Sumampouw, Joseph E. R.
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL SIPIL STATIK

PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH DAN TRAS PADA TANAH LEMPUNG TERHADAP NILAI CBR Walewangko, Bill Yohanes; Sompie, Oktovian B. A.; Sumampouw, Joseph E. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah dasar memiliki peran yang sangat  penting, karena tanah dasar akan memikul seluruh beban lalu lintas yang berada diatas suatu perkerasan. Lempung merupakan jenis tanah yang sangat dipengaruhi oleh kadar air dan mempunyai sifat yang cukup kompleks. Kadar air mempengaruhi sifat kembang susut dan kohesinya, Oleh karena itu, diperlukan stabilisasi untuk memperbaiki sifat –sifat tanah tersebut. Parameter yang dapat diketahui apakah tanah tersebut daya dukungnya baik atau tidak bisa dilihat dari nilai CBR.Penelitian ini menggunakan fly ash dan tras sebagai bahan stabilisasi, yaitu dengan menambahkan fly ash dan tras dengan variasi campuran 5%, 10%, 15%, dan 20% fly ash dan tras terhadap berat contoh tanah. Tujuannya untuk meningkatkan nilai CBR tanah lempung. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium, Analisis Hasil Penelitian Dengan Teori Formula, Tabel dan Grafik untuk memudahkan dalam memberi kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian, tanah lempung yang distabilisasi dengan fly ash 2.5% + Tras 2.5% nilai CBR = 1,72%, fly ash 5%  +  tras 5%  nilai CBR = 2,00%, fly ash 7,5%  + tras 7,5%  nilai CBR = 2,52% dan fly ash 10% + tras 10% nilai CBR = 3,24%. Dari hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan nilai CBR rendaman pada   penambahan fly ash 2.5% + Tras 2.5% sampai dengan fly ash 10% + tras 10% mengikuti persamaan y = 0,0037x2 + 0,0113x + 1,5342, dapat disimpulkan bahwa semakin besar (%) penambahan Fly Ash dan tras  maka semakin besar pula nilai CBR (daya dukung tanah). Kata kunci: CBR , fly ash, tras , tanah lempung , stabilitas
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN SEMEN, TRAS DAN BATU APUNG TERHADAP KUAT GESER TANAH LEMPUNG Mukramin, Suci Cahyani; Sompie, Oktovian B. A.; Sumampouw, Joseph E. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekuatan tanah dasar memegang peranan penting dalam mendukung beban konstruksi. Seringkali tanah belum tentu langsung dapat digunakan. Masalah tersebut biasanya terdapat pada tanah lempung yang umumnya memiliki kuat geser yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan stabilisasi untuk memperbaiki sifat–sifat tanah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan campur semen, tras dan batu apung terhadap kuat geser tanah lempung dengan perbandingan variasi semen: tanah: tras dan batu apung yaitu 1:3:4, 1:4:3, 1:5:2 dan 1:6:1. Hasil dari penelitian pemadatan yang dilakukan, menunjukan bahwa penambahan bahan campur terjadi peningkatan ɣdmax  menjadi 1.378 gr/cm3 pada campuran 1:6:1. Nilai maksimum tegangan geser dan sudut geser dalam terjadi pada campuran 1:3:4 dengan nilai τ = 15.938 t/m2 dan sudut geser dalam φ = 38°. Nilai kohesi tanah mencapai maksimum pada campuran 1:6:1 dengan c = 2.3990 t/m2. Semakin besar nilai kadar air optimum maka semakin besar pula nilai kohesi sedangkan nilai sudut geser dalam dan tegangan geser semakin kecil. Nilai kadar air optimum terbesar berada pada campuran 1:5:2. Analisis kestabilan menggunakan metode Janbu dengan program Rocsience Slide 6.0 didapatkan pada keadaan tanah asli menunjukkan kondisi stabil menengah. Kemudian, setelah penambahan bahan campur, Faktor Keamanan meningkat menjadi 2.621 pada campuran 1:5:2. Hal ini dikarenakan semakin besar nilai berat isi kering dan kohesi maka semakin besar pula faktor keamanan dan semakin besar nilai sudut geser dalam maka semakin kecil faktor keamanan. Dengan demikian terjadi peningkatan kuat geser dari kondisi tanah asli. Kata Kunci : Stabilisasi Tanah, Semen, Tras, Batu Apung, Kuat Geser, Faktor Keamanan
PENGARUH JENIS TANAH DAN BENTUK TIANG PANCANG TERHADAP KAPASITAS DAYA DUKUNG TIANG PANCANG GRUP AKIBAT BEBAN VERTIKAL Hasrudin, .; Balamba, Sjachrul; Sumampouw, Joseph E. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan tanah biasanya dihitung menggunakan rumus yang telah ada dan perhitungan antara tiang pancang tunggal dan grup memiliki perbedaan. Adapun untuk menghitung penurunan akibat beban bisa juga dilakukan dengan cara membuat pemodelan dengan skala yang diperkecil dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pengujian skala kecil dengan pemodelan daya dukung pondasi tiang kelompok pada tanah berpasir dan berlempung akan memberikan gambaran bagaimana sebenarnya perilaku tanah dan bagaimana pengaruhnya terhadap daya dukung pondasi tiang. Penelitian ini merupakan penelitian skala kecil uji model laboratorium yang dilakukan yaitu dengan uji pembebanan (load test) terhadap model pondasi tiang kelompok ujung tertutup dengan model tiang pancang berbentuk bulat dan kotak. Setelah hasil uji laboratorium didapatkan, dilakukan control analisis dengan menggunakan PLAXIS 3D dan perhitungan manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiang pancang berbentuk kotak memiliki kapasitas dukung lebih besar dari pada tiang penampang bulat dimana untuk tiang pancang penampang persegi pada tanah lempung diketahui memiliki Qult sebesar 108 kg dan pada tanah pasir sebesar 98 kg, sedang untuk tiang penampang bulat pada tanah lempung sebesar 82 kg dan pada tanah pasir sebesar 75 kg. Secara umum perbedaan antara hasil plaxis dengan hasil laboratorium sebesar 30%. Hasil perhitungan manual memperlihatkan bahwa bentuk pemodelan yang memiliki efisiensi yang sangat kecil adalah model tiang penampang bulat pada tanah lempung dan yang memiliki efisiensi sangat besar adalah tiang pancang penampang kotak pada tanah lempung dengan nilai sebesar 87% dengan nilai penyimpangan 14% dari nilai yang didapatkan dari hasil laboratorium. Terlihat bahwa bentuk fondasi tidak berpengaruh terhadap Qult jika beban yang diberikan berupa beban vertikal, namun jenis tanah sangat berpengaruh pada kapasitas dukung tiang pancang. Kata Kunci: Pondasi Tiang Pancang, Daya Dukung, Penurunan, Jenis tanah
ANALISIS GEOTEKNIK TANAH LEMPUNG TERHADAP PENAMBAHAN LIMBAH GYPSUM Landangkasiang, Febiola Nasrani; Sompie, Oktovian B. A.; Sumampouw, Joseph E. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung merupakan merupakan jenis tanah dengan kondisi daya dukung dan kuat geser yang rendah, diperlukan stabilitas perbaikan tanah secara kimiawi. Parameter yang dapat diketahui apakah tanah tersebut daya dukungnya baik atau tidak bisa dilihat dari nilai CBR dan nilai kuat geser. Penelitian ini menggunakan limbah gypsum sebagai bahan stabilisasi, yaitu dengan menambahkan limbah gypsum dengan variasi campuran 5%, 10%, 15%, dan 20% gypsum terhadap berat contoh tanah. Tujuannya untuk meningkatkan nilai CBR dan kuat geser pada tanah lempung. Berdasarkan hasil penelitian, untuk nilai CBR pada kondisi tanah asli sebesar 1,52% dan terus mengalami peningkatan hingga pada campuran 10% sebesar 3.05% kemudian kembali turun pada campuran 15% menjadi 2.38% dan pada campuran 20% menjadi 1.91%. Untuk nilai tegangan geser pada kondisi tanah asli sebesar 3.152 t/m2 dan terus mengalami peningkatan hingga pada campuran 15% sebesar 6.174 t/m2 kemudian kembali turun pada campuran 20% menjadi 5.088 t/m2. Dapat disimpulkan bahwa untuk nilai CBR maksimum terjadi pada sampel tanah yang dicampur dengan limbah gypsum dengan kadar campuran 10%, sedangkan untuk nilai tegangan geser maksimum berada pada kadar campuran 15%. Kata kunci: CBR, gypsum, lempung, stabilitas, tegangan geser
ANALISIS KONSOLIDASI TANAH DI BAWAH BENDUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE AKAR WAKTU DAN METODE HYPERBOLA Luntungan, Teresa Nadia; Sumampouw, Joseph E. R.; Rondonuwu, Steeva G.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi bendungan seringkali mengalami keretakan pada dinding atau penurunan. Faktor penyebab masalah tersebut salah satunya adalah proses konsolidasi atau perubahan volume tanah yang terjadi akibat keluarnya air pori. Hal inilah yang diamati untuk mengetahui besarnya penurunan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar penurunan yang akan terjadi pada konstruksi bendungan tersebut. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan pemeriksaan parameter dan pengujian konsolidasi yang dimana untuk nilai Cv akan dibandingkan dan dihitung menggunakan Metode Akar Waktu dan Metode Hyperbola. Analisis koefisien konsolidasi memperlihatkan bahwa Metode Akar Waktu memberikan nilai Cv yang relatif lebih besar dibandingkan Metode Hyperbola yang diuji dalam tiga sampel tanah. Untuk jenis tanah dalam penelitian ini Metode Hyperbola lebih baik digunakan karena memberikan nilai perhitungan Cv yang kecil dimana lebih cenderung kejenis tanah lempung dan Metode Akar Waktu akan lebih cenderung kejenis tanah yang berpasir (cohesionless soil). Kedua metode tersebut dapat digunakan pada penelitian ini sedangkan untuk metode lain seperti Logaritma Waktu tidak dapat digunakan karena tidak sesuai dengan bentuk grafik yang ditentukan. Untuk penurunan konsolidasi diketahui pada sampel satu sebesar 68.074 cm, sampel dua sebesar 23.834 cm, sampel tiga sebesar 67.202 cm dan daya dukung tanah untuk sampel satu sebesar 19.587 kg/cm2, sampel dua sebesar 23.834 kg/cm2, dan sampel 3 sabesar 21.265 kg/cm2. Dari hasil perhitungan kapasitas daya dukung tanah dan penurunan dapat disimpulkan bahwa semakin kecil daya dukung tanah akan semakin besar penurunan, sedangkan semakin besar daya dukung tanah maka semakin kecil penurunan tersebut. Kata Kunci : Konsolidasi, Metode Akar Waktu, Metode Hyperbola, Penurunan
PENGARUH PENGGUNAAN JERAMI PADI DAN GYPSUM SEBAGAI BAHAN STABILISASI PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF Untu, Meylita Anastasya; Mandagi, Agnes T.; Sumampouw, Joseph E. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung ekspansif merupakan tanah yang memiliki sifat kembang susut yang sangat besar dimana kadar air tanah  sangat mempengaruhi kondisi tanah tersebut. Dengan keadaan tanah yang kembang susut maka sangat beresiko jika ada konstruksi bangunan yang ada diatas tanah lempung ekspansif. Cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menstabilkan tanah agar meningkatnya daya dukung dan bisa mengurangi kembang susutnya. Bahan stabilisasi yang digunakan  dalam penelitian ini yaitu abu jerami padi dan gypsum.Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan stabilisasi pada  tanah lempung ekspansif menggunakan jerami padi dan gypsum dengan presentase 1%, 3%, 5%, 7% jerami padi dicampur dengan presentase gypsum yang konstan yaitu 5%. Penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh bahan stabilisasi pada tanah lempung ekspansif terhadap nilai kuat tekan bebas. Hasil Penelitian menunjukan bahwa tanah tersebut memenuhi syarat tanah lempung ekspansif dilihat dari IP = 30,33%. Untuk tanah itu sendiri berdasarkan klasifikasi USCS termasuk jenis CH (Clay- High Plasticity) atau tanah lempung berplastisitas tinggi. Nilai qu tanah asli 9,4606 kg/cm2 dan untuk variasi campuran 1% Jerami Padi + 5% Gypsum 14,4858 kg/cm2 ,  3% Jerami Padi + 5% Gypsum 17,6240 kg/cm2 , 5% Jerami Padi + 5% Gypsum 23,9958 kg/cm2 , 7% Jerami Padi + 5% Gypsum 24,5187 kg/cm2. Maka, dengan bertambahnya presentase jerami padi yang ada dan prsentase gypsum yang konstan terlihat meningkatnya nilai tegangan runtuh (qu) pada setiap sampel. Kata Kunci : Lempung Ekspansif, Gypsum, Jerami Padi, Kuat Tekan Bebas, Stabilisasi Tanah