Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Does Diabetes Self Management Education (DSME) Have An Influence On The Quality of Life of Type 2 Diabetes Mellitus Patients? Andri, Juli; Padila, Padila; Novitasari, Selvia; Ferasinta, Ferasinta; Andrianto, Muhammad Bagus
Jurnal Keperawatan Silampari Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jks.v8i2.15141

Abstract

This study aims to determine the effect of diabetes self-management education (DSME) on the quality of life of patients with type 2 diabetes mellitus.This study used pre experimental design with one group pre and posttest with 15 respondents. The result analysis there were mostly 8 (53,3%) who were 56-70 years old, most of them were 14 (93,3%) female, mostly 8 (53,3%) Who had junior high school education, most of whom were 9 (60.0%) who 1-5 years suffering from diabetes, before DSME did the lowest quality of life score was 86 and the highest was 99, the average was 90.93, People after the DSME lowest life quality score was 88 and the highest was 105, the average was 98.67. The average quality of life after treatment has increased with the difference in the mean score of quality of life by using DSME (p = 0,000) in Bengkulu City Pasar Ikan Puskesmas Working Area. In Conclusion, There is an influence of Diabetes Self Management Education (DSME) on the quality of life of type 2 diabetes mellitus patients in the work area of ​​the Pasar Ikan Health Center, Bengkulu City.   Keywords: Self Management Education (DSME), Quality of Life
Peningkatan pengetahuan dalam pencegahan terjadinya Bullying pada usia remaja Ferasinta, Ferasinta; Rozani, Leni; Novitasari, Selvia; Padila, Padila; Sartika, Andry; Fitri Lina, Liza
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2024): MEI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jupengkes.v2i2.971

Abstract

Bullying is an aggressive act carried out continuously by one individual or group against another person who is physically, emotionally or socially weaker. These actions are often carried out with the aim of annoying, hurting, or dominating the victim. Bullying can occur in a variety of settings, including at school, the workplace, online environments, or in general society. Bullying can take many forms, including physical abuse such as beatings or physical attacks, verbal abuse such as taunts or threats, social abuse such as isolating or ostracizing someone, or online abuse such as sending insulting messages or posting derogatory content on social media. Bullying can also be direct, with the perpetrator taking action directly against the victim, or indirectly through spreading harmful rumors or gossip. The impact of bullying is very detrimental to the victim. They may experience mental health problems, including stress, anxiety, depression, and even thoughts of suicide. Victims of bullying may also experience a decline in academic performance, avoid school or work, and have difficulty building healthy social relationships. Prevention and handling of bullying is very important. Education about bullying awareness, development of social skills, and promotion of inclusive attitudes and respect for diversity can help reduce cases of bullying.
Hubungan Ibu Preeklamsia dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Rozani, Leni; Ferasinta, Ferasinta; Panzilion, Panzilion; Novitasari, Selvia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.669 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10285

Abstract

ABSTRACT Preeclampsia is hypertension accompanied by proteinuria that occurs during pregnancy, childbirth or the puerperium. Low birth weight (LBW) is a baby weighing 2500 grams or less at birth regardless of gestational age. These newborns are considered to have intrauterine growth rates less than expected or a shortened gestational age. The purpose of this study was to determine the frequency distribution of preeclampsia and low birth weight, and the relationship between preeclampsia and low birth weight. The research design used in this study was a case control design, namely a research design consisting of a control group and a case group, the respondents in this study totaled 94 people, 47 people in the control group and 47 people in the case group. From the results of the study, the univariate analysis obtained the results of each variable, 48 mothers who experienced preeclampsia with a percentage of 51.1% and 46 mothers who did not experience preeclampsia with a percentage of 48.9%, in the LBW frequency distribution table there were 47 babies who experienced LBW babies (case group), and babies who did not have LBW babies totaled 47 babies (control group). In the bivariate analysis, the results of the chi square test showed that the p value = 0.000 < , so there is a strong relationship, Ho is rejected and Ha is accepted. This means that there is a relationship between the incidence of preeclampsia and low birth weight (LBW), so that with research explaining that preeclampsia mothers can give birth to babies with LBW babies, it is hoped that mothers can maintain their health during pregnancy until delivery, examine their pregnancies from the start until delivery, recognize symptoms early -symptoms of diseases that arise during pregnancy so that treatment can be carried out optimally. Keywords: Preeclampsia, and LBW  ABSTRAK Preeklamsia adalah hipertensi disertai proteinuria yang timbul selama kehamilan, persalinan atau masa nifas. Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah berat bayi 2500 gram atau kurang pada saat lahir tanpa memandang usia kehamilan. Bayi baru lahir ini dianggap mengalami kecepatan pertumbuhan intrauterine kurang dari yang diharapkan atau pemendekan masa gestasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi kejadian preeklamsia dan BBLR, dan hubungan antara kejadian preeklamsia dengan BBLR. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain case control yaitu rancangan penelitian yang terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok kasus, responden dalam penelitian ini berjumlah 94 orang, 47 orang kelompok kontrol dan 47 orang kelompok kasus. Dari hasil penelitian, pada analisis univariat didapatkan hasil dari masing-masing variabel, 48 ibu yang mengalami preeklamsia dengan persentase 51,1%  dan 46 ibu yang tidak mengalami preeklamsia dengan persentase 48,9%, pada tabel distribusi frekuensi BBLR terdapat 47 bayi yang mengalami BBLR (kelompok kasus), dan bayi yang tidak mengalami BBLR berjumlah 47 bayi (kelompok kontrol). Pada analisis bivariat  didapatkan hasil uji chi square, nilai p value = 0.000 < , jadi ada hubungan yang kuat, Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada hubungan kejadian preeklamsia dengan berat badan lahir rendah (BBLR), sehingga dengan adanya penelitian yang menjelaskan bahwa ibu preeklamsia dapat melahirkan bayi yang BBLR diharapkan para ibu dapat menjaga kesehatan selama hamil sampai persalinan, memeriksa kehamilan sejak awal sampai persalinan, mengenali sejak dini gejala-gejala penyakit yang timbul saat hamil agar penanganan dapat dilakukan dengan maksimal.         Kata Kunci: Preeklamsia, dan BBLR   
Inovasi Cerdik Atasi Stunting melalui Screening Tumbuh Kembang Anak Ferasinta, Ferasinta; Novitasari, Selvia; Sartika, Andry; Dinata, Endah Zulya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12704

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah kekurangan gizi pada bayi di 1000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang perkembangan anak dalam pencegahan stunting. Kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi berupa penyuluhan dengan metode ceramah dengan bantuan media proyektor.  Waktu yang diperlukan dalam penyampaian materi adalah 50 menit. Terdapat  peningkatan pengetahuan tentang inovasi CERDIK atasi Stunting. Inovasi Stunting sangat diperlukan sehingga angka kejadian stunting bisa menurun. Kata Kunci: Anak, Stunting, Perkembangan  ABSTRACT Stunting is malnutrition in babies in the first 1000 days of life that lasts a long time and causes delays in brain development and child growth and development. The aim of this activity is to increase knowledge and understanding about child development in preventing stunting. Activities are carried out by providing education in the form of counseling using the lecture method with the help of a projector. The time required to deliver the material is 50 minutes. There is an increase in knowledge about CERDIK innovations to overcome stunting. Stunting innovation is very necessary so that the incidence of stunting can decrease. Keywords: Children, Stunting, Development
Pendampingan Peningkatan Pengetahuan dalam Pencegahan Pernikahan Dini Siswa Siswi SMPN 5 Kota Bengkulu Ferasinta, Ferasinta; Novitasari, Selvia; Rozani, Leni; Sartika, Andry; Yanti, Lussyefrida
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 3 No. 3 (2024): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v3i3.2985

Abstract

Pernikahan dini adalah penikahan yang terjadi apabila laki-laki atau perempuannya berada di bawah umur untuk menikah, yaitu umur di bawah 19 tahun. Pernikahan dini ini dapat mengakibatkan banyak sekali dampak negatifnya, mulai dari terjadinya KDRT karena beberapa faktor seperti kesusahan dalam bidang ekonomi ataupun ketidaksiapan laki-laki untuk memliki istri dan sebaliknya. Dan untuk perempuan, akibatnya adalah ketidaksiapan dalam melahirkan dan memilki anak. Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu dengan memberikan penyuluhan secara langsung, diskusi tanya jawab dan evaluasi peserta pengabdian. Maka dari itu, dalam penyuluhan ini sangat diharapkan bahwa siswa siswi sadar akan bahayanya pernikahan dini dan dapat meminimalisir terjadinya pernikahan usia dini. Hasil dari pengabdian ini yaitu siswa/i memahami akan pentingnya dilakukan pencegahan pernikahan dini sejak dini. Kesimpulan dari pengabdian ini yaitu pentingnya mengetahui dampak dari pernikahan dini pada siswa secara cepat.
Pengaruh Perawatan Luka Modern Dressing Terhadap Derajat Luka Ulkus Diabetikum Sartika, Andry; Ferasinta, Ferasinta; Novitasari, Selvia; Rozani, Leni
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 8 No. 1 (2024): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v8i1.401

Abstract

One of the complications of Diabetes Mellitus (DM) is Diabetic Ulcer. Diabetic ulcers are wounds that require special care, management to treat diabetic ulcers, namely the Modern Dressing method. Diabetic foot wounds are caused by several factors, namely neuropathy, trauma, foot deformity, high pressure on the soles of the feet and peripheral vascular disease. Comprehensive and systemic examination and classification of diabetic ulcers can help provide and guide adequate treatment. The aim of this study was to determine the effect of wound care using modern dressing methods on the degree of diabetic ulcers. This research uses a quasi-experimental method with a pre-post test two group design approach, namely a research method carried out observationally. The research results showed that the average value of wound care using modern dressing methods was the average value before (19.15) and the average after intervention (12.81). So it can be said that there is an influence of modern dressings on the degree of diabetic ulcer wounds.
Edukasi Gizi Seimbang Berbasis Media Presentasi Visual Digital Untuk Remaja Sehat dan Aktif Di SMP Negeri 20 Bengkulu Riska Yanuarti; Wulan Angraini; Selvia Novitasari; Betrianita
JPMTT (Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Terbarukan) Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Penerbitan dan Percetakan Indonesian Scholar Khiar Wafi (LPPMPP IKHAFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54650/jpmtt.v5i2.613

Abstract

Masa remaja merupakan periode krusial dengan kebutuhan gizi tinggi, namun seringkali diikuti oleh perubahan pola makan yang tidak sehat. Observasi awal di SMP Negeri 20 Bengkulu, mengindikasikan rendahnya pemahaman remaja terhadap gizi seimbang, yang berpotensi memicu masalah gizi ganda seperti anemia dan obesitas. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran siswa siswi kelas VII mengenai pentingnya gizi seimbang sesuai panduan "Isi Piringku", sebagai upaya promotif untuk mewujudkan remaja yang sehat dan aktif. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan interaktif melalui media presentasi digital dan sesi tanya jawab terbuka dengan melibatkan 35 siswa. Hasil implementasi menunjukkan tingkat partisipasi dan antusiasme yang sangat tinggi, diiringi pertanyaan kritis yang mendalam, membuktikan bahwa metode edukasi ini efektif memicu minat remaja terhadap kesehatan gizi. Disimpulkan bahwa penyuluhan gizi seimbang merupakan intervensi yang relevan dan penting untuk membentuk perilaku makan sehat di kalangan remaja SMP Negeri 20 Bengkulu.
Hubungan Kepadatan Lalat dengan Kejadian Diare (Studi Kasus di PT. Alno Agro Utama Sumindo Estate) Angraini, Wulan; Valentine, Zulva Suwatr Zara; Ramon, Agus; Wati, Nopia; Novitasari, Selvia; Betrianita, Betrianita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19793

Abstract

ABSTRACT Flies are disease vectors that can interfere with public health, one of which is through the transmission of diarrhoea. This study aims to determine the relationship between fly density and the incidence of diarrhoea at PT Alno Agro Utama Sumindo Estate. The study used an analytical descriptive design with a cross-sectional approach, involving 36 respondents. Data was collected through questionnaires and measurement of fly density using a fly grill. Of the 36 respondents, 21 (58.3%) had diarrhoea and 15 (41.7%) did not. The analysis showed a significant association between fly density and the incidence of diarrhoea with a p value = 0.000, indicating that the higher the density of flies, the greater the likelihood of diarrhoea. There is a significant association between fly density and incidence of diarrhoea at PT Alno Agro Utama Sumindo Estate, emphasising the need for interventions to control fly population and improve environmental sanitation. Keywords: Diarrhoea, Fly Density, Sanitation, Public Health  ABSTRAK Lalat merupakan vektor penyakit yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat, salah satunya melalui penularan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepadatan lalat dan kejadian diare di PT. Alno Agro Utama Sumindo Estate. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 36 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran kepadatan lalat menggunakan fly grill.Dari 36 responden, 21 (58,3%) mengalami diare dan 15 (41,7%) tidak. Analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepadatan lalat dan kejadian diare dengan nilai p = 0,000, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi kepadatan lalat, semakin besar kemungkinan terjadinya diare. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepadatan lalat dan kejadian diare di PT. Alno Agro Utama Sumindo Estate, yang menekankan perlunya intervensi untuk mengendalikan populasi lalat dan meningkatkan sanitasi lingkungan. Kata Kunci: Diare, Kepadatan Lalat, Sanitasi, Kesehatan Masyarakat