Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Food Communication to Strengthen the Javanese Women’s Communication Experience in Indonesia: Case Study on Saparan Bekakak Tradition Setyaningsih, Rila; Andryani, Kristina; Salsabila, Alya Dwi
Indonesian Journal of Advanced Research Vol. 4 No. 3 (2025): March 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijar.v4i3.13976

Abstract

Food is an integral part of a region's culture, reflecting the history, traditions, and values of the local community. Food serves as a communication medium. This study examines the communication experience of Javanese women through the communication on Saparan Bekakak, a noble tradition of Indonesia. This study uses the theory of symbolic interactionism to explore communication through food carried out by Javanese women in the Saparan Bekakak tradition. A constructivist paradigm and a qualitative research design are used in this study. The subjects in this study consisted of javaneese woman as the the perpetrator of the Saparan Bekakak tradition. Interviews, observations, and documentation are the collection data technique used in this research. Data analysis in the study consists of several steps (i.e., data reduction, data presentation, and conclusion drawn). This study finds that: 1). The Saparan Bekakak tradition is a significant communication medium for Javanese women to strengthen social and cultural ties. Through the process of preparing and distributing traditional food, women play an active role in preserving cultural values and building a close-knit community, 2) The practice of food communication in the Saparan Bekakak tradition allows Javanese women to express their local identity and wisdom. This is not only a cooking activity, but also a space for the transmission of knowledge between generations and the social empowerment of women in the context of Javanese culture. This research contributes theoretically to the development of the concept of food communication as a complex socio-cultural mechanism, which goes beyond nutritional functions and reveals the strategic role of food in the empowerment of identity and gender relations in the context of local culture.
Pendampingan Program Strategi Digital Marketing dan Pengelolaan SDM Pada Bisnis “Mie Lethek Cap Garuda” Putriana, Witnes Disnari; Pramesti, Anis Dyah; Bukit, Febina Br; Hidayah, Isti Nurul; Setiowati, Dwi Agus Sulis; Octisa, Ayu Romauli; Sianipar, Dwina Elvrida E; Fachkri, Nawal; Novita, Veronika Angel Hera; Setyaningsih, Rila
Abdimas Awang Long Vol. 7 No. 2 (2024): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v7i2.1259

Abstract

Era digital membawa tantangan dan peluang bagi bisnis, terutama UMKM seperti "Mie Lethek Cap Garuda". Masalah utama yang dihadapi UMKM adalah terkait dengan pemasaran dan akses informasi pasar. Program pendampingan strategi digital marketing dan pengelolaan SDM dilakukan untuk membantu UMKM mengatasi masalah ini. Program dilakukan selama satu hari dengan melibatkan 6 karyawan dan pemilik pabrik Mie Lethek. Kegiatan meliputi rebranding logo, sosialisasi digital marketing melalui Instagram, dan pembuatan akun media Instagram. Metode Community Development digunakan untuk menganalisis kebutuhan mitra dan memberikan solusi. Program pendampingan memberikan pelatihan digital marketing kepada pemilik dan karyawan Mie Lethek, serta pembaruan logo. Tujuan program ini adalah meningkatkan visibilitas dan daya saing UMKM melalui implementasi digital marketing. Diharapkan program ini dapat membantu Mie Lethek berkembang lebih luas baik di dalam maupun di luar negeri.
Penerapan Aplikasi Literasi Media Baru Berbasis Web pada Guru-Guru MGBK Sleman Yogyakarta Haryadi Santoso, Didik; Setyaningsih, Rila; Yakobus Chandra, Albert
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i2.1130

Abstract

New media memiliki kekuatan yang memberikan keleluasaan bagi para pengguna untuk memproduksi, mendistribusikan dan mengkonsumsi konten di ruang virtual. Namun, new media juga memiliki sisi yang memiliki efek dahsyat dan rentan bagi para penggunanya. Dalam konteks kehidupan dalam ruang virtual, new media pun dapat mempengaruhi banyak hal termasuk menimbulkan hate speech, cyber bullying, kecanduan game online, online sexual harrasment, judi online, cyberporn. Mitra pengabdian ini yaitu MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan Konseling) wilayah kabupaten Sleman Yogyakarta. Berdasarkan observasi dan studi pendahuluan terdapat permasalahan yaitu: (1) Belum adanya pengetahuan dan pemahaman komprehensif tentang new media literacy. (2) Belum ada aplikasi new media literacy berbasis web yang dapat digunakan oleh para guru dan siswa (3) Belum adanya kemampuan dan keterampilan tentang new media literacy (4) Tidak adanya materi new media literacy dalam  kurikulum  pembelajaran. Tujuan pengabdian ini yaitu, Pertama, teimplementasikannya aplikasi berbasis web tentang new media literacy pada guru MGBK. Kedua, Peningkatan keterampilan new media literacy melalui pelatihan penggunaan aplikasi dan materi ajar new media literacy. Ketiga, Peningkatan pengetahuan, dan pemahaman tentang bermedia sosial yang sehat dan bijak, tentang digital ethic, digital culture dan digital skill. Keempat, Peningkatan akses layanan aplikasi new media literacy berbasis web agar dapat dimanfaatkan oleh guru melalui pendampingan penggunaan aplikasi
Preaching in the Digital Age: Exploring Digital Literacy Among Virtual Da’i in Ponorogo Setyaningsih, Rila; Dwidarmawati, Rihan
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing transition of Islamic preaching (da’wah) to digital platforms has generated new requirements for digital literacy among community-level preachers (da’i). Although current research frequently emphasises content strategies and audience reactions, little attention has been directed towards the actual experiences of grassroots da’i in managing this shift. This study examines the development and use of digital literacy among virtual da’i in Ponorogo within their preaching practices. Employing a phenomenological methodology that included three participants, data were gathered via in-depth interviews, non-participant observation, and document analysis, and thereafter analysed using the European Commission’s digital literacy competence framework. The findings indicate that da’i often exhibit basic to intermediate levels of digital literacy, characterised by constrained technical abilities, instinctive rather than methodical material selection, and a reluctance to participate in interactive online communication. This study adds to the body of knowledge by providing an experienced viewpoint on community-based digital da’wah. It offers practical guidance for developing participatory training models incorporating technical, ethical, and communication skills.
Penyuluhan dan Pelatihan Public Speaking Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMBY di SMP N 3 Yogyakarta Nabila, Elva Lailatun; Sulistiyowati, Eka; Satyawati, Rahmi; Rulita, Sarina; Febriyanti, Berlian Indah; Setyaningsih, Rila
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v7i2.4243

Abstract

Kebutuhan akan kemampuan untuk berbicara didepan umum adalah hal yang penting dan harus dimilki oleh setiap orang, terutama dikalangan siswa-siswi SMP. Sebagian besar siswa-siswi dari SMP Negeri 3 Yogyakarta masih kurang percaya diri untuk tampil di depan umum. Kegiatan pelaksanaan pengabdian ini didasari oleh kurangnya kesiapan kegiatan Public Speaking. Oleh karena itu, tim pelaksana melakukan observasi untuk dapat melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan Public Speaking agar terlaksana. Kegiatan Public Speaking harus dimulai sejak awal untuk memupuk rasa percaya diri dan melatih keterampilan berbicara. Objek dari kegiatan penyuluhan dan pelatihan Public Speaking ini adalah SMP Negeri 3 Yogyakarta dimana metode yang dilakukan adalah metode Participatory Action Research. Dengan diadakannya kegiatan tersebut, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan yang luas tentang Public Speaking. Berdasarkan pre-test dan juga post-test yang dilakukan oleh tim pelaksana, menunjukkan hasil bahwa sebelumnya siswa-siswi memang telah memiliki dasar pengetahuan Public Speaking akan tetapi mereka masih memerlukan pelatihan tambahan untuk meningkatkan keterampilan berbicara. Setelah melakukan post-test hasil lain menunjukkan bahwa siswa-siswi mengalami peningkatan dalam keterampilan dan pengetahuan dalam Public Speaking.
ANALISIS BAURAN KOMUNIKASI PEMASARAN AMIDAS GONTOR DALAM MENINGKATKAN EKUITAS MEREK Perdana, Yoka; Setyaningsih, Rila
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v7i2.4925

Abstract

Amidas Gontor merupakan salah satu produk Pondok Modern Darussalam Gontor yang didirikan sebagai perwujudan Panca Jangka pondok yakni menunjang kemandirian ekonomi pondok. Data penjualan memperlihatkan keberhasilan penjualan yang meningkat dari waktu ke waktu, artinya ekuitas merek produk ini berhasil. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh Manajemen Amidas Gontor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bauran komunikasi pemasaran yang diterapkan Amidas Gontor dalam membangun ekuitas mereknya. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan dari hasil wawancara dengan informan penelitian berdasarkan purposive sampling dan observasi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran komunikasi pemasaran Amidas Gontor menggunakan iklan radio, penjualan personal dengan retail, sales promotion berorientasi pada retail dan konsumen, serta menggunakan word of mouth jaringan alumni Ikatan Keluarga Besar Pondok Modern Darussalam Gontor. Temuan baru dalam penelitian ini adalah jaringan alumni pondok pesantren dapat menjadi satu elemen untuk mendukung aktivitas pemasaran produk pondok pesantren. Berbagai bauran komunikasi tersebut ada yang terintegrasi dari beberapa elemen, namun belum mencakup semua. Hal ini perlu dipertimbangkan oleh Manajemen Amidas Gontor dalam melakukan aktivitas komunikasi pemasaran di masa depan.  
Food Communication Sentiment Analysis on Free Nutritious Meal Program's: From Negative Bias to Policy Legitimacy Setyaningsih, Rila; Santoso, Didik Haryadi; Shovmayanti, Noor Afy
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 9 No. 1 (2026): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of digital technology, particularly Artificial Intelligence (AI), has significantly transformed communication practices, including the field of da’wah. This study aims to examine the integration of Islamic communication ethics in the utilization of AI for da’wah in the digital era. Employing a qualitative approach with a literature review method, this research analyzes various scholarly sources related to Islamic communication ethics, digital da’wah, and AI technology. The findings reveal that while AI offers substantial opportunities in expanding the reach, efficiency, and personalization of da’wah messages, it also presents ethical challenges such as the risk of misinformation, distortion of religious messages, loss of humanistic values, and weakened scholarly authority. In response, Islamic communication ethics grounded in principles such as qaulan sadidan (truthfulness), qaulan layyinan (gentleness), qaulan balighan (effectiveness), and tabayyun (verification) serve as essential guidelines to ensure that AI-based da’wah remains accurate, ethical, and aligned with Islamic values. The study concludes that the integration of ethical principles with technological innovation is crucial, where AI functions as a supportive tool rather than a replacement for human da’i. This integration not only enhances the effectiveness of da’wah but also preserves its moral and spiritual integrity in the digital age.