Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH NISBAH STYRENE ACRYLIC DAN LATEKS DALAM BINDER TERHADAP KARAKTERISTIK CAT WATERPROOF nadimisia, tiara dwisca; Afrilianti, Azyarah; Bahruddin, Bahruddin; Wiranata, Arya; Zahrina, Ida; herman, syamsu; jahrizal, jahrizal
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2024
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v13i2.19500

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi potensi penggunaan lateks karet alam dan polimer styrene acrylic sebagai bahan baku pembuatan cat waterproof ramah lingkungan. Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh nisbah campuran lateks karet alam dan styrene acrylic terhadap karakteristik cat waterproof. Pengaruh yang ingin dikaji meliputi daya tutup, daya cuci, waktu kering sentuh, total kandungan padatan, dan ketahanan air. Lateks karet alam dengan Dry Rubber Content (DRC) 58% digunakan sebagai bahan dasar, sementara binder diproduksi menggunakan metode blending dengan polimer styrene acrylic dan sodium lauryl sulfate (SLS) sebagai bahan tambahan. Variasi nisbah styrene acrylic dan lateks karet alam yaitu (0:100);(10:90);(30:70);(50:50);dan (100:0) (%wt).  Binder tersebut dicampur ke dalam cat dengan kadar 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar nisbah styrene dalam binder maka nilai washability dan total padatan semakin meningkat sehingga waktu kering sentuh semakin cepat dan cat yang dihasilkan akan lebih tahan lama terhadap rembesan air. Semua sampel uji tersebut memperlihatkan karakteristik cat yang memenuhi standar, baik SNI maupun ASTM. Karakteristik tersebut meliputi washability resistance >1200 siklus, total padatan >45%, waktu kering sentuh <60 menit, dan ketahanan terhadap air berkisar 8-10 hari. 
PENGARUH PROSES DEGUMMING MENGGUNAKAN ASAM FOSFAT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA MINYAK NYAMPLUNG (CALOPHYLLUM INOPHYLLUM) SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL Sugesti, Heni; Prabowo, Agung; Hendri, Yola Berlistya; Wiranata, Arya; Chandra, Yogi
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i2.1236

Abstract

Minyak nyamplung memiliki potensi besar sebagai bahan baku biodiesel karena kandungan trigliserida yang tinggi. Namun, tingginya kadar gum, fosfatida, air, dan asam lemak bebas (ALB) dapat menurunkan kualitas biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh proses degumming menggunakan asam fosfat terhadap parameter fisiko-kimia minyak nyamplung. Degumming dilakukan dengan variasi konsentrasi asam fosfat (0,1%, 0,3%, 0,5%) dan suhu pemanasan (60 °C dan 70 °C). Parameter yang diuji meliputi densitas, viskositas, kadar air, dan kadar ALB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan degumming optimal pada konsentrasi asam fosfat 0,3% dan suhu 70 °C menghasilkan penurunan kadar ALB sebesar 66,7% dari 10,5% menjadi 3,1%, penurunan viskositas dari 52,4 cSt menjadi 42,3 cSt, dan pengurangan kadar air dari 0,47% menjadi 0,19%. Dengan demikian, proses degumming secara signifikan meningkatkan kualitas minyak nyamplung sebagai bahan baku biodiesel.
PENGARUH FULL ACRYLIC DAN STYRENE ACRYLIC TERHADAP KINERJA LATEKS KARET ALAM SEBAGAI BINDER PADA APLIKASI CAT EMULSI Wiranata, Arya; Sugesti, Heni; Syahwardini, Trisuciati; Pakpahan, Cindy; Rosmawati, Putri; Nurhidayah, Nurhidayah; Bahruddin, Bahruddin
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i2.1223

Abstract

Permintaan cat dalam industri konstruksi terus meningkat, terutama cat emulsi berbasis air yang bergantung pada kualitas bahan pengikat (binder) sebagai komponen utama. Indonesia masih mengandalkan impor binder sintetis, sehingga diperlukan alternatif lokal yang ramah lingkungan. Lateks karet alam merupakan kandidat potensial, namun memiliki kelemahan dalam ketahanan cuaca dan waktu pengeringan. Penelitian ini mengembangkan binder berbasis lateks karet alam yang dimodifikasi dengan resin akrilik (full acrylic dan styrene acrylic) untuk meningkatkan daya rekat, ketahanan abrasi, dan stabilitas cuaca. Modifikasi dilakukan melalui proses pencangkokan menggunakan benzoyl peroxide, SLS, sodium sulfit, dan polipropilen glikol pada suhu 85°C selama 60 menit. Binder hasil modifikasi kemudian dicampur ke dalam cat emulsi dan diuji menggunakan FT-IR spectroscopy, uji ketahanan gosok (scrub) dan abrasi (abrasion) (mengacu pada ASTM D2486 method A), serta pengukuran sudut kontak (contact angle). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam performa cat, terutama pada sampel NRL-FA(70:30) dengan kadar binder 15%, yang mampu bertahan hingga 5.500 siklus dan memiliki sudut kontak 87°. Temuan ini menunjukkan bahwa lateks karet alam termodifikasi akrilik berpotensi menjadi alternatif binder berkinerja tinggi untuk aplikasi cat emulsi interior dan eksterior.
Artikel Review: Teknologi Zeolit untuk Penangkapan Karbon (Carbon Capture): Karakteristik, Modifikasi dan Tantangan Operasional Hasrul, Hasrul; Syahwardini, Trisuciati; Wali, Abdul Rahman; Purfaji, Purfaji; Wiranata, Arya; Primarista, Ni Putu Vidya
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 1 (2026): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i1.53291

Abstract

Zeolites are promising adsorbents for CO₂ capture due to their high surface area, thermal stability, and cost-effectiveness. Their performance can be enhanced through chemical modifications such as amine impregnation, cation exchange, and hydrophobic surface grafting, enabling improved selectivity and resistance to moisture. However, operational challenges remain, including water competition, regeneration energy demand, and cyclic stability under industrial conditions. Strategies like guard beds, hydrophobic zeolites, and hybrid systems are being developed to overcome these limitations. Zeolite-based adsorption offers a sustainable pathway for reducing CO₂ emissions and advancing low-carbon technologies.