) is a resilient cereal crop with high potential as a source of food, feed, and bioenergy. This study investigates the effect of applying rice husk biochar and liquid organic fertilizer (POC) from cow urine on the sugar and fiber content of sorghum seeds. The experiment was conducted in two phases: field trials using a randomized block design with nine treatment combinations (3 biochar doses × 3 POC doses) and laboratory analysis of sugar and fiber contents. Results show that the application of 4 t/ha biochar and 750 ml/L cow urine POC produced the highest yield in terms of seed weight per plot (0.36 t/ha) and total production. However, the highest sugar content (63.32%) was obtained in the control biochar treatment with 250 ml/L POC, suggesting that lower POC doses are more effective in enhancing sugar concentration. Fiber content showed no statistically significant differences among treatments, although a tendency for increased fiber was observed at moderate POC doses. These findings highlight the potential of using rice husk biochar and cow urine POC to improve sorghum productivity and nutritional quality while supporting sustainable and organic agricultural practices.
Dynamics of Soil Organic Carbon at Different Elevations in Cocoa Land-Use Systems Widjajanto, Danang; Zainuddin, Rachmat; Rois; Rahman, Abdul; Khaliq, Moh. Adnan; Hasanah, Uswah; Gailea, Rosmaniar; Fera
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.11999

Abstract

Soil organic carbon (SOC) is essential for sustaining soil quality, especially in sloped agricultural landscapes prone to erosion and degradation. This study aimed to analyze SOC dynamics across different elevations (400, 600, and 800 meters above sea level) in cocoa-based land-use systems and examine its relationships with some key physical properties. Soil sampling was conducted using a stratified random design, and laboratory analyses were carried out using standard methods. The results showed that SOC increased with elevation due to cooler temperatures, slower organic matter decomposition, and higher surface litter accumulation. Polynomial regression revealed non-linear relationships between SOC and soil properties, with significant coefficients of determination: SOC vs. bulk density (R² = 0.82), SOC vs. penetration resistance (R² = 0.44), and SOC vs. saturated hydraulic conductivity (R² = 0.37). Moderate SOC levels (around 2.3% – 3.0%) were associated with improved soil structure, lower bulk density, higher hydraulic conductivity, and reduced penetration resistance. However, excessive organic inputs beyond the optimum may reduce these benefits due to incomplete decomposition. A similar curvilinear pattern was found between surface litter and SOC content. These findings highlight the importance of optimizing organic matter management in cocoa systems on sloped lands to enhance soil physical conditions and promote sustainable agriculture.
Ketersediaan Air Tanah dan Karbon Organik pada Lahan Semak Belukar dan Budidaya Bawang Merah di Wilayah Tropika Kering Zainuddin, Rachmat; Widjajanto, Danang
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 32 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v32i2.2690

Abstract

Konversi lahan semak belukar menjadi lahan budidaya intensif di daerah iklim kering tropika memengaruhi dinamika sifat fisik dan kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan ketersediaan air tanah dan kandungan karbon organik pada dua jenis penggunaan lahan, yaitu semak belukar dan bawang merah. Sebanyak 21 sampel tanah dikumpulkan untuk dianalisis sifat fisik, seperti bobot isi, konduktivitas hidraulik jenuh, kadar air kapasitas lapang, dan kimia seperti kapasitas tukar kation (KTK) dan karbon organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan semak belukar memiliki nilai ketersediaan air dan kandungan C-organik yang lebih tinggi dibandingkan lahan budidaya. Hubungan bobot isi tanah dengan air tersedia dan konduktivitas hidraulik mengikuti pola kuadratik (R² = 0,72 dan R² = 0,62), sementara hubungan antara C-organik dan KTK menunjukkan korelasi sangat kuat (R² = 0,78). Sebaliknya, tekstur tanah tidak menunjukkan hubungan yang berarti terhadap perilaku air dan KTK. Penurunan kualitas tanah akibat konversi lahan dapat ditekan melalui peningkatan kandungan bahan organik dan praktik konservasi. Hasil penelitian ini penting digunakan sebagai dasar pengetahuan pengelolaan tanah berkelanjutan di wilayah tropika kering.
ANALISIS SIFAT FISIKA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA WUASA KECEMATAN LORE UTARA KABUPATEN POSO Sofian, Mychell Ari; Zainuddin, Rachmat
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i5.2767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur/menentukan sifat fisik tanah pada beberapa penggunaan lahan di Desa Wuasa kecamatan lore Utara. Dari hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan data dan informasi yang dapat di jadikan sebagai dasar tindakan pengelolaan tanah/lahan untuk memperoleh hasil yang optimal. penelitian yang di gunakan yaitu dengan metode survey langsung di lapangan. Pengamatan dan pengambilan sampel tanah ditentukan lokasinya berdasarkan teknik Overlay adalah prosedur penting dalam analisis SIG (Sistem Informasi Geografis). Overlay yaitu kemampuan untuk menempatkan grafis satu peta diatas grafis peta yang lain dan menampilkan hasilnya di layar komputer atau pada plot. Secara singkatnya, overlay menampilkan suatu peta digital pada peta digital yang lain beserta atribut-atributnya dan menghasilkan peta gabungan keduanya yang memiliki informasi atribut dari kedua peta tersebut. Dalam mengoverlay peta penulis menggunakan aplikasi Argis 10.8. Hasil penelitian megenai sifat Fisika Tanah pada Beberapa penggunaan lahan di Desa Wuasa Kabupaten Poso Pada lahan L1S1, L2S2, K1C1 dan K1C3 memiliki tekstur tanah lempung berpasir, pada lahan C1S1 dan C1S2 memiliki tekstur tanah lempung, pada lahan L3S3 memiliki tekstur tanah lempung liat berpasir, dan pada lahan C1S3 memiliki tekstur tanah lempung berdebuh.