Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Belajar dari Kaluak Paku Kacang Balimbiang Tiara, Inoki Ulma
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.883

Abstract

Pendidikan sering dipahami sebagai proses modersisasi, sehingga proses pendidikan terkesan meninggalkan nilai-nilai lama atau tradisil menuju nilai-nilai baru yaitu modernisasi. Pendidikan belajar dari kaluak paku kacang balimbiang adalah bentuk proses pendidikan modern berbasis nilai-nilai tradisi. Sehingga nilai-nilai tradisi ketika diterapkan mampu menyesuaikan diri dengan modernisasi atau melampui modernisasi itu sendiri sebagai identitas laki-laki.
Analisis Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak SMP Muhammadiyah 6 Padang Sari, Eka Fita; Tiara, Inoki Ulma; Akbar, Waza Karia
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perceraian orang tua terhadap motivasi belajar siswa di SMP Muhammadiyah 6 Padang. Berdasarkan teori Robert K. Merton, perceraian dipandang sebagai salah satu faktor sosial yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam motivasi belajar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Sebanyak delapan informan dilibatkan dalam penelitian ini untuk memberikan gambaran mendalam terkait permasalahan yang dikaji. Hasil penelitian mengungkapkan empat dampak utama perceraian orang tua terhadap motivasi belajar anak. Pertama, motivasi belajar anak cenderung menurun akibat tekanan emosional seperti depresi dan kesedihan mendalam. Kedua, kualitas akademik dan prestasi belajar siswa mengalami penurunan signifikan. Ketiga, tingkat disiplin dalam proses pembelajaran turut menurun, memengaruhi konsistensi anak dalam menjalankan tugas-tugas sekolah. Keempat, perceraian berdampak pada rendahnya kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi anak selama proses belajar-mengajar. Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah telah melakukan tiga upaya strategis untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yang terdampak. Pertama, memberikan perhatian khusus melalui pendekatan personal yang dirancang untuk memahami kebutuhan emosional siswa. Kedua, membangun kerjasama yang kuat antara guru, orang tua, dan kerabat untuk menciptakan lingkungan pendukung yang positif bagi anak. Ketiga, merancang strategi pembelajaran yang lebih menyenangkan guna menarik minat belajar siswa dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pendidikan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan siswa dapat lebih termotivasi meskipun menghadapi tantangan akibat perceraian orang tua.
Time, Change, and Continuity: The Role of Historical Consciousness in Social Studies Education for Shaping Student Identity Inoki Ulma Tiara; Maisya Mariska; Elisa Saputry
THE PRESTISE Vol. 2 No. 1 (2026): The Prestise: Journal of Educational Research
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines the role of time, continuity, and change concepts in Social Studies (IPS) education, particularly history learning, and their relationship with student identity formation, social dynamics, and young generation's perspectives toward the past. History education is expected to foster national identity, critical thinking abilities, and historical consciousness. However, in practice, history learning often becomes trapped in fact and date memorization, disconnected from students' current reality, resulting in low interest in learning history. This study employs a qualitative descriptive approach with emphasis on document analysis (IPS curriculum, textbooks, and scientific literature), which can conceptually be enriched through interview and observation techniques in history learning. The theoretical framework relies on concepts of time, continuity, and change in history; the nature of IPS education as integration of social sciences; and various philosophies of history education (perennialism, essentialism, humanism, and social reconstruction). Findings indicate that history contributes significantly to student identity formation through collective national narratives and shared historical experiences. Understanding continuity and change helps students read social dynamics: what changes and what persists in society. Students' perspectives toward the past are influenced by formal education, family memory, media narratives, and quality of historical literacy in the digital era. While the Indonesian IPS curriculum incorporates dimensions of time, continuity, and change, classroom implementation often remains textual and memorization-oriented. The main challenges in history learning include low student interest, monotonous methods, gaps between official narratives and critical perspectives, and information floods (including historical distortions) in digital media. This research recommends strengthening more interactive, contextual, and critical IPS learning through inquiry approaches, projects, digital media utilization, and local history integration, ultimately forming a young generation with historical consciousness, strong identity, and ability to wisely comprehend social changes.