Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

UPAYA MEMBANGUN KARAKTER BANGSA MENCEGAH RADIKALISME DAN TERORISME DI INDONESIA Markum; Winarno
Jurnal PPKn Vol 8 No 1 (2020): Jurnal PPKn Vol 8 No 1 Januari 2020
Publisher : Asosiasi PPKn

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Today there are 2 (two) threats faced by the Indonesian people, namely 1) the decline in living out of the values ??of Pancasila in the life of the nation and state, and 2) the existence of radicalism that leads to violence and terrorism. This study wants to explain how the role of the government as state organizer in anticipating threats as an effort to build the nation's character. Data sources from literature study, relevant current news and interviews with several experts. Data analysis was performed interactively and presented qualitatively descriptive. The study's findings show that the role of government in building the nation's character is carried out through various activities and instruments that accompany it. Pancasila ideology guidance has been provided, for example with the PPKn lessons and the establishment of the Pancasila Odeology Development Board (BPIP). Efforts to prevent acts of radicalism and terrorism are through preventive and repressive activities and de-radicalization programs developed in order to minimize the development of radical attitudes and understandings through the establishment of the National Counterterrorism Agency (BNPT).   Full Paper
Pembangunan Instalasi Penampungan Air Hujan (IPAH) Untuk Pengurangan Resiko Krisis Air Bersih Markum; Misdarti; Arumi, Kinasih Citra; Hadi, Alfian Pujian
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.5604

Abstract

ABSTRACT. Clean water is a major problem for the residents of Lendang Bontong Hamlet, Sekotong Tengah Village, especially when entering the dry season. Expenditures to buy clean water can reach 25% -40% of their daily income. To meet the need for clean water, there is one spring that is usually used by residents, a distance of 0.6 – 1 km from residential areas, but the water quality has not been tested to meet quality standards. The objectives of the rainwater storage installation (IPAH) construction program are to a) provide a rainwater storage installation, b) carry out analysis and simulation of the IPAH's capacity based on the amount of rainfall (CH), and c) form and train groups for sustainable IPAH management. The method used was applying the principle of active participant participation, through observation and workshop methods, involving as many as 25 heads of households, as potential recipients of IPAH receivers. Based on the process of activities carried out, the following conclusions were obtained; First, a 20-unit IPAH was built and handed over to residents of 20 families. Second, based on the shape and size of the roofs of local residents' houses, the results of the analysis of the relationship between CH and IPAH capacity show that the optimal amount of CH that can be accommodated by a water reservoir (1,100 liters) is 25 mm per day, more than that, rainwater will be wasted. to the catchment. Third, an IPAH management group has been formed whose role is to independently maintain the IPAH if problems or damage occur related to the IPAH and absorption wells Keywords: Construction, IPAH, water crisis
STRATEGI PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK TANI HUTAN KEMASYARAKATAN DI DESA BUKIT TINGGI KABUPATEN LOMBOK BARAT Sekartaji, Diajeng Aulya; Markum; Setiawan, Budhy
JURNAL RIMBA LESTARI Vol 2 No 2 (2022): Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Kehutanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rimbalestari.v2i2.456

Abstract

This study aims to determine the conditions, analyzed internal-extenal factors and building strategy for strengthening the capacity of community forest group in Batu Kemalik, Bukit Tinggi Village, West Lombok District. SWOT matrix, IFE and EFE matrix and Grand Strategy was used for this study analysis. The sample determination using cluster sampling or sample of groups. The number of samples in this study were 33 respondents who divided into five clusters, consisting of HKm Wana Lestari administrators, members of HKm Wana Lestari, Bukit Tinggi Village officials, BPD Bukit Tinggi, and West Rinjani Forest Management Unit officials. All of the data collected using questionnaires, documentation, and in-depth interviews. Based on the results, it is known that there are 3 factors of internal strength, 4 factors of internal weaknesses, 3 factors of external opportunities and 3 factors of external threats. In general, the group are in a weak position internally so the group have not been able to maximize their strengths to overcome weaknesses, also have not been effective in taking advantage from opportunities and minimizing existing threats. The group institutions are in quadrant I. Several best strategies that can be used are increasing human resources, market development, backward integration, concentric diversification and facilities intercalation.
Peningkatan Kapasitas Produksi Budidaya Trigona Melalui Pengembangan Inovasi Stup Bersekat, Di Desa Pendua, KLU Wahyuningsih, Endah; Syaputra, Maiser; Lestari, Andi Tri; Markum; Anwar, Hairil
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.6565

Abstract

Komoditas HHBK yang sangat potensial untuk dikembangkan di NTB adalah madu. Madu merupakan salah satu jenis pangan yang sangat baik bagi kesehatan, produk perlebahan mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan mendukung upaya pelestarian sumberdaya alam yang berperan penting dalam membantu proses penyerbukan tanaman. Pada Pulau Lombok banyak dikembangkan usaha budidaya lebah madu jenis Apis cerena dan Trigona sp. Pengembangan budidaya lebah madu trigona sudah banyak dilakukan khususnya pada masyarakat pedesaan. Akan tetapi, dalam upaya pengembangan budidaya trigona masih dalam skala Rumah tangga dan masih tradisional, sehingga mempengaruhi hasil produksi madunya. Keberhasilan usaha budidaya trigona dipengaruhi pada beberapa faktor antara lain: ketersediaan sumber pakan sepanjang musim, perkembangan koloni yang baik, serta stup yang digunakan, Bahan baku pembuatan kotak lebah atau stup memberikan pengaruh terhadap produksi madu baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Jenis kayu sebagai bahan baku stup berpengaruh, serta model stup terhadap produksi madu yang dihasilkan lebah madu trigona. Oleh karena itu, penyuluhan tentang peningkatan produktivitas lebah madu Trigona sp dengan menggunakan bahan kayu Dao (Dracontomelon dao) yang sesuai standard dan penggunaan inovasi stup bersekat sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas madu, polen dan propolis. Dengan demikian budidaya lebah madu trigona selain bermanfaat secara ekonomi dan ekologi juga dapat digunakan sebagai penunjang ketahanan pangan desa.
Keanekaragaman Jenis dan Pendapatan Pada Berbagai Pola Agroforestri di Hutan Kemasyarakatan Aik Bual Lombok Tengah Yul Fikry, Muhammad; Markum; Wahyuningsih, Endah
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 2 (2024): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i2.326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keanekaragaman jenis tanaman, pola agroforestri, dan pendapatan petani di Hutan Kemasyarakatan Aik Bual, Lombok Tengah. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis tanaman dan pendapatan masyarakat yang mengelola lahan mereka melalui sistem agroforestri. Data diperoleh dari sumber data sekunder dan primer, dengan analisis meliputi penggunaan indeks keanekaragaman dan indeks nilai penting (INP) tanaman serta biaya produksi dan pendapatan dari berbagai pola agroforestri yang diterapkan. Temuan studi menunjukkan bahwa pola agroforestri campuran atau acak cenderung memberikan pendapatan lebih tinggi bagi petani, sementara pola dominan seperti kopi, durian, dan sengon mempengaruhi pendapatan dengan nilai yang berbeda-beda. Kesimpulannya, penelitian ini menekankan pentingnya pemilihan jenis tanaman dan pola agroforestri yang sesuai untuk meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.
Analisis Pemanfaatan Sumber Daya Hutan dan Pendapatan Petani pada Kelompok Tani Hutan Tahura Nuraksa Lipianti; Markum; Wulandari, Febriana Tri
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i3.340

Abstract

Salah satu area Konservasi yang bertujuan untuk melindungi dan mendukung keberlangsungan bagi kehidupan yang tidak terlepas dari hal tersebut tentu akan terlibat dengan masyarakat sekitar kawasan hutan sehingga perbandingan dari kelestarian kawasan hutan dilihat dari aspek masyarakat sekitar kawasan apakah sudah sejahtera atau belum. Maka penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui ragam sumberdaaya hutan yang dimanfaatkan oleh petani sebagai sumber keluarga sehingga dapat dilihat seberapa besar pendapatan yang didapatkan oleh petani dari dalam kawasan hutan maupun diluar kawasan hutan sehingga dapat dilihat kesejahteraan petani dari pendapatan kawasan hutan maupun diluar kawasan hutan.metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan teknik pengambilan sample secara sensus yaitu seluruh anggota kelompok tani hutan selendang rinjani sebanyak 28 orang.hasil penelitin ini menunjukkan bahwa petani memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap hasil hutan namun petani belum cukup jika hanya mengandalkan hasil hutan sehingga tidak sedikit petani memiliki pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan keluarga
Analisis Peran Gender dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Aik Bual Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah Zahra, Adelia; Markum; Wulandari, Febriana Tri
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i3.342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan tingkat keterlibatan laki-laki dan perempuan dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Aik Bual. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan kuisioner. Penentuan responden menggunakan teknik simple random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 62 orang, 31 laki-laki dan 31 perempuan, dihitung menggunakan rumus slovin. Analisis data menggunakan skala likert, dengan empat tingkat keterlibatan. Berdasarkan hasil penelitian tingkat keterlibatan gender dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan dapat dilihat dari 3 aspek yaitu tata kelola kelembagaan dengan tingkat keterlibatan laki-laki cukup terlibat dan tingkat keterlibatan perempuan termasuk kurang terlibat, sedangkan pada aspek tata kelola kawasan laki-laki termasuk kategori cukup terlibat dan perempuan kurang terlibat. Serta untuk aspek terakhir yaitu tata kelola usaha, berada di kategori cukup terlibat untuk laki-laki maupun perempuan. Jadi dapat disimpulkan bahwa peran gender dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan termasuk cukup terlibat untuk laki-laki dan kurang terlibat untuk perempuan.
The Role of Women in Supporting the Family Economy in the Sesaot Forest Area Erwanti, Annisa Aura; Markum; Setiawan, Budhy
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i3.371

Abstract

Research This aim For identify variety sources income women to support economy family, analyze contribution income Woman to income economy family, and analyze factor supporting and inhibiting business productive Woman. Method study Which used namely the descriptive method and the census method, namely interview structured to 34 respondents in the Sesaot Forest Area on month October 2023. Respondent elements include women who run non-timber forest product businesses, who are members of the Women's business group, including NTFP businesses in the form of Processed Coffee Grounds, Processed Chips, and Processed Cassava Rengginang, and non-NTFP businesses include Kiosk Traders, Laundry, Credit Traders, Fried Food Traders, Employees, Tailors, Trade (Fashion), Resellers, Farmers, Mobile Food Sellers, Palm Sugar Processors, and Rujak Sellers. The average income value from NTFP businesses is IDR 855,706, and non-HHBK is IDR-1,112,089. The contribution value of women's income from NTFP businesses to family income is an average of 37.10%/month. Meanwhile, the income value of non-NTFP women's contribution to the family economy in Forest Areas has an average value of 18.61%/month. Supporting factors for women's productive businesses are equipment, raw materials, profits and skills. Supporting factors business productive Woman namely capital, products and markets.
PENGARUH HUTAN KEMASYARAKATAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA BUKIT TINGGI KABUPATEN LOMBOK BARAT Herera, Astrit Carolina; Markum; Setiawan, Budhy
JURNAL RIMBA LESTARI Vol 3 No 1 (2023): Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Kehutanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the sources of income for farmers' households from within and outside forest areas, analyze the impact of community-based forest management (HKm) on farmers' welfare, and assess the overall welfare levels of farmers' households. The research employed a descriptive method. The sampling area was determined using a purposive sampling technique, while the sample size, comprising 37 respondents, was calculated using the Slovin formula. The distribution of samples was carried out using the Proportional Random Sampling technique, and respondents were selected using a random sampling approach. Data collection methods included literature review, interviews, observations, and questionnaires. The results indicate that farmers' income sources within forest areas derive from managing HKm lands, primarily through the sale of non-timber forest products. Income sources outside the forest include employment as construction workers, traders, laborers, entrepreneurs, shop employees, motorcycle taxi drivers, and rice shop vendors. Income from within forest areas significantly outweighs that from outside forest areas, contributing IDR 32,830,793 (80%) compared to IDR 11,098,163 (20%). Welfare analysis revealed that 24% of respondents fall into the "very prosperous" category, while 76% are categorized as "prosperous".
Keanekaragaman Jenis dan Pendapatan Pada Berbagai Pola Agroforestri di Hutan Kemasyarakatan Aik Bual Lombok Tengah Yul Fikry, Muhammad; Markum; Wahyuningsih, Endah
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 2 (2024): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i2.326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keanekaragaman jenis tanaman, pola agroforestri, dan pendapatan petani di Hutan Kemasyarakatan Aik Bual, Lombok Tengah. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis tanaman dan pendapatan masyarakat yang mengelola lahan mereka melalui sistem agroforestri. Data diperoleh dari sumber data sekunder dan primer, dengan analisis meliputi penggunaan indeks keanekaragaman dan indeks nilai penting (INP) tanaman serta biaya produksi dan pendapatan dari berbagai pola agroforestri yang diterapkan. Temuan studi menunjukkan bahwa pola agroforestri campuran atau acak cenderung memberikan pendapatan lebih tinggi bagi petani, sementara pola dominan seperti kopi, durian, dan sengon mempengaruhi pendapatan dengan nilai yang berbeda-beda. Kesimpulannya, penelitian ini menekankan pentingnya pemilihan jenis tanaman dan pola agroforestri yang sesuai untuk meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.