Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ZOOTEC

Karakterisasi lalat pada kuda di Kecamatan Tompaso Barat Kabupaten Minahasa Turangan, S.H.; Ngangi, L.R.; Sane, S.; Nangoy, F.J.
ZOOTEC Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penelitian karakterisasi lalat pada kuda di kecamatan Tompaso Barat kabupaten Minahasa ini bertujuan untuk melihat karakterisasi lalat yang ada pada kuda berdasarkan cara pemeliharaan yang dikandangkan dan diumbaran, berdasarkan umur dan jenis kelamin. Penelitian ini dilakukan pada 20 ekor kuda.  Pengamatan langsung di lokasi yang ditentukan dengan menangkap lalat yang hinggap di tubuh dan di sekitar ternak kuda dengan menggunakan jarring penangkap (trap net) dan perangkap yang dilakukan pada pagi dan sore hari. Variabel yang diamati adalah lalat pada kuda yang dikandangkan dan yang tidak dikandangkan (diumbaran/Kebun), Lalat pada kuda berdasarkan jenis kelamin, lalat pada kuda berdasarkan umur kuda. Data yang diperoleh dianalisa dengan metode deskripsi kuantitatif. Berdasarkan hasil pengamatan morfologi lalat yang ada pada dua tempat yang berbeda tidak memiliki perbedaan yang mencolok karena jenis lalatnya sama, hanya pada jumlah populasi lalat yang berbeda pada dua tempat penelitian. Berdasarkan latar belakang diatas maka dilakukan penelitian terhadap karakteristik lalat pada kuda dikecamatan Tompaso Barat. Jenis  lalat yang ditemukan pada kuda di lokasi penelitian adalah musca domestica, stomoxys calsitrans dan tabanus sp yang terdapat pada kuda  yang dikandangkan dan tidak dikandangkan (diumbar). Infestasi lalat tertinggi pada kuda yang tidak dikandangkan, pada umur 3-5 tahun dan jenis kelamin betina .Kelimpahan jenis lalat yang paling dominan pada dua lokasi ini lalat, musca domestika  64,97%, dibandingkan dengan Stomoxys calsitrans 27,88 % dan Tabanus sp 7,17%. Kata Kunci : Karakteristik, lalat, kuda, umur, jenis kelamin
Efisiensi reproduksi sapi perah betina peranakan Friesian Holstein di Balai Pengembangan Bibit Ternak dan Benih Pertanian Unit Tampusu Ngangi, L.R.; Turangan, S.H.; Sane, S.; Bujung, J.R.; Rimbing, S.C.; Podung, A.J.
ZOOTEC Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sapi perah Friesian Holstein (FH) merupakan salah satu sumber daya alam dan juga merupakan sumber protein hewani (susu) yang dibutuhkan oleh manusia, namun dalam upaya perkembangannya di Sulawesi Utara khususnya di Tampusu pengelola peternakan masih belum mengenal dan atau menerapkan manajemen reproduksi. Kendala dalam pelaksanaan manajemen reproduksi sapi perah di Balai Pengembangan Bibit Ternak dan Benih Pertanian (BPBTBP) unit Tampusu berpotensi untuk tidak tercapainya performa reproduksi sapi perah betina FH yang diharapkan dan berdampak pada efisiensi reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi reproduksi sapi perah Friesian Holstein (PFH) yang dipelihara di BPBTBP. Penelitian ini telah dilaksanakan dengan menggunakan metode survei. Parameter yang diukur adalah: umur pertama kawin (UPK), umur pertama beranak (UPB), Service Per Conception (S/C), Calving Interval (CI), Estrus Post Partum (EPP). Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel, gambar dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan angka capaian rata-rata untuk UPK 2,6 ± 0,89 ; UPB 3,6 ± 0,89 tahun, S/C 2,8 ± 0,45 kali, CI 24 ± 0 bulan, CR 0% dan EPP 90 ± 7,07 hari. Kesimpulan : Ditinjau dari aspek angka capaian rata-rata UPK, UPB, S/C, CI, CR dan EPP maka dapat disimpulkan bahwa sapi FH yang ada di BPBTBP unit Tampusu memiliki efisiensi reproduksi yang rendah. Kata Kunci :Efisiensi reproduksi, sapi perah, Tampusu
Pengaruh penambahan tepung kulit buah naga merah (hylocereus polyrhizus) terhadap daya ikat air, susut masak, pH dan organoleptik sosis daging ayam Adrian, K.; Rumondor, D.B.J.; Wahyuni, I.; Ma’ruf, W.; Sane, S.
ZOOTEC Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan organoleptik produk sosis ayam dengan penambahan tepung kulit buah naga merah. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari daging ayam, tepung kulit buah naga merah, tepung tapioka dan bahan-bahan lainnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Sebagai perlakuan penambahan tepung buah naga merah 0%, 1%, 2%, 3% dan 4%. Variabel yang diteliti sifat fisik terdiri dari pH, daya ikat air, susut masak dan untuk uji organoleptik terdiri dari warna, aroma, tekstur, dan citarasa. Analisis data menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA) untuk mengetahui perlakuan mana yang berbeda nyata secara statistik dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil analisis menunjukan bahwa sosis ayam dengan penambahan tepung kulit buah naga merah memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai pH, warna, dan tekstur dan memberikan pengaruh yang nyata terhadap Daya ikat air, pH, susut masak, warna, aroma, tekstur dan cita rasa. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan untuk semua variabel maka disimpulkan bahwa penambahan tepung kulit buah naga merah pada sosis ayam sampai dengan 4% menghasilkan sifat fisik yang baik dan sangat disukai panelis. Kata Kunci : Daging ayam, Sosis, Tepung kulit buah naga merah