Sekarinasih, Anggitiyas
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kesiapan Sekolah dalam Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Pada Masa New Normal Sekarinasih, Anggitiyas
Metodik Didaktik Vol 18, No 2 (2023): Metodik Didaktik Januari 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v18i2.46942

Abstract

Terlepas dari adanya pro dan kontra dari masyarakat dan juga orang tua siswa pembelajaran tatap muka harus dilaksanakan karena system pembelajaran jarak jauh memiliki banyak kendala dan juga dampak negative pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kesiapan SDN Kenteng dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDN Kenteng telah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka hal ini dapat dilihat dari 1) semua guru dan tenaga kependidikan telah di vaksin dosis 2, 2) sekolah memiliki sarana dan prasaran Kesehatan, 3) sekolah memiliki pedoman PTM Terbatas, dan 4) pembelajaran dilakukan dengan protokol kesehatan
Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah: Telaah terhadap Penyusunan KOM, Modul ajar, Modul Projek P5, dan PPRA Sekarinasih, Anggitiyas; Waseso, Hendri Purbo
Jurnal As Sibyan Vol 8 No 1 (2025): As Sibyan: Jurnal Kajian Kritis Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52484/as_sibyan.v8i1.769

Abstract

This study aims to reveal the planning of the independent curriculum in elementary madrasas. The policy of implementing the independent curriculum in madrasas greatly determines the success of madrasas in forming a student-centered madrasa environment. Therefore, this study focuses on observing the preparation of madrasas in implementing the independent curriculum, compiling the operational curriculum of madrasas, compiling teaching modules, and compiling project modules for strengthening the profile of Pancasila students and the profile of rahmatan lil alamin students. This study was conducted qualitatively using data collection techniques such as interviews, observations, and documentation. The location of this study was MI Ma'arif NU Beji and MI Ma'arif NU Banjarparakan, with informants of the principal of the madrasa, class 1 teachers, and class 4 teachers. The results of the study showed that 1) the process of compiling the operational curriculum of madrasas is still not functional and is still interpreted as a document. KOM at MI Ma'arif NU Banjarparakan and MI Ma'arif NU Beji are still at the level of adopting the existing curriculum format; 2) the class 1 and class 4 teachers are still in the early stages of adapting existing teaching module examples; 3) the process of compiling project modules is still lacking in terms of understanding the concept of the project by teachers, resulting in minimalist project modules and some components are found to be lacking; 4) the obstacles faced by the madrasah arise due to the limited understanding of teachers so that further assistance and training are needed.
PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL DENGAN SKEMA SELF-DECLARE PADA PELAKU USAHA KECIL PINGGIRAN DI WONOSOBO Sekarinasih, Anggitiyas; Sahnan, Ahmad
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24859

Abstract

Sertifikasi halal adalah suatu keniscayaan yang harus dilakukan oleh pelaku usaha sebagai salah satu cara meningkatkan daya jual kepada Masyarakat. Hal ini dikarenakan produk yang bersertifikasi halal lebih dipilih dan dipercaya oleh Masyarakat terutama bagi Masyarakat muslim. Namun di lapangan banyak dijumpai pelaku usaha belum memiliki sertifikasi halal pada produknya, begitu pula pada Masyarakat kecil yang berada di wilayah Wonosobo. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian ini, tim pengabdi membuat program pendampingan sertifikasi halal pada pelaku usaha kecil di Wonosobo dengan skema self-declare. Wonosobo dipilih karena merupakan salah satu kota di jawa Tengah yang banyak dikunjungi wisatawan baik local maupun nasional karena memiliki wisata alam yang terkenal seperti dataran tinggi dieng. Dalam pengabdian ini, tim memberikan pendampingan secara langsung kepada pelaku usaha yang masuk dalam kategori pelaku usaha kecil pinggiran yang belum mendapat akses dan mengetahui tentang sertifikasi halal. Kegiatan pendampingan dilakukan selama kurang lebih lima bulan. Tahap pendampingan dimulai dari pendampingan awal, workshop aplikasi sertifikasi halal, simulasi penyusunan system jaminan produk halal dan pendampingan lanjutan. Dari proses pendampingan ini dari Sembilan pelaku usaha yang menjadi subjek dampingan terdapat empat pelaku usaha yang sudah terbit sertikat halalnya, sedangkan lima pelaku usaha lain masih proses siding fatwa
Implementasi Pembelajaran Sains dalam Kurikulum Merdeka: Membangun Kemandirian Berpikir Siswa Sekolah Dasar Waseso, Hendri Purbo; Sekarinasih, Anggitiyas; Prasetyo, Sigit
Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Lembaga Sosial Rumah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/njpi.2024.v4i4-8

Abstract

Purpose – This research aims to examine the effectiveness of science learning within the framework of the Independent Curriculum in elementary schools, focusing specifically on how this curriculum supports the development of critical, analytical, and collaborative thinking skills in students.Method – This research employs a qualitative approach with content analysis methods, using the official document from the Educational Standards, Curriculum, and Assessment Agency (BSKAP) No. 008/H/KR/2022 as the main data source. Data collection involved documentation studies, observations, and interviews, while analysis was conducted through thematic-content analysis, including data reading, coding, theme arrangement, and report generation.Findings – The findings suggest that the phased curriculum structure (Phases A, B, and C) facilitates personalized learning, allowing students to progress at their own pace. The integration of science and social studies in IPAS promotes a holistic approach, focusing on inquiry-based learning, knowledge application, and systemic concepts of nature-society interaction. The curriculum enhances cognitive, affective, and psychomotor skills while fostering critical and practical thinking. The Independent Curriculum increases the relevance and engagement of science learning, strengthening students' knowledge and critical thinking skills. Research Implications – This research highlights the need for further examination of the curriculum's long-term impacts on student achievement and suggests additional strategies for optimizing its implementation in various educational contexts.
Analisis Kebijakan Pendidikan Inklusif di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah: Perspektif Keadilan dan Pemerataan Akses Pendidikan Sekarinasih, Anggitiyas; Arif, Mahmud; Waseso, Hendri Purbo
Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v13i3.15549

Abstract

Pendidikan inklusif menjadi isu strategis dalam upaya mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan dasar, namun pelaksanaannya di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah masih menghadapi kesenjangan antara regulasi dan praktik. Ketimpangan sumber daya, kapasitas guru, serta persepsi sosial terhadap anak berkebutuhan khusus memperlihatkan bahwa prinsip keadilan yang diamanatkan belum sepenuhnya terwujud. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia dari perspektif keadilan distributif dan substantif guna menilai kesetaraan dan pemerataan akses pendidikan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan data primer berupa regulasi nasional dan daerah seperti Permendiknas No. 70 Tahun 2009, KMA No. 1 Tahun 2024, dan Perda Jateng No. 2 Tahun 2023. Data sekunder diperoleh dari hasil penelitian relevan dan publikasi ilmiah, kemudian dianalisis dengan teknik content analysis melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi berbasis teori justice as fairness (Rawls) dan pluralism and equality (Walzer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan inklusif di Indonesia baru mencapai tahap normatif-administratif dan belum menyentuh keadilan substantif, karena masih terdapat ketimpangan distribusi sumber daya antarwilayah serta lemahnya koordinasi lintas lembaga. Selain itu, banyak sekolah dan madrasah belum mampu menerapkan kurikulum adaptif serta asesmen diferensiatif karena keterbatasan pelatihan guru dan dana afirmatif. Budaya sekolah yang masih sarat stigma terhadap peserta didik disabilitas juga menjadi penghalang terciptanya ekosistem pembelajaran yang benar-benar inklusif. Penelitian ini merekomendasikan reformasi kebijakan melalui pendekatan equity-oriented policy design dengan strategi needs-based funding, penguatan kapasitas guru, serta pembentukan National Inclusive Education Council sebagai wadah koordinasi lintas kementerian. Reformasi ini diharapkan mampu mengubah pendidikan inklusif dari sekadar mandat hukum menjadi instrumen nyata bagi keadilan sosial yang berkelanjutan.