Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN TENTANG PENYAKIT HIPERTENSI DALAM UPAYA PREVENTIF KASUS GAGAL GINJAL KRONIK DI DESA JAMBANGAN KECAMATAN JAMBANGAN DI KABUPATEN SIDOARJO Bahrudin, Moch; Dari, Tanty Wulan; Maimuna, Siti; Sumiatin, Titik; Tri Ningsih, Wahyu; Su'udi, Su'udi
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat November 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v8i1.5726

Abstract

Implementation of community service regarding hypertension in an effort to prevent cases of chronic kidney failure in Jambangan Village, Jambangan sub-district, Sidoarjo district for health cadres which was carried out in April-July 2024, which was attended by 46 health cadre mothers. which began with singing the song Indonesia Raya. Which was continued with remarks from the Village Head and followed by remarks from Mrs. Tanty Wulan Dari, S.Kep, Ns, M.Kes. The service method uses the empowerment of health cadres through lectures, practice and joint exercise.  Before the main event, the community service team conducted a pre-test with the aim of finding out the knowledge of female health cadres about hypertension and complications of chronic kidney failure and their management for 15 minutes. 
Persepsi Dan Perilaku Masyarakat Pasca Vaksinasi Covid-19 Terhadap Penerapan Protokol Kesehatan Di Kecamatan Tuban Nuraini, Widya; Tri Ningsih, Wahyu; Yazid Al Busthomy Rofi'i, Aby
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v2i3.915

Abstract

Lebih dari 40% masyarakat Indonesia telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap, yang mana telah berhasil melampaui target WHO. Namun konfirmasi positif COVID-19 masih terus bertambah. Di Kecamatan Tuban banyak ditemui masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan pasca vaksinasi COVID-19 terutama memakai masker dan menjaga jarak yang mana hal tersebut termasuk faktor penyebab penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan perilaku masyarakat pasca vaksinasi COVID-19 terhadap penerapan protokol kesehatan di Kecamatan Tuban. Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh masyarakat Kecamatan Tuban yang telah divaksin COVID-19 minimal dosis 1, besar sampel 96 orang dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuisioner berupa link google form. Setelah data terkumpul kemudian diolah dan ditabulasi secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar masyarakat memiliki persepsi negatif, hampir seluruh masyarakat memiliki perilaku kurang, dan hampir seluruh masyarakat yang berperilaku kurang memiliki persepsi negatif terhadap penerapan protokol kesehatan pasca vaksinasi COVID-19. Dengan persepsi negatif dan perilaku kurang dalam menerapkan protokol kesehatan dapat menyebabkan penularan COVID-19. Untuk itu diperlukan sosialisasi terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan pasca vaksinasi COVID-19 terutama memakai masker dan menjaga jarak saat berada di tempat umum.
Pengetahuan Ibu Tentang Penyakit Ispa Pada Balita Di Puskesmas Wire Mother’s Knowledge About Acute Respiratory Infections In Toddlers At Wire Community Health Center Berfilda, Valda Klisa; Sumiatin, Titik; Su’udi, Su’udi; Tri Ningsih, Wahyu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14147

Abstract

Penyakit terbanyak diderita balita ialah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). World Lung Fondation menjabarkan ISPA sebagai faktor pertama yang menyebabkan kesakitan dan kematian yang diakibatkan penyakit menular secara global. Penyakit Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita hingga saat ini terus-menerus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang penyakit ISPA pada balita. Desain pada penelitian ini adalah deskriptif, Populasi penelitian adalah seluruh ibu balita yang memeriksakan anaknya ke Puskesmas Wire berjumlah 100 orang. Besar sampel 80 orang menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner. Hasil Penelitian didapatkan hampir seluruh ibu balita (93%) pengetahuan tentang penyakit ISPA pada balita di Puskesmas Wire dalam tingkatan pengetahuan baik. Apabila ibu balita dapat berperan aktif dalam mencari informasi tentang penyakit ISPA guna menambah informasi mengenai penyakit ISPA maka dapat mencegah terjadinya penyakit ISPA. Ibu balita dapat meningkatkan pengetahuannya dengan mengikuti program promosi kesehatan yang diadakan oleh pihak Puskesmas.
Gambaran Tingkat Kecemasan Odha Dalam Menghadapi Stigma Negatif Di Poli Edelweis RSUD DR. R Koesma Tuban Lailatunnuriyah, Lailatunnuriyah; Wahyurianto, Yasin; Retna, Teresia; Tri Ningsih, Wahyu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15709

Abstract

HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit global yang sangat mematikan, dan mendapat perhatian khusus dunia kesehatan, termasuk di Indonesia. Angka kematian yang tinggi akibat ODHA sering disebabkan karena adanya permasalahan ODHA yang sangat kompleks, sehingga ODHA seringkali mendapat stigma buruk dari masyarakat. Stigma negatif terkait HIV dikaitkan dengan tekanan psikologis yang besar, termasuk kecemasan, depresi dan pengaruh negatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan ODHA menghadapi stigma negatif di poli Edelweis RSUD dr.R Koesma Tuban. Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan ODHA yang melakukan pengobatan di klinik poli Edelweis RSUD dr. R Koesma Tuban yang berjumlah 227 pasien dengan besar sampel 138 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non Probability Sampling jenis Purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner skala Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian didapatkan hampir setengahnya ODHA berumur 26-45 Tahun (34%) memiliki kecemasan tingkat berat, hampir setengah ODHA perempuan (37,5%) memiliki kecemasan tingkat berat, setengah ODHA berpendidikan PT (50%) memiliki kecemasan tingkat berat, hampir setengah ODHA (36,2%) bekerja, hampir setengah ODHA (35,7%) lama menderita 6-10 Tahun. Pentingnya bagi poli Edelweis RSUD dr. R Koesma Tuban yaitu meningkatkan progam KDS (kelompok dukungan sebaya) dengan adanya KDS (kelompok dukungan sebaya) diharapkan dapat mengembangkan sikap peduli terhadap ODHA.
Durasi Hemodialisis Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. R. Koesma Tuban Reisha, Reisha Ayu Dwi; Tri Ningsih, Wahyu; Triana Nugraheni, Wahyuningsih
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 7 No 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v7i2.5522

Abstract

Hilangnya fungsi ginjal secara bertahap yang disebabkan oleh penyakit ginjal kronis (CKD) dapat terjadi selama berbulan-bulan, bertahun-tahun, atau hingga puluhan tahun. Komplikasi yang ditimbulkan dari penyakit gagal ginjal kronik, antara lain: anemia, hiperkalsemia, penyakit tulang, hipertensi, serta edema (edema perifer maupun paru). Langkah yang tepat diambil untuk mengatasi masalah ini dengan melakukan hemodialisis. Penelitian ini mempunyai tujuan guna mengetahui hubungan durasi melaksanakan hemodialisis dengan tingkat kecemasan yang dialami pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisis RSUD Dr. R. Koesma Tuban. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini yakni seluruh pasien gagal ginjal kronik yang melaksanakan hemodialisa di ruang hemodialisa RSUD Dr. R. Koesma Tuban. Sampel yang diambil sejumlah 92 orang. Sampel yang diambil sejumlah 92 orang, serta memanfaatkan teknik sampling Purpossive Samplling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini kuisioner HARS yang selanjutnya dianalisis  melalui uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian didapatkan mayoritas (74,3%) pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi dengan durasi 4 jam tidak mengalami kecemasan, dan sebagian kecil (3,4%) mengalami kecemasan berat dengan durasi 4 jam. Berlandaskan hasil uji Spearman Rank Correlation diperoleh nilai signifikan 0,599 (>0,005), maka tidak terdapat hubungan durasi hemodialisis dan tingkat kecemasan. Sebagian besar pasien menjalani terapi hemodialisis dengan durasi 4 jam, hal tersebut dikarenakan alat yang dimiliki di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. R. Koesma Tuban memiliki kapasitas durasi maksimal 4 jam. Sebagian besar pasien hemodialisis tidak mengalami kecemasan dikarenakan pasien tersebut dapat beradaptasi dan memiliki pengalaman yang lama saat hemodialisis.
Gambaran Pengetahuan, Sikap Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (Ttd) Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang ANGGITA PUTRI, KELVIN; TRI NINGSIH, WAHYU; TRIANA NUGRAHENI, WAHYUNINGSIH
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i2.89

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kasus anemia remaja putri tertinggi Kabupaten Tuban berada di wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang. Hal tersebut akan berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangannya, mereka calon ibu yang akan hamil dan melahirkan hal tersebut memperbesar risiko kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan kepatuhan terhadap konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Prambontergayang. Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 186 orang, dengan besar sampel 127 remaja putri. Teknik pengambilan sampel simple random sampling.  Variabel penelitian pengetahuan, sikap dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di wilayah kerja puskesmas Prambontergayang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan hampir setengah (36,2%) remaja putri memiliki pengetahuan kurang terhadap konsumsi tablet tambah darah, sebagian besar (56,7%) memiliki sikap positif terhadap konsumsi tablet tambah darah dan hampir seluruhnya (79,5%) memiliki kepatuhan rendah terhadap konsumsi tablet tambah darah. Oleh sebab itu pengawasan dalam konsumsi tablet tambah darah yang rutin (52 butir) setiap tahun diperlukan untuk mencegah anemia.   Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Kepatuhan, Tablet Tambah Darah  ABSTRACT The highest increase in anaemia cases among adolescent girls in Tuban Regency is in the Prambontergayang Health Centre working area. This will have a negative impact on their growth and development, they are future mothers who will become pregnant and give birth it increases the risk of maternal and infant mortality. This study aims to determine the description of knowledge, attitudes and compliance with the consumption of blood supplement tablets (BST) in adolescent girls in the Prambontergayang Health Centre working area. The research design used descriptive with a cross sectional approach. The population in this study was 186 people, with a sample size of 127 adolescent girls. Simple random sampling technique.  Research variables of knowledge, attitude and compliance of blood supplement tablets consumption in adolescent girls in the working area of the Prambontergayang Health Centre. Data collection using a questionnaire through google form. Data analysis using frequency distribution. The results of this study showed that almost half (36.2%) of adolescent girls had insufficient knowledge of blood tablet consumption, most (56.7%) had a positive attitude towards blood tablet consumption and almost all (79.5%) had low compliance with blood tablet consumption. Therefore, supervision in the consumption of blood supplement tablets regularly (52 grains) every year is necessary to prevent anaemia.  Keywords: Knowledge, Attitude, Compliance, Iron Supplement
Karakteristik Usia Dan Pengetahuan Masyarakat Dalam Pencegahan Penularan Covid 19 Di Kelurahan Sidorejo Kecamatan Tuban NINDITO, MELDHA ERLIAN; TN, Wahyuningsih; Tri Ningsih, Wahyu
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.98

Abstract

ABSTRAK Kenaikan kasus covid-19 disebabkan karena tingginya mobilitas dan kurangnya pengetahuan, kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.Berdasarkan survei awal di Kelurahan Sidorejo masyarakat tidak melakukan 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi dengan baik dan benar.  Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara karakteristik usia dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga RT : 03 Kelurahan Sidorejo dengan jumlah 150 dengan sampel 109 orang yang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Variable dependendalam penelitian ini adalah pengetahuan dalam pencegahan penularan Covid-19, sedangkan variabel independen adalah karakteristik usia. Cara pengambilan data dengan menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis dengan menggunaka uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat berusia 17-45 Tahun (56,9 %), hampir setengahnya  (44,4%) memiliki pengetahuan tentang pencegahan covids 19 yang kurang .kelurahan sidorejo yaitu sebanyak tingkat pengetahuan masyarakat terbanyak berpengetahuan kurang dan cukup. Ada hubungan p=0,000  (p< 0,05) antara karakteristik usia dengan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19, dimana masyarakat  yang berusia dibawah 46 tahun cenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik dibanding yang berusia di atas 46 tahun. Masyarakat diharapkan mendapatkan penyuluhan atau sosialisasi menggunakan media promosi yang disesuaikan dengan tingkat usia dan tingkat pendidikan masyarakat.          Kata kunci : Karakteristik Usia, Pengetahuan, Covid-19  ABSTRACT The increase in covid-19 cases is due to high mobility and lack of knowledge, public awareness in efforts to prevent Covid-19 transmission. Based on an initial survey in Sidorejo Village, people did not do the 5Ms, namely wearing masks, maintaining distance, washing hands using soap, staying away from crowds, limiting mobilization and interaction properly and correctly.  This study aims to determine the relationship between age characteristics and the level of community knowledge about preventing Covid-19 transmission. The research design used was an analytic correlation study with a cross sectional approach. The population in this study were all heads of families of RT: 03 Sidorejo Village with a total of 150 with a sample of 109 people taken with purposive sampling technique. The dependent variable in this study is knowledge in preventing Covid-19 transmission, while the independent variable is age characteristics. How to collect data using a questionnaire which was then analyzed using the Chi Square test. The results showed that most of the people aged 17-45 years (56.9%), almost half (44.4%) had knowledge about the prevention of covids 19 which was lacking. There is a relationship of p=0.000 (p<0.05) between age characteristics and community knowledge about preventing Covid-19 transmission, where people under 46 years old tend to have better knowledge than those over 46 years old. The community is expected to get counseling or socialization using promotional media tailored to the age level and education level of the community. Keywords: Age Characteristics, Knowledge, Covid-19
Pendidikan Dan Pengetahuan Masyarakat Tentang Cuci Tangan Pakai Sabun Dalam Pencegahan Penularan Covid-19 -, Inggrid Tiara Aditami; TN, Wahyuningsih; Tri Ningsih, Wahyu
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.105

Abstract

ABSTRAK   Kenaikan kasus Covid-19 disebabkan karena tingginya mobilitas dan kurangnya pengetahuan, kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 salah satunya adalah cuci tangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang cuci tangan pakai sabun dalam pencegahan penularan Covid-19. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga RT : 03 Kelurahan Sidorejo dengan jumlah 150 dengan sampel 109 orang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pendidikan masyarakat,  sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan masyarakat tentang cuci tangan pakai sabun dalam pencegahan penularan Covid-19. Cara pengambilan data  menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunaka uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya (44,0%) pendidikan masyarakat adalah pendidikan dasar, hampir seluruhnya (80,7%) masyarakat memiliki pengetahuan kurang tentang cuci tangan pakai sabun. Ada hubungan antara pendidikan dengan  pengetahuan masyarakat tentang cuci tangan pakai sabun dalam pencegahan penularan Covid-19 di Kelurahan Sidorejo (p=0,000). Perlu upaya sosialisasi yang lebih tentang cuci tangan. Pengembangan program pendidikan dan intervensi yang lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap cuci tangan sebagai langkah pencegahan COVID-19             Kata kunci : Pendidikan, Pengetahuan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Covid-19 ABSTRACT The increase in Covid-19 cases is due to high mobility and lack of knowledge, public awareness in efforts to prevent Covid-19 transmission, one of which is hand washing. The purpose of this study was to determine the relationship between education level and the level of public knowledge about hand washing with soap in preventing Covid-19 transmission. The research design used was an analytic correlation study with a cross sectional approach. The population in this study were all heads of families of RT: 03 Sidorejo Village with a total of 150 with a sample of 109 people taken with purposive sampling technique. The independent variable in this study is community education, while the dependent variable is community knowledge about hand washing with soap in preventing Covid-19 transmission. The data collection method used a questionnaire and then analyzed using the Chi Square test. The results showed that almost half (44.0%) of the community's education was primary education, almost all (80.7%) of the community had insufficient knowledge about hand washing with soap. There is a relationship between education and public knowledge about hand washing with soap in preventing Covid-19 transmission in Sidorejo Village (p=0.000). More socialization efforts about hand washing are needed. Development of educational programs and interventions that are more effective in increasing awareness and compliance with hand washing as a preventive measure for COVID-19 Keywords : Education, Knowledge, Hand Washing with Soap, Covid-19