Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sehat Masada

Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Penyakit Kusta Di Rumah Sakit Khusus Kusta Dr Sitanala Kota Tangerang Komalaningsih, Sri
Sehat MasadaJurnal Vol 11 No 1 (2017): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v11i1.22

Abstract

Leprosy is an infectious disease still prevalent in developing countries, including at Indonesia. In this study the problem is personal hygiene factor in leprosy patients in dr. Sitanala Leprosy Special Hospital Tangerang City. The purpose of this research was to determine the relationship between personal hygiene with occurrence of leprosy in dr. Sitanala Leprosy Special Hospital. This study uses a case-control approach. The population was outpatients in dr. Sitanala Leprosy Special Hospital diagnosed leprosy (cases) and Diabetes Mellitus (control). Samples are 108 patients. The instrument used was questionnaire. Data were analyzed with Chi-square test formula. The research results that there was a relationship between hand washing habits (p=0,023, OR=3,357) but there were not relationship bathing habits (p=0,066, OR=2,340), towel cleaning habits (p=0,740,OR=1,563), cloth cleaning habits (p=0,525, OR=1,862) and bed, blanket , pillow cases cleaning (p=0,171, OR=2,105) with occurrence of leprosy in dr. Sitanala Leprosy Special Hospital. Suggestion put forward is expected to improve personal higiene the patient and who live around them expecially on seven step hand washing habit according WHO so as not to be a source of transmission of leprosy.
EFEKTIFITAS INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN Ridwan Hidayat, Muhammad; Suparni, Suparni; Komalaningsih, Sri
Sehat MasadaJurnal Vol 17 No 2 (2023): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i2.431

Abstract

Pengelolaan limbah, baik limbah cair, limbah padat, maupun limbah gas di rumah sakit memerlukan penanganan yang mengacu kepada peraturan pemerintah, khususnya peraturan yang dikeluarkan oleh kementrian kesehatan, kementrian linkungan hidup, dan kementrian lainnya yang terkait. Pengelolaan limbah dimaksud memerlukan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), ada banyak metode yang bisa digunakan seperti sistem biofilter, lumpur aktif, biomedia, dekomposer hingga lahan basah buatan. Metode tersebut disesuaikan berdasarkan kebutuhan efektifitas sumber parameter yang dihasilkannya. Tujuan dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui efektifitas IPAL di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Metode yang diggunakan dalam penyusunan literature review dengan cara pencarian online database jurnal sebanyak 12 artikel. Dapat disimpulkan bahwa IPAL dengan sistem Biofilter merupakan paling efektif dalam menurunkan parameter air limbah buangan di Fasyankes. Ini dibuktikan dengan jumlah paling banyak parameter yang diturunkan sampai memenuhi baku mutu, yaitu dengan jumlah 8 parameter. Saran bagi peneliti selanjutnya melakukan efektifitas tidak hanya satu kali pemeriksaan dan dilakukan pada semua parameter sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah.