Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ADAPTASI MODULAR FUNCTION DEPLOYMENT UNTUK KESUKSESAN PENGEMBANGAN KONSEP PRODUK BARU SEBAGAI PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI KECIL Hartanto, Broto Widya; Manggalarini, Juwita Ayu
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1425.929 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.3.129-140

Abstract

Mayoritas industri di Indonesia adalah industri kecil dan menengah. Salah satu kendala yang dihadapi IKM adalah proses pengembangan produk baru, sedangkan produk merupakan bagian penting dari daya saing industri dalam pasar persaingan. Sehingga penerapan proses pengembangan produk baru di industri kecil menjadi penting untuk diperhatikan. Dalam kesuksesan pengembangan produk baru, perencanaan konsep produk baru menjadi bagian penting untuk diteliti. Pengembangan konsep produk baru yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan waktu masuk pasar yang lebih cepat, dapat menjadi sebuah daya saing bagi industri kecil. Pendekatan dilakukan melalui adaptasi pada 2 tahap awal modular function deployment, yaitu penjelasan kebutuhan konsumen menggunakan fase pertama quality function deployment yaitu fase perencanaan produk dengan house of quality, dan pemilihan solusi teknis dengan pugh selection matrix untuk memilih dan memprioritaskan konsep teknis sebagai strategi kesuksesan. Hasil penelitian menghasilkan 23 indikator kebutuhan konsumen dan 10 karakteristik teknis. Karakteristik teknis dievaluasi dengan mempertimbangkan kondisi internal perusahaan, dan menghasilkan 4 prioritas konsep teknis yaitu peningkatan variasi produk; penambahan toko, akses dan pemilihan lokasinya; penerapan konsep gabungan harga dan bahan; dan penerapan konsep gabungan pemilihan suplier, diferensiasi produk, saluran pemasaran.
ALTERNATIF PRODUK PANGAN ANAK JENIS SEMPOL BERZAT BESI SEBAGAI TAMBAHAN SUMBER ZAT BESI ANAK Puspitasari, Amallia; Widya Hartanto, Broto
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.195 KB) | DOI: 10.37412/jrl.v18i2.31

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium yang memiliki tujuan untuk membuat produk pangan anak jenis sempol dengan tambahan daun kelor yang dapat dijadikan sebagai alternatif sumber zat besi untuk anak dan menganalisis kandungan zat besinya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif dan dalam pengujian kandungan zat besi menggunakan metode spektofotometri visibel dengan parameter zat besi.Hasil penelitian didapatkan produk sempol dengan campuran daun kelor sebanyak 3 macam, yaitu 35 gram, 50 gram dan 70 gram. Kandungan zat besi dari masing-masing variasi adalah 8,307mg/100g; 15,2786mg/100g; 19,4376mg/100g.Dari hasil diharapkan dapat menjadi sumber alternatif pangan sumber zat besi bagi anak. Selain itu, diharapkan dapat dilakukan pengujian lebih lanjut untuk minat konsumsi terhadap produk ini.
KERANGKA KERJA PERENCANAAN PENGEMBANGAN PRODUK SEBAGAI PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI KECIL MENENGAH Broto Widya Hartanto; Subagyo Subagyo
Jurnal Teknosains Vol 8, No 1 (2018): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/teknosains.35574

Abstract

This study developed a new product development planning framework for small and medium enterprise (SME) in creative industry sector to increase the business competitiveness. The development process referred to the stages of design science research. The development stage adapted the first two stages of the modular function deployment (MFD), those are the description stage of consumer need through the house of quality, and functional decomposition. The study explained that the application of MFD adaptation is effective and adequate to the creative SME condition. The technical concepts were   able to be screened and scored by using pugh selection matrix. However, every technical concepts could not be described into detailed domain functions and means. Therefore, the addition of methods applied in parallel was carried out, that is the concept decomposition with the function means tree, and the technical solution synthesis with the axiomatic design so that the design process is easier to handle. It’s recommended to eliminate the zigzagging process in axiomatic design, since it has been done on the function means tree and the use of customer relationship management data base to support voice of customer.
PENINGKATAN KAPASITAS ISTRI NELAYAN DALAM PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN DI DUSUN KUWARU DESA PONCOSARI, KECAMATAN SRANDAKAN, KABUPATEN BANTUL Agustina Setyaningrum; Broto Widya Hartanto
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Juni 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.703 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i2.7740

Abstract

Capacity Building of Fisherman’s Wife in the Processing of Fishery Product in Kuwaru, Poncosari Village, Srandakan, Bantul RegencyAbstract. Wife has an important role in helping the family economy. Dusun Kuwaru in Poncosari Village, Bantul Regency is one of Dusun that has a fishing community. During the fishing season many fish catches but some fish are unsold for sale. Fishermen’s wife has the opportunities in processing fishery products. However, there are several problem related to this opportunity, namely institutional problem, weak capacity in the processing of fishery product and the difficulty of raw materials during the high wave season. This community partnership program is expected to increase empowerment and increase the capacity of fisherman wife in processing fishery products. The Participatory Rural Appraisal (PRA) approach was used in this activity. With this approach the community has a large role in implementing it. The steps are forming a business group, FGD on mapping the potential of fishery product, socialization of entrepreneuship and business licensing, training of fishery products and training on packaging and marketing. Increasing the capacity of fishermens’s wife can be seen through the formation of fish processing groups with their organizational structure, the realization of processed fish products and the realization of more attractive packaging. Processing of fishery products is able to increase the added value of fish and has the potential to become a superior fish product in Yogyakarta.Keywords: Fishermen’s wife, capacity, fishing product Abstrak. Istri memiliki peran yang penting dalam membantu perekonomian keluarga.  Dusun Kuwaru di Desa Poncosari, Srandakan Kabupaten Bantul merupakan salah satu dusun yang memiliki masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Pada saat musim melaut hasil tangkapan ikan sangat banyak, dan terkadang beberapa jenis ikan kurang laku dijual. Istri nelayan dapat mengambil peluang dalam pemanfaatan hasil perikanan melalui pengolahan hasil perikanan. Mekipun demikian, terdapat beberapa permasalahan terkait dengan peluang ini yaitu permasalahan kelembagaan, lemahnya kapasitas dalam usaha pengolahan hasil perikanan dan sulitnya  bahan baku saat musim gelombang tinggi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keberdayaan dan meningkatkan kapasitas istri nelayan dalam pengolahan hasil perikanan. Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) digunakan dalam kegiatan ini. Dengan pendekatan ini masyarakat memiliki peran yang besar dalam pelaksanaanya. Tahapan yang dilakukan adalah pembentukan kelompok usaha bersama, FGD pemetaan potensi dan rantai produksi hasil perikanan, Sosialisasi peningkatan jiwa kewirausahaan dan perizinan usaha, Pelatihan hasil perikanan dan Pelatihan pengemasan dan pemasaran. Peningkatan keberdayaan dan kapasitas istri nelayan dapat dilihat melalui terbentuknya kelompok istri nelayan bersama dengan struktur organisasinya, peningkatan jiwa kewirausahan dan pemahaman terkait dengan perizinan, terwujudnya produk olahan ikan serta terwujudnya labeling kemasan yang lebih menarik. Produk olahan ikan  dengan menggunakan jenis ikan yang kurang laku mampu meningkatkan nilai tambah ikan dan berpotensi menjadi produk olahan ikan unggulan di DIY.Kata Kunci: Istri nelayan, kapasitas, hasil perikanan