Koleangan, Rosalina A.M
Unknown Affiliation

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI TRANSAKSI NON TUNAI DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KOTA MANADO Monginsidi, Elsje Celvia; Koleangan, Rosalina A.M; Rotinsulu, Debby Ch.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 1 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32775.20.1.2019

Abstract

ABSTRAKTindak lanjut dari penerapan GNNT dibuat MOU (kerjasama) antara Bank Sulut dan Pemerintah Kota Manado tentang meningkatkan transaksi non tunai untuk layanan keuangan Pemerintah Kota Manado. Adapun pelaksanaan berbagai pembayaran secara transaksi non tunai diwujudkan sebagai salah satu upaya pembenahan tata kelola keuangan di Pemerintah Kota Manado yang di implementasikan oleh Walikota Kota Manado tentang pelaksanaan transaksi non tunai (transaksi non-cash). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses implementasi system transaksi non tunai terhadap pengelolaan keuangan daerah di Kota Manado. Kemudian mengetahui keuntungan dan kendala yang dihadapi dalam proses implementasi system transaksi non tunai terhadap pengelolaan keuangan daerah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Penerapan sistem transaksi non tunai di Dinas Pendapatan Daerah Kota Manado di terapkan secara bertahap berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri. Keuntungan penerapan system transaksi non tunai di Dinas Pendapatan Daerah Kota Manado yaitu, penggunaan aliran dana seluruh transaksi dapat ditelusuri sehingga lebih akuntabel, dikarenakan seluruh transaksi didukung dengan bukti yang sah. Dalam penerapan system transaksi non tunai ada beberapa kendala-kendala yang dihadapi oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Manado adalah sebagi berikut sulit menerapkan system pada penerimaan retribusi. Pembuatan SPTD mengalami keterlambatan. Kata Kunci: gerakan nasional non tunai, pendapatan daerah, transaksi non tunai ABSTRACTThe follow-up to the implementation of GNNT was a MOU (cooperation) between Bank Sulut and the City Government of Manado about increasing non-cash transactions for financial services in the Manado City Government. The implementation of various payments in non-cash transactions is realized as one of the efforts to revamp financial governance in the City of Manado which is implemented by the Mayor of Manado City regarding the implementation of non-cash transactions (non-cash transactions). The purpose of this study is to know the process of implementing the non-cash transaction system for regional financial management in the city of Manado. Then find out the advantages and obstacles faced in the process of implementing a non-cash transaction system for regional financial management. The research method used in this research is qualitative descriptive research.  The results of the research obtained are the application of a non-cash transaction system in the Regional Revenue Office of the City of Manado which is implemented in stages based on the Circular of the Minister of Home Affairs. The advantage of applying the non-cash transaction system in the Regional Revenue Office of the City of Manado, that is, the use of the entire flow of transactions can be traced so that it is more accountable, because all transactions are supported by valid evidence. In the implementation of the non-cash transaction system there are several obstacles faced by the Regional Revenue Service of the City of Manado as follows as it is difficult to implement the system for receiving retribution. Making SPTD has been delayed. Keywords: non-cash national movement, regional income, non-cash transactions
ANALISIS PENGARUH DANA ALOKASI KHUSUS, PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM DAN DANA BAGI HASIL TERHADAP TINGKAT KEMISKINANDI KOTA MANADO Rasu, Konny Joula Ellen; Kumenaung, Anderson Guntur; Koleangan, Rosalina A.M
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 4 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32803.20.4.2019

Abstract

ABSTRAKKemiskinan adalah sebuah kondisi ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan dasarseperti makanan, pakaian, tempat berlindung, dan kesehatan. Kondisi ketidakmampuan ini ditandai dengan rendahnya kemampuan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok baik berupa pangan, sandang, maupun papan. Kemampuan pendapatan yang rendah ini juga akan berdampak berkurangnya kemampuan untuk memenuhi standar hidup rata-rata seperti standar kesehatan masyarakat dan standar pendidikan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis bagaimana pengaruh PAD, DAU, DAK dan DBH terhadap Tingkat Kemiskinan Kota Manado.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan artinya jika pendapatan asli daerah meningkat, tingkat kemiskinan akan mengalami penurunan.  Dana Alokasi Umum berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan artinya apabila dana lokasi umum meningkat maka tingkat kemiskinan akan mengalami peningkatan akan tetapi tidak signifikan. Dana Alokasi Khusus berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan artinya apabila dana lokasi khusus meningkat maka tingkat kemiskinan akan mengalami peningkatan akan tetapi tidak signifikan. Dana Bagi Hasil berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan artinya apabila dana bagi hasil meningkat akan menurun angka kemiskinan. Kata Kunci: PAD, DAU, DAK, DBH dan Tingkat Kemiskinan ABSTRACTPoverty is a condition of one's inability to fulfill basic needs such as food, clothing, shelter, and health. This condition of incompetence is characterized by the low ability of income to fulfill basic needs in the form of food, clothing and shelter. This low income capability will also reduce the ability to meet average living standards such as public health standards and education standards. The purpose of this study is to analyze how the influence of PAD, DAU, DAK and DBH on the City Poverty Rate Manado.The analysis technique used is multiple regression analysis. The results of the study show that the Local Original Income has a negative and significant effect on the poverty level, which means that if the regional income increases, the poverty rate will decrease. The General Allocation Fund has a positive and not significant effect on poverty, meaning that if the general location funds increase, the poverty rate will increase but not significantly. The Special Allocation Fund has a positive and insignificant effect on poverty, meaning that if special location funds increase, the poverty rate will increase but not significantly. Profit Sharing funds have a negative and not significant effect on poverty, meaning that if the profit sharing funds increase, poverty will decrease. Keywords: PAD, DAU, DAK DBH and Poverty
ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KOTA BITUNG Tambun, Eric Ricky; Koleangan, Rosalina A.M; Rumate, Vekie A.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 4 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32760.19.4.2018

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ialah bagaimana Sistem  dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah di Kota Bitung sudah dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor  13  tahun  2006  tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana yang telah diubah dengan Permendagri No. 59 Tahun2007 dan Permendagri No. 21 Tahun 2011 tentang perubahan kedua atas permendagri no 13 Tahun 2006. Bagaimana hambatan  pelaksanaan Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah di Kota Bitung. Teknik analisis yang digunakan adalah Data yang dikumpulkan selanjutnya diolah dan kemudian dianalisis secara Deskriptif dengan menggunakan analisis data komparatif. Hasil penelitian  Sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah pada Pemerintah Kota Bitung, khususnya penatausahaan penerimaan, penatausahaan pengeluaran dan penatausahaan pertanggungjawaban, dokumen-dokumen yang digunakan serta batas waktu pengajuan SPP, penerbitan SPM, penerbitan SP2D, penolakan penerbitan SPM, penolakan penerbitan SP2D serta penyampaian laporan pertanggungjawaban (SPJ) dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bitung. Sistem dan prosedur penatausahaan pengeluaran tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 sebagaimana yang telah diubah dengan Permendagri No. 59 Tahun 2007 belum sepenuhnya dilaksanakan pada Pemerintah Kota Bitung. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang penatausahaan pengeluaran yaitu prosedur, dokumen yang digunakan dan batas waktu penerbitan SPM, dan SP2D oleh Pejabat Pengelola Keuangan, mengakibatkan proses penerbitan SP2D terlambat sehingga memperlambat juga proses pencairan dana. Kata Kunci : Sistem  dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah ABSTRACTThe research objective is how the Regional Financial Management System and Procedure in Bitung City has been carried out in accordance with Minister of Home Affairs Regulation No. 13 of 2006 concerning Guidelines for Regional Financial Management as amended by Permendagri No. 59 of 2007 and Permendagri No. 21 of 2011 concerning the second amendment to Permendagri no 13 of 2006. What are the obstacles to the implementation of the Regional Financial Management System and Procedure in Bitung City. The analysis technique used is the data collected then processed and then analyzed descriptively using comparative data analysis. The results of the research system and procedures for regional financial management in the Bitung City Government, especially administration of revenues, administration of expenses and administration of accountability, documents used and deadlines for submission of SPP, issuance of SPM, issuance of SP2D, rejection of SPM issuance, refusal of SP2D issuance and submission of reports accountability (SPJ) carried out by the Government of the City of Bitung. The system and procedures for expenditure administration are not in accordance with Minister of Home Affairs Regulation No. 13 of 2006 as amended by Permendagri No. 59 of 2007 has not been fully implemented in the City Government of Bitung. Lack of knowledge and understanding of expenditure administration, namely procedures, documents used and the deadline for issuing SPM, and SP2D by Financial Management Officers, resulted in the issuance process of SP2D being too late, thus slowing down the process of disbursement of funds. Keywords: Regional Financial Management System and Procedure
ANALISIS PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN PASAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Mautang, Debby D.; Koleangan, Rosalina A.M; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 4 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32766.19.4.2018

Abstract

ABSTRAKDalam mendukung terciptanya kepemerintahan yang baik (good governance), dan pemerintahan yang bersih (Clean Government) di tingkat pemerintah desa maka perlu dilakukan pengawasan dan pemeriksaan keuangan atas belanja dana desa. Hal ini dilakukan  untuk menilai apakah  dana desa tersebut telah dibuat berdasarkan prioritas pembangunan dan menilai aspek ekonomis, efisiensi, efektifitas, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Akuntabilitas dan transparansi yang merupakan perwujudan praktik tata kelola yang bersih (good governance) dalam pengelolaan keuangan pemerintah pusat maupun daerah sebagai oorganisasi sektor publik merupakan tujuan penting dari reformasi akuntansi dan administrasi sektor publik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengelolaan dan pemanfaatan dana desa serta hambatan-hambatan dalam pengelolaan dan pemanfaatan dana desa di Kecamatan Pasan. Metode  yang  digunakan  adalah  metode penelitian  deskriptif  kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa anggaran, sumber daya manusia dan sistem informasi secara simultan berpengaruh terhadap efektivitas penganggaran. Begitu juga secara parsial anggaran berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penganggaran, sumber daya manusia berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penganggaran dan sistem informasi berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penganggaran. Pengelolaan dan pemanfaatan dana desa di Kecamatan Pasan efektif karena semua hasil berpengaruh signifikan. Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa tanpa adanya anggaran desa maka kemampuan pemerintah desa untuk melakukan pembangunan di desa akan sangat terbatas. Kemudian setelah tersediannya dana desa maka sumber daya manusia yang akan mengelola dan sistem informasi yang digunakanpun sangat penting dalam pengeloaan dan pemanfaatan dana desa oleh desa-desa di Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jadi anggaran, sumber daya manusia dan sistem informasi itu sendiri bisa menjadi hambatan pengelolaan dan pemanfaatan dana desa di Kecamatan Pasan.Kata Kunci: Pengelolaan Dana Desa, Keuangan Desa ABSTRACTIn supporting the creation of good governance, and clean government at the village government level, it is necessary to supervise and audit the expenditure of village funds. This is done to assess whether the village funds have been made based on development priorities and assess economic aspects, efficiency, effectiveness, and compliance with laws and regulations. Accountability and transparency, which are the manifestations of good governance practices in the management of central and regional government finances as a public sector organization, are important objectives of accounting reform and public sector administration. This study aims to look at the management and utilization of village funds as well as obstacles in the management and utilization of village funds in Pasan District. The method used is descriptive qualitative research method. The results of the study show that the budget, human resources and information systems simultaneously influence the effectiveness of budgeting. Likewise partially the budget has a significant effect on the effectiveness of budgeting, human resources have a significant effect on the effectiveness of budgeting and information systems have a significant effect on the effectiveness of budgeting. The management and utilization of village funds in Pasan sub-district is effective because all results have a significant effect. From the results of this study it can be seen that without a village budget, the capacity of the village government to carry out development in the village will be very limited. Then after the availability of village funds, the human resources that will manage and the information system that is used are very important in managing and utilizing village funds by villages in Pasan District, Southeast Minahasa Regency. So the budget, human resources and information systems themselves can become obstacles to the management and utilization of village funds in Pasan Sub-district.Keywords: Village Fund Management, Village Finance
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA BAGI HASIL, DANA ALOKASI UMUM, DAN DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA MANADO Arina, Meylani M.; Koleangan, Rosalina A.M; Engka, Daisy S.M.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 3 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32796.20.3.2019

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah  pengeluaran pemerintah (government expenditure). Besar kecilnya pengeluaran pemerintah sangat tergantung pada pendapatan yang diterima oleh pemerintah itu sendiri dalam kurun waktu tertentu. Di era otonomi daerah maka sumber pendapatan daerah terdiri atas PAD, DBH, DAU, dan DAK. Semakin besar pendapatan yang diterima oleh pemerintah daerah akan semakin baik sebab mempengaruhi secara positif pembiayaan pembangunan ekonomi di daerah, dalam arti bahwa belanja pemerintah untuk pembangunan ekonomi juga akan semakin besar sehingga pada akhirnya pertumbuhan ekonomi akan mengalami peningkatan.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) berpengaruh atau tidak terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Manado. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian bahwa secara parsial hanya Pendapatan Asli Daerah (PAD) bertanda positif dan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Manado. Sedangkan Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) bertanda negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya secara bersama-sama Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Manado bertanda positif dan berpengaruh signifikan. Dan untuk pengaruh secara simultan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) secara bersama sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perekonomian Kota Manado. Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Pertumbuhan Ekonomi ABSTRACT                Economic growth is influenced by various factors, including government expenditure. The size of government expenditure depends on the income received by the government itself in a certain period of time. In the era of regional autonomy, the source of regional income consists of PAD, DBH, DAU, and DAK. The greater the income received by local governments will be better because it positively influences the financing of economic development in the region, in the sense that government spending on economic development will also be greater so that ultimately economic growth will increase.                     The purpose of this study is to analyze Local Own Revenue (PAD), Revenue Sharing Funds (DBH), General Allocation Funds (DAU), Special Allocation Funds (DAK) influence or not for economic growth in Manado City. The analysis technique used is multiple regression analysis. The results of the study that partially only Local Own Income (PAD) is positive and has a significant effect on economic growth in the city of Manado. Whereas Revenue Sharing Funds (DBH), General Allocation Funds (DAU) and Special Allocation Funds (DAK) are negative and do not have a significant effect on economic growth. Furthermore, together with Local Own Revenue (PAD), Revenue Sharing Funds (DBH), General Allocation Funds (DAU) and Special Allocation Funds (DAK) for economic growth in Manado City, they are positive and have a significant effect. And for the simultaneous influence of Local Own Revenue (PAD), Revenue Sharing Funds (DBH), General Allocation Funds (DAU) and Special Allocation Funds (DAK) together have a positive and significant effect on the Economy of Manado City. Keywords: Local Revenue, Revenue Sharing, General Allocation Funds, Special Allocation Funds, and Economic Growth
KONTRIBUSI PROGRAM KELUARGA HARAPAN, UNIVERSAL HEALTH COVERAGE DAN PENDIDIKAN TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT DI KABUAPTEN MINAHASA TENGGARA Mawu, Fitri Valentine; Kindangen, Paulus; Koleangan, Rosalina A.M
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 21, No 4 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32841.21.4.2020

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial Program Keluarga Harapan, Universal Health Coverage  dan Pendidikan terhadap Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara. Kesejahteraan ekonomi merupakan keadaan yang dicapai dari usaha manusia, sehingga kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu utamanya. Penelitian yang dilakukan oleh Ahoobim, et al (2012) menunjukkan bahwa UHC memberikan dampak terhadap kualitas hidup sehat masyarakat, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat, melalui beberapa indikator berikut. Pertama Affordability: Access to care (Keterjangkauan: Akses ke perawatan). Kontribusi PKH terhadap kesejahteraan ekonomi sudah tergambar dari teori konsumsi Keynes, dimana pengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh sektor rumah tangga dalam perekonomian tergantung dari besarnya pendapatan.Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian asosiatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner penelitian dan teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Keluarga Harapan, Universal Health Coverage dan Pendidikan  secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara, Secara parsial Program Keluarga Harapan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara, Secara parsial Universal Health Coverage berpengaruh positif signifikan terhadap Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara dan Secara parsial Pendidikan berpengaruh positif signifikan terhadap Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara.Dapat di simpulkan bahwa program PKH, UHC dan Pendidikan dapat di pertahankan dan tingkatkan untuk Kesejahteraan Ekonomi Kabupaten Minahasa Tenggara. Kata Kunci : Kontribusi Program Keluarga Harapan, Pendidikan, Universal Health Coverage dan Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat ABSTRACT               The purpose of this study was to see the simultaneous and partial effect of the Family Hope Program, Universal Health Coverage and Education on the Economic Welfare of the Community in Southeast Minahasa District. Economic welfare is a condition that is achieved by human endeavors, so the quality of human resources is the main determining factor. Research conducted by Ahoobim, et al (2012) shows that UHC has an impact on the quality of people's healthy life, and the economic welfare of the community, through the following indicators. First Affordability: Access to care (Affordability: Access to care). PKH's contribution to economic welfare has been illustrated by Keynes's conceptual theory, that consumption expenditure by the household sector in the economy depends on income.This type of research is the type of associative research. The data technique used a research questionnaire and the data analysis technique used multiple linear regression. The results show that the Harapan Family Program, Universal Health Coverage and Education simultaneously have a significant effect on the Level of Economic Welfare of the Community in Southeast Minahasa Regency, Partially the Harapan Family Program has a positive and insignificant effect on the Level of Community Economic Welfare in Minahasa District. Southeast, Partially Universal Health Coverage has a significant positive effect on the Level of Economic Welfare of the Community in Southeast Minahasa Regency and Partially Education has a significant positive effect on the Level of Community Economic Welfare in Southeast Minahasa RegencyIt can be concluded that the PKH, UHC and Education programs can be maintained and improved for the Economic Welfare of Southeast Minahasa District. Keywords: Contribution of the Hope Family Program, Education, Universal Health Coverage and Community Economic Welfare Level
ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA ALOKASI UMUM DAN DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA TOMOHON Talangamin, Olvy Beatriks; Kindangen, Paulus; Koleangan, Rosalina A.M
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 3 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32741.19.3.2018

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang digunakan dalam  menentukan keberhasilan pembangunan. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat membuat kesejahteraan masyarakat menjadi semakin baik. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah (Sukirno, 2010).  Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis bagaimana pengaruh PAD, DAU dan DAK terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Tomohon. Desentralisi berarti penyerahan urusan pemerintah dari pemerintah daerah tingkat atas kepada daerah (kuncoro, 2006). Semakin tinggi PAD yang diperoleh suatu daerah maka akan semakin tinggi pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.  Menurut Brata (2004) yang dikutip oleh Adi dan Harianto (2007) menyatakan bahwa terdapat dua komponen penerimaan daerah yang berpengaruh positif secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yaitu PAD serta sumbangan dan bantuan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan asli daerah berpengaruh positif akan tetapi tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. dana alokasi umum berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. dana alokasi khusus berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kata Kunci: Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Pertumbuhan Ekonomi ABSTRACTEconomic growth is one of the indicators used in determining the success of development. High economic growth can make people's welfare even better Economic growth can be defined as the development of activities in the economy that cause goods and services produced in the community increases (Sukirno, 2010).  The purpose of this study is to analyze how the influence of PAD, DAU and DAK on economic growth in Tomohon City. Decentralization means the handover of government affairs from upper level regional governments to regions (kuncoro, 2006). The higher the PAD obtained by a region, the higher the economic growth in the region. According Brata (2004) cited by Adi and Harianto (2007) states that there are two components of local revenue that significantly positive effect on regional economic growth that is PAD and donations and assistance. The analysis technique used is multiple regression analysis. The result of research shows that the original revenue of the region has positive but not significant effect on the economic growth. general allocation funds have a significant positive effect on economic growth. special allocation funds have a significant positive effect on economic growth. Keywords: Pendapatan Asli Daerah (PAD), General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK) and Economic Growth
PENGARUH APLIKASI LAYANAN KAS DAERAH ONLINE TERHADAP PERCEPATAN PROSES PENGELOLAAN KEUANGAN DALAM RANGKA PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA Sakul, Lindsay A.P.; Koleangan, Rosalina A.M; Walewangko, Een N.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 1 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32719.19.1.2018

Abstract

ABSTRAKPengelolaan keuangan daerah dijabarkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun2007 yang mengatur tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Pengembangan dan penggunaan Kas Daerah Online (Kasda Online) ini juga merupakan amanat dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam rangka mencapai good governance. Kas Daerah Online (Kasda Online) sangat berguna bagi proses percepatan pengelolaan keuangan dengan adanya aplikasi, sangat mempermuda pekerjaan. Kas Daerah Online (Kasda Online) mempercepat proses pengelolaan keuangan daerah yang terkait dengan pencairan dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke rekening tujuan (rekening SKPD/Dinas, dan pihak ketiga) di Bank dengan konsep Real-Time Online (Bank SulutGo, 2017).Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu Kas Daerah Online (Kasda Online) mempercepat proses pengelolaan keuangan daerah yang terkait dengan pencairan dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke rekening tujuan. Dalam kaitannya dengan pembangunan yaitu mendukung program yang dibuat Bank Indonesia yaitu GNNT (Gerakan Nasional non Tunai) ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai, sehingga berangsur-angsur terbentuk suatu komunitas atau masyarakat yang lebih menggunakan instrumen non tunai. Kata Kunci : Kas daerah Online, Percepatan Pengelolaan Keuangan ABSTRACT                    The management of regional finances is described in the Regulation of the Minister of Home Affairs Number 13 of 2006, the Regulation of the Minister of Home Affairs Number 59 of 2007 which regulates the Guidelines on Regional Financial Management. Development and use of Regional Online Cash (Kasda Online) is also a mandate from the Supreme Audit Agency (BPK) in order to achieve good governance. Kas Daerah Online (Kasda Online) is very useful for the process of accelerating financial management with the application, greatly mempermuda work. Online Regional Cash (Kasda Online) accelerates the local financial management process related to the disbursement from the Regional General Treasury Account (RKUD) to the destination account (SKPD / Dinas and third party accounts) in Banks with Real-Time Online concept (Bank SulutGo, 2017 ).                    Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the Regional Online Cash (Kasda Online) accelerate the process of local financial management associated with the disbursement of the Regional General Treasury Account (RKUD) to the destination account. In relation to the development of supporting programs created by Bank Indonesia, GNNT (National Non-Cash Movement) is aimed at increasing public awareness of the use of non-cash instruments, thereby gradually establishing a community or community that uses more non-cash instruments. Keywords: Local Cash Online, Accelerated Financial Management
KONTRIBUSI PROGRAM KELUARGA HARAPAN, UNIVERSAL HEALTH COVERAGE DAN PENDIDIKAN TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT DI KABUAPTEN MINAHASA TENGGARA Mawu, Fitri Valentine; Kindangen, Paulus; Koleangan, Rosalina A.M
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 21, No 4 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.34133.21.4.2020

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial Program Keluarga Harapan, Universal Health Coverage  dan Pendidikan terhadap Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara. Kesejahteraan ekonomi merupakan keadaan yang dicapai dari usaha manusia, sehingga kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu utamanya. Penelitian yang dilakukan oleh Ahoobim, et al (2012) menunjukkan bahwa UHC memberikan dampak terhadap kualitas hidup sehat masyarakat, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat, melalui beberapa indikator berikut. Pertama Affordability: Access to care (Keterjangkauan: Akses ke perawatan). Kontribusi PKH terhadap kesejahteraan ekonomi sudah tergambar dari teori konsumsi Keynes, dimana pengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh sektor rumah tangga dalam perekonomian tergantung dari besarnya pendapatan.Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian asosiatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner penelitian dan teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Keluarga Harapan, Universal Health Coverage dan Pendidikan  secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara, Secara parsial Program Keluarga Harapan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara, Secara parsial Universal Health Coverage berpengaruh positif signifikan terhadap Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara dan Secara parsial Pendidikan berpengaruh positif signifikan terhadap Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara.Dapat di simpulkan bahwa program PKH, UHC dan Pendidikan dapat di pertahankan dan tingkatkan untuk Kesejahteraan Ekonomi Kabupaten Minahasa Tenggara. Kata Kunci : Kontribusi Program Keluarga Harapan, Pendidikan, Universal Health Coverage dan Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat ABSTRACT               The purpose of this study was to see the simultaneous and partial effect of the Family Hope Program, Universal Health Coverage and Education on the Economic Welfare of the Community in Southeast Minahasa District. Economic welfare is a condition that is achieved by human endeavors, so the quality of human resources is the main determining factor. Research conducted by Ahoobim, et al (2012) shows that UHC has an impact on the quality of people's healthy life, and the economic welfare of the community, through the following indicators. First Affordability: Access to care (Affordability: Access to care). PKH's contribution to economic welfare has been illustrated by Keynes's conceptual theory, that consumption expenditure by the household sector in the economy depends on income.This type of research is the type of associative research. The data technique used a research questionnaire and the data analysis technique used multiple linear regression. The results show that the Harapan Family Program, Universal Health Coverage and Education simultaneously have a significant effect on the Level of Economic Welfare of the Community in Southeast Minahasa Regency, Partially the Harapan Family Program has a positive and insignificant effect on the Level of Community Economic Welfare in Minahasa District. Southeast, Partially Universal Health Coverage has a significant positive effect on the Level of Economic Welfare of the Community in Southeast Minahasa Regency and Partially Education has a significant positive effect on the Level of Community Economic Welfare in Southeast Minahasa RegencyIt can be concluded that the PKH, UHC and Education programs can be maintained and improved for the Economic Welfare of Southeast Minahasa District. Keywords: Contribution of the Hope Family Program, Education, Universal Health Coverage and Community Economic Welfare Level
PERBANDINGAN SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN APLIKASI SISKEUDES DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN DESA Welley, Morenly Marchel; Koleangan, Rosalina A.M; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 4 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32768.19.4.2018

Abstract

ABSTRAKKeuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Desa. Peran  dan  fungsi  aparat  pengawasan  intern  pemerintah  (APIP) khususnya BPKP dalam  rangka  membantu  pemerintah desa diantaranya melakukan pengawalan dalam pemberian bimbingan dan konsultasi terkait pengelolaan keuangan desa. Untuk bisa melaksanakan bimbingan dimaksud, diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan para auditor mengenai pengelolaan keuangan desa.  Untuk mencapai tujuan di atas, BPKP telah menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan dan Konsultasi Pengelolaan Keuangan Desa pada Bulan April 2015. Badan Pemeriksa Keuangan (BPKP) juga mengeluarkan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi SISKEUDES dalam pengelolaan keuangan desa dan dampaknya terhadap pembangunan Desa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian komparasi atau perbandingan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 Responden yang terdiri dari 19 bendahara dan 19 Kasie Keuangan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan menggunakan teknik analisis data Paired Sample t-test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi SISKEUDES di pada Desa-desa di Kecamatan Sonder, terdapat perbedaan pengelolaan keuangan desa sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi SISKEUDES di pada Desa-desa di Kecamatan Sonder dan terdapat perbedaan pembangunan desa sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi SISKEUDES di pada Desa-desa di Kecamatan Sonder. Kata kunci: keuangan desa, siskeudes, pengelolaan keuangan desa, pembangunan desa ABSTRACTVillage Finance is all village rights and obligations that can be valued with money and everything in the form of money and goods related to the implementation of the rights and obligations of the Village. The role and function of the government internal control apparatus (APIP) especially the BPKP in order to help village governments include escorting in providing guidance and consultation regarding village financial management. To be able to carry out the intended guidance, it is necessary to increase the auditor's knowledge and skills regarding village financial management. To achieve the above objectives, the BPKP has issued a Guidance for Implementation and Village Financial Management Consultation in April 2015. The Supreme Audit Agency (BPKP) also issued a Village Financial System Application (SISKEUDES). The purpose of this study was to determine the differences before and after using the SISKEUDES application in managing village finances and their impact on the development of the Village. This research is a type of comparative research or comparison. The sample in this study amounted to 38 respondents consisting of 19 treasurers and 19 Head of Finance. Data collection techniques using questionnaires and using data analysis techniques Paired Sample t-test. The results showed that there were differences before and after using the SISKEUDES application in the villages in Sonder District, there were differences in village financial management before and after using the SISKEUDES application in the villages in Sonder District and there were differences in village development before and after using the application SISKEUDES is in Villages in Sonder District. Keywords: village finance, siskeudes, village financial management, village developmentÂ