Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Modification of Intrauterine Catheter Device to Manage Reocclusion Following Cervical Dysgenesis Surgery: A Case Series Tyas Priyatini; Rodiani, Rodiani
Andalas Obstetrics And Gynecology Journal Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aoj.9.2.318-326.2025

Abstract

Background: Cervical dysgenesis is an extremely rare type of Mullerian anomalies causing obstructive symptoms. Conservative surgery of neocervix may be related to reocclusion of the genital tract and further increase the risk of reoperation. The presence of uterine malformation may also complicate this condition and lead to challenges for normal anatomy restoration. Case presentation: We present three cases of primary amenorrhea and obstructive symptoms caused by reocclusion following cervicovaginal conservative surgery. A neovagina was created using amniotic graft, followed by the insertion of intrauterine catheter device using a syringe barrel to maintain canalization and prevent reccurent occulsion. Double approach technique (laparotomy hysterotomy and transvaginal approach) was used in the two cases and one case underwent transvaginal surgery. Three months follow-up revealed normal menstruation and rather satisfying anatomical outcome. Clinical discussion: Treatments should aim to relieve obstructive symptoms, improve function, and preserve fertility. Conservative surgical approach to manage cervical dysgenesis warrants challenges in preventing reocclusion. Surgery mainly consists of creating neocervix, neovagina if needed, and maintaining the continuity of the genital tract. Conclusion: Intrauterine catheter device using a syringe barrel is a simple and feasible option with satisfactory anatomical as well as functional outcome to manage cervical dysgenesis
Rehabilitasi Mangrove untuk Kesehatan Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat Duryat, Duryat; Rodiani, Rodiani
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.7879

Abstract

Desa Bandar Agung adalah wilayah pesisir dan Muara Sungai Way Sekampung yang menerima beban berat akibat limpahan berbagai jenis limbah dari kawasan hulu. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya pengetahuan, pola fikir dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan mangrove sebagai kawasan esensial bagi lingkungan hidup dan kesejahteraan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pola fikir masyarakat terkait peran ekosistem mangrove bagi lingkungan hidup dan kesejahteraan, serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam teknik penanaman mangrove sesuai kaidah silvikultur.  Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah dan diskusi dan diikti dengan demonstrasi praktek. Kegiatan ini secara signifikan telah meningkatkan ranah pengetahuan dan pola fikir masyarakat dari kategori kurang—cukup menjadi baik—sangat baik. Demikian pula ranah keterampilan juga meningkat dari kategori sedang menjadi baik.
Edukasi Khasiat Obat Tanaman Pekarangan untuk Kesehatan Masyarakat Mitra Taman Hutan Raya Wan Abdurachman Provinsi Lampung Duryat, Duryat; Dewi, Bainah Sari; Qurniati, Rommy; Bakri, Samsul; Manaf, Latifah Abd.; Rodiani, Rodiani
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10857

Abstract

While not yet regulated at the legislative level, traditional medicine therapy has gained legal recognition at the ministerial level through Ministerial Regulation No. 6 of 2016 and No. 37 of 2017. These legal frameworks significantly facilitate scientific exploration for research and practical application of herbal medicine. Promoting such practices is particularly urgent for rural communities that face barriers to accessing modern healthcare services or financial constraints. The community engagement program aimed to introduce medicinal plants growing in situ while reinforcing traditional healing practices already embedded within the local community. Conducted on January 18, 2025, the initiative involved 15 participants, most of whom were women, reflecting inclusive access to educational activities. The core activities comprised lectures and interactive discussions on local biodiversity, medicinal plant identification, cultivation techniques, and traditional herbal processing. Pre- and post-activity evaluations revealed a significant improvement in cognitive knowledge and affective attitudes. The average cognitive scores for topics such as biodiversity awareness and medicinal plant cultivation increased from the "low-moderate" to the "good-excellent" category, while affective scores regarding the perceived benefits of herbal medicine rose from "poor" to "excellent." Participants' 
Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Melalui Penyuluhan, Pemeriksaan, Pengobatan Hipertensi dan Pemberian Tensimeter Bagi Warga di Desa Karang Endah Lampung Tengah Nasution, Syahrul Hamidi; Rodiani, Rodiani; Islamy, Nurul; Prabowo, Arif Yudho
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v4i1.2531

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara global. Hipertensi sebagai salah satu penyakit tidak menular yang paling umum ditemukan dalam praktik kedokteran primer. Komplikasi hipertensi dapat mengenai berbagai organ target seperti jantung, otak, ginjal, mata, dan arteri perifer. Penatalaksanaan hipertensi dilakukan sebagai upaya pengurangan resiko naiknya tekanan darah dan pengobatannya. Dalam penatalaksanaan hipertensi upaya yang dilakukan berupa upaya nonfarmakologis (memodifikasi gaya hidup melalui pendidikan kesehatan) dan farmokologis (obat-obatan). Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini berupa penyuluhan, pemeriksaan, pengobatan hipertensi dan pemberian tensimeter bagi warga desa. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan materi seputar hipertensi dan bahayanya. Penilaian untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu dilakukan pre-test dan post-test. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2019 di Desa Karang Endah, Lampung Tengah. Kegiatan penyuluhan pengabdian ini diikuti oleh 41 orang peserta dari masyarakat kelurahan Karang Endah, Lampung Tengah. Hasil dari kegiatan pengabdian ini didapatkan bahwa saat pre-test sekitar >70% masyarakat belum mengetahui tentang hipertensi dan bahayanya. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan secara signifikan tingkat pengetahuan masyarakat.Kata Kunci : hipertensi, penyakit tidak menular, penyuluhan kesehatan.
Analisis Masalah dan Rekomendasi Dalam Pembiayaan Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta Rodiani, Rodiani; Islamy, Nurul; Rudiyanto, Waluyo; Hanriko, Rizki; Hamidi, Syahrul
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2813

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk di kota Bandar Lampung periode 2002-2010 sebesar 1,61%, pada periode 2010-2015 meningkat menjadi 2,04%. Pemerintah mencanangkan sebuah program untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, yaitu program Keluarga Berencana (KB). Program KB merupakan program kegiatan promotif dan preventif yang terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan untuk mengatasi tingginya angka kematian ibu. Pelayanan promotif dan preventif meliputi konseling dan penggunaan kontrasepsi non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) dan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Dari data BKKBN Kota Bandar Lampung juga didapatkan data akseptor baru pemakai kontrasepsi jangka panjang untuk IUD tahun 2018 relatif masih sedikit. Salah satu rumah sakit fasilitas rujukan tingkat lanjut yang berada di Kecamatan Rajabasa yaitu Rumah Sakit Bhayangkara POLDA pada tahun 2018 dilaporkan hanya 7 orang per tahun akseptor baru untuk pemakaian IUD. Rendahnya penggunaan MKJP dapat disebabkan antara lain pembiayaan pelayanan MKJP yang mahal di era JKN. Permasalahan dalam pembiayaan KBPP di RS pemerintah dan RS swasta meliputi biaya konsultasi, pemasangan, biaya penunjang (USG, laboratorium) dan bahan habis pakai tidak ditanggung oleh BPJS. Sebagian akseptor membayar biaya KBPP secara mandiri. Rekomendasi yaitu mengajukan alat kontrasepsi ke BKKBN, jasa pemasangan kontrasepsi dapat diklaim ke BPJS (di luar paket INA CBG). Tenaga ahli yang belum mendapatkan pelatihan dapat disertakan pada pelatihan Contraceptive Technology Update (CTU).Kata kunci: pembiayaan, Keluarga Berencana Pasca Persalinan, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
Penyuluhan Mengenai Indikasi dan Kotraindikasi Pemasangan Kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) Wanita Usia Subur Pada Program Mobil Layanan KB Kecamatan Panjang BKKBN Kota Bandar Lampung Rodiani, Rodiani; Imantika, Efriyan
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2950

Abstract

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kota Bandar Lampung merupakan salah satu kota di Indonesia yang mempunyai angka unmet need yang tinggi yakni mencapai 12,1%. Dari data BKKBN Kota Bandar Lampung juga didapatkan data akseptor baru pemakai kontrasepsi jangka panjang untuk IUD tahun 2018 relatif masih sedikit. Dikarenakan pengetahuan mengenai indikasi dan kontraindikasi pemasangan IUD masih awam di masyarakat kota Bandar Lampung. BKKBN Kota Bandar Lampung menggunakan Mobil Layanan KB untuk melaksanakan kegiatan KB tersebut.  Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan mengenai indikasi dan kontraindikasi pemasangan IUD pada program Mobil Layanan KB Kecamatan Panjang BKKBN Kota Bandar Lampung. Metode yang akan dilakukan adalah denganmemberikan penyuluhan mengenai indikasi dan kontraindikasi pemasangan IUD dan kemudian dilanjutkan tindakan pemasangan IUD pada akseptor yang berubah keputusan dimana IUD menjadi pilihan kontrasepsinya. Wanita usia subur yang merupakan akseptor KB dari Kecamatan Panjang yang mengikuti kegiatan program Mobil Layanan KB BKKBN Kota Bandar Lampung sebanyak 40 orang. Pada awal sebelum diadakan penyuluhan indikasi dan kontraindikasi pemasangan IUD,hanya sekitar 8 orang (20%) yang berniat untuk memasang IUD sebagai pilihan kontrasepsinya. Setelah penyuluhan, meningkat menjadi 28 orang (70%) akseptor karena beralih dari kontrasepsi non IUD menjadi kontrasepsi IUD sebagai pilihannya. Adanya peningkatan kesadaran akseptor untuk memilih kontrasepsi IUD sebagai pilihan kontrasepsi jangka panjang.Kata Kunci: IUD, kontrasepesi, wanita usia subur
Edukasi Upaya Pencegahan Gangguan Kesehatan Mata di Rumah Sakit Harapan Bunda Kabupaten Lampung Tengah Yusran, Muhammad; Anggraini, Dwi Indria; Imanto, Mukhlis; Fauzi, Ahmad; Rodiani, Rodiani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3057

Abstract

Gangguan penglihatan dan kebutaan merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang besar diseluruh dunia.Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi gangguan penglihatan dan kebutaan yang cukup besar dibandingkan beberapa negara di ASEAN. Prevalensi kebutaan di Indonesia sebesar 3 % dan berkontribusi sebesar 13%terhadap angkan kebutaan di negara-negara ASEAN. Gangguan kesehatan mata dapat dicegah dengan melakukanupaya skrining kesehatan mata secara berkala, pembatasan penggunaan gawai dan penggunaan alat pelinduing diri ditempat kerja. Rumah Sakit Harapan Bunda Lampung Tengah merupakan rumah sakit rujukan di kabupaten lampungtengah dengan populasi penduduk sebagian besar petani yang rentan terjadi penyakit akibat kerja. Evaluasi awaldidapatkan pengetahuan yang kurang dalam tindakan pencegahan dan deteksi dini. Penyuluhan tindakan pencegahangangguan kesehatan mata telah dilakukan dengan metode edukasi di Rumah Sakit Harapan Bunda pada tanggal 13Oktober 2022 dan diikuti oleh 50 orang keluarga pasien rawat jalan. Hasil evaluasi kegiatan didapatkan peningkatanpengetahuan peserta dalam upaya pencegahan gangguan kesehatan mata..Kata Kunci: Gangguan mata, Edukasi, Pencegahan
Obat Herbal Tanaman Mangrove untuk Pembangunan Kesehatan Masyarakat Pesisir Rodiani, Rodiani; Duryat, Duryat
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i1.3166

Abstract

Tanaman mangrove memproduksi berbagai zat metabolik sekunder yang sangat potensial sebagai tanaman berkhasiat obat.  Namun demikian, sampai saat ini pemanfaatan tanaman mangrove sebagai obat herbal di Desa Margasari masih sangat rendah. Hal ini karena pengetahuan, pola fikir dan keterampilan masyarakat terkait penggunaan mangrove sebagai tanaman obat masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untukmeningkatkan pengetahuan masyarakat tentang jenis-jenis mangrove, wilayah tumbuh, dan khasiatnya sebagai sumber obat herbal; meningkatkan kepedulian masyarakat untuk terus melestarikan mangrove; dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengidentifikasi jenis tanaman mangrove. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi serta demonstrasi praktek.  Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini  telah meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait jenis mangrove dan sebarannya; khasiat tanaman mangrove  sebagai obat serta bagian tanaman dan cara pengolahannya sebagai obat.  Kegiatan ini juga mengubah pola pikir dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan mangrove dan keinginan untuk turut berpartisipasimenjaga hutan mangrove. Hal yang tidak kalah penting adalah peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengenali dan mengidentifikasi jenis tanaman mangrove berdasarkan ciri morfologis tanaman secara sederhana. Kata kunci: mangrove, obat herbal, Lampung Timur, masyarakat pesisir
PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH, GULA DARAH DAN ASAM URAT PADA WARGA PERUMAHAN POLRI HAJIMENA KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Susianti, Susianti; Ambarwati, Yuli; Bahri, Syaiful; Apriliana, Ety; Windarti, Indri; Janar Wulan, Anggraini; Rodiani, Rodiani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3426

Abstract

Seiring dengan kemajuan dan perkembangan di berbagai sektor serta perubahan pola hidup di masyarakat, penyakit yang awalnya banyak penyakit menular sekarang bergeser menjadi didominasi penyakit tidak menular yang semakin hari semakin meningkat. Penyakit tidak menular antara lain hipertensi, diabetes mellitus, gout (asam urat), kanker, jantung koroner, stroke, obesitas, dan berbagai penyakit degeneratif. Sedangkan penyakit menular adalah berbagai penyakit yang sebabkan infeksi mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, protozoa, maupun berbagai parasit. Penyakit tidak menular dalam prosesnya sebagian memakan waktu yang lama baik proses perkembangannya dan juga pengobatannya. Oleh karena itu, dalam upaya mengurangi kecepatan perkembangan penyakit maupun untuk memberikan terapi dalam waktu yang tepat maka diperlukan deteksi lebih awal. Mendeteksi penyakit tidak menular bisa dilakukan dengan berbagai cara diantaranya metode wawancara (anamnesis), pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan darah. Ada beberapa penyakit yang bisa dideteksi dengan cara sederhana, diantaranya hipertensi dengan pemeriksaan tekanan darah, diabetes mellitus maupun asam urat dengan pemeriksaan menggunakan strip uji pada darah perifer. Dalam rangka berperan dalam deteksi awal penyakit tidak menular dan menjalankan salah satu tridharma perguruan tinggi berupa pengabdian kepada masyarakat, pada kegiatan kali ini dosen Universitas Lampung mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan asam urat pada masyarakat di Perumahan Polri di Desa Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 15 September 2024 di Komplek Perumahan Polri Hajimena dan diikut sebanyak 40 orang masyarakat yang diperiksa. Kegiatan ini dibantu oleh masyarakat sekitar dan juga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Kata kunci: pemeriksaan kesehatan, tekanan darah, gula darah, asam urat
PEMBUATAN ASAP CAIR DARI BIOMASSA HUTAN SEBAGAI ALTERNATIF ANTIMIKROBA UNTUK KESEHATAN DAN PENGAWETAN HASIL PERIKANAN Rodiani, Rodiani; Duryat, Duryat; Putri, Berta; Diantari, Rara
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3482

Abstract

Pemanfaatan limbah biomassa melalui teknologi pirolisis untuk menghasilkan asap cair memiliki potensi besar dalam industri perikanan dan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi serta menerapkan asap cair sebagai agen anti mikroba yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan pengawet alami produk perikanan. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, demonstrasi, serta praktik langsung dalam memilih biomassa, mengoperasikan alat pirolisis, serta menentukan formulasi dan dosis yang tepat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep, keterampilan teknis, dan kesadaran terhadap manfaat asap cair. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan limbah biomassa, meningkatkan daya saing produk perikanan, serta mendukung pengembangan alternatif pengawet alami yang lebih aman dan ramah lingkungan.