Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Imbangan Energi dan Nitrogen Ternak Domba Lokal yang Diberi Silase Pakan Komplit dengan Aditif Silase yang Berbeda Yanti, Yuli; Wiweka, Toh Jaya; Soegiarto, Salma Rachmanda; Pawestri, Wari; Riyanto, Joko; Dewanti, Ratih; Cahyadi, Muhammad; Wati, Ari Kusuma
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 5 No. 2 (2022): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.581 KB) | DOI: 10.32530/jlah.v5i2.539

Abstract

Pemberian pakan komplit yang mengandung limbah pertanian kepada ternak akan meningkatkan utilitas bahan pakan terutama limbah pertanian. Pengawetan dengan cara silase bisa menjadi solusi saat pakan sulit ditemukan di musim kemarau. Silase yang ditambahkan additif akan meningkatkan kualitas fermentasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh yang ditimbulkan dari pakan silase pakan komplit dengan aditif fermented juice lactic acid bacteria (FJLB) yang berbeda terhadap imbangan energi dan nitrogen ternak domba lokal. Sebanyak 12 ternak domba lokal jantan dengan bobot badan awal 17,67 ± 1,7 kg (umur 12 bulan) disusun dalam rancangan acak lengkap.  Ransum terdiri dari jerami padi, bungkil kedelai, jagung, dedak padi, pollard dan mineral mix yang disilase menjadi pakan komplit selama 3 minggu. Perlakuan dalam penelitian ini antara lain yaitu T1= Silase tanpa aditif FJLB, T2= Silase dengan aditif FJLB dari Pennisetum purpureum, T3= Silase dengan aditif FJLB dari Pennisetum purpupoides, dengan 4 ulangan tiap perlakuan. Analisis data menggunakan uji ANNOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi energi dan energi tercerna pada T2 lebih rendah dibandingkan dengan control dan T3. Pemberian FJLB memberikan nilai kecernaan energi, energi termetabolisme, dan energi metana yang sama di semua perlakuan. Penambahan aditif FJLB menurunkan konsumsi protein kasar, namun aspek protein kasar tercerna, kecernaan protein kasar, protein kasar termetabolisme, dan allantoin menunjukkan nilai yang sama dengan kontrol. Dapat disimpulkan bahwa perbedaan penambahan aditif FJLB pada silase pakan komplit masih memberikan deposisi energi dan protein yang sama.
PEMANFAATAN LIMBAH BONGGOL JAGUNG DAN TULANG IKAN SEBAGAI SUPLEMEN KALSIUM (GO-CORI) UNTUK MENCEGAH HIPOKALSEMIA PADA TERNAK RUMINANSIA DL, Amelia; Putri, Ade Widya; Lestari, Amelia Dwi; Prayoga, Putri Nanda; Prayitno, Syanly Hanan Al Sidan; Pawestri, Wari
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v8i1.4922

Abstract

Hypocalcemia is a disease associated with the nutritional management of ruminant livestock, arising from insufficient calcium intake. The inadequate knowledge and capability of livestock farmers in meeting the nutritional requirements significantly contribute to the occurrence of this condition. Addressing the nutritional needs of livestock can be achieved through supplemental interventions. Parmelina, et al. Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung dan Tulang Ikan Sebagai Suplemen Kalsium (GO-CORI) untuk Mencegah Hipokalsemia pada Ternak Ruminansia Copyright © 2024 Parmelina, et al. Published by Institute for Research and Community Service, Atma Jaya Catholic University of Indonesia. This articles is licensed under a Creative Common Attribution-NonCommercial-Share Alike 4.0 International License. 103 GO-CORI mineral blocks serve as a livestock supplement tailored to meet the nutritional demands of ruminant animals, aiming to prevent hypocalcemia. GO-CORI innovates by utilizing corn cob waste and fish bones as raw materials for its production. Laboratory tests confirm that GO-CORI contains high levels of calcium. The qualitative methodology employed encompasses preimplementation, implementation, and post-implementation phases. The abundance of corn cob waste and fish bones, along with their high calcium content, adds substantial value to the product. Being environmentally friendly and rich in calcium content. GO-CORI presents substantial market potential, positioning itself for competitive standing among similar products.
Improved Knowledge of Equine Parasitic Diseases and Feed Management Yanti, Yuli; Riyanto, Joko; Cahyadi, Muhammad; Wati, Ari Kusuma; Pawestri, Wari
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v7i1.12668

Abstract

This community service activity aimed to provide outreach through knowledge about feeding management and parasitic diseases in horses. Community service activities by the TAP&D (Tropical Animal Production and Disease) Research Group were held at the Bendi Horse Sukoharjo community group on June 25, 2023, in Sukoharjo Regency, Central Java. Data were collected using interviews and observation. All data obtained were then analyzed descriptively. The horses used are descendants of Banyuwangi horses. This bendi is used by the owner to attract or transport tourists who come to Sukoharjo Square every Monday to Sunday. The horses used are generally small, and some are even skinny. After analyzing horse faeces in the laboratory at the start of the pre-survey, it was found that 100% of the bendi horses in the association were infected with worms. Diseases in horses can also be caused by poor feed management. So, the solution is to provide education on maintaining good horse practices, especially feed management. The next problem is that the feed given to horses usually consists of long grass, so the horse doesn't eat all the parts. The solution we provide is a grass chopper. After the service activities were carried out, farmers increased their knowledge regarding parasitic diseases in horses and good feed management. This service activity concludes that horse farmers have increased knowledge about good horse care and about horse diseases.
PENERAPAN GOOD MANAGEMENT PRACTICES PADA KELOMPOK TERNAK MENDHO BERKAH MAKMUR KABUPATEN SUKOHARJO UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TERNAK KAMBING Yanti, Yuli; Pawestri, Wari; Harjunowibowo, Dewanto
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2352

Abstract

Peternakan kambing di Indonesia Sebagian besar masih dalam skala kecil dan dipelihara dengan teknologi yang sederhana. Peternak kecil belum menerapkan manajemen yang baik yang bisa meningkatkan produktivitas ternaknya. Manajemen ternak yang baik diantaranya adalah manajemen pakan, perkandangan dan Kesehatan. Kegiatan pemberdayaan kemitraan masyarakat (PKM) ini dilakukan dengan tujuan untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk Good Management Practices (GMP) pada peternakan kambing di kelompok ternak Mendho Berkah Makmur, Pengkol, Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Metode yang digunakan yaitu CBR (Community Based Research). Mitra merupakan kelompok ternak dengan kepemilikan skala kecil yaitu kurang dari 5 ekor per peternak. Kegiatan diawali dengan observasi dan menganalisis masalah mitra. Kemudian maping untuk mencari solusi. Kegiatan Focus Group Discussion berupa penyampaian materi peternakan dan pelatihan. Kegiatan Pelatihan cara pembuatan silase dan FJLB telah dilaksanakan pada tanggal 16 September 2024. Sedangkan FGD bibit unggul dan perkandangan serta pengolahan pupuk telah dilaksanakan pada tanggal 29 September 2024. Silase yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah warna hijau, aroma wangi masam silase, dan tidak ada jamur. Hasil dari pengamatan feses kambing mitra 100% ternak terinfeksi cacing sehingga diberikan obat cacing dan vitamin. Pupuk dari kohe kambing dan pupuk organik cair (POC) berhasil dengan baik. Terjadi peningkatan pengetahuan dan ktrampilan dari mitra setelah kegiatan PKM. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah melalui kegiatan PKM Mitra mengalami peningkatan pengetahuan dan juga ketrampilan seletah mengikuti kegiatan pengabdian ini.
Improving Livestock Health Through the Implementation of Prevention and Treatment of Foot and Mouth Diseases Pawestri, Wari; Riyanto, Joko; Yanti, Yuli; Wati, Ari Kusuma; Cahyadi, Muhammad
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 4 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v7i4.16778

Abstract

Community service activities aim to transfer knowledge and technology related to the prevention and treatment of foot-and-mouth disease. The activity was carried out on June 22, 2025, at the Gemah Ripah livestock group, Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar. The method used in the community service activities was Participatory Action Research (PAR). The community service began with an initial visit to the livestock group to identify the problems farmers faced. The activity continued with a group discussion on foot-and-mouth disease and its prevention and treatment. The following agenda item was to practice with a chopper machine and implement biosecurity using an electric tank. Monitoring and evaluation were conducted to monitor livestock health after the program. The results of the community service activity showed that 81.75% of livestock group members were of productive age, the majority of farmers were junior high/high school graduates, and they had an average of 6-10 years of livestock experience. The morbidity of foot and mouth disease reached 88.9% with a mortality rate of up to 5.5%. Implementation of biosecurity in livestock groups is still low (18.75%), and vaccination has been carried out by 43.75% of livestock breeders. 83.3% of farmers handled sick livestock themselves. Through group discussions and practical activities, farmers' knowledge increased by 60.6%. The conclusion is that this community service activity improved farmers' knowledge, which can serve as a basis for disease prevention and management.