Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Modal Sosial Petani Padi Sawah Di Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Provinsi Riau Kausar, Kausar; Cepriadi, Cepriadi; Suharti, Rita
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5361

Abstract

Salah satu program pembangunan yang masih diharapkan menjadi andalan pembangunan nasional adalah pembangunan pertanian. Dalam pembangunan sektor pertanian, khususnya dalam meningkatkan kapasitas petani padi diperlukan adanya modal sosial. Maka, dengan demikian menarik untuk meneliti tentang  analisis sosial petani padi sawah Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Provinsi Riau. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang mewakili dari kelompok tani. Analisis yang digunakan adalah skala Likert. Tingkat modal sosial petani pada kelompok tani padi sawah Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak kategori tinggi. Jumlah skor rata-rata yaitu 3,91 yang berarti bahwa modal sosial berada pada kategori tinggi. Bagi kelompok tani diharapkan agar dapat mempertahankan modal sosial di Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Provinsi Riau karena modal sosial sangat penting dalam proses pembangunan sumber daya petani.
PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DARI LIMBAH ORGANIK GUNA MENGURANGI PENGGUNAAN BAHAN KIMIA DALAM PERTANIAN Kausar, Kausar; Aini, Nadia Quratul; Safarnita M, Yohana Afrillia; Sari, Wiwik Eida; Hamidi, Hamidi
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 02 (2025): APRIL 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Teuku Umar dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan tahun 2025 dilaksanakan di Desa Alue Peunawa Kecamatan Babahrot Kabupaten Aceh Barat Daya, dengan fokus pada peningkatan pengelolaan limbah organic untuk mengurangi pemakaian bahan kimia untuk pertanian. Meskipun wilayah ini kaya sumber daya, masalah pengelolaan limbah menjadi tantangan lingkungan. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat dalam pembuatan pupuk kompos dari limbah organik. Metode kegiatan meliputi pelatihan praktis, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Pelatihan ini berhasil meningkatkan keterlibatan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah, dengan umpan balik positif dan kesiapan untuk melanjutkan praktik ini secara mandiri. Inisiatif ini berhasil mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan dan memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat setempat.
Conflict Mapping Analysis and Description of Conflict over Oil Palm Plantation Land between the Community of Senama Nenek Village and PTPN V Sei Kencana in Kampar Regency Kausar, Kausar; Zaleha, Zaleha; Andriani, Yulia
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 5 No. 1 (2022): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.61 KB) | DOI: 10.32530/jace.v5i1.449

Abstract

The conflict in the plantation sector involving the community and the company in the Senama Nenek Village occurred because of a dispute of an area of  2,800 hectares which had been acknowledged by both parties, the people of Grandma Senama Village and PTPN V Sei Kencana. This difference in opinion caused the public to make complaints to local governments. This study aims to overcome plantation conflicts and describe plantation conflicts that occur between the people of Senama Nenek Village and PTPN V Sei Kencana. The key informants of this study found 16 people consisting of 12 key informants from the community and 4 key informants from stakeholders. This study uses a qualitative descriptive analysis with triangulation. Based on the results of the study, it was found that the parties involved in mapping the plantation conflict consisted of the Senama  Nenek Village government, the Tapung Hulu District Government, the Kampar Regency and Riau Province Plantation Service, the Kampar Regency, and Riau Province Land Agency, the Kampar Regency Government, the Kampar Regency DPRD. , the Regent of Kampar, the Regional Government of Riau Province, the Governor of Riau, the Ministry of SOEs, and the President of the Republic of Indonesia. The plantation conflict that occurred among the community, company, and local government is related to the use of custom land covering an area of 2,800 ha. Both parties continue to carry out activities even though they recognize each other's land ownership. Lately, the warring parties have returned to normal because the disputes between the parties can be resolved thanks to the leadership of the Ninik Mamak figures and the group board from the company.
Tingkat Peran Penyuluh Dan Keberdayaan Petani Padi Sawah Di Desa Belading Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak Sibarani, Rapindo; Cepriadi, Cepriadi; Kausar, Kausar
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.721 KB) | DOI: 10.32530/jace.v5i2.471

Abstract

Petani bisa mengoptimalkan hasil pertaniannya dan meningkatkan usahataninya diperlukan peran penyuluh untuk menyampaikan edukasi serta bimbingan pada petani supaya petani bisa menggarap lahan dan menghasilkan hasil pertanian yang optimal sehingga petani bisa sukses dalam usaha taninya. Untuk meningkatkan usaha taninya petani membutuhkan peran penyuluh pertanian. Penyuluh pertanian adalah agen perubahan yg langsung berhubungan dengan petani. Fungsi utama penyuluh mengubah sikap petani melalui pendidikan non formal sehinga petani mempunyai kehidupan yg lebih baik secara berkelanjut, penyuluh melakukan perubahan sikap petani, sehingga mereka dapat memperbaiki cara bercocok tanamnya, lebih beruntung usaha taninya serta lebih layak hidupnya dan menjadi petani yang berdaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran penyuluh terhadap keberdayaan petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Belading Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak. Responden dalam penelitian ini adalah petani padi sawah yang bergabung dengan kelompok tani sebanyak 50 sampel. Untuk menjawab tujuan penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwah peran penyuluh berpengaruh nyata terhadap keberdayaan petani padi sawah di Desa Belading baik secara simultan maupun secara parsial.
Analisis Faktor-Faktor Penyebab, Tahapan Dan Dinamika Konflik Perkebunan Kelapa Sawit Di Desa Talang Jerinjing Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Kausar, Kausar; Setiawan, Aswadi; Novian, Novian
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.842 KB) | DOI: 10.32530/jace.v6i1.575

Abstract

Kabupaten Indragiri Hulu sebagai kabupaten penyumbang konflik perkebunan nomor tiga terbesar di Riau memiliki 7 kasus konflik perkebunan, termasuk konflik perkebunan untuk komoditi kelapa sawit. Salah satu konflik lahan yaitu konflik lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Talang Jerinjing, yang terjadi sejak lama antara masyarakat desa dengan pihak PT Alam Sari Lestari. Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui faktor-faktor penyebab konflik dan menganalisis pohon konflik perkebunan, (2) menganalisis tahapan dan dinamika konflik dari konflik lahan perkebunan kelapa sawit yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengujian validasi data dilakukan secara triangulasi. Empat faktor penyebab konflik perkebunan yaitu batas lahan ber HGU milik perusahaan yang tidak jelas, perlawanan pihak masyarakat dengan perusahaan, pertentangan masyarakat dengan perusahaan berlangsung lama dan penggunaan tindakan kekerasan oleh pihak yang terlibat. Hasil analisis pohon konflik yaitu empat faktor penyebab konflik (akar konflik), tumpang tindih kepemilikan tanah (masalah inti), tidak ada kejelasan status lahan milik masyarakat, masyarakat tidak bisa mengelola lahan yang sudah digarap dan perusahaan tidak bisa menggarap lahan milik mereka (daun konflik). Tahapan konflik yaitu prakonflik (masyarakat menggarap lahan terlantar berHGU milik PT Alam Sari Lestari), konfrontasi (masyarakat menggunakan jalur hukum untuk menyelesaikan konflik dan mempertahankan hak mereka), krisis (perusahaan melarang masyarakat melanjutkan kegiatan penggarapan melalui LSM Laskar Melayu Riau Bersatu Kabupaten Indragiri Hulu), dan pasca konflik (konflik belum menemukan penyelesaian). Dinamika konflik menunjukkan bahwa sikap yang diambil perusahaan dengan upaya mempertahankan lahan seluas kurang lebih 4.368,27 Ha ini memunculkan sikap tidak terima dan tidak adil yang dirasakan oleh masyarakat. Perilaku keseharian masih dalam kondisi seperti biasa, sedangkan kontradiksi menghasilkan situasi yang memanas, masyarakat tetap memperjuangkan lahan yang telah digarapnya karena perusahaan tidak ingin melepaskan lahan tersebut kepada masyarakat meskipun telah melewati proses upaya penyelesaian dengan instansi.
Analisis Hubungan Modal Sosial Terhadap Keberdayaan Petani Pada Kelompok Tani Padi Sawah Di Desa Jatibaru Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Suharti, Rita; Cepriadi, Cepriadi; Kausar, Kausar
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.091 KB) | DOI: 10.32530/jace.v6i1.605

Abstract

Membangun modal sosial akan mampu menguatkan keberdayaan masyarakat dalam mencapai masyarakat yang mandiri, dan jika modal sosial dan keberdayaan dianggap tidak perlu maka akan terjadi ketimpangan sosial maupun ketimpangan ekonomi. Modal sosial juga sangat dibutuhkan dalam pembangunan serta peningkatan kesejahteraan petani. Desa Jatibaru merupakan desa dengan mayoritas masyarakat adalah masyarakat transmigrasi dan memiliki produktivitas padi tertinggi di Kecamatan Bunga Raya tahun 2021 yaitu sebesar 71,80 Kw/Ha. Penelitian ini bertujuan untuk 1. Mengidentifikasi tingkat modal sosial yang dimiliki oleh kelompok tani padi sawah di Desa Jatibaru. 2. Mengidentifikasi tingkat keberdayaan yang dimiliki oleh Kelompok tani padi sawah di Desa Jatibaru. 3. Mengetahui hubungan modal sosial terhadap keberdayaan Kelompok tani padi sawah di Desa Jatibaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Jumlah sub populasi dalam penelitian ini yaitu tiga kelompok, jumlah populasinya sebanyak 83 orang dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 sampel. Analisis yang digunakan untuk melihat tingkat modal sosial dan keberdayaan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan berpedoman pada skala likert sedangkan analisis untuk melihat hubungan menggunakan korelasi rank spearman. Berdasarkan hasil penelitian tingkat modal sosial dan keberdayaan didapat nilai rata-rata modal sosial yaitu 3,91 yang berarti bahwa modal sosial berada pada kategori tinggi dan tingkat keberdayaan nilai rata-rata nya yaitu 4,08 yang berarti bahwa keberdayaan berada pada kategori tinggi. Sedangkan hubungan modal sosial terhadap keberdayaan petani pada kelompok tani didapatkan nilai sebesar (0,000 lebih kecil 0,05) maka dapat disimpulkan modal sosial memiliki hubungan terhadap keberdayaan petani di kelompok tani padi sawah. Nilai correlation coefficient bernilai 0,656 dimana nilai tersebut termasuk ke dalam kategori hubungan yang kuat.
Resolusi konflik tenurial di kawasan hutan Desa Pemandang Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Nuraeny, Titis Dwi Ayu; Qomar, Nurul; Kausar, Kausar
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.11196

Abstract

Klaim atas tanah garapan yang merupakan warisan leluhur dijadikan alasan untuk menggunakan kawasan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik tenurial hutan antara masyarakat dengan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Pemandang. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi literatur. Informan dipilih secara snowball sampling, yaitu pihak yang terlibat konflik dan pihak yang mengetahui konflik tenurial. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik tenurial yang terjadi di Hutan Desa Pemandang adalah perbedaan kepentingan antara masyarakat Desa Pemandang dengan LPHD berupa pemanfaatan kawasan untuk perkebunan kelapa sawit dan klaim tanah untuk dijual kepada pihak luar. Penyelesaian konflik penguasaan kawasan hutan antara LPHD dengan masyarakat yang membangun kebun sawit sebelum izin hutan desa diberikan pada tahun 2017, mediasi menghasilkan MoU tentang pemanfaatan hutan. Sedangkan pihak yang memperjual belikan tanah setelah tahun 2019 dilakukan melalui mekanisme hukum. 
PERAN PENYULUH DALAM KEBERDAYAAN PETANI PADI SAWAH DI DESA BELADING KECAMATAN SABAK AUH KABUPATEN SIAK Cepriadi, Cepriadi; Kausar, Kausar
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 24 No 02 (2021): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiseb.v24i02.15409

Abstract

Farmers can optimize their agricultural products and improve their farming, it is necessary for the role of extension workers to provide education and guidance to farmers so that farmers can work on land and produce optimal agricultural products so that farmers can be successful in their farming business. To improve their farming business, farmers need the role of agricultural extension workers. Agricultural extension agents are agents of change who are directly related to farmers. The main function of the extension worker is to change the attitude of the farmer through non-formal education so that the farmer has a better life in a sustainable manner. This study aims to analyze the influence of the role of extension workers on farmer empowerment. This research was conducted in Belading Village, Sabak Auh District, Siak Regency. Respondents in this study were lowland rice farmers who joined farmer groups as many as 50 samples. To answer the purpose of this study using multiple linear regression analysis. The results showed that the role of the extension worker had a significant effect on the empowerment of lowland rice farmers in the village of Belading either simultaneously or partially.