Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

The Influence of Implementing the Project Based Learning Model on Students’ Geography Learning Motivation at SMA N 1 Tanjung Mutiara Agam Regency Valentin, Jane Ridha; Dt. Tanamir, Momon; Febriani, Trina
Journal of Geography Science and Education Vol. 5 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jgse.v5i2.4590

Abstract

This research is motivated by the problem of low motivation to study geography, no concentration and low activity during learning, there is no student feedback when learning takes place. The purpose of this study was to find out and analyze data that had the effect of applying the Project Based Learning learning model on increasing students' motivation to learn Geography at SMA N 1 Tanjung Mutiara, Agam Regency. The type of research used was a quasi-experimental research, the research design used was a non-equivalent Control Group Design. The population of all class X students of SMA N 1 Tanjung Mutiara, Agam Regency who were registered in the 2022/2023 school year consisted of 6 classes and the sampling in this study was conducted by random sampling, the instruments in this study were warm and the data analysis techniques were descriptive and inferential statistical analysis. Research results: Is there an effect of applying the Project Based Learning learning model to increasing students' motivation to learn Geography at SMA N 1 Tanjung Mutiara, Agam Regency, research. Based on the descriptive analysis of the experimental class (Project based learning) which obtained a percentage value of 84% in the High category while students in the control class (Conventional) obtained a percentage value of 78% with High. Based on the independent sample t-test regarding student questionnaire answers, it can be concluded that the sig value is 0.002 < 0.05 which states that the coefficient value is significant because tcount > ttable = 3.298 > ttable 1.670, thus it can be interpreted that H0 is rejected and Ha is accepted. so, there is an influence of the project based learning learning model on student learning motivation in the subject of Geography at SMA N 1 Tanjung Mutiara, Agam Regency.
Mitigasi Bencana Tanah Longsor di Kawasan Wisata Geopark Silokek Nagari Silokek Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Hasnifa, Yendriona; Despica, Rika; Febriani, Trina
EL-JUGHRAFIYAH Vol 5, No 2 (2025): El-Jughrafiyah : August, 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v5i2.32254

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari kawasan wisata Geopark Silokek berada di daerah yang rawan longsor akibat topografi curam dan curah hujan tinggi. Risiko longsor dapat membahayakan pengunjung dan merusak fasilitas wisata. Tujuan penelitian untuk mengetahui 1)Mitigasi pengelola terhadap bencana tanah longsor di kawasan wisata Geopark Silokek dan 2)Mitigasi pengunjung terhadap bencana tanah longsor di kawasan wisata Geopark Silokek Nagari Silokek Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung.Jenis penelitian yang digunakan adalah Mixed Method (gabungan  kuantitatif dan kualitatif). Populasi dalam penelitian ini adalah pengelola dan pengunjung objek Wisata Geopark Silokek. Penentuan informan untuk pengelola menggunakan teknik purposive sampling yaitu Kepala Bidang BPBD Kabupaten Sijunjung, Kepala Dinas Pariwisata,Wali Nagari Silokek, Ketua Harian Badan Pengelola Geopark Silokek dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) sedangkan untuk sampel pengunjung menggunakan teknik accidental sampling.Hasil dari penelitian ini dapat di simpulkan bahwa 1)Mitigasi pengelola objek wisata terhadap bencana tanah longsor di kawasan wisata Geopark Silokek dilakukan dengan mitigasi struktural seperti penanaman pohon pada daerah yang curam, pemantauan kondisi tanah, pemasangan rambu-rambu peringatan rawan bencana yang hanya ditemukan pada akses jalan menuju kawasan objek wisata Geopark Silokek, sedangkan untuk tiap objek wisata tidak ditemukan rambu-rambu peringatan rawan becana, dan penyediaan tempat evakuasi. Sedangkan mitigasi non – struktural yaitu melakukan sosialisasi, simulasi bencana kepada pengelola untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan membentuk Kelompok Sadar Wisata. 2) Mitigasi pengunjung terhadap bencana tanah longsor di kawasan wisata Geopark Silokek di simpulkan dengan kategori baik dengan persentase 79,93%. Mitigasi yang bisa di lakukan pengunjung ialah selalu memperhatikan keadaan cuaca dan selalu megikuti prosedur evakuasi dari pengelola apabila terjadi bencana longsor.
Penerapan Metode Pembelajaran Berdiferensiasi dapat Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Geografi Fae E di SMA Negeri 1 Lembah Melintang Falah, Nur; Suryani, Ade Irma; Febriani, Trina
Jurnal Pembelajaran dan Ilmu Pendidikan Vol 5 No 3 (2025): Volume 5, Nomer 3 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jpip.v5i3.2190

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh ditemui masalah dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) kebanyakan peserta didik kurang antuasis dalam mengikuti proses belajar mengajar geografi yang sedang berlangsung, terutama jika guru hanya menggunakan metode konvensional seperti metode ceramah ketika membawakan suatu materi dan berdiskusi secara berkelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran geografi fase e di SMA Negeri 1 Lembah Melintang. Penelitian menggunakan metode desain quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Peserta didik fase E di SMA Negeri 1 Lembah Melintang yang terdaftar pada tahun ajaran 2024/2025 terdiri atas 10 fase dengan jumlah 360 peserta didik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu pada fase E 9 dan fase E 10. Data dikumpulkan menggunakan tes, kuisioner/angket dan dokumentasi dan dianalisis melalui uji T. Temuan mengungkapkan bahwa penerapan metode pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran geografi fase E di SMA Negeri 1 Lembah Melintang. Studi ini menyimpulkan bahwa terdapat meningkatkan minat belajar peserta didik dengan menggunakan penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada fase E di SMA Negeri 1 Lembah Melintang. Berdasarkan rata-rata nilai skor presentase responden yang di peroleh dari variabel minat belajar peserta didik di kelas eksperimen lebih besar dibandingkan rata-rata nilai skor presentase dari kelas kontrol sehingga capaian responden kelas eksperimen termasuk dalam kategori baik dan kelas kontrol termasuk dalam kategori cukup baik.
The Impact of Forest Encroachment in the Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) in Kerinci District Wijaya, Wibi -; Febriani, Trina; Tiara, Inoki Ulma; Wijayanti, Yolanda Nur; Ryanda, Muhammad Marzuki
Jurnal Mamangan Vol 13, No 2 (2024): Special Issue: Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikt
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v13i2.10368

Abstract

Deforestation within the Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) in Kerinci Regency is a serious problem that impacts the sustainability of the ecosystem and the social life of the surrounding community. As a conservation area, TNKS plays an important role in preserving biodiversity, regulating water management, and supporting the livelihoods of local communities. However, pressure from agricultural land use, settlement, and economic activities has led to rampant forest encroachment. This research was motivated by increasing forest degradation in the TNKS area, which poses a threat to environmental sustainability and social welfare. The purpose of this study is to analyze the environmental and social impacts of forest encroachment in the foothills of Mount Kerinci, Kerinci Regency. This study uses a qualitative descriptive method with a field study approach through observation, in-depth interviews, and documentation. Data was obtained from the surrounding community, TNKS management officials, and supporting documents, then analyzed qualitatively with an emphasis on the cause-and-effect relationship between encroachment activities and their impacts. The results of the study show that the environmental impacts include loss of forest cover, declining water quality, increased soil erosion, reduced wildlife habitat, and increased risk of ecological disasters such as floods and landslides. Meanwhile, the social impacts that have emerged include increased conflict between the community and TNKS management, shifts in local cultural values, social inequality due to land disputes, and the community's economic dependence on illegal activities in the forest area. Thus, forest encroachment in TNKS not only threatens environmental sustainability but also causes complex social problems for the surrounding community.
Challenges and Efforts of School Stakeholders in Enhancing P5 through the Theme “Bangunlah Jiwa Raganya” at SMP Negeri 31 Batam Sondari, Resti; Rianto, Slamet; Febriani, Trina
Journal of English Language and Education Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v10i4.1216

Abstract

This study is based on the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) as part of Indonesia’s curriculum shift from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum. The research aims to identify: (1) the challenges faced by school stakeholders in enhancing P5 through the theme "Bangunlah Jiwa Raganya", and (2) the efforts made to overcome these challenges at SMP Negeri 31 Batam. This is a qualitative study using purposive sampling involving the principal, vice principal, teachers, administrative staff, school committee, and students. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal key challenges such as lack of facilities, limited collaboration, and insufficient materials. However, the school has responded with several strategies including the use of student smartphones, group-based learning, and peer collaboration to ensure successful P5 implementation. Overall, the project is running smoothly with continuous efforts to improve its delivery.
Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Rahayu, Refi Gustri; Nefilinda, Nefilinda; Febriani, Trina
LaGeografia Vol 22, No 1 (2023): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i1.51822

Abstract

This study aims to analyze and describe how the community participates in waste reduction and handling in Pasie Nan Tigo Village, Koto Tangah District, Padang City. This type of research is quantitative. The research population is the community in Pasie Nan Tigo Village, Koto Tangah District, Padang City with a sample of 63 families, in this study using purposive random sampling and data analysis techniques used descriptive analysis. The results of the study: 1) Community participation in waste reduction in Pasie Nan Tigo Village, Koto Tangah District, Padang City in the "Good" category with a percentage of 74.1% has carried out socialization with the surrounding community such as utilizing plastic waste to make useful works, reducing waste management has been carried out by the TPS team in good cooperation with the team working at the TPS, 2) Community participation in waste management in Pasie Nan Tigo Village, Koto Tangah District, Padang City in the "Good" category with a percentage of 74.4%, has handled waste such as reducing waste, for example, is done by reducing the use of waste-producing products, such as products with plastic or paper packaging, reusing used items, reusing such as using used paint cans as plant pots or places for certain items. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisa dan mendeskripsikan bagaimana Partisipasi masyarakat dalam pengurangan dan penanganan sampah di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Jenis penelitian adalah kuantitatif. Populasi Penelitian Masyarakat Di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang dengan sampel penelitian ini 63 kk, dalam penelitian ini mengunakan purposiv random sampling dan teknik analisa data digunakan analisi Analisis Deskriptif. Hasil penelitian:1)Partisipasi masyarakat dalam pengurangan sampah di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang  kategori “Baik”dengan persentase 74,1%  telah melakukan sosialisasi dengan masyarakat sekitar seperti memanfaatkan sampah-sampah plastik di jadikan karya yang bernilai guna, pengurangan sampah telah dilakukan oleh tim TPS dengan cara kerja sama yang baik dengan tim yang berkerja di TPS, 2) Partisipasi masyarakat dalam penanganan sampah di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang kategori “Baik” dengan persentase 74,4%, telah melakukan  penanganan sampah seperti mengurangi sampah contonhnya dilakukan dengan mengurangi penggunaan produk penghasil sampah, seperti produk dengan kemasan plastik atau kertas, menggunakan kembali barang-barang yang sudah terpakai, menggunakan kembali seperti menggunakan kaleng bekas cat sebagai pot tanaman atau tempat barang-barang tertentu.
Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Terhadap Aktivitas Belajar Geografi Peserta Didik Fase E di SMAN 1 Bayang Kabupaten Pesisir Selatan Putri, Vebby Kristia Zamda; Rianto, Slamet; Febriani, Trina
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.741

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi pada permasalahan aktivitas belajar disebabkan  karena kurangnya peserta didik dalam pertanya,tidak adanya partisipasi dalam membantu teman saat berdiskusi, tidak ada umpan balik pada peserta didik saat persentase hasil diskusi peserta didik tidak ada yang menyanggah, memberikan saran maupun kritikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis data tentang penerapan model think pair share (TPS) terhadap aktivitas belajar geografi peserta didik fase E di SMA N 1 Bayang  Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskritif  kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control gruop design fase E SMA N 1 Bayang yang terdaftar pada tahun ajaran 2023/2024 terdiri atas 7 kelas dengan jumlah peserta didik 212 orang.pengambilan sampel pada penelitian ini adalah random sampling dimana tiap orag disuruh populasi target memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih. Hasil penelitian aktivitas peserta didik kelas ekperimen geografi pada peserta didik fase E 1 tahun ajaran 2023/2024 memperoleh nilai persentase rata rata sebesar 87,42% tang  tergolong kedalam ‘sangat baik’’ sementara kelas kontrol geografi memperoleh nilai rata rata 72,71% yang tergolong “ baik” hasil hipotersis penelitian ini dengan menggunakan sampel T test dengan signifikan 0,05 ,0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran think pair share terhadap aktivitas belajar geografi peserta didik fase E  SMA N 1 Bayang.
Perapan Model Pembelajaran PBL untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terkait Persebaran Flora dan Fauna pada Mata Pelajaran Geografi di SMAN 2 Koto Baru Dharmasraya Rahmi, Anisa; Nefilinda, Nefilinda; Febriani, Trina
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.764

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh kurangnya model pembelajaran dalam suatu proses pembelajaran di kelas dan rendah nya nilai pemahaman siswa terkait mata pelajaran geografi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis data tentang penerapan model pembelajaran PBL untuk meningkatkan pemahaman siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian quasi experiment. Populasi dalam penelitian ini seluruh kelas XI fase F yang terdiri dari 4 kelas dengan jumlah 120 siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian kelas XI Fase F 4 sebagai kelas control dengan jumlah siswa 30, dan X.I Fase F 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 30. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar tes pretest-posttest dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah uji persyaratan analisis. Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka diperoleh kesimpulan rata-rata nilai kelas kontrol 82.83 termasuk kategori tinggi dan rata-rata nilai kelas eksperimen 90.67 Berdasarkan data yang telah diolah diperoleh hasil uji-t dengan nilai signifikan 0,002 < 0,05, artinya Ha diterima sehingga data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan pemahaman siswa terkait materi persebaran flora dan fauna di Indonesia pada mata pelajaran geografi di SMA N 2 Koto Baru.
Analisis hubungan Kreativitas dan Aktivitas Belajar terhadap Hasil Belajar Geografi Fase F di SMAN 2 Tebo Indrayanti, Naning; Suryani, Ade Irma; Febriani, Trina
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.948

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih banyaknya peserta didik yang kurang aktif untuk mencari informasi sendiri dari sumber lain, kemudian peserta didik cenderung hanya duduk, mendengarkan dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru dan peserta didik yang aktif mengemukakan pendapat hanya beberapa anak saja.. Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik Fase F Sosial SMAN 2 Tebo yang berjumlah 108 peserta didik. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik proposional random sampling sehingga didapatkan 36 peserta didik. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka diperoleh hasil bahwa: (1) Hubungan kreativitas terhadap hasil belajar geografi Fase F di SMAN 2 Tebo berdasarkan hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa kreativitas berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar geografi dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bawa nilai sebesar 4,851 > 2,032. (2) Hubungan aktivitas belajar terhadap hasil belajar geografi Fase F di SMAN 2 Tebo berdasarkan hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa aktivitas berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar geografi dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai sebesar -10,437 > sebesar 2,032. (3) Hubungan kreativitas dan aktivitas belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar geografi Fase F di SMAN 2 Tebo berdasarkan hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa kreativitas dan aktivitas belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar geografi dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bawa nilai didapatkan hasil nilai yang dihasilkan sebesar 56,282 > 3,28 .
Implementasi Kearifan Lokal Masyarakat dalam Mengelola Sumber Daya Pesisir di Desa Sinaka, Kabupaten Kepulauan Mentawai Sihab, Fitra Al; Nefilinda, Nefilinda; Febriani, Trina
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2005

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi pada permasalahan masyarakat dalam mengelola kawasan pesisir. Di Desa Sinaka, terdapat lokasi tangkap tradisional yang hanya boleh dimanfaatkan oleh penduduk setempat. Namun, kehadiran kapal asing seperti kapal pukat cincin dari Pesisir menyebabkan hasil tangkapan di kawasan tersebut menurun. Selain itu, masuknya pendatang yang menggunakan putas atau bom dalam penangkapan ikan juga berdampak buruk pada ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi kearifan lokal di Desa Sinaka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengambilan informan melalui snowball sampling. Informan utama dalam penelitian ini meliputi masyarakat setempat, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai, kepala desa, serta kepala dusun dari delapan dusun di Desa Sinaka, yaitu Koriatbuah, Boriai, Kosai Baru, Sinaka, Matotonan, Mangka Baga, Mabolak, dan Kosai Bagatsagai. Data dikumpulkan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Sinaka masih menerapkan kearifan lokal dalam mengelola kawasan pesisir, misalnya dengan menggunakan alat tangkap tradisional seperti mata pancing dan perahu demi menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, dukungan pemerintah juga sangat bermanfaat bagi para nelayan, terutama melalui bantuan perahu untuk masing-masing nelayan.