Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INOVASI Green Bone Implant MENGGUNAKAN ROTAN ( Calamus manau M ) SEBAGAI SUBSTITUT LOGAM Agung Prabowo; Muhammad Reski; Ahmad Fadli
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.05 KB) | DOI: 10.26858/ijfs.v3i2.4780

Abstract

Rotan merupakan tanaman yang banyak terdapat di Indonesia. Struktur anatomi batang rotan berhubungan erat dengan menentukan keawetan dan kekuatan rotan, antara lain  adalah besar pori dan tebalnya dinding sel serabut. Dinding sel adalah komposit serat yang terbuat dari mikro-fibril selulosa yang disisipkan ke dalam matriks hemiselulosa dan lignin. Pergantian bundel serat dan daerah berpori saluran ini lah membuat kayu sebagai bahan elektif untuk digunakan sebagai template dalam memulai persiapan pengganti tulang baru yang ditandai oleh struktur hirarkis biomimetik. Hidroksiapatit (HA) merupakan bentuk mineral dari kalsium apatit yang terbentuk secara alami dengan formula Ca10(PO4)6(OH)2. Salah satu inovasi besar dalam bidang rekonstruksi tulang adalah mengaplikasikan HA sebagai lapisan permukaan pada logam implan yang kuat secara mekanik dan dapat meningkatkan kestabilan implan pada tulang sehingga meningkatkan umur pemakaian implan logam. Pembuatan implan tulang menggunakan rotan sebagai subtitut logam dilakukan dengan bebeapa tahap yaitu pirolisis, karburisasi, oksidasi, karbonisasi dan tahap terakhir pembentukan senyawa hidroksiapatit dengan cara phospatisasi. Analisa karakteristik produk yang dihasilkan adalah dengan beberapa uji diantaranya SEM, XRD, Densitas, Porositas dan Uji Kuat Tekan.
PENGARUH PROSES DEGUMMING MENGGUNAKAN ASAM FOSFAT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA MINYAK NYAMPLUNG (CALOPHYLLUM INOPHYLLUM) SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL Sugesti, Heni; Prabowo, Agung; Hendri, Yola Berlistya; Wiranata, Arya; Chandra, Yogi
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i2.1236

Abstract

Minyak nyamplung memiliki potensi besar sebagai bahan baku biodiesel karena kandungan trigliserida yang tinggi. Namun, tingginya kadar gum, fosfatida, air, dan asam lemak bebas (ALB) dapat menurunkan kualitas biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh proses degumming menggunakan asam fosfat terhadap parameter fisiko-kimia minyak nyamplung. Degumming dilakukan dengan variasi konsentrasi asam fosfat (0,1%, 0,3%, 0,5%) dan suhu pemanasan (60 °C dan 70 °C). Parameter yang diuji meliputi densitas, viskositas, kadar air, dan kadar ALB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan degumming optimal pada konsentrasi asam fosfat 0,3% dan suhu 70 °C menghasilkan penurunan kadar ALB sebesar 66,7% dari 10,5% menjadi 3,1%, penurunan viskositas dari 52,4 cSt menjadi 42,3 cSt, dan pengurangan kadar air dari 0,47% menjadi 0,19%. Dengan demikian, proses degumming secara signifikan meningkatkan kualitas minyak nyamplung sebagai bahan baku biodiesel.